Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Desain Sistem Hidroponik Vertikal Berbasis IoT Bertenaga Surya Stieven Netanel Rumokoy; Stanley B. Dodie; Adriyan Warokka; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1222

Abstract

Pertanian perkotaan menghadapi keterbatasan lahan dan tuntutan efisiensi sumber daya, sehingga mendorong pengembangan sistem hidroponik vertikal sebagai solusi pertanian modern. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan otomatisasi, efisiensi, serta keberlanjutan sistem terkhusus pada area tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep rancangan sistem hidroponik vertikal cerdas berbasis IoT bertenaga surya yang mampu memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan memaksimalkan sistem pertanian modern. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur dilakukan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait hidroponik, IoT, dan sistem energi surya, sedangkan studi deskriptif dilakukan melalui wawancara dengan para ahli untuk memvalidasi kebutuhan teknis dan desain sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan konsep hidroponik vertikal perlu mempertimbangkan struktur fisik, sistem sirkulasi air dan nutrisi, sensor dan sistem pemantauan lingkungan, unit kendali berbasis IoT, sistem tenaga surya dan perlengkapan pendukung lainnya. Integrasi panel surya memastikan suplai daya yang mandiri dan berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan pemantauan jarak jauh dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga efektif diterapkan pada skala rumah tangga, komunitas urban farming, maupun fasilitas pendidikan guna mendukung pertanian cerdas dan ramah lingkungan
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.
Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak serta Fraksi Sediaan Gel Daun Leilem Elly Juliana Suoth; Karlah Lifie Mansauda; Yuanita Amalia Hariyanto
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi Medika/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v9i1.64661

Abstract

Previous research found that extracts and fractions have quite good antioxidant activity because they contain secondary metabolites such as flavonoids. The extract and ethyl acetate fraction were made into a preparation in the form of a sunscreen gel which is expected to function as a gel that can ward off the negative effects of UVA and UVB from sunlight. This test used an in vitro method with UV-Vis spectrophotometry. The extract and fraction gels were initially tested for their antioxidant activity which showed that the gel with the active ingredient 96% ethanol extract had better antioxidant activity. The gel with the active ingredient ethanol extract was then tested for its stability during the storage period every 7 days until the 28th day of antioxidant activity was tested and the results showed that the gel with the active ingredient ethanol extract was astable even with the storage its antioxidant activity increased. The gel preparation was also determined for the percentage of pigmentation and the percentage of erythema to prove the gel's activity as a sunscreen. The results obtained were that the percentage of pigmentation decreased during storage where on day 0 the gel had activity as a sunblock but on day 28 the protection decreased to fast tanning. A different thing happened to the erythema percentage value where on day 0 the gel had activity as a fast tanning agent but on day 28 the protection increased to sunblock. Penelitian sebelumnya diperoleh hasil bahwa ekstrak dan fraksi memiliki antivitas antioksidan yang cukup baik karena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid. ekstrak dan fraksi etil asetat dibuat menjadi satu sediaan berupa gel tabir surya yang diharapkan dapat berfungsi sebagai gel yang dapat menghalau dampak negatif UVA dan UVB dari sinar matahari. Pengujian ini menggunakan metode invitro dengan spektrofotometri UV-Vis. Gel esktrak dan fraksi diuji awal aktivitas antioksidannya yang memberikan hasil bahwa gel dengan bahan aktif ekstrak etanol 96% memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik. Gel berbahan aktif ekstrak etanol kemudian diuji stabilitasnya selama periode penyimpanan setiap 7 hari sampai hari ke-28 aktivitas antioksidan diuji dan hasilnya menunjukan bahwa gel berbahan aktif ekstrak etanol astabil bahkan dengan adanya penyimpanan aktivitas antioksidannya meningkat. Sediaan gel jugaditentukan nilai persen pigmentasi dan persen eritemanya untuk membuktikan aktivitas gel sebagai tabir surya. Hasil yang diperoleh adalah persen pigmentasi menurun selama penyimpanan dimana pada hari ke-0 gel memiliki aktivitas sebagai sunblock namun pada hari ke-28 proteksi menurun menjadi fast tanning. Hal yang berbeda terjadi pada nilai persen eritema dimana pada hari ke-0 gel memiliki aktivitas sebagai fast tanning namun pada hari ke-28 proteksi meningkat menjadi sunblock.
Edukasi Pemilihan Pangan Lokal Bergizi Pencegah Stunting di Paniki Atas, Minahasa Utara Jaya Edy, Hosea; Mansauda, Karlah Lifie Riani; Tasiam , Ezrani
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/xkwas041

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem faced by communities in Indonesia, including those in Paniki Atas, North Minahasa Regency. This community service activity aimed to enhance public understanding of stunting prevention through the utilization of nutritious local food resources. The method employed was counseling and interactive discussion involving pregnant women, breastfeeding mothers, and community health cadres, with materials covering the introduction of local nutritious foods, balanced menu planning, and healthy food processing practices. The results indicated high participant enthusiasm and a significant increase in knowledge, with the average score improving from 50% before the session to 90% after the counseling. This program contributes to raising nutritional awareness and fostering community self-reliance in utilizing local food resources as a sustainable effort to prevent stunting in the Paniki Atas area.