Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hidup ‘Uzlah (Mengasingkan Diri) Menurut Hadis Kitab Sunan Al-Nasa’i Nomor 2569 Muhammad Khozin; Fitah Jamaludin; Nugraha Andri Afriza
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2024.v4i2/1956/5

Abstract

Seclusion from the crowd of men or being alone and remembering Allah, and his deeds are solely for God. 'Uzlah is also a means that can bridge to get closer to Allah. 'Uzlah is done with the provision of knowledge, because 'uzlah that is not accompanied by knowledge is a great damage. Because 'uzlah must be understood first, then it can be 'uzlah. 'Uzlah is to seclude oneself from the crowd of people or to be alone and remember Allah, and to do one's deeds solely for Allah. 'Uzlah is also a means that can bridge to get closer to Allah. The focus of the research in this study is: 1) What is the quality of the hadith about 'uzlah (self-exile) in the book Sunan Al-Nasa'i number 2569?, 2) How is the contextualization of the hadith of 'uzlah (self-exile) in the present?. The objectives of this study are: 1) To find out the quality of the hadith about 'uzlah (self-exile) in the book Sunan Al-Nasa'i number 2569. 2) To find out the contextualization of the hadith of 'uzlah (self-exile) in the present. This type of research is qualitative research, the data collection technique used is library research with ma'anil hadith. The conclusions obtained are: 1) The hadith of 'uzlah (self-exile) in the book of Sunan Al-Nasa'i number 2569 is included in the degree of hadith shahih. 2) The hadith of 'uzlah (self-exile) in the present day can help human beings in keeping up with the erosion of the current of globalization and other worldly traits that sometimes make people neglect the rights that should be given to Allah. However, the way to do 'uzlah does not have to be done in a cave, a lonely place that is very far from human civilization, but it can be done in a lonely place that is not too far from humans. And the period of time used for 'uzlah does not need to be days, months or even years, but it provides free time that is felt to be enough to worship or get closer to Allah. On the other hand, in addition to getting closer to Allah, humans who practice 'uzlah can still socialize, stay in touch with other human beings, and be responsible for their families.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Maktabah Syameela Pada Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Mandailing Natal Amiruddin Amiruddin; Syaripah Aini; Nugraha Andri Afriza
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2581

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Pelatihan Penggunaan Aplikasi Maktabah Syamela" bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan santri dan guru pesantren Darul Ulum kabupaten Mandailing Natal. Maktabah Syamela merupakan aplikasi pustaka digital yang kaya akan koleksi kitab-kitab klasik dalam berbagai disiplin ilmu Islam. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penggunaan aplikasi ini sering menjadi kendala dalam memaksimalkan manfaatnya.Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi tentang fungsi dan fitur Maktabah Syamela, demonstrasi penggunaan aplikasi, dan sesi praktik langsung. Metode pendekatan yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pendampingan individu. Kegiatan ini diikuti oleh 170 peserta yang berasal dari santri juga guru pesantren Darul Ulum kabupaten Mandailing Natal . Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi Maktabah Syamela secara efektif, dengan peningkatan rata-rata pemahaman sebesar 85% berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Peserta juga memberikan respons positif terkait relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan mereka dalam studi maupun pengajaran. Pelatihan ini memberikan dampak signifikan dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar berbasis literatur digital, serta membuka peluang lebih luas untuk mengakses pengetahuan Islam secara modern.
Pelatihan Aplikasi Al-Bahits Al-Qur’ani Bagi Santri dan Mualim Pondok Pesantren Al-Bi'tsatul Islamiyah Mandailing Natal, Sumatera Utara Amiruddin; Nugraha Andri Afriza; Rengga Irfan
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2026
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v8i1.12970

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi digital keagamaan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bi'tsatul Islamiyah Kabupaten Mandailing Natal, khususnya terkait pemanfaatan teknologi dalam studi Al-Qur’an. Pelatihan Aplikasi Al-Bahits Al-Qur’ani dirancang dengan tujuan memberikan pemahaman praktis kepada santri dan mualim mengenai penggunaan aplikasi digital sebagai sumber referensi yang cepat, akurat, dan relevan bagi proses pembelajaran. Jumlah peserta pada kegiatan ini sebanyak 100 orang santri/santriwati dari kelas empat, lima dan enam yang didampingi oleh satu ustaz dan satu ustazah (dua mualim). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahap melalui observasi, dialog partisipatif, dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan aplikasi sebagai bahan ajar dan referensi keislaman, serta menunjukkan minat lebih besar terhadap integrasi teknologi dalam pembelajaran. Kendala dalam kegiatan ini yakni keterbatasan jaringan internet dan variasi kemampuan literasi digital, pelatihan ini tetap memberikan dampak positif terhadap efektivitas kegiatan belajar mengajar. Kata kunci:  Al-Bahits Al-Qur’ani; Pesantren Al-Bi’tsatul Islamiyah; Santri; Mualim;
Peran Pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Dalam Membentuk Akhlak Qurani Kader Tapak Suci Putera Muhammadiyah Di Era Internet Nugraha Andri Afriza
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i1.875

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pesatnya teknologi yang berkembang di era modern dewasa ini. Bagai pisau bermata dua, pesatnya teknologi ini pun menyajikan konten dan muatan dalam menunjang pembelajaran, keilmuan bahkan hal-hal yang tidak dapat dijumpai di dunia nyata, misalkan perang dalam simulasi game online. Umpatan dan makian dalam kemasyarakatan dunia maya merupakan hal lumrah yang kadang terbawa dalam kehidupan nyata. Hal ini berdampak pada penurunan besar bagi akhlaq di kalangan masyarakat khususnya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran para pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam mendidik akhlaq siswa-siswanya ditengah gempuran teknologi yang semakin tidak berakhlaq. Penelitian ini merupakan model penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian ini berada di PIMDA 101 TapaK Suci Putera Muhammadiya Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal apasaja yang dilakukan para pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam mendidik akhlaq. Metode yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah (field research). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumenter dengan menemui langsung narasumber kemudian dikomparasikan dengan literatur-literatur yang berkaitan dengan judul.
DAKWAH ALA QURAISH SHIHAB: (Penafsiran Surat Al-Nahl : 125) Nugraha Andri Afriza; Nana Gustianda
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v5i1.1823

Abstract

Da'wah is the first command given by Allah to the Prophet Muhammad as an acknowledgment of his apostleship. The same thing was also ordered to humans other than the Prophet Muhammad to invite people to the right path or Islamic teachings. There are many methods of preaching, but the Koran explains how preaching should best be done. Q.S an-Nahl: 125 explains how to preach according to the guidance, to be able to understand what the Koran conveys so that it is more targeted, we can see how Quraish Shihab interprets this verse.Keywords : Dakwah, Quraish Shihab, Tafsir