Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ANDHARUPA

Perancangan Penjenamaan Visual sebagai Media Promosi Wisata Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan Putra, M. Edo Pratama; Marianto, M. Dwi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 04 (2023): December 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i4.8315

Abstract

AbstrakKabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan yang memiliki kebudayaan yang kuat. Masyarakat OKI menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya seperti Midang dan Mulah, yang merupakan tradisi pernikahan masyarakat OKI. Selain itu, kabupaten OKI juga memiliki potensi wisata tinggi, di antaranya Taman Segitiga Emas dan danau Teluk Gelam. Namun, kabupaten OKI belum memiliki penjenamaan visual yang dapat mengenalkan potensi wisata yang terdapat di dalamnya, sehingga menjadikan kabupaten OKI kurang dikenal masyarakat secara luas sebagai tujuan wisata di provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenalkan potensi wisata yang terdapat di kabupaten OKI melalui penjenamaan visual. Penelitian ini menggunakan metode perancangan design thinking oleh Tim Brown yang memiliki lima tahapan dalam melakukan perancangan desain yaitu empathize, define, ideate, protoype dan test. Proses pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, kajian literasi, dan dokumentasi. Hasil sintesis menjadi solusi pemecahan masalah dalam bentuk penjenamaan visual untuk merespon permasalahan komunikasi visual yang terjadi di kabupaten OKI. Konsep visual brand pada penelitian menjadi nilai kebaruan dari hasil perancangan, sehingga dapat menjadi media promosi yang mampu mengenalkan potensi wisata dan budaya di kabupaten OKI. Kata kunci: kabupaten Ogan Komering Ilir, media promosi, penjenamaan visual, wisata AbstractOgan Komering Ilir (OKI) district is one of the districts in South Sumatra province that has a strong culture. The community of OKI highly upholds traditional customs in their daily lives, including practices such as Midang and Mulah, which are wedding traditions of the OKI community. In addition, OKI district also has high tourism potential, including the Golden Triangle Park and Teluk Gelam lake. However, OKI district does not yet have a visual branding that can introduce the tourism potential contained in it, thus making OKI district less widely known to the public as a tourist destination in South Sumatra province. The purpose of this research is to introduce the tourism potential contained in OKI district through visual branding. This research employs the design thinking methodology developed by Tim Brown, consisting of five stages in the design process: empathize, define, ideate, prototype, and test. The data collection process utilizes qualitative methods, including observation, interviews, literary reviews, and documentation. The results of the synthesis become a problem-solving solution in the form of visual branding to respond to visual communication problems that occur in OKI district. The visual brand concept in the research becomes the novelty value of the design results, so that it can be a promotional media that is able to introduce the tourism and cultural potential in OKI district.  Keywords: Ogan Komering Ilir district, promotional media, tourism, visual branding
MAKNA SENI RUPA PROBLEMATIKA PROSES PENCIPTAAN DAN APRESIASI DALAM SUDUT PANDANG DIFABEL TUNA NETRA Putra, Ida Bagus Komang Sindu; Marianto, Martinus Dwi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 01 (2024): March 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i01.8583

Abstract

Abstrak Seni rupa dan difabel tuna netra bagi orang normal adalah kemustahilan tetapi difabel tuna netra yang memilih bahasa ekspresi seni rupa merupakan proses luar biasa. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan makna seni rupa dalam kacamata difabel tuna netra sekaligus mengungkap problematika proses penciptaan dan apresiasi seni rupa difabel tuna netra yang memilih seni rupa sebagai bahasa ekspresi. Penelitian mengunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data adalah tuna netra yang berkarya seni rupa dan tidak berkarya seni rupa. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data dengan konsep hierarki kebutuhan teori Abraham Maslow, serta teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua makna seni rupa difabel tuna netra yaitu; makna cipta adalah persepsi visual yang diperoleh dari indera selain mata dan makna indah adalah keindahan melampaui penglihatan yaitu rasa senang, aman, nyaman dan tenang. Problematika proses penciptaan karya difabel tuna netra adalah dalam mengidentifikasi warna sedangkan problematika apresiasi karya seni adalah tidak tersedianya akses multi sensorik, kesulitan memahami dimensi visual, interpretasi pesan dan makna karya seni, kurangnya pengalaman visual sebelumnya, dan stigma sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah difabel tuna netra adalah sosok yang dapat mencipta dan mengapresiasi karya seni rupa dengan memanfaatkan dan melatih indera yang masih berfungsi dengan baik. Kata Kunci: apresiasi seni, difabel, tuna netra, makna seni rupa AbstractFine art and the blind are impossible for normal people, but for the blind, choosing the language of expression in art is an extraordinary process. The aim of this research is to describe the meaning of art through the eyes of the blind and, at the same time, reveal the problems in the process of creating and appreciating art for the blind who choose art as a language of expression. Research using the descriptive-qualitative method and the source of the data is the visually impaired, who create fine arts and do not create fine arts. Data collection through interviews and observation. Data analysis with Abraham Maslow's hierarchy of needs concept as well as Berger and Luckmann's social construction theory The results of the study show that there are two meanings of art for the visually impaired: the meaning of creativity is visual perception obtained from senses other than the eyes, and the meaning of beauty is beauty beyond sight, namely feeling happy, safe, comfortable, and calm. The problems in the process of creating works for the visually impaired are in identifying colors, while the problems in appreciating works of art are the unavailability of multi-sensory access, difficulties in understanding visual dimensions, interpretation of messages and meanings of works of art, a lack of prior visual experience, and social stigma. The conclusion of this study is that the visually impaired are people who can create and appreciate works of art by utilizing and training the senses that are still functioning properly. Keywords: art appreciation, blind, disabled, meaning of fine arts