p-Index From 2021 - 2026
9.612
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Teacher code of ethics in improving the quality of education in elementary schools Yuniarti Yuniarti; Yunardi Kristian Zega
Kepompong Children Centre Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Kepompong Children Centre Journal
Publisher : Perkumpulan Peneliti Pendidikan dan Pengembangan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62031/kccj.v1n1.7

Abstract

A code of ethics in the world of education is very important, teachers who have ethics are teachers who tend to be respected. In reality today, there are many teachers who forget their identity as role models who should be examples in their daily behavior. With that, the aim of having a code of ethics for a teacher is that it can serve as a guide in behaving as a teacher, as well as changing the minds, hearts, character and feelings of the students being educated by providing examples and role models in applying the code of ethics called teacher ethics in everyday. Elementary school (SD) is the initial stage for students in experiencing education, for this reason elementary school teachers must have good ethics so that the education that students receive is good and correct initial education and with teachers implementing teacher ethics it will be much easier to improve the quality of education in schools because teacher ethics have a big influence on schools. For this reason, this research method uses descriptive qualitative research with a library approach. The results obtained include: first, mutual respect between teachers and teachers becomes an example for students in respecting each other. Second, teachers are able to prepare teaching materials on time so that the teaching and learning process becomes more organized and planned which makes students more serious about learning. Third, teachers at school are able to be responsible mentors so that students feel safe, comfortable and cared for. With this, problems that often occur in the school environment will be minimized.
Peran Guru PAK dalam Memanfaatkan Teknologi Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Frilia Kartini Sipahutar; Yunardi Kristian Zega
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i1.13-26

Abstract

Teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun tentu membawa pengaruh besar bagi dunia, terutama dalam bidang pendidikan. Hal ini juga mempengaruhi bagaimana kualitas pembelajaran di sekolah dan dampaknya terhadap peserta didik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran guru PAK dan manfaat teknologi dalam dunia pendidikan, serta cara-cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru PAK dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah dengan pemanfaatan teknologi yang tepat ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Maka selain menjadi contoh yang nyata untuk bisa diteladani bagi peserta didik, guru PAK juga haruslah melek teknologi sehingga dapat memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan generasi penerus yang juga berkualitas, karena guru yang tidak melek teknologi akan mengalami kesulitan dalam memilih model pembelajaran yang akan diterapkan dan juga akan ketinggalan oleh perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern.
Menghadapi Ancaman LGBT: Kekuatan Pendidikan Agama Kristen dalam Menyelamatkan Identitas Remaja di Sekolah Titin Aritonang; Yunardi Kristian Zega
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.118-128

Abstract

Dalam era yang terus berkembang ini, isu LGBT menjadi perhatian utama, terutama di kalangan remaja yang rentan terpengaruh. Identitas gender dan orientasi seksual yang berbeda dari norma-norma sosial menjadi fokus perdebatan yang semakin meningkat. Tulisan ini mengeksplorasi peran pendidikan agama Kristen di sekolah dalam mencegah perilaku LGBT di kalangan remaja. Dengan menekankan nilai-nilai moral, kasih, pengampunan, dan kesetiaan yang terkandung dalam ajaran agama Kristen, pendidikan agama di sekolah dapat membantu remaja memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip yang mencegah mereka terjerumus ke dalam perilaku LGBT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis literatur terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen di sekolah dapat berperan dalam membentuk identitas dan nilai-nilai remaja serta memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep gender dan seksualitas yang sehat. Dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, pendidikan agama Kristen di sekolah dapat memberikan solusi yang komprehensif dalam membantu remaja mengatasi tekanan dan dorongan menuju perilaku LGBT.
Classroom Management of Christian Religious Education During the Covid-19 Pandemic Sianipar, Desi; Hasugian, Johanes Waldes; Sairwona, Wellem; Zega, Yunardi Kristian; Ritonga, Nova
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2674

Abstract

During the covid-19 Pandemic that hit Indonesia, online learning became a learning model that must be done in areas with a high covid-19 spread rate. There are many challenges faced by all interested parties in the world of education. Problems include limited internet access, skills in using technology, and the ability to manage online learning classes. This study focuses on the role of Christian Religious educators or teachers in overcoming online learning problems and challenges by seeking to create a conducive and enjoyable learning atmosphere and quality so that students can learn well and achieve learning outcomes. Therefore, the purpose of this study is to describe the concept of effective online classroom management for Christian religious education learning to shape the Christian character of students during the covid-19 pandemic based on five classroom management functions, namely leading, planning, organizing,  and evaluation. In order to achieve this goal, this research is qualitative-descriptive. That is, it describes data regarding Christian religious education class management during the covid-19 pandemic. The results of this study are that online classroom management for Christian religious education learning can be realized through the leadership of teachers who are servant-hearted; planning of learning activities in shaping Christian character; setting the learning process and learning materials; teacher skills in implementing learning; and teachers who always guarantee the quality of their learning through evaluation activities.
Menjinakkan Kenakalan: Strategi Guru PAK di Era Gadget Tumanggor, Folorisde Feriany; Lubis, Ricardo Pandapotan; Wangko, Cynthia Renita; Zega, Yunardi Kristian
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.534

Abstract

In this day and age, deviant behavior in elementary school children is increasingly occurring, so strategies are really needed by Christian religious education teachers in shaping the spirituality of elementary school children because elementary school children's delinquency is also influenced by the use of gadgets. Therefore, this research focuses on analyzing the strategies of PAK teachers in shaping the spirituality of elementary school children in accordance with the Christian faith. The stages carried out in the process of writing this article include: first, spirituality of elementary school children, secoun, strategies of PAK teachers, third strategies of PAK teachers to shape the spirituality of elementary school children. By having a good strategy, Christian religious education teachers can form spirituality which is the foundation for elementary school children and can minimize delinquency in elementary school children. Keywords: PAK Teachers; Elementary School; Spirituality; StrategyAbstrakDi zaman sekarang ini, perilaku menyimpang anak sekolah dasar semakin banyak terjadi maka Strategi sangat diperlukan guru pendidikan agama Kristen dalam membentuk spiritualitas anak sekolah dasar karena kenakalan anak sekolah dasar juga dipengaruhi oleh penggunaan gadget. Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis bagaimana strategi guru PAK dalam membentuk spiritualitas anak Sekolah Dasar yang sesuai dengan iman Kristen. Adapun tahapan yang dilakukan dalam proses penulisan artikel ini, antara lain: pertama, spiritualitas anak sekolah dasar, kedua, strategi guru PAK, ketiga, strategi guru PAK membentuk spiritualitas anak sekolah dasar. Dengan memiliki strategi yang baik maka guru pendidikan agama Kristen dapat membentuk spiritualitas yang adalah landasan untuk anak sekolah dasar dan dapat meminimalisir kenakalan anak sekolah dasar.Kata Kunci: Guru PAK; Sekolah Dasar; Spiritualitas; Strategi
The Philosophical Meaning of Batak Toba "Naso Matanggak Di Hata, Naso Matahut Di Bohi", A Study of Character Education Siahaan, Renson; Zega, Yunardi Kristian; Situmeang, Tri Murni
Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): May-August 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/educative.v1i2.72

Abstract

The Batak’ tribe is famous for its customs that are thick with a wealth of life philosophies. Batak’ people uphold the noble values that become these traditions. One of the philosophies taught for generations by parents to their children is: "Naso matanggak di Hata, naso matahut di bohi". The sentence has the meaning of daring to say right and wrong. The aims of this research are to describe the philosophy of Toba Batak’ culture Naso Matanggak Di Bohi, Naso Matahut Di Hata, towards the character education of children as the next generation. The Method used in this research is descriptive with a literature study approach. The Result of this research is the person will dare to appear different and firm with principles. With the philosophy that has been passed down from Batak’ ancestors, children as the next generation of the nation can understand the meaning implied in it and learn a good lesson. This paper can be a useful contribution for anthropologists as a reference in exploring and understanding the philosophy of Toba Batak’ culture in character education for organization, society and socializing with others.
Melindungi Anak di Era Digital: Peran Orang Tua Kristen dalam Mengelola Penggunaan Gadget dengan Bijak Hia, Elvi Putri Jelita; Sono, Marhendra Betzy Erlian; Gaol, Mery Cristina Lumban; Hombing, Evraim Anggreini Br; Hutabarat, Rahel Triastuti; Zega, Yunardi Kristian
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.521

Abstract

The development of technology has both positive and negative impacts on humanity. One prominent technological advancement is the existence of gadgets, serving as efficient communication media. The use of gadgets, especially by teenagers, often leads to negative impacts due to misuse. The role of parents is crucial in preventing the negative effects of gadgets on teenagers as they are the primary source of education for children. This research aims to elucidate the role of parents in preventing the negative effects of gadgets on teenagers, focusing on the teaching of Christian Religious Education (PAK) within the family. The research method employed is descriptive qualitative research with literature review. The findings of this research suggest that parents should accompany teenagers in gadget usage through several steps: firstly, paying attention to teenagers' activities while using gadgets; secondly, establishing agreements or designated schedules for gadget usage; thirdly, making agreements regarding the features or programs allowed during gadget play; fourthly, allocating time for children to share about their daily activities; and fifthly, avoiding excessive gadget usage when around children. Through the implementation of these steps, parents can effectively guide teenagers in using gadgets positively and create a healthy technological family environment.Keywords: Digital Era; Gadget Generation; Christian Education; The Role Of ParentsAbtrakPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif pada manusia. Salah satu kemajuan teknologi yang mencolok adalah keberadaan gadget, sebagai media komunikasi yang efisien. Penggunaan gadget, terutama oleh remaja, sering menimbulkan dampak negatif akibat penyalahgunaan. Peran orang tua menjadi krusial dalam mencegah dampak negatif gadget terhadap remaja sebagai sumber pendidikan pertama bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran orang tua dalam pencegahan efek negatif gadget pada remaja, dengan fokus pada pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah orang tua harus dapat mendampingi remaja dalam penggunaan gadget dengan beberapa langkah, yaitu: pertama, memperhatikan aktivitas remaja saat menggunakan gadget; kedua, menetapkan kesepakatan atau jadwal waktu yang ditentukan untuk penggunaan gadget; ketiga, membuat kesepakatan mengenai fitur atau program yang diperbolehkan digunakan saat bermain gadget; keempat, memberikan waktu bagi anak untuk bercerita tentang aktivitas harian mereka; dan kelima, menghindari penggunaan gadget secara berlebihan ketika berada di dekat anak. Melalui implementasi langkah-langkah tersebut, orang tua dapat memainkan peran yang efektif dalam membimbing remaja menggunakan gadget secara positif dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara teknologi.Kata Kunci: era digital; generasi gadget; pendidikan agama kristen; peran orang tua
Pembinaan Karakter Kristiani Bagi Siswa-Siswi di SMP Negeri 12 Batam Efvi Noyita; Yunardi Kristian Zega; Kelfinus Daya; Kristina Elabi; Charles Juntak; Ucia; Rohani Zalukhu; Suzaya Bitia Silsilia
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i2.66-75

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk menumbuhkan pengetahuan dan karakter moral siswa/i di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 12 Batam. Karakter yang sesuai dengan nilai-nilai iman Kristen antara lain: berempati kepada sesama, toleransi, jujur, disiplin, suka menolong, mandiri, berintegritas, religius, dan mampu bersikap bijaksana dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Kegiatan PkM ini berawal dari survei tim PkM terhadap beberapa siswa/i Kristen di SMP Negeri 12 Batam, di mana ditemukan bahwa siswa/i masih memiliki pengetahuan dan karakter yang kurang tepat sesuai dengan nilai-nilai iman Kristen, misalnya seperti siswa/i yang masih suka membully teman sekelasnya. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini, ada beberapa tahapan yang dilakukan, antara lain: 1) Persiapan. Dalam tahap ini tim PkM melakukan survei pada tempat mitra yang akan dilaksanakan kegiatan. 2) Pembinaan. Tim PkM memberikan pembinaan dan menjelaskan beberapa materi kepada siswa/i tentang bagaimana menghidupi nilai-nilai karakter Kristiani sehingga dapat menjadi teladan kepada sesama, baik dalam perkataan maupun perbuatan, 4) Evaluasi. Untuk mengetahui hasil dari kegiatan PkM ini. Tim PkM mengukur keberhasilan kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan dengan cara memberikan evaluasi. Adapun hasil dari kegiatan PkM ini adalah siswa/i Kristen di SMP Negeri 12 Batam dapat memiliki pengetahuan yang baik tentang nilai-nilai karakter iman Kristen serta berkomitmen untuk dapat mencontoh dan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan sekolah.
Love, Dating, dan Sex berdasarkan Perspektif Iman Kristiani: Pembinaan bagi Siswa-Siswi di SMP Negeri 12 Batam Zega, Yunardi Kristian; Sabar Hutagalung; Eben Saluran Halawa; Job Sinaga; Novalita Tampubolon; Firiska Yulinata; Ernawaty Simanjuntak; Desy Doreni Napitupulu; Winda Sari Rumahorbo
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i2.76-85

Abstract

Masa remaja sering kali diwarnai dengan pergaulan yang belum matang dan kecenderungan untuk menjalin hubungan romantis. Hal ini dapat mengarah pada perilaku tidak sehat, termasuk keterlibatan dalam aktivitas seksual di usia yang belum tepat. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan dan kekudusan hidup juga dapat memperburuk situasi ini. Oleh sebab itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STT Real Batam, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bagi peserta didik di SMP Negeri 12 Batam tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan serta menjalani kehidupan yang kudus. Kegiatan PKM ini melibatkan seminar, lokakarya, dan diskusi. Materi yang disampaikan mencakup nilai-nilai agama, etika dalam hubungan interpersonal, dan pemahaman tentang pentingnya menunda aktivitas seksual hingga dalam konteks yang tepat. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta didik tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan dan kekudusan hidup. Peserta didik di SMP Negeri 12 Batam juga memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang risiko dan dampak negatif dari hubungan yang tidak sehat. Selain itu, terjadi perubahan positif dalam sikap dan perilaku peserta didik terkait dengan hubungan romantis dan aktivitas seksual, yang menunjukkan adanya pengaruh yang positif dari kegiatan PKM ini dalam membina hal berpacaran di masa remaja.
Penerapan Penilaian Kognitif dalam Kelas Katekisasi: Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Gereja Agatha Cryssandra Pigesia; Doni Abadi Nababan; Marlen Bailao; Yohannis Alberthus; Yunardi Kristian Zega
Jurnal Shanan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/shanan.v8i2.5781

Abstract

Penilaian dan evaluasi merupakan komponen esensial dalam proses pendidikan yang bertujuan untuk mengukur pencapaian, memberikan umpan balik, serta meningkatkan motivasi dan kualitas pembelajaran. Namun, penelitian tentang penerapan penilaian kognitif dalam konteks pendidikan gereja, khususnya pada kelas katekisasi, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti pentingnya penerapan penilaian kognitif dalam kelas katekisasi di gereja. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, yang memungkinkan adanya analisis mendalam terkait teori dan praktik penilaian kognitif dalam pendidikan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian kognitif secara signifikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi aktif peserta didik, serta kualitas lulusan kelas katekisasi. Penilaian kognitif yang menitikberatkan pada pemahaman konsep dan penerapan praktisnya dalam kehidupan sehari-hari terbukti mendorong peserta didik untuk terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dampak positif dari penerapan ini terlihat pada peningkatan kualitas lulusan dan perbaikan proses pembelajaran di gereja secara keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa pentingnya penilaian kognitif dalam meningkatkan efektivitas kelas katekisasi di gereja.
Co-Authors Agatha Cryssandra Pigesia Agiana Her Visnhu Ditakristi Agustinus Kadja Allo, Bertha Padang Antonius Sinaga Apriyanto J R Ato Arjuna Mauta Balduinus Jehaman Betaria Siahaan Boiliu, Fredik Melkias Ceria Ceria Charles Juntak Charles Juntak Clara Alexandra Griapon Daniel Agustin Davidson Djara Leba Desetina Harefa Desi Sianipar Desi Sianipar Desy Doreni Napitupulu Desy Doreni Napitupulu Desy Yoseplin Tambunan Dewi Fortuna Dewi Lidya S Diana Tiro Doni Abadi Nababan Dorothea Inez T. Malo Rangga Eben Saluran Halawa Eben Saluran Halawa Efvi Noyita Efvi Noyita Elvi Putri Jelita Hia Ernawaty Simanjuntak Ernawaty Simanjuntak Esra Zos Samosir Firiska Yulinata Firiska Yulinata Fransiskus X Sasi Fredik Melkias Boiliu Frilia Kartini Sipahutar Gaol, Mery Cristina Lumban Gea, Kariaman Go Heeng Haposan Simanjuntak Harefa, Desetina Harefa, Otieli Hasugian, Johanes Waldes Heeng, Go Hendrik Bernadus Tetelepta Hendrik Bernardus Tetelepta Hermina Sulistiawati Hia, Elvi Putri Jelita Hombing, Evraim Anggreini Br Hutabarat, Rahel Triastuti Iklasia Aprianti Kota Imayanti Nainggolan Indah Octaviani Laleb Irenius Fransiskus Binsasi Ivan Ivan Jabes Pasaribu Jamin Tanhidy Jeanie D Luruk Bria Jenri Prada Sibarani Jepri Jesik M Hutabarat Jhodi Huma Ismawan Allosau Job Sinaga Job Sinaga Johanes Waldes Hasugian Joni Gultom Josanti C. Huwae Kaidoen Josua Djami Juliandes Leonardo Trisno Mone Kelfinus Daya Kelfinus Daya Kristiantoro Kristianus Jevrino Mozes Kristina Elabi Kristina Elabi Lesna Sari Yanti Liston Sihombing Lubis, Ricardo Pandapotan Luterius Nehe Maria Dolorosa Badjowawo Marianus R Bujang Marlen Bailao Marthen Unmehopa Mathan Yunip Matias Christuver Mawardina Rajagukguk Medi Hutabarat Megariana Megariana Melly Sari Harefa Mersi Yolandra Bohalima Mitra Binariang Lase Moralman Gulo Moralman Gulo Muchammad Ali Nainggolan, Jhon Piter Naomi Manurung Naomi Napitupulu Nova Ritonga Nova Ritonga Novalita Tampubolon Novalita Tampubolon Noyita, Efvi Okyan Imanuel Io Otieli Harefa Pandie, Remegises Danial Yohanis Panide, Remegies Danial Yohanis Paula Rita Polikarpus Seran Puja Maharani Sijabat Putri Jelita Daeli Rame Rani Lestari Simbolon Rani Sumanti Pandiangan Ratulangi, Andrea Elfata Remegises Danial Yohanis Pandie Renson Siahaan Rewisadi Gulo Rini Herniati Panjaitan Rini Sumanti Sapalakkai Rini Sumanti Sapalakkai Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung Ritonga, Nova Rohani Zalukhu Rohani Zalukhu Romaulina Sinaga Ruth Kristina Simangunsong Sabar Hutagalung Sabar Hutagalung Sairwona, Wellem Selestina Helena Bere Selvyen Sophia Siahaan, Renson Sianipar, Desi Sianipar, Desi Sikri Adaya Mau Simanjuntak, Haposan Sipahutar, Frilia Kartini Situmeang, Tri Murni Sofia Harefa Solmeriana Sinaga Sono, Marhendra Betzy Erlian Sri Pertiwi Stanley Rambitan Stefanus Meo Nekin Sukma Togatorop Sulveni Fritma Supiyani Suset Pasaribu Suzaya Bitia Silsilia Suzaya Bitia Silsilia Syaiful R M Nur Sylvia Natalia Tafonao, Talizaro Talizaro Tafonao Thobias Demetrius Asamai Tirza Jessica Tarapanajang Titin Aritonang Tumanggor, Folorisde Feriany Ucia Ucia Vanbe Toven Hulu Veithzal Rivai Zainal Viktor Deni Siregar Viky George Lettu Radja Pono Wangko, Cynthia Renita Wellem Sairwona Wellem Sairwona Widjaja, Fransiskus Irwan Wilfridus Duli Marin Winda Sari Rumahorbo Winda Sari Rumahorbo Wizaldy Fabiano Hilnicputro Yaaman Gulo Yanti Secilia Giri Yeni Y C Ndun Yoan Huke Yohana Siburian Yohannis Alberthus Yowenus Wenda Yulia Febriany Langobelen Yuniarti Yuniarti Yusak Hentrias Ferry Zilman Syarif