Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Relationship between Attitude and Competence and Quality of Poned Services at the Tapa Health Center, Bone Bolango Regency Mentari N. Tuna; Herlina Jusuf; Yasir Mokodompis
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026 - In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10647

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (MMR) are important indicators in assessing people's welfare. In Indonesia, AKI and AKB are still high, including in Gorontalo Province. The Tapa Health Center faces challenges in PONED services, which are not yet fully effective. This study aims to analyze the relationship between the attitude and competence of health workers and the quality of PONED services at the Tapa Health Center. The method used was an analytical survey with a Cross Sectional design, which examined the relationship between risk factors (attitudes and competencies) and consequences (quality of service) simultaneously. This research was carried out at the Tapa Health Center, Bone Bolango Regency, in January-March 2025. The results showed that there was a significant relationship between the attitude of health workers and the quality of PONED services with a P-value of 0.070, as well as between the competence of health workers and the quality of PONED services with a P-value of 0.035. In conclusion, the attitude and competence of health workers affect the quality of PONED services. Therefore, it is recommended that the Tapa Health Center improve competency training for health workers, provide better managerial support, conduct periodic evaluations, and involve health workers in decision-making to improve the quality of PUNE services.
Gambaran Efektivitas Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Moutong Kabupaten Parigi Moutong: Overview of the Effectiveness of the Implementation of the Toddler Health Service Program in the Working Area of the Moutong Community Health Center, Parigi Moutong Regency Riri Devita Desi Ratna Sari; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10629

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dikelola oleh pemerintah dengan baik. Upaya Kesehatan ibu dan anak merupakan upaya di bidang Kesehatan masyarakat menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi, dan balita serta anak prasekolah, yang bertujuan untuk mencapai kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, baik bagi ibu maupun keluarganya. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan kepuasan kepada pasien, penyelenggaraan pelayanan kesehatan perlu efektiv. Program pelayanan kesehatan balita merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Balita (AKABA). Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program pelayanan kesehatan balita di wilayah kerja Puskesmas Moutong. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Moutong. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik acidental sampling dengan penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan sampel berjumlah 205 orang ibu balita. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa efektivitas pelayanan berdasarkan kualitas pelayanan (91%), efektivitas pelayanan berdasarkan kuantitas pelayanan (90%) dan efektivitas pelayanan berdasarkan waktu pelayanan (90%). Kesimpulan dari 3 variabel pengukuran efektivitas pelaksanaan pelayanan program kesehatan balita berada pada kategori sangat efektif. Disarankan bagi Puskesmas agar bisa mempertahankan ataupun meningkatkan pelayanan yang di berikan petugas Kesehatan di Kesehatan balita.