Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

WORKSHOP DEEP LEARNING BAGI GURU SMA: Menciptakan Pembelajaran Berkesadaran, Bermakna dan Menyenangkan La Sunra; Suci Amaliah; Ahmad Talib; Fitri Radhiyani; Maemuna Muhayyang
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data pendidikan nasional dari Kemendikbudristek (2024) dan OECD (2023) menunjukkan bahwa lebih dari 68% guru di Indonesia masih menerapkan pembelajaran berbasis hafalan dan berorientasi ujian, yang berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dan lemahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk menjawab kesenjangan pedagogis tersebut melalui penerapan kerangka Deep Learning yang menekankan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning kepada guru-guru Bahasa Inggris SMA di Kota Makassar, sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya partisipatif dan berbasis pengalaman yang melibatkan 42 guru dalam sesi refleksi, diskusi kolaboratif, serta perancangan Modul Ajar berbasis Deep Learning. Dengan mengacu pada siklus pembelajaran pengalaman Kolb (1984), guru diajak untuk mengalami, merefleksikan, mengkonseptualisasikan, dan menerapkan strategi pembelajaran mendalam ke dalam modul ajar mereka. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan 78% dalam kemampuan guru merancang modul ajar berpusat pada siswa yang memadukan kesadaran diri, relevansi kontekstual, dan suasana belajar yang menyenangkan, serta tingkat kepuasan 91% terhadap kebermanfaatan pelatihan. Lebih jauh lagi, program ini melahirkan komunitas belajar profesional bernama Makassar EFL Deep Learning Educators Circle (MEDLEC), yaitu jejaring guru reflektif yang berkomitmen menumbuhkan inovasi pembelajaran bermakna dan berkelanjutan. Program ini berhasil memperkuat otonomi pedagogis, kolaborasi guru, dan keselarasan praktik mengajar dengan filosofi Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian, relevansi, dan kebahagiaan dalam belajar
Development of the IDCIR Mathematics Learning Model to Improve Junior High School Students' Problem-Solving and Creative Thinking Skills Sufri, Sufri Mashuri; Tahmir, Suradi; Ahmad Talib; Ihsan, Hisyam
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 7 No. 3 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/riemann.v7i3.117

Abstract

This study aims to develop and validate the IDCIR (Incubation, Divergence, Convergence, Innovation, Reflection) mathematics learning model as an effort to improve problem-solving skills and creative thinking abilities of junior high school students. The background of this research is grounded in the low levels of numeracy and mathematical reasoning abilities among Indonesian students, as reflected in the results of PISA 2022 and AKM 2024. To address these issues, this study employs a Research and Development (R&D) approach by adapting the Plomp model, which includes the stages of preliminary investigation, design and development, as well as implementation and assessment. The resulting product consists of a learning model along with supporting materials such as lesson plans, teacher's guidebooks, student textbooks, student worksheets, and assessment instruments. Validation was conducted by experts in subject matter, pedagogy, and evaluation, showing that the IDCIR model meets the validity criteria in terms of content, construct, language, and visual design of the learning materials. Practicality testing in three schools indicated that the model can be implemented effectively, its syntax is easy for teachers to follow, and students responded positively to the learning activities. Furthermore, effectiveness testing using a pretest–posttest control group design revealed that students who learned through the IDCIR model experienced significant improvements in problem-solving skills, creativity indicators (fluency, flexibility, originality), and learning engagement compared to students in the control group. Thus, the IDCIR model is declared valid, practical, and effective, and can be recommended as an innovative alternative in mathematics instruction to support the achievement of 21st-century competencies.