Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN SESEWANUA (CLERODENDRON SQUAMATUM VAHL.) Mallaka, Indriyani; Mansauda, Karlah Lifie Riani; Edy, Hosea Jaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33954

Abstract

Clerodendron squamatum Vahl. atau biasa dikenal dengan tumbuhan Sesewanua mengandung banyak metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, tanin, dan flavonoid serta memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri dan antioksidan. Pengembangan sediaan obat dari bahan alam daun sesewanua menjadi sediaan untuk menangani permasalahan kulit masih terbatas, sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan patch ekstrak etanol daun sesewanua sehingga dapat mengembangkan sediaan patch berbahan aktif ekstrak kental daun sesewanua, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi serta menguji stabilitas fisik sediaan patch yang diformulasikan. Daun sesewanua diekstraksi dengan metode maserasi kemudian ekstrak kental yang didapatkan dari hasil maserasi diformulasikan menjadi sediaan patch dengan 15% konsentrasi ekstrak daun sesewanua, selanjutnya dievaluasi dan diuji stabilitas selama 28 hari penyimpanan pada dua suhu berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan patch yang diformulasikan memenuhi persyaratan parameter evaluasi fisik sediaan patch, juga memenuhi persyaratan uji stabilitas penyimpanan suhu ruang 29°±2°C dan suhu dingin 4°±2°C selama 28 hari penyimpanan yaitu untuk uji organoleptik (warna, bau dan tekstur sediaan), uji susut pengeringan, uji pH, uji ketebalan dan uji daya tahan lipatan sediaan patch. Kesimpulannya formulasi sediaan patch ekstrak etanol daun sesewanua dengan 15% konsentrasi ekstrak daun sesewanua stabil dalam penyimpanan selama 28 hari pada suhu ruang 29°±2°C dan suhu dingin 4°±2°C
Pengembangan dan Karakterisasi Gel Asam Salisilat Menggunakan Pati Sagu Pregelatinasi yang Dimodifikasi sebagai Agen Pembentuk Gel Mansauda, Karlah Lifie Riani; Suoth, Elly Juliana; Rumondor, Erladys M.
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Natural sago starch has limitations, including low solubility, weak structure, and poor storage stability. Modification through pregelatinization can improve the functional properties of starch, including its role as a gelling agent. This study aims to formulate and evaluate a salicylic acid gel using pregelatinized modified sago starch as a gelling agent. The pregelatinized starch was characterized and then formulated into a gel preparation and evaluated for its physical properties. The characterization results showed a starch content of 85.27% with amylose 27.42%, and amylopectin 57.84%. The swelling power was 20.22 g/g, solubility 61.19%, and the degree of gelatinization reached 61.83%. The physical tests of the gel showed good results, including pH (4.8-5.3), adhesion (1.47-4.70 seconds), and spreadability (4.67-7.29 cm). In conclusion, pregelatinized sago starch can function as an effective gelling agent in the formulation of salicylic acid gel. Keywords: Pregelatinization, Gelling agent, Sago Starch (Metroxylon sp.), Gel ABSTRAK Pati sagu alami memiliki keterbatasan, termasuk kelarutan yang rendah, struktur yang lemah dan stabilitas penyimpanan yang buruk. Modifikasi melalui pregelatinisasi dapat meningkatkan sifat fungsional pati, termasuk sebagai bahan pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi gel asam salisilat menggunakan pati sagu termodifikasi pregelatinasi sebagai agen pembentuk gel. Pati alami yang mengalami proses pregelatinisasi dikarakterisasi dan kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dan dievaluasi fisik gel. Hasil karakterisasi menunjukkan kadar pati sebesar 85,27% dengan kadar amilosa 27,42%, dan amilopektin 57,84%. Swelling power adalah 20,22 g/g, kelarutan 61,19%, dan derajat gelatinisasi mencapai 61,83%. Uji fisik gel menunjukkan hasil yang baik, termasuk pH (4,8-5,3), daya lekat (1,47-4,7 detik), dan daya sebar (4,67-7,29 cm). Kesimpulannya, pati sagu pregelatinisasi dapat berperan sebagai gelling agent yang efektif dalam formulasi gel asam salisilat. Kata kunci: Pregelatinasi, Agen Pembentuk Gel, Pati Sagu (Metroxylon sp.), Gel
Pemberdayaan Kelompok Tani Kekelor dan Pinangimbalian Desa Pinapalangkow Dalam Program Pelatihan Pembuatan Sabun Dari Daun Cengkeh Suoth, Elly; Mansauda, Karlah Lifie; Lebang, Julianri Sari
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i1.58385

Abstract

Kelompok tani Kekelor dan Pinangimbalian di Desa Pinapalangkow merupakan kelompok tani yang tidak terlalu aktif, dimana kelompok tani ini hanya aktif pada masa panen saja. Hal ini terjadi karena para petani hanya fokus pada buah cengkehnya saja. Padahal ada bagian lain dari pohon cengkeh yang dapat dimanfaatkan seperti daun cengkeh. Daun cengkeh yang juga hampir sama dengan buah cengkeh memiliki metabolit sekunder yang dapat bermanfaat bagi tubuh manusia dapat di oleh untuk mendapatkan minyak cengkeh ataupun dapat di manfaatkan untuk pembuatan berbagai produk kesehatan lainnya. Untuk itu pendampingan atau pelatihan pembuatan sabun dari daun cengkeh ini sangat penting bagi kelompok tani Kekelor dan Pinangimbalian untuk dapat meningkatkan aktivitas dan penghasilan dari anggota kelompok tani. Selain upaya meningkatkan penghasilan bagi kedua kelompok tani yang ada di Desa Pinapalangkow, pelatihan pembuatan sabun mandi dengan bahan aktif daun cengkeh juga akan dapat memanfaatkan daun cengkeh yang banyak berjatuhan di setiap kebun dari para petani. Pelatihan pembuatan sabun mandi dari bahan aktif daun cengkeh ini juga sangat diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dari para anggota kelompok
Control System Design Concept for Coconut Shell Charcoal Powder Processing Equipment as a Base Material for Herbal Toiletries Integrated with PV System Simanjuntak, Christopel H.; Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Dodie, Stanley B.; Rambing, Precylia R.; Makalew, Mario Y.; Mansauda, Karlah Lifie Riani
CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal Vol 19 No 1 (2026): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/ccit.v19i1.3844

Abstract

Various raw materials with enhanced benefits have been discovered for the toiletries industry. One promising material is coconut shell charcoal powder (Cocos nucifera), which can be used as a base ingredient in herbal toiletries formulations. However, its production process still faces challenges, particularly in terms of technology and operations, especially for small and medium enterprises. Therefore, this study aims to design a control system concept for a coconut shell charcoal powder processing unit integrated with a PV system. The methods used include a literature review and a descriptive study through interviews with practitioners and academics specializing in charcoal powder production systems and herbal toiletries formulation. The result of this study is a conceptual design of a control system equipped with a remote monitoring system to oversee and regulate the coconut shell charcoal powder production process more efficiently.
Hilirisasi Produk Alat Pengering Simplisia Kentos Kelapa Pada Kelompok Tani Cempaka Di Kelurahan Meras, Kota Manado Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Warokka, Adriyan H.; Simanjuntak, Christopel H.; Mansauda, Karlah Lifie Riani
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 5 No. 2 (2025): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v5i2.3524

Abstract

Kelompok tani Cempaka di Kelurahan Meras, Kota Manado, merupakan kelompok tani kelas madya yang memiliki salah satu fokus pengolahan komoditi kelapa(Cocos nucifera). Pada umumnya petani kelapa mengolah buah kelapa menjadi kopra. Pada proses pengolahan kelapa, kentos kelapa tidak memiliki nilai jual bahkan sering dipandang sebagai limbah saja. Permasalahan mitra ada pada belum digunakannya produk kentos kelapa agar menjadi produk yang memiliki nilai jual, padahal kentos kelapa memiliki nilai manfaat sebagai bahan dasar obat. Sebagai solusi, kegiatan hilirisasi produk penelitian dengan memanfaatkan alat pengering simplisia kentos kelapa yang efektif dan efisien dapat diterapkan pada kelompok tani Cempaka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membuka wawasan mengenai nilai ekonomis pada produk simplisia yang dapat diperoleh melalui penggunaan alat pengering hasil penelitian yang akan digunakan yaitu alat pengering simplisia kentos kelapa. Target khusus pada kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas hasil komoditi kelapa dan menunjang kesejahteraan anggota kelompok tani Cempaka. Metode pelaksanaan kegiatan yang akan diterapkan mencakup workshop dan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan berupa workshop Nilai Ekonomis Produk Kentos Kelapa dan pelatihan penggunaan alat pengering simplisia kentos kelapa dilakukan bersama masyarakat kelurahan meras.
Uji Stabilitas Fisik Emulgel Klindamisin Dengan Pati Biji Alpukat Termodifikasi Oksidasi Sebagai Gelling Agent Korengkeng, Nathania Anabel; Edy, Hosea Jaya; Mansauda, Karlah Lifie
Jurnal Lentera Farma Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/lenterafarma.v1i01.4

Abstract

Emulgel merupakan sediaan emulsi baik tipe minyak dalam air (M/A) maupun air dalam minyak (A/M) yang dibuat dalam bentuk gel dengan penambahan gelling agent. Biji alpukat mengandung zat pati yang cukup tinggi, yakni sebesar 80,1%, hal tersebut memungkinkan biji alpukat sebagai alternatif sumber pati. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas fisik sediaan emulgel pati biji alpukat yang termodifikasi oksidasi dapat dimanfaatkan sebagai gelling agent. Formula sediaan emulgel dibuat dengan variasi konsentrasi pati biji alpukat 2%, 4%, 6%, dan 8%. Evaluasi stabilitas sediaan menggunakan uji cycling test dengan evaluasi fisik sediaan emulgel meliputi pemeriksaan organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah cycling test. Hasil penelitian yang didapatkan sebelum dan sesudah cycling test menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2%, 6% dan 8% sediaan emulgel pati biji alpukat memenuhi persyaratan stabilitas fisik dengan parameter uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat.
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES [L] BENTH) SECARA IN VITRO Nurbayasanti, Ni Luh; Siampa, Jainer Pasca; Riani Mansauda, Karlah Lifie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29376

Abstract

Daun miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) adalah tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan tradisional khususnya sebagai antibakteri karena kandungan flavonoid, saponin dan tanin didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun miana dan efektivitas formula salep ekstrak daun miana sebagai antibakteri serta evaluasi fisik sediaan. Ekstrak daun miana dibuat dengan cara maserasi, pengujian aktivitas ekstrak daun miana dilakukan secara in vitro dengan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 50mg/mL, 100mg/mL, dan 150mg/mL. Kemudian ekstrak dibuat salep dengan  konsentrasi FI 5%, FII 10% dan FIII 15% yang diuji efektivitas antibakterinya secara in vitro dengan metode difusi sumuran. Kemudian sediaan dievaluasi secara fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak daun miana terbukti menghambat Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50, 100 dan 150mg/mL dengan besar zona hambat 16,2 mm; 17,9 mm dan 19,5 mm serta formula terbaik dari sediaan yaitu FIII dengan besar zona hambat 14,7 mm. Sediaan FI, FII dan FIII sudah memenuhi persyaratan salep yang baik.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN HIDROGEL EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES (L.) BENTH) Desinta, Ni Wayan; SIAMPA, JAINER PASCA; MANSAUDA, KARLAH LIFIE RIANI
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32072

Abstract

Antioksidan diperlukan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas dan bermanfaat untuk melindungi kulit dari Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat menyebabkan munculnya garis halus, kulit kering, dan keriput. Tanaman yang dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi adalah tanaman miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun miana (0,5%; 0,75%) yang dapat dijadikan sediaan hidrogel dan efektif sebagai antioksidan serta memenuhi syarat karakteristik fisik sediaan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Pengujian antioksidan ekstrak dan sediaan hidrogel menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian pada ekstrak mendapatkan IC50 sebesar 5,111 mg/L, sedangkan  F1 mendapatkan IC50 sebesar 26,653 mg/L; F2 mendapatkan IC50 sebesar 17,641 mg/L. Berdasarkan analisis statistik menggunakan ANOVA One Way, F2 merupakan formula terbaik sebagai sediaan hidrogel ekstrak etanol daun miana.
WORKSHOP INSTALASI PLTS OFF GRID SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL INNOVATION PADA WARGA KELURAHAN MERAS, MANADO Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Wenno, Leony Ariesta; Mansauda, Karlah Lifie R.
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 4 No. 1 (2024): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v4i1.2835

Abstract

Pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan Energi bersih. Contoh dari penggunaan energi bersih adalah dengan menggunakan energi matahari menjadi energi listrik. Penggunaan energi matahari menjadi energi listrik dapat dengan menggunakan panel surya dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem off grid. Kelurahan Meras berlokasi diarea kota Manado yang secara potensi memiliki paparan energi surya yang baik. Selain itu terdapat fasilitas umum seperti Gedung gereja, Kantor kelurahan, Halte dan fasilitas lainnya yang membutuhkan energi listrik. Fasilitas-fasilitas ini berpotensi besar untuk menggunakan sistem PLTS dalam pemanfaatan energi listrik. Tantangannya adalah, masyarakat kelurahan Meras belum begitu familiar dengan sistem PLTS yang menggunakan Panel Surya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi surya melalui instalasi PLTS dengan sistem off grid. Workshop akan menggunakan Alat Praktek PLTS sebagai sarana pelatihan bagi masyarakat. Melalui alat ini, pengetahuan akan pemanfaatan energi surya dapat berkembang. Daya minat pemanfaatan energi bersih diprediksi akan tumbuh Ketika ada keuntungan secara finansial juga dalam manajemen penggunaan energi. Kegiatan pelatihan akan berupa workshop instalasi PLTS dan dintegrasikan dengan analisis keekonomian dalam pemanfaatan energi bersih.