Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Sanitasi di Tempat Penjualan Ikan dan Jumlah Mikroba Pada Ikan Tongkol (Eutinnus Affinis) di Pasar Sentral Kwandang Salehe, Roslan; Astuti, Ida; Ngabito, Meriyanti; Noor, Sri Yuningsih
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i1.3319

Abstract

Sanitasi pasar merupakan upaya pengawasan terhadap kegiatan yang berlangsung di lingkungan pasar, terutama yang berkaitan erat dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit. Kondisi sanitasi pasar yang tidak memenuhi syarat memudahkan bakteri berkembang biak sehingga menyebabkan infeksi dan dapat menularkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan sanitasi dan jumlah mikroba pada ikan Tuna (Eutinnus affinis) yang dijual di Pasar Induk Kwandang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan dan uji laboratorium. Penerapan sanitasi di pasar induk Kwandang belum memenuhi syarat sanitasi dan jumlah bakteri terendah pada sampel Eutinnus affinis terdapat pada sampel L dengan jumlah 1,6 x 103Kol/gr dan bakteri tertinggi pada sampel M dengan jumlah bakteri 1,5 x 106 Kol/gr. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan sanitasi di Pasar Sentral Kwandang belum memenuhi syarat sanitasi. Sedangkan plat number/TPC total 15 sampel ikan tuna sebesar 99% masih memenuhi standar Nasional Indonesia yaitu 5×105.
PERBANDINGAN HASIL TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) DENGAN MATA JARING YANG BERBEDA DI DANAU LIMBOTO Sadu, Hermansyah; Astuti, Ida; Ngabito, Meriyanti
Gorontalo Fisheries Journal Volume 7 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v7i2.3798

Abstract

Jaring insang tetap (gillnet) merupakan jenis alat tangkap yang terbuat dari bahan jaring berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang seragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil tangkapan Gill net dengan menggunakan ukuran mata jaring 2,5 inci dan 3,0 inci yang fokus pada jumlah dan berat hasil tangkapan di Danau Limboto. Penelitian ini menggunakan metode penangkapan ikan eksperimental dengan menggunakan dua set jaring insang dan ukuran mata jaring yang berbeda di Danau Limboto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring insang berukuran 2,5 inci menangkap lebih banyak ikan nila dan tawes dibandingkan dengan jaring berukuran 3 inci. Secara spesifik bobot tangkapan total adalah 25.889 gram dengan rata-rata 2.588,9 gram selama 10 kali percobaan menggunakan jaring mata jaring 2,5 inci, sedangkan 25.847 gram dengan rata-rata 2.584,7gram dengan menggunakan jaring mata jaring 3 inci. Jaring insang dengan ukuran mata jaring yang berbeda selama 10 kali pengumpulan data menunjukkan bahwa penggunaan jaring dengan ukuran mata jaring 2,5 inchi menghasilkan rata-rata tangkapan 295 ekor ikan. untuk 10 kali pengulangan, yang rata-rata 29,5 ikan. Sebaliknya, jaring dengan ukuran mata jaring 3 inci rata-rata menangkap 173 ekor ikan. Hasil uji Paired Sample T-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan baik pada bobot total hasil tangkapan (nilai signifikansi dua sisi sebesar 0,03) maupun jumlah individu yang tertangkap (nilai signifikansi dua sisi sebesar 0,00) antara jaring ukuran 2,5 inci dan 3 inci. jaring. Temuan ini menunjukkan bahwa ukuran mata jaring yang lebih kecil menghasilkan jumlah tangkapan yang lebih tinggi dan memungkinkan penangkapan ikan berukuran lebih kecil.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Ikan yang Tertangkap di Muara Sungai Biau Kabupaten Gorontalo Utara Saipul, Saipul; Ningsih, Asniati; Ngabito, Meriyanti; Auliyah, Nurul; Apriliani, Izza Mahdiana
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i1.3320

Abstract

Sungai Biau merupakan sungai besar yang berada di kecamatan Biau, kabupaten Gorontalo Utara. Muara sungai Biau mempunyai potensi sumber daya ikan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk konsumsi sehari-hari atau untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman ikan yang ditangkap di muara sungai Biau kabupaten Gorontalo Utara. Hasil penelitian menunjukkan jenis ikan di muara sungai Biau kabupaten Gorontalo Utara yang berhasil ditangkap pada saat pendataan adalah ikan Petek (Photopectoralis bindus), Kwe Lilin (Caranx Tille), Kerong-kerong (Terapon jarbua), Belanak (Chelon subviridis), Besot (Sillago sihama), Gelagah Laut (Lepidamia hyalosoma), Tantan (Lutjanus sp.), Bandeng (Chanos chanos), Baronang (Siganus vermiculatus). Kelimpahan ikan di muara sungai Biau pada stasiun I yang tinggi adalah ikan kwe lilin sebesar 27% dan terendah Ikan tantan sebesar 4%, stasiun II yang tertinggi yaitu ikan kerong-kerong sebesar 25% yang terendah yaitu ikan besot sebesar 1% dan kelimpahan jenis ikan tertinggi di stasiun III adalah ikan kerong-kerong sebesar 25% terendah yaitu ikan petek sebesar 1%. Nilai keanekaragaman yang terendah yaitu pada stasiun I sebesar 1,79 H’ kemudian stasiun III sebesar 1,88 H’ dan yang tertinggi terdapat pada stasiun II yaitu sebesar 1,96 H’.
POTENSI EKOWISATA PANTAI KAISOMARU DI LEATO KOTA GORONTALO Papeo, Yolanda; Ngabito, Meriyanti; Adipu, Yulianti; Astuti, Ida
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i2.3588

Abstract

Pantai  Kaisomaru  merupakan  objek  wisata  yang  baru  dibuka  di  Kecamatan Leato  Selatan. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang eksotik, selain pemandangannya yang sangat indah, bisa menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar pulau. Pantai Kaisomaru juga merupakan tempat dengan perairan yang tenang dan bisa menikmati camping, snorkeling serta diving. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi Ekowisata Pantai Kaisomaru dan tingkat kelayakan potensi pengembangan ekowisata di Pantai Kaisomaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengamatan secara langsung (survey).  Teknik analisis yang digunakan terdiri dari dua analisis yaitu panduan analisis daerah operasi objek dan daya tarik wisata alam (ADO-ODTWA) serta analisis kelayakan potensi objek wisata dengan berdasarkan metode penilaian kelayakan potensi objek wisata menurut Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) oleh Dirjen PHKA Tahun 2003. Hasil penelitian ini menunjukkan Pantai Kaisomaru memiliki nilai tingkat kelayakan yang berkisar antara 71% - 94% dan termasuk dalam interpretasi kelayakan dengan kategori tinggi pada lima kriteria yaitu 1) Aksesibilitas, 2) Kondisi Lingkungan Sosial Ekonomi, 3) Pengelolaan dan Pelayanan, 4) Sarana dan Prasarana, 5) Ketersediaan Air Bersih. Sedangkan, dua kriteria yang memiliki nilai dengan interpretasi kelayakan Sedang, yaitu 1) Daya Tarik, 2) Akomodasi. Hasil penilaian ODTWA keseluruhan pada kawasan wisata Pantai Kaisomaru memiliki nilai tertinggi yaitu 3.730 dengan indeks kelayakan 79,5% menunjukan klasifikasi tinggi yang berarti objek wisata Pantai Kaisomaru menunjukan layak untuk dikembangkan. Namun, beberapa aspek seperti peningkatan akomodasi serta tambahan sarana dan prasana dapat menjadi fokus dalam upaya pengembangan keberlanjutan wisata.
APLIKASI KOLAM TERPAL BERTINGKAT UNTUK BUDIDAYA IKAN NILA PADA PEMUDA DESA TUNGGULO Auliyah, Nurul; Adipu, Yulianti; Yasin U.P.O, Muh.; Ngabito, Meriyanti; Astuti, Ida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.563-568

Abstract

Kegiatan budidaya ikan yang dipahami oleh orang awam merupakan kegiatan yang memerlukan tempat yang luas, air yang banyak dan beberapa pendukung budidaya lainnya.  Kemudahan dalam melakukan kegiatan budidaya tersebut di dapatkan di Danau Limboto yang mewakili tempat yang luas dan air yang banyak. Namun kondisi Danau Limboto saat ini yang mengalami degradasi serta pendangkalan sehingga tidak memenuhi syarat standar untuk budidaya ikan. Sehingga harus dilakukan perubahan terhadap sistem budidaya ikan. Saat ini ada beberapa inovasi yang telah dikenal di dalam budidaya perikanan, diantaranya budidaya ikan sistem resirkulasi yang dapat dilakukan di lahan sempit dan budidaya ikan dengan sistem kolam terpal bertingkat. Perlakuan kolam terpal bertingkat dan tersirkulasi dalam satu kali pemanenan yaitu sebesar Rp.2.074.895. Keuntungan yang didapatkan membuka pengetahuan masyarakat untuk menggunakan budidaya alternatif menggunakan kolam terpal bertingkat selain kolam konvensional. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul aplikasi kolam terpal bertingkat untuk budidaya ikan Nila di Desa Tunggulo telah berjalan dengan baik dan memberikan keuntungan kepada masyarakat.
PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP BAGI UMKM KAWASAN AGROPOLITAN MELALUI PELATIHAN DAN PEMBUATAN PRODUK OLAHAN BERBASIS JAGUNG PULUT DI DESA MULYONEGORO, KECAMATAN PULUBALA, KABUPATEN GORONTALO Sandalayuk, Marselia; Junus, Dikson; Puspaningrum, Dian; Ernikawati, Ernikawati; Hatta, Herman; Hidayat, Andi Sahrul; Marada, Nurhayati; Ishak, Olfin; Ngabito, Meriyanti; Sandalayuk, Daud; Dumbela, Adam Muhajrin; Mamula, Aldi Irfan; Talib, Ahmad Julianto; Pulukadang, Ariani; Bango, Dea; Mako, Sri Rahayu; Anggriani, Dwi; Tondako, Inka Noverita; Lapapang, Nurlita; Bina, Siti Nur Fadillah T.
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v8i1.4544

Abstract

Glut corn is a local commodity with significant potential for development as a value-added food ingredient. However, limited product innovation, technical skills, and marketing strategies remain major challenges for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Mulonegoro Village, Pulubala District, Gorontalo Regency. This community service activity aims to describe the implementation of training in the production of glutinous corn-based processed products and assess its impact on increasing the capacity of MSMEs. The method used was a qualitative participatory approach through preparation, entrepreneurship training, and practice. Participants produced product innovations in the form of glutinous corn sticks, and demonstrated readiness to market their products independently. These findings confirm that local potential-based training can strengthen MSME motivation, increase product competitiveness, and open opportunities for village economic development. In conclusion, utilizing glutinous corn through diversified processed products not only supports the sustainability of MSMEs but can also be a strategy for economic empowerment based on local wisdom. Further research is recommended to explore digital marketing strategies and partnership models that can expand the reach of glutinous corn-based MSME products. Keywords : glutinous corn, msmes, training, processed products