Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Sediaan Body Scrub Minyak Atsiri Serai ( Cymbopogon Citratus) Dan Minyak Atsiri Daun mint (Mentha Piperita) Mumu, Britney Stevani; Edy, Hosea Jaya; Mansauda, Karlah Lifie Riani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/w8kkqd91

Abstract

Body scrub merupakan sediaan topikal yang berfungsi mengangkat sel kulit mati, Kotoran, serta membuka pori-pori untuk membantu mencerahkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik sediaan body scrub kombinasi minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint, serta mengetahui apakah kombinasi tersebut memengaruhi sifat fisik sediaan. Empat formula dibuat, yaitu F0 (tanpa minyak atsiri), F1 (Minyak atsiri serai 1% dan minyak atsiri daun mint 5%), F2 (Minyak serai 3% dan minyak atsiri daun mint 3%), dan F3 (Minyak atsiri serai 5% dan minyak atsiri daun mint 1%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua formula memenuhi syarat uji organoleptik, pH, homogenitas, dan daya sebar. Formula F1 memberikan hasil terbaik dengan pH 8,72, daya sebar 5,93 cm, serta mendapat total nilai kesukaan tertinggi (24 poin), terdiri dari warna (9), aroma (7), dan tekstur (8). Uji stabilitas metode mekanik juga menunjukkan tidak terjadi pemisahan pada sediaan.
Alat Produksi Serbuk Arang Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) Sebagai Bahan Dasar Sediaan Toiletris Herbal: Studi Potensi dan Teknologi Stieven Netanel Rumokoy; Karlah Lifie R. Mansauda; Christopel H. Simanjuntak; Adelaida Joroh; Arief P. Kumaat
Jurnal Elektrik Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No.2 1 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v2i2.1085

Abstract

Pemanfaatan tempurung kelapa (Cocos nucifera) sebagai bahan dasar dalam industri toiletris herbal semakin berkembang seiring meningkatnya permintaan terhadap produk alami dan ramah lingkungan. Serbuk arang tempurung kelapa memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam sediaan toiletris. Namun, optimalisasi teknologi produksi serbuk arang masih menjadi tantangan yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan teknologi produksi serbuk arang tempurung kelapa sebagai bahan dasar sediaan toiletris herbal. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan studi deskriptif melalui wawancara dengan praktisi serta pelaku industri terkait produksi serbuk arang dan formulasi produk toiletris herbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi produksi serbuk arang tempurung kelapa memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam industri toiletris herbal, termasuk pada skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Serbuk arang memiliki kandungan bahan aktif yang sesuai untuk aplikasi dalam produk toiletris. Dari aspek teknologi, rancangan alat produksi yang praktis dan terintegrasi dengan sistem photovoltaic (PV) direkomendasikan sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan.
Konsep Desain Sistem Hidroponik Vertikal Berbasis IoT Bertenaga Surya Stieven Netanel Rumokoy; Stanley B. Dodie; Adriyan Warokka; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1222

Abstract

Pertanian perkotaan menghadapi keterbatasan lahan dan tuntutan efisiensi sumber daya, sehingga mendorong pengembangan sistem hidroponik vertikal sebagai solusi pertanian modern. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan otomatisasi, efisiensi, serta keberlanjutan sistem terkhusus pada area tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep rancangan sistem hidroponik vertikal cerdas berbasis IoT bertenaga surya yang mampu memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan memaksimalkan sistem pertanian modern. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur dilakukan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait hidroponik, IoT, dan sistem energi surya, sedangkan studi deskriptif dilakukan melalui wawancara dengan para ahli untuk memvalidasi kebutuhan teknis dan desain sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan konsep hidroponik vertikal perlu mempertimbangkan struktur fisik, sistem sirkulasi air dan nutrisi, sensor dan sistem pemantauan lingkungan, unit kendali berbasis IoT, sistem tenaga surya dan perlengkapan pendukung lainnya. Integrasi panel surya memastikan suplai daya yang mandiri dan berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan pemantauan jarak jauh dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga efektif diterapkan pada skala rumah tangga, komunitas urban farming, maupun fasilitas pendidikan guna mendukung pertanian cerdas dan ramah lingkungan
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.