Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : FENOMEN

Menyambung Tali Yang Sempat Terputus Sebagai Ide Penciptaan Seni Patung Ilham Ramadhani; Martinus Dwi Marianto; Dendi Suwandi
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v1i1.8891

Abstract

AbstrakPada jurnal ini adalah penggambaran dari trauma berkepanjangan yang dialami oleh penulis akibat dari peristiwa di masa lalu. Tujuan ini mengubah trauma yang berkepanjangan itu menjadi energi kreatif. Trauma merupakan dampak dari sebuah peristiwa yang membekas menjadi bagian kehidupan. Ibu merupakan sosok penting dan krusial dalam komposisi keluarga. Karya-karya di sini berangkat dari ketidakutuhan komposisi keluarga, kompleksitas psikologi tentang ingatan yang menghantui. Mengubah rasa benci menjadi ikhlas, mengubah keberjarakan menjadi kedekatan, menyambung tali yang sempat terputus. Disimbolkan dengan penggayaan surealistik dalam medium patung dan sejumlah instalasi. Sebagian material karya dipilih dari benda-benda yang memiliki hubungan dengan trauma psikologis tersebut. Di  rangkai, di komposisikan dengan artistik, tujuh karya sebagai momen dari trauma yang  menyimpulkan kompleksitas psikologis yang merupakan dampak dari perselingkuhan yang berujung  perceraian. Hadirnya karya-karya ini merupakan tanda perdamaian diri penulis dengan traumanya, artinya penulis telah selesai dan memilih mengambil hikmah untuk diceritakan ke khalayak umum. Kata kunci : Trauma, Ibu, Transformatif, Surealis, Seni PatungAbstract In this journal is a depiction of the prolonged trauma experienced by the writer as a result of past events. This goal turn that lingring trauma into creative energy. Trauma is the impact of an event that remains a part of life. Mother is an important and crucial figure in the composition of the family. The works here depart from the incompleteness of family composition, the psychological complexity of haunting memories. Turning hate into sincerity, changing distance into closeness, connecting the ropes that had been cut off. Symbolized by a surrealistic style in the medium of sculpture and a number of installations. Some of the work's materials are selected from objects that have a relationship with the psychological trauma. Arranged, artistically composed, seven works as a moment of trauma that sums up the psychological complexities that are the impact of an affair that ends in divorce. The presence of these works is a sign of the writer's peace with his trauma, meaning that the writer has finished and chooses to take lessons to be told to the public.Keywords : Trauma, Mother, Transformative, Surealist, Sculpture 
Gestur Tubuh Sebagai Ide Penciptaan Seni Grafis Utama, Whima Rahmat; Marianto, Martinus Dwi; Nurjanah, Devy Ika
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v1i2.8877

Abstract

Komunikasi merupakan bentuk interaksi yang dilakukan setiap orang pada aktivitas sehari-hari dan terkadang menemui perbedaan pendapat pada sebagian orang. Dalam setiap percakapan selalu diikuti dengan bentuk-bentuk gestur tubuh yang tak jarang seseorang tidak menyadari atau tidak memperhatikan bentuk gestur yang sedang dihadirkan. Penulis merasakan bahwa gestur tubuh yang sedang dihadirkan saat berinteraksi adalah sebuah kejujuran yang tanpa disadari merupakan pesan murni dari setiap orang. Dengan mengenali perilaku seseorang saat berinteraksi akan lebih menemukan sebuah kebenaran yang ada, tidak hanya menilai melalui percakapan yang terkadang masih memiliki sesuatu yang belum tentu nyata kebenarannya. Penulis menggambarkan dalam karya seni grafis bagaimana sebuah percakapan akan terasa lebih kuat kebenarannya tidak hanya melalui apa yang didengarkan namun juga dengan mengenali tanda-tanda dari gestur tubuh yang ikut hadir di dalamnya dengan menampilkan bentuk-bentuk gestur tubuh manusia dalam karya seni cetak tinggi (cetak cukilan kayu) pada jurnal ini.
Menyambung Tali Yang Sempat Terputus Sebagai Ide Penciptaan Seni Patung Ramadhani, Ilham; Marianto, Martinus Dwi; Suwandi, Dendi
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v1i2.8878

Abstract

Pada jurnal ini adalah penggambaran dari trauma berkepanjangan yang dialami oleh penulis akibat dari peristiwa di masa lalu. Tujuan ini mengubah trauma yang berkepanjangan itu menjadi energi kreatif. Trauma merupakan dampak dari sebuah peristiwa yang membekas menjadi bagian kehidupan. Ibu merupakan sosok penting dan krusial dalam komposisi keluarga. Karya-karya di sini berangkat dari ketidakutuhan komposisi keluarga, kompleksitas psikologi tentang ingatan yang menghantui. Mengubah rasa benci menjadi ikhlas, mengubah keberjarakan menjadi kedekatan, menyambung tali yang sempat terputus. Disimbolkan dengan penggayaan surealistik dalam medium patung dan sejumlah instalasi. Sebagian material karya dipilih dari benda-benda yang memiliki hubungan dengan trauma psikologis tersebut. Di  rangkai, di komposisikan dengan artistik, tujuh karya sebagai momen dari trauma yang  menyimpulkan kompleksitas psikologis yang merupakan dampak dari perselingkuhan yang berujung  perceraian. Hadirnya karya-karya ini merupakan tanda perdamaian diri penulis dengan traumanya, artinya penulis telah selesai dan memilih mengambil hikmah untuk diceritakan ke khalayak umum.