p-Index From 2021 - 2026
9.612
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kristen Antisipatif-Transformatif: Revitalisasi Fungsi Didaskalia untuk Ketahanan Pemuda Kristen di Era Transnasionalisme Desi Sianipar; Wellem Sairwona; Johanes Waldes Hasugian; Yunardi Kristian Zega; Nova Ritonga
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i2.743

Abstract

Abstract. The radical transnational ideologies can easily attack and damage Christians’ youth in this digital era. The purpose of this study is to deliniate anticipatory-transformative Christian education and the significance of revitalizing the didaskalia function as the foundation for the Christian’s youth resilience in the transnationalism era. The method in this research was the literature study method. Through this research, it was found that the didaskalia function is very urgent to be revitalized in the context of the resilience of Christian’s youth in the midst of the swift currents of transnational ideology. As an anticipatory-transformative effort, Christian Education seeks to develop an accommodative and contextual education model to build a strong foundation of Christian’s youth, which will enable them to face the complex life.Abstrak. Ideologi transnasional yang bersifat radikal dapat dengan mudah menyerang dan merusak generasi muda Kristen pada era digital ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pendidikan Kristen antisipatif-transformatif dan pentingnya revitalisasi fungsi didaskalia sebagai pondasi ketahanan pemuda Kristen di era transnasionalisme. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa fungsi didaskalia semakin urgen untuk direvitalisasi dalam konteks ketahanan pemuda Kristen di tengah derasnya arus ideologi transnasional. Sebagai upaya antisipatif-transformatif, Pendidikan Kristen berupaya mengembangkan model pendidikan yang akomodatif dan kontekstual dalam rangka membangun pondasi yang kuat dalam diri pemuda Kristen, yang memampukan mereka dalam menghadapi kehidupan yang kompleks.
Pelayanan Diakonia: Upaya Gereja dalam Mengentaskan Kemiskinan bagi Warga Jemaat Yunardi Kristian Zega
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v2i2.64

Abstract

The increase in the number of poor people during the current COVID-19 pandemic is a serious challenge. The COVID-19 pandemic has changed almost all of the living arrangements of most people. This can be seen from the increasing economic crisis in people's lives which is increasingly concerning. One of the causes is quite significant, because many companies do mass layoffs of employees due to the economic crisis in the company. This also affects many people who lose the only job that supports their daily needs. Therefore, to reduce the level of poverty among the people and assist the government in dealing with these problems, the church can take on its role. Therefore, the purpose of this paper is to provide an overview or concept of the role of the church in alleviating the problem of poverty in the midst of the congregation. The research method used is library research with a descriptive qualitative approach. The results of this research, namely: First, the church needs to make training that can develop the abilities (skills) of each congregation. Second, the church needs to be an example in terms of work and in building awareness to help the poor. Third, the church needs to build healthy congregational spiritual growth. AbstrakPeningkatan jumlah masyarakat miskin di masa pandemi covid 19 saat ini, menjadi sebuah tantangan yang cukup serius. Pandemi covid-19 merubah hampir semua tatanan hidup dari sebagian besar masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya krisis ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang semakin memprihatinkan. Salah satu penyebab yang cukup signifikan, karena banyak perusahaan melakukan pemecatan secara massal kepada karyawan akibat terjadinya krisis ekonomi di perusahaan tersebut. Hal ini pun berimbas kepada banyaknya orang yang kehilangan satu-satunya pekerjaan yang menghidupi kebutuhan mereka sehari-hari. Oleh sebab itu, untuk mengurangi tingkat kemiskinan di kalangan masyarakat dan membantu pemerintah dalam menghadapi persoalan tersebut, gereja dapat mengambil perannya. Untuk itu, tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran atau konsep mengenai peran gereja dalam mengentaskan persoalan kemiskinan di tengah-tengah jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini, yakni: Pertama, gereja perlu membuat pelatihan yang dapat mengembangkan kemampuan setiap Jemaat. Kedua, gereja perlu menjadi teladan dalam hal bekerja dan dalam membangun kesadaran untuk menolong kaum miskin. Ketiga, gereja perlu membangun pertumbuhan spiritualitas jemaat yang sehat.
MANAJEMEN GEREJA DALAM PELAYANAN SEKOLAH MINGGU : Upaya Membangun Kesetiaan Anak terhadap Pelayanan Gereja Yunardi Kristian Zega
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.991 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v4i1.110

Abstract

Sunday school is one of the supporting facilities in spiritual development for children, so they can get to know God the Creator from an early age. In addition, Sunday School can also be a forum for the church to lay the foundation of Christian faith for children, so that they can reflect the character of life in accordance with Bible teachings. However, what is happening today is that more and more Christian children are starting to leave the church. This was disclosed by Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Sc., based on research results, there are as many as 50% of the Christian millennial generation in Indonesia who have left the church. Here it can be seen that the church today needs good management, especially in Sunday School activities so that the children who are being taught in the future remain faithful to serve in the church. Therefore, in this article the writer uses literature review to answer the problems raised. With the aim, that the church can have a picture or concept of good management in the Sunday School ministry, so that the children who are taught continue to have loyalty to church services.
Peran Guru PAK Memanfaatkan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Yunardi Kristian Zega
Jurnal Apokalupsis Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.73 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v13i1.41

Abstract

Di zaman era teknologi saat ini, guru dituntut agar mampu menciptakan pembelajaran yang menarik agar tidak kalah dengan teknologi dan dunia hiburan yang ada di luar sana. Untuk itu, guru perlu mengurangi metode ceramah, terlebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan keterampilan proses dan active learning, melainkan guru harus kreatif dalam memanfaatkan teknologi khususnya media pembelajaran di sekolah. Walaupun demikian, sampai saat ini masih banyak guru yang tidak menggunakan media pembelajaran karena adanya berbagai macam alasan/kendala dari para guru, khususnya guru pendidikan agama Kristen (PAK). Oleh sebab itu, peneliti merasa penting untuk membuat konsep mengenai betapa pentingnya peran guru PAK agar mampu memanfaatkan media pembelajaran. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Dengan tujuan untuk memberikan konsep bagaimana peran guru PAK dalam memanfaatkan media pembelajaran untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. Hasil dari penelitian ini adalah guru PAK haruslah seseorang yang kreatif dan inovatif dalam pemanfaatan media pembelajaran karena dapat membantu guru dan siswa agar tercipta suasana kegiatan belajar yang lebih efektif dan efesien di zaman sekarang. Terkait hal tersebut, guru PAK dapat memanfaatkan media visual, media audio, dan media audio visual untuk membantu peningkatan kecerdasan spiritual peserta didik yang diajar.
Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme bagi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Remegises Danial Yohanis Pandie; Yunardi Kristian Zega; Desetina Harefa; Stefanus Meo Nekin; Rini Sumanti Sapalakkai; Selvyen Sophia
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 2, No 1: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3007.202 KB) | DOI: 10.53547/rdj.v2i1.150

Abstract

The implementation of teaching and learning activities becomes more effective if you pay attention to the use of learning theory in the classroom environment. However, the fact is that there are still some learning implementations that ignore this, so that learning outcomes are not in accordance with the achievement targets. One of the learning theories that is often used is constructivism learning theory. This learning theory gives students the freedom to build their own knowledge according to what is learned in the learning environment. The means of supporting the implementation of constructivism learning theory is technology. Technology makes it easy for educational practitioners to explore innovative patterns and materials to make an impact on students. Therefore, the purpose of writing this article is to explain the application of constructivism learning theory in Christian religious education in schools. The method in this research is a literature study method which refers to data or references related to the topic raised. Researchers collect various theories and information from library materials and conduct analytical studies of various written sources that can be justified academically. The results of this study are constructivism learning theory plays an important role in Christian religious education in schools, because it can provide space for students to easily learn by using technology, and make it easier for students to get opportunities to learn more independently.Keywords: Christian Religious Education; School; Technology; Constructivism Learning Theory Abstrak Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif jika memperhatikan penggunaan teori belajar dalam lingkungan kelas. Namun, faktanya masih terdapat beberapa pelaksanaan belajar yang mengabaikan hal tersebut, sehingga hasil belajar tidak sesuai dengan target pencapaian. Salah satu teori belajar yang sering digunakan adalah teori belajar konstruktivisme. Teori belajar ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri sesuai dengan apa yang dipelajari dalam lingkungan belajar. Sarana pendukung implementasi teori belajar konstruktivisme adalah teknologi. Teknologi memberikan kemudahan bagi praktisi pendidikan untuk mengeksplorasi pola dan materi yang inovatif agar memberikan dampak bagi siswa. Oleh sebab itu, tujuan dari penulisan artikel ini untuk menjelaskan tentang penerapan teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan agama Kristen di sekolah. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka yang mengacu pada data atau referensi yang berkaitan dengan topik yang diangkat. Peneliti mengumpulkan berbagai teori dan informasi dari bahan kepustakaan dan melakukan kajian analitis terhadap berbagai sumber tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Hasil dari penelitian ini adalah teori belajar konstruktivisme berperan penting dalam pendidikan agama Kristen di sekolah, karena dapat memberikan ruang kepada siswa untuk mudah belajar dengan menggunakan teknologi, serta memudahkan siswa untuk mendapatkan kesempatan belajar secara lebih mandiri. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen; Sekolah; Teknologi; Teori Belajar Konstruktivisme
Pengaruh Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Yaaman Gulo; Dewi Lidya S; Yowenus Wenda; Yunardi Kristian Zega
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 2, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1894.592 KB) | DOI: 10.53547/rdj.v2i2.169

Abstract

This paper departs from the problems of moral decline that occur among students, such as smoking, drunkenness, pornography, getting pregnant out of wedlock, fighting teachers and parents. To overcome this problem, Christian religious education in schools is the right solution in shaping the character of students for the better. Therefore, this study aims to determine the influence of Christian religious education on the formation of student character.  This study used a descriptive quantitative method with data processing using SPSS version 26. The number of samples in this study was 33 people. After processing and analyzing the data, it was obtained that there was an influence of Christian religious education in schools on the formation of student character by 45.3 percent.Keywords: student character, Christian religious education, schoolAbstrakTulisan ini berangkat dari masalah kemerosotan moral yang terjadi di kalangan siswa, seperti merokok, mabuk, pornografi, hamil di luar nikah, melawan guru dan orang tua. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendidikan agama Kristen di sekolah merupakan solusi yang tepat dalam membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan agama Kristen terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengolahan data menggunakan SPSS versi 26. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 33 orang. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data, maka diperoleh terdapat pengaruh pendidikan agama Kristen di sekolah terhadap pembentukan karakter siswa sebesar 45,3 persen.Kata kunci: karakter siswa, pendidikan agama kristen, sekolah
Strategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 Imayanti Nainggolan; Talizaro Tafonao; Agiana Her Visnhu Ditakristi; Yunardi Kristian Zega
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.859 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.14

Abstract

Abstract: This article is a theoretical study of the learning strategies carried out by christian education teachers in the face of the industrial revolution 4.0. christian education teachers are part of educators who must play an active role in responding to the times. Therefore, teachers need to choose the right learning strategies for students in preparing cognitively, personally, and mentally. The learning strategies that can be carried out by Christian Education teachers in dealing with the industrial revolution 4.0 are such as strengthening character education, it is emphasized that christian education in schools not only requires students to understand and understand the Christian faith in terms of knowledge, but how students must experience spiritual and character transformation. Then the use of technology can make students think critically. Because it is able to solve problems that are happening and find sources of information from the internet. Furthermore, problembased learning can equip students to think critically to solve problems in everyday life. In addition, the use of e-learning media in learning has basic competencies that educators must have in implementing e-learning learning models. To achieve what the author's goal is, the author uses a qualitative method of library research, namely by collecting data and information related to the problem under study through journals, books, and several online media references that can be justified academically.Abstrak: Artikel ini adalah suatu kajian teoritis mengenai strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAK dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Guru PAK merupakan bagian dari pendidik yang harus berperan aktif dalam meresponi perkembangan zaman. Oleh sebab itu, guru PAK perlu memilih strategi pembelajaran yang tepat bagi siswa dalam mempersiapkan kognitif, kepribadian, dan mental. Adapun strategi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru PAK dalam mengahadapi revolusi industri 4.0 yaitu seperti penguatan pendidikan karakter kristen, hal ini ditekankan bahwa PAK di dalam sekolah tidak hanya menuntut siswa mengerti dan memahami iman Kristen dalam hal pengetahuan saja, akan tetapi bagaimana siswa harus mengalami transformasi spriritual dan karakter. Kemudian pemanfatan teknologi dapat membuat siswa berpikir kritis. Karena mampu memecahkan masalah yang sedang terjadi dan mencari sumber informasi dari internet. Selanjutnya pembelajaran Problem based learning dapat memperlengkapi siswa agar dapat berpikir kristis untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu penggunaan media e-learning dalam pembelajaran ada kompotensi dasar yang harus dimiliki pendidik dalam menyelenggarakan model pembelajaran e-learning. Untuk mencapai apa yang menjadi tujuan penulis ini, maka penulis menggunakan metode kualitatif kajian Pustaka, yaitu dengan menggumpulkan data-data informasi-informasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti melalui jurnal, buku, dan beberapa referensi media online yang dapat dipertanggung jawabkan secara akademik.
Pembinaan dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Lingkungan Hidup Sehat di SD Pondok Kasih Batam Moralman Gulo; Putri Jelita Daeli; Elvi Putri Jelita Hia; Sulveni Fritma; Haposan Simanjuntak; Yunardi Kristian Zega; Yusak Hentrias Ferry
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v5i2.237

Abstract

This Community Service activity was carried out at the Pondok Kasih Elementary School  in the Sagulung, Batam City. Based on the survey results, the  Community Service team found that there were several problems that occurred in the area regarding a healthy environment. It can be seen that the school environment is not well maintained and preserved because the garbage is not properly placed and the cleanliness of the school environment is still not optimal. Therefore, the objectives of this activity are: 1) to foster the awareness of elementary school students at Pondok Kasih Batam towards a healthy living environment, 2) increase the knowledge of students in maintaining and preserving a healthy and comfortable living environment, 3) increasing the idea of creativity of students in managing non-organic waste. The methods are: 1) observation as the initial stage, 2) coaching, in which the team provides materials and practices on understanding a healthy environment, and 3) evaluation of the activities that have been carried out. The result of this activity is that the students of SD Pondok Kasih Batam have knowledge about the importance of a healthy living environment and are able to maintain and preserve a healthy environment wherever they are.Keywords: healthy environment; coaching; batam love cottage; primary school AbstrakKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Pondok Kasih kecamatan sagulung kota Batam. Berdasarkan hasil survei, tim PkM menemukan ada beberapa masalah yang terjadi di daerah tersebut mengenai lingkungan hidup sehat. Di mana terlihat lingkungan sekolah kurang terjaga dan terlestarikan dengan baik karena sampah yang belum teratur tempatnya dan kebersihan pada lingkungan sekolah yang masih kurang maksimal. Oleh sebab itu, adapun tujuan dari kegiatan PkM ini, antara lain: 1) untuk membina kepedulian peserta didik SD Pondok Kasih Batam terhadap lingkungan hidup sehat, 2) meningkatkan pengetahuan peserta didik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sehat dan nyaman, 3) meningkatkan ide kreativitas peserta didik dalam mengelola sampah non-organik. Metode yang dilakukan tim agar terlaksananya kegiatan PkM ini berjalan dengan baik, yakni: 1) observasi sebagai tahapan awal, 2) pembinaan, di mana tim memberikan materi serta praktik tentang pemahaman lingkungan hidup sehat, dan 3) evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah peserta didik SD Pondok Kasih Batam memiliki pengetahuan tentang pentingnya lingkungan hidup sehat dan mampu menjaga serta melestarikan lingkungan hidup sehat di mana pun mereka berada.Kata kunci: lingkungan sehat; pembinaan; pondok kasih batam; sekolah dasar
Intervensi Teologis Kristen sebagai Perspektif Toleransi Pluralisme Agama-Agama Viktor Deni Siregar; Mersi Yolandra Bohalima; Talizaro Tafonao; Yunardi Kristian Zega
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v2i1.38

Abstract

The purpose of writing this article is to provide knowledge about the role of Christian theological perspectives in the issue of religious pluralism through the attitude of tolerance as an initial foundation for mutual life in the utterance of the existing society and religion. Problems that occur in the plural of religion often Christian theological interventions such as allowing things that really should be able to contribute solutions to problems in the values of Christian theology are not given as a sense of tolerance, so that the word tolerance is only a known literacy without action (allowing ). The method used in this study is a descriptive qualitative method. The source used is a trusted book and journal article. The results found in this article are that Christian theology does not look at tolerance as ignorance, causing omission to other religions. The factors seen in the intervention of Christian theology as a perspective of religious pluralism tolerance include: intolerant, dogmatic, opportunist, and apathetic.Tujuan penulisan artikel ini ialah untuk memberikan kajian mengenai keterlibatan Teologis Kristen yang mampu menjadi jawaban dunia khususnya dalam permasalahan pluralisme agama melalui sikap toleransi sebagai landasan awal untuk saling hidup dalam kemajemukkan masyarakat dan agama yang ada. Permasalahan yang terjadi pada pluralitas agama kerap kali intervensi teologis Kristen seperti membiarkan hal yang memang seharusnya dapat memberikan sumbangsi solusi permasalah dalam nilai-nilai teologis kekristenan tidak diberikan sebagai rasa toleransi, sehingga kata toleransi tersebut hanya menjadi literasi yang diketahui tanpa adanya aksi (membiarkan). Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Sumber yang digunakan ialah buku, artikel jurnal, studi kasus, dan tinjauan teologis mengenai kajian yang dilakukan. Adapun hasil yang ditemukan dalam kajian artikel ini ialah teologis Kristen saat ini masih memandang toleransi sebagai suatu hal yang kurang memberikan kepedulian, menimbulkan pembiaran terhadap agama lain. Faktor yang dilihat dalam intervensi teologis Kristen sebagai perspektif toleransi pluralisme agama, antara lain: intoleran, dogmatik, oportunis, dan apatis.Kata kunci: intervensi; perspektif; pluralisme agama; toleransi; teologi Kristen
Contextual Mission Construction according to the Jubata Concept in the Kanayatn Dayak Tribe in Introducing the Triune God Ceria Ceria; Yunardi Kristian Zega; Fransiskus Irwan Widjaja; Jamin Tanhidy
International Journal of Indonesian Philosophy & Theology Vol 3, No 2 (2022): December
Publisher : Asosiasi Ahli Filsafat Keilahian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47043/ijipth.v3i2.34

Abstract

The purpose of this research is to describe the contextual mission construction using the concept of Jubata to introducing the concept of the Trinity in a biblical view to Dayak Tanayatn people This study uses a qualitative descriptive approach to identify how the Kanayatn Dayak understand the Jubata figure. The results show that through the adaptative method and using the seven Jubata names in the Kanayatn Dayak language to understanding the concept of the Triune God in biblical view and change the understanding of the survivors' sacrifices to be understood as worldly salvation, not eternal in nature through the image of Jubata (which is equated with the spirit of the ancestors) but is directed to one of God's persons in the Trinity of God the Son (Jesus Christ) as the Savior of mankind. Thus, the contextual mission construction of the Jubata concept in the introduction of the Gospel of the Triune God can be a reference material for carrying out outreach missions to remote tribes and building contextual mission studies that are culturally appropriate to spread the Gospel among  the Kanayatn Dayak tribe in Landak, West Kalimantan.
Co-Authors Agatha Cryssandra Pigesia Agiana Her Visnhu Ditakristi Agustinus Kadja Allo, Bertha Padang Antonius Sinaga Apriyanto J R Ato Arjuna Mauta Balduinus Jehaman Betaria Siahaan Boiliu, Fredik Melkias Ceria Ceria Charles Juntak Charles Juntak Clara Alexandra Griapon Daniel Agustin Davidson Djara Leba Desetina Harefa Desi Sianipar Desi Sianipar Desy Doreni Napitupulu Desy Doreni Napitupulu Desy Yoseplin Tambunan Dewi Fortuna Dewi Lidya S Diana Tiro Doni Abadi Nababan Dorothea Inez T. Malo Rangga Eben Saluran Halawa Eben Saluran Halawa Efvi Noyita Efvi Noyita Elvi Putri Jelita Hia Ernawaty Simanjuntak Ernawaty Simanjuntak Esra Zos Samosir Firiska Yulinata Firiska Yulinata Fransiskus X Sasi Fredik Melkias Boiliu Frilia Kartini Sipahutar Gaol, Mery Cristina Lumban Gea, Kariaman Go Heeng Haposan Simanjuntak Harefa, Desetina Harefa, Otieli Hasugian, Johanes Waldes Heeng, Go Hendrik Bernadus Tetelepta Hendrik Bernardus Tetelepta Hermina Sulistiawati Hia, Elvi Putri Jelita Hombing, Evraim Anggreini Br Hutabarat, Rahel Triastuti Iklasia Aprianti Kota Imayanti Nainggolan Indah Octaviani Laleb Irenius Fransiskus Binsasi Ivan Ivan Jabes Pasaribu Jamin Tanhidy Jeanie D Luruk Bria Jenri Prada Sibarani Jepri Jesik M Hutabarat Jhodi Huma Ismawan Allosau Job Sinaga Job Sinaga Johanes Waldes Hasugian Joni Gultom Josanti C. Huwae Kaidoen Josua Djami Juliandes Leonardo Trisno Mone Kelfinus Daya Kelfinus Daya Kristiantoro Kristianus Jevrino Mozes Kristina Elabi Kristina Elabi Lesna Sari Yanti Liston Sihombing Lubis, Ricardo Pandapotan Luterius Nehe Maria Dolorosa Badjowawo Marianus R Bujang Marlen Bailao Marthen Unmehopa Mathan Yunip Matias Christuver Mawardina Rajagukguk Medi Hutabarat Megariana Megariana Melly Sari Harefa Mersi Yolandra Bohalima Mitra Binariang Lase Moralman Gulo Moralman Gulo Muchammad Ali Nainggolan, Jhon Piter Naomi Manurung Naomi Napitupulu Nova Ritonga Nova Ritonga Novalita Tampubolon Novalita Tampubolon Noyita, Efvi Okyan Imanuel Io Otieli Harefa Pandie, Remegises Danial Yohanis Panide, Remegies Danial Yohanis Paula Rita Polikarpus Seran Puja Maharani Sijabat Putri Jelita Daeli Rame Rani Lestari Simbolon Rani Sumanti Pandiangan Ratulangi, Andrea Elfata Remegises Danial Yohanis Pandie Renson Siahaan Rewisadi Gulo Rini Herniati Panjaitan Rini Sumanti Sapalakkai Rini Sumanti Sapalakkai Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung Ritonga, Nova Rohani Zalukhu Rohani Zalukhu Romaulina Sinaga Ruth Kristina Simangunsong Sabar Hutagalung Sabar Hutagalung Sairwona, Wellem Selestina Helena Bere Selvyen Sophia Siahaan, Renson Sianipar, Desi Sianipar, Desi Sikri Adaya Mau Simanjuntak, Haposan Sipahutar, Frilia Kartini Situmeang, Tri Murni Sofia Harefa Solmeriana Sinaga Sono, Marhendra Betzy Erlian Sri Pertiwi Stanley Rambitan Stefanus Meo Nekin Sukma Togatorop Sulveni Fritma Supiyani Suset Pasaribu Suzaya Bitia Silsilia Suzaya Bitia Silsilia Syaiful R M Nur Sylvia Natalia Tafonao, Talizaro Talizaro Tafonao Thobias Demetrius Asamai Tirza Jessica Tarapanajang Titin Aritonang Tumanggor, Folorisde Feriany Ucia Ucia Vanbe Toven Hulu Veithzal Rivai Zainal Viktor Deni Siregar Viky George Lettu Radja Pono Wangko, Cynthia Renita Wellem Sairwona Wellem Sairwona Widjaja, Fransiskus Irwan Wilfridus Duli Marin Winda Sari Rumahorbo Winda Sari Rumahorbo Wizaldy Fabiano Hilnicputro Yaaman Gulo Yanti Secilia Giri Yeni Y C Ndun Yoan Huke Yohana Siburian Yohannis Alberthus Yowenus Wenda Yulia Febriany Langobelen Yuniarti Yuniarti Yusak Hentrias Ferry Zilman Syarif