p-Index From 2021 - 2026
9.612
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Berapologetika Kristen untuk Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Esra Zos Samosir; Yunardi Kristian Zega; Talizaro Tafonao
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.025 KB) | DOI: 10.58700/theologiainsani.v1i2.21

Abstract

The rigidity of apologists in defending the Christian faith within the scope of religious pluralism has become a discourse. Pluralism of theology of religions creates a feeling of reluctance for apologists in defending the Christian faith so that not a few believers neglect their responsibilities in defending the Christian faith. The author tries to describe how important it is to equip and empower the laity as a strategy that can be applied in Christian apologetics to deal with pluralism of theology of religions. The purpose of writing this article is to provide awareness to community leaders and academic theologians to empower the laity in apologizing, as a strategy in dealing with attacks on Christian faith in the sphere of religious pluralism. This research was written using content analysis method. In making the laity become apologists, it is necessary to equip the congregation to have spiritual maturity, form the right motivation in conveying God's word contextually, and make disciples to the congregation.
Pembinaan Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga: Upaya Membentuk Karakter Remaja di GIA Pringgading Yunardi Kristian Zega; Talizaro Tafonao; Hendrik Bernardus Tetelepta; Otieli Harefa; Joni Gultom; Dewi Lidya S; Go Heeng
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.1 Desember (2022): SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.953 KB)

Abstract

Keluarga merupakan tempat terbaik dalam memberikan pendidikan karakter bagi setiap anak, khususnya bagi remaja Kristen di era digital. Alasan mengapa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Gereja Isa Almasih Pringgading Cabang Belakang Padang, yakni karena pemahaman orang tua mengenai Pendidikan Agama Kristen (PAK) keluarga dalam membentuk karakter remaja masih sangat kurang. Hal ini terlihat dari sebagian besar anak-anak remaja Kristen di gereja tersebut kecanduhan gadget, suka melawan, dan membantah nasehat dari orang tuanya. Oleh sebab itu, kegiatan PkM ini dipandang penting oleh Program Studi Doktor Teologi, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam. Tujuannya ialah agar melalui kegiatan PkM ini para orang tua Kristen di gereja tersebut mampu menyususun strategi PAK keluarga yang dapat menolong pertumbuhan kerakter remaja yang berlandaskan ajaran iman Kristen. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah para orang tua dapat menerapkan strategi PAK keluarga yang mampu membentuk karakter remaja yang tangguh dan bertanggungjawab dalam menghadapi setiap masalah, menjadi berkat bagi sesama, menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan bijak.
Membangun Lingkungan Hidup Melalui Tanaman Hidroponik di SMP Eppata 2 Batu Aji Yunardi Kristian Zega; Haposan Simanjuntak; Puja Maharani Sijabat; Medi Hutabarat; Romaulina Sinaga; Sukma Togatorop; Sofia Harefa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.531 KB)

Abstract

Dalam dunia pendidikan, sekolah tidak cukup hanya memperhatikan tentang hasil akademik dari siswa-siswi saja, melainkan guru dan pihak sekolah perlu dapat menumbuhkan rasa peduli siswa-siswi terhadap lingkungannya. Menyadari hal tersebut penting dan merupakan tanggungjawab bersama untuk menjaga lingkungan, maka tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Tinggi Teologi Real Batam, Program Sarjana Pendidikan Agama Kristen bermaksud untuk melakukan pelatihan tanaman hidroponik di SMP Eppata II Batu Aji. Dengan tujuan memberikan kesadaran kepada siswa-siswi dan guru di SMP Eppata II mengenai cara melestarikan lingkungan hidup. Adapun manfaat dari kegiatan PkM ini adalah sebagai bekal bagi siswa-siswi dan guru untuk dapat membangun lingkungan hidup di sekitar pekarangan sekolah. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan PkM ini dapat menjadi sarana untuk melatih keterampilan dan rasa kepedulian siswa-siswi dan guru terhadap lingkungan agar tetap hijau dan nyaman untuk di tempati.
Gereja menghadapi fenomena Transnasionalisme: Sebuah tawaran konstruksi pendidikan kristiani bagi remaja yang berbasis pada pelestarian budaya lokal Talizaro Tafonao; Yunardi Kristian Zega
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 8, No 2: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i2.558

Abstract

In the era of information technology today, ease of access becomes a chance for the phenomenon of transnationalism develops. There??"s concern about Indonesian local cultural values shifted by ideologies from other countries which is inappropriate with the nation's philosophy of life. with the intention of counteracting the negative influence of this transnational ideology, the church is expected to play its actual role, especially for youth people. This study aims to offer the construction of Christian education for youth in the church to deal with the negative effects of this transnational phenomenon. By applying a qualitative approach and using descriptive analysis methods in the literature review, a construction of Christian education based on the preservation of local culture is obtained. This leads to the conclusion that Christian education that preserves local culture can dynamize youth character in dealing with the phenomenon of transnationalism.AbstrakDi era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini, kemudahan untuk memperoleh akses menjadi peluang berkembangnya fenomena transnasionalisme. Ada kekhawatiran terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya lokal Indonesia oleh ideologi dari negara lain yang tidak sesuai dengan falsafah kehidupan bangsa. Dalam rangka menangkal pengaruh negatif ideologi transnasional ini, gereja diharapkan dapat berperan nyata, secara khusus terhadap kaum muda. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan konstruksi pendidikan kristiani bagi remaja di gereja dalam rangka menghadapi pengaruh negatif fenomena transnasional ini. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis deskriptif pada kajian literatur, diperoleh sebuah konstruksi pendidikan kristiani yang berbasis pada pelestarian budaya lokal. Hal ini mengantar pada kesimpulan bahwa pendidikan kristiani yang mampu melestarikan budaya lokal dapat menjadi penyeimbang karakter remaja dalam menghadapi fenomena transnasionalisme.
Diagnostik Kesulitan Belajar dan Perilaku Bermasalah Siswa Solmeriana Sinaga; Fredik Melkias Boiliu; Yunardi Kristian Zega; Rini Sumanti Sapalakkai
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 3, No 1: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.365

Abstract

This research aims to analyze students' learning difficulties and problematic behaviors in learning Christian religious education in schools. Student learning difficulties and problematic behavior in learning are causative factors that hinder the teaching and learning process so that it does not achieve predetermined goals. Therefore, teachers of Christian religious education must diagnose students to identify any problems experienced in them. This will help teachers so that the teaching and learning process is adjusted to existing situations and conditions or needs. For this reason, the research uses descriptive qualitative methods using secondary data, namely data collection referring to scientific articles and books related to this discussion. The results in this research will analyze the factors causing students' learning difficulties and problematic behavior in learning Christian religious education. In addition, the role of Christian religious education teachers in dealing with student learning difficulties and problematic behaviors in Christian religious education.Keywords: learning difficulties; Christian religious education; problematic behavior AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen di sekolah. Kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam belajar merupakan faktor penyebab yang menghambat proses belajar mengajar sehingga tidak mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh sebab itu, guru pendidikan agama Kristen harus mendiagnosis siswa untuk mengidentifikasi setiap permasalah yang dialami dalam dirinya. Hal ini akan menolong guru sehingga dalam proses belajar mengajar disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau kebutuhan yang ada. Untuk itu, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder yakni pengambilan data merujuk pada artikel-artikel ilmiah dan buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan ini. Hasil dalam penelitian ini akan menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam belajar pendidikan agama Kristen. Selain itu, peran guru pendidikan agama Kristen dalam menghadapi kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam pendidikan agama Kristen.Kata Kunci: kesulitan belajar; pendidikan agama kristen; perilaku bermasalah
Perspektif Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pendidikan Progresivisme Go Heeng; Antonius Sinaga; Yunardi Kristian Zega; Megariana Megariana; Efvi Noyita
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 3, No 1: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.373

Abstract

The correlation between progressivism education and Christian education lies in the same importance, namely producing students who have the ability and expertise from extracting students' talents and interests to the maximum in the learning process. Progressivism born with DNA necessitates a change in a more progressive direction. The values brought by progressivist education when faced with Christian religious education need to go through a selective process. This is because the basis for the development of this education system has differences. Progressivism education is built with the worldly concept of achieving world achievements, while Christian education is built with the concept of eternity because it is related to faith in Christ. The analysis found by the author regarding the perspective of Christian education on progressivism education, among others: 1) dynamic truths for progressivist education do not apply to Christian education because the truth in Christian education is final, 2) too giving freedom to students without providing clear boundaries, while for Christian education freedom is limited by the values of Christ. 3) the role of teachers is very important for students in Christian education because in addition to providing knowledge, teachers must also provide examples of living in accordance with Christ.Keywords: Christ; christian religious education; progressivism education AbstrakKorelasi antara pendidikan progresivisme dengan pendidikan agama Kristen terletak pada kepentingan yang sama yaitu melahirkan peserta didik yang memiliki kemampauan dan keahlian dari penggalian bakat dan minat peserta didik secara maksimal dalam proses pembelajaran. Progresivisme terlahir dengan DNA mengharuskan sebuah perubahan ke arah yang lebih maja kemajuan. Nilai-nilai yang dibawa oleh pendidikan progresivisme ketika diperhadapkan dengan pendidikan agama Kristen perlu melalui proses yang selektif. Hal ini karena dasar pembangunan sistem pendidikan ini memiliki perbedaan. Pendidikan progresivisme dibangun dengan konsep duniawi yaitu terletak kepada pencapain pencapain dunia, sementara pendidikan agama kristen dibangun dengan konsep kekekalan karena berkaitan dengan iman di dalam Kristus. Analisis yang ditemukan penulis perihal perspektif pendidikan agama kristen terhadap pendidikan progresivisme, antara lain: 1) kebenaran yang bersifat dinamis bagi pendidikan progresivisme tidak berlaku bagi pendidikan agama Kristen karena kebenaran pada pendidikan agama Kristen sudah final, 2) terlalu memberikan kebebasan pada peserta didik tanpa memberikan batasan-batasan yang jelas, sementara bagi pendidikan agama Kristen kebebasan dibatasi dengan nilai-nilai Kristus. 3) peran guru sangat penting bagi peserta didik dalam pendidikan agama Kristen karena selain memberikan ilmu guru juga harus memberikan teladan hidup yang sesuai dengan Kristus.Kata kunci: Kristus; pendidikan agama kristen; pendidikan progresivisme
Mentransformasi Generasi Kepemimpinan Kristen Berlandaskan Teori Perkembangan Iman Karya James W. Fowler Yunardi Kristian Zega; Hermina Sulistiawati; Otieli Harefa; Hendrik Bernadus Tetelepta
Jurnal Shanan Vol. 7 No. 1 (2023): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/shanan.v7i1.4671

Abstract

Today there is a leadership crisis, especially in Christian institutions. For example, the process of selecting church leaders or synods cannot be separated from elements of Corruption, Collusion and Nepotism (KKN). This shows that Christian leadership is experiencing moral and faith degradation. Therefore, the purpose of this study is to provide an overview of transforming generations of Christian leaders who are in accordance with the teachings of the Bible, based on James W. Fowler's 6 stages of faith development theory. For this reason, this research uses descriptive qualitative research with a literature approach. The results obtained include: First, at the age of 0-6 years, growing children's confidence and self-confidence. Second, at the age of 6-12 years, set an example regarding the morals and integrity of leadership. Third, At the age of 12-18 years, take care of the children's association and environment. Fourth, at the age of 18-25 years, provide religious teachers who can become role models in leadership. Fifth, at the age of 25-40 years, form an open point of view. Sixth, At the age of 40 and above, adjust to the views of others and see the truth from many points of view. With this in mind, cases that often occur in the Christian leadership environment will be minimized.
Membumikan Kesetaraan Gender dalam Perspektif Alkitab Bagi Siswa/I SMK Management Training Systems Batam Yunardi Kristian Zega; Josanti C. Huwae Kaidoen; Moralman Gulo; Dewi Fortuna; Ruth Kristina Simangunsong; Naomi Manurung; Matias Christuver; Vanbe Toven Hulu; Melly Sari Harefa; Jesik M Hutabarat; Mawardina Rajagukguk; Rini Herniati Panjaitan; Rani Sumanti Pandiangan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.983

Abstract

Isu-isu kesetaraan gender merupakan fenomena yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, di mana perempuan masih sering dianggap memiliki posisi di bawah laki-laki. Lebih lanjut, konsep kesetaraan gender seolah-olah dianggap sebagai tindakan menomorsatukan perempuan. Oleh sebab itu, tim PkM STT Real Batam merasa perlu memberikan pembinaan kesetaraan gender yang benar khususnya bagi siswa-siswi di SMK Management Trayning Systems Batam. Berdasarkan hal tersebut tim PkM STT Real Batam mengadakan kegiatan seminar di SMK Management Trayning System Batam dengan tujuan memberikan pembinaan bahwasannya perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan yang sama dalam mengambil perannya di tengah-tengah masyarakat seperti dalam pengambilan keputusan, kehidupan berpolitik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini antara lain diskusi, tanya jawab, dan tes menggunakan from evaluasi (google from). Hasil yang diperoleh dalam kegiatan PkM ini adalah tewujudnya kesetraan gender yang adil, bebas dari kesenjangan, terciptanya rasa saling menghargai dan menghormati di lingkungan siswa-siswi SMK Management Trayning System Batam.
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini di Era Teknologi Yunardi Kristian Zega; Renson Siahaan; Mitra Binariang Lase; Desetina Harefa; Dewi Lidya S
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.247

Abstract

Sunday school is one of the important services for children, especially those who are at an early age. Many parents strongly entrust their children to Sunday School teachers to be taught to experience good character and spiritual growth. The purpose of this study is to provide an overview or concept of the role of Sunday school teachers in shaping early childhood characters that are appropriate for their developmental age, both cognitively, affectively, and psychotically. This research uses a descriptive qualitative research method with a literature approach. The result of this study is that Sunday school teachers in the current technological era need to shape the character of early childhood by teaching love to God and others, strengthening early childhood faith, teaching honesty and humility, and teaching early  childhood  about a  responsibility, so that  with this  then early childhood children will experience character growth in accordance with the teachings of the Christian faith, they become children who grow up and are resilient in the face of challenges and technological developments.Keywords: early childhood; church; teacher; Sunday school; technologyAbstrakSekolah Minggu merupakan salah satu pelayanan penting bagi anak-anak, khususnya yang sedang berada pada usia dini. Banyak orang tua yang amat mempercayakan anak-anaknya kepada para guru Sekolah Minggu untuk diajar supaya mengalami pertumbuhan karakter dan spiritual yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran atau konsep tentang peranan guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak usia dini yang sesuai dengan usia perkembangannya, baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka. Adapun hasil dari penelitian ini adalah guru sekolah minggu di era teknologi saat ini perlu membentuk karakter anak-anak usia dini dengan mengajarkan kasih kepada Tuhan dan sesama, memperkokoh iman anak usia dini, mengajarkan kejujuran dan kerendahan hati, serta mengajarkan anak usia dini akan suatu tanggung jawab, sehingga dengan adanya hal tersebut maka anak-anak usia dini akan mengalami pertumbuhan karakter yang seturut dengan ajaran iman Kristen, mereka menjadi anak-anak yang bertumbuh dewasa dan tangguh dalam menghadapi tantangan dan perkembangan teknologi.Kata Kunci: anak usia dini; gereja; guru; sekolah minggu; teknologi
Implikasi Aliran Filsafat Idealisme terhadap Praksis Pendidikan Agama Kristen Go Heeng; Remegises Danial Yohanis Pandie; Yunardi Kristian Zega
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.85

Abstract

Abstract: Philosophy of idealism in the praxis of Christian religious education focuses on developing spiritual awareness, building a relationship with God and strengthening basic religious values. Idealism also emphasizes the importance of recognizing the truth and understanding the essence of human existence. This can help in forming a positive mindset, making good decisions, and acting with integrity and responsibility. However, in practice not many understand the concept of philosophy of idealism, so that the practice of Christian religious education often ignores philosophical concepts that contribute to the process of improving Christian religious education itself. The method used in this research is literature study. The results of the study show that there are implications of the philosophy of idealism in the praxis of Christian religious education, namely the importance of understanding religious concepts, focusing on developing individual potential, prioritizing the learning process and prioritizing personal experience. Thus, the philosophy of idealism can be applied in the practice of Christian religious education by paying attention to spiritual values, character education, holistic education, and inclusive education. Abstrak: Filsafat idealisme dalam praksis pendidikan agama Kristen fokus pada pengembangan kesadaran spiritual, membangun hubungan dengan Tuhan dan memperkuat nilai-nilai agama yang mendasar. Idealisme juga menekankan pada pentingnya mengenali kebenaran dan memahami esensi keberadaan manusia. Hal ini dapat membantu dalam membentuk pola pikir yang positif, membuat keputusan yang baik, dan bertindak dengan integritas serta tanggung jawab. Namun, dalam praktiknya belum banyak yang memahami konsep filsafat idealisme, sehingga praksis pendidikan agama Kristen sering kali mengabaikan konsep-konsep filsafat yang punya sumbangsih bagi proses perbaikan pendidikan agama Kristen itu sendiri. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat implikasi filsafat idealisme dalam praksis pendidikan agama Kristen yaitu pentingnya pemahaman konsep-konsep keagamaan, fokus pada pengembangan potensi individu, mengutamakan proses belajar dan mengutamakan pengalaman pribadi. Dengan demikian, filsafat idealisme dapat diterapkan dalam praksis pendidikan agama Kristen dengan memperhatikan nilai-nilai spiritual, pendidikan karakter, pendidikan holistik, dan pendidikan inklusif.
Co-Authors Agatha Cryssandra Pigesia Agiana Her Visnhu Ditakristi Agustinus Kadja Allo, Bertha Padang Antonius Sinaga Apriyanto J R Ato Arjuna Mauta Balduinus Jehaman Betaria Siahaan Boiliu, Fredik Melkias Ceria Ceria Charles Juntak Charles Juntak Clara Alexandra Griapon Daniel Agustin Davidson Djara Leba Desetina Harefa Desi Sianipar Desi Sianipar Desy Doreni Napitupulu Desy Doreni Napitupulu Desy Yoseplin Tambunan Dewi Fortuna Dewi Lidya S Diana Tiro Doni Abadi Nababan Dorothea Inez T. Malo Rangga Eben Saluran Halawa Eben Saluran Halawa Efvi Noyita Efvi Noyita Elvi Putri Jelita Hia Ernawaty Simanjuntak Ernawaty Simanjuntak Esra Zos Samosir Firiska Yulinata Firiska Yulinata Fransiskus X Sasi Fredik Melkias Boiliu Frilia Kartini Sipahutar Gaol, Mery Cristina Lumban Gea, Kariaman Go Heeng Haposan Simanjuntak Harefa, Desetina Harefa, Otieli Hasugian, Johanes Waldes Heeng, Go Hendrik Bernadus Tetelepta Hendrik Bernardus Tetelepta Hermina Sulistiawati Hia, Elvi Putri Jelita Hombing, Evraim Anggreini Br Hutabarat, Rahel Triastuti Iklasia Aprianti Kota Imayanti Nainggolan Indah Octaviani Laleb Irenius Fransiskus Binsasi Ivan Ivan Jabes Pasaribu Jamin Tanhidy Jeanie D Luruk Bria Jenri Prada Sibarani Jepri Jesik M Hutabarat Jhodi Huma Ismawan Allosau Job Sinaga Job Sinaga Johanes Waldes Hasugian Joni Gultom Josanti C. Huwae Kaidoen Josua Djami Juliandes Leonardo Trisno Mone Kelfinus Daya Kelfinus Daya Kristiantoro Kristianus Jevrino Mozes Kristina Elabi Kristina Elabi Lesna Sari Yanti Liston Sihombing Lubis, Ricardo Pandapotan Luterius Nehe Maria Dolorosa Badjowawo Marianus R Bujang Marlen Bailao Marthen Unmehopa Mathan Yunip Matias Christuver Mawardina Rajagukguk Medi Hutabarat Megariana Megariana Melly Sari Harefa Mersi Yolandra Bohalima Mitra Binariang Lase Moralman Gulo Moralman Gulo Muchammad Ali Nainggolan, Jhon Piter Naomi Manurung Naomi Napitupulu Nova Ritonga Nova Ritonga Novalita Tampubolon Novalita Tampubolon Noyita, Efvi Okyan Imanuel Io Otieli Harefa Pandie, Remegises Danial Yohanis Panide, Remegies Danial Yohanis Paula Rita Polikarpus Seran Puja Maharani Sijabat Putri Jelita Daeli Rame Rani Lestari Simbolon Rani Sumanti Pandiangan Ratulangi, Andrea Elfata Remegises Danial Yohanis Pandie Renson Siahaan Rewisadi Gulo Rini Herniati Panjaitan Rini Sumanti Sapalakkai Rini Sumanti Sapalakkai Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung Ritonga, Nova Rohani Zalukhu Rohani Zalukhu Romaulina Sinaga Ruth Kristina Simangunsong Sabar Hutagalung Sabar Hutagalung Sairwona, Wellem Selestina Helena Bere Selvyen Sophia Siahaan, Renson Sianipar, Desi Sianipar, Desi Sikri Adaya Mau Simanjuntak, Haposan Sipahutar, Frilia Kartini Situmeang, Tri Murni Sofia Harefa Solmeriana Sinaga Sono, Marhendra Betzy Erlian Sri Pertiwi Stanley Rambitan Stefanus Meo Nekin Sukma Togatorop Sulveni Fritma Supiyani Suset Pasaribu Suzaya Bitia Silsilia Suzaya Bitia Silsilia Syaiful R M Nur Sylvia Natalia Tafonao, Talizaro Talizaro Tafonao Thobias Demetrius Asamai Tirza Jessica Tarapanajang Titin Aritonang Tumanggor, Folorisde Feriany Ucia Ucia Vanbe Toven Hulu Veithzal Rivai Zainal Viktor Deni Siregar Viky George Lettu Radja Pono Wangko, Cynthia Renita Wellem Sairwona Wellem Sairwona Widjaja, Fransiskus Irwan Wilfridus Duli Marin Winda Sari Rumahorbo Winda Sari Rumahorbo Wizaldy Fabiano Hilnicputro Yaaman Gulo Yanti Secilia Giri Yeni Y C Ndun Yoan Huke Yohana Siburian Yohannis Alberthus Yowenus Wenda Yulia Febriany Langobelen Yuniarti Yuniarti Yusak Hentrias Ferry Zilman Syarif