Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Makan dengan Status Gizi Siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Himayati Nurul Wahdah; Muhammad Syamsussabri; Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, asupan makan, dan status gizi pada siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan melibatkan 109 siswa berusia 15-18 tahun sebagai responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner food recall 24 jam, kuesioner aktivitas fisik, dan pengukuran antropometri untuk menentukan IMT/U berdasarkan standar z-score. Hasil penelitian menunjukkan 51,38% siswa tergolong kurang gizi, 42,02% normal, sebagian besar aktivitas fisik siswa dalam kategori sedang (60,55%), serta asupan energi, protein, dan lemak yang kurang sering ditemukan. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,396). Namun, terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (p=0,038), protein (p=0,020), lemak (p=0,000), dan karbohidrat (p=0,000) dengan status gizi. Kesimpulannya, status gizi siswa lebih dipengaruhi oleh kecukupan asupan nutrisi daripada tingkat aktivitas fisik.
Workshop Penelitian dan Pendidikan Lingkungan untuk Meningkatkan Wawasan Lingkungan pada Guru SMA di SMAN 1 Batu Sueb; Suhadi; Dini Resita Putri; Muhammad Syamsussabri
Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jpim.v3i2.466

Abstract

Pendidikan lingkungan berperan penting dalam menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada generasi muda bangsa. SMAN 1 Batu memiliki berbagai prestasi yang cukup baik, terutama jika dibandingkan dengan sekolah menengah atas lain di Kota Batu. Namun, masih jarang ditemukan guru yang melakukan penelitian murni, khususnya penelitian yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penelitian di bidang lingkungan, sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan pemahaman guru mengenai permasalahan lingkungan. Penelitian lingkungan yang dilakukan oleh guru dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai lingkungan. Workshop penelitian dan pendidikan lingkungan dilaksanakan di SMAN 1 Batu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi lembar observasi dan angket. Kegiatan dilaksanakan melalui program workshop yang berfokus pada pemberian materi teoretis sekaligus praktik penyusunan proposal penelitian lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru menjadi lebih terampil dalam menyusun proposal penelitian yang berfokus pada isu-isu lingkungan. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya nilai pada aspek sikap terhadap penelitian, kesadaran lingkungan, dan sikap peduli terhadap lingkungan.
Environmental Worldview of Biology Education Students: A Quantitative Assessment Across Gender and Learning Styles Muhammad Syamsussabri; Nurmaningsih
Journal of Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2026): July
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v4i2.2724

Abstract

Since environmental problems have reached a global level, it is important to determine reasons for people treating the environment badly. The New Ecological Paradigm Scale or the revised New Environmental Paradigm (NEP) Scale is an instrument used to measure environmental worldview. This study aimed to assess the environmental worldview of Biology education students using the New Ecological Paradigm Scale and see the differences in terms of gender and learning style. This research is included in a cross-sectional study (N = 170). The sample consisted of 143 females (84%) and 27 males (16%) distributed across three learning styles: visual, auditory, and motor, conducted among Biology education students in West Nusa Tenggara. Samples were taken using a cluster sampling design. The study utilized an adopted 15-item version of the revised NEP Scale (Dunlap et al., 2000), consisting of 8 positive and 7 negative statements rated on a 5-point Likert scale, with its validity and reliability statistically verified prior to the main survey. Data analysis was performed using ANOVA. The overall mean score for the New Ecological Paradigm Scale in this study was 59, which indicated a moderate environmental worldview. Descriptively, female students obtained a mean score of 58.5. Meanwhile, regarding learning modalities, students with visual, auditory, and motor learning styles all exhibited a uniformly moderate environmental worldview, with their respective mean scores tightly clustering within a narrow range of 58 to 59. Consequently, the ANOVA analysis confirmed that there are no statistically significant differences in the environmental worldview based on either gender (p = 0.953) or specific learning style categories (p = 0.781). This study revealed an overall moderate NEP response in undergraduate biology education students and identified specific areas where environmental education could play a role.
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pendapatan, dan Riwayat Pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK) terhadap Keterampilan Penilaian Status Gizi Melalui Pengukuran Antropometri Nonis Aprilianti; Muhammad Syamsussabri; Novia Arista; Nurmaningsih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v6i1.1668

Abstract

Keterampilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam melakukan pengukuran antropometri sangat penting untuk memperoleh data status gizi balita yang akurat. Faktor seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan diduga memengaruhi keterampilan teknis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat pelatihan dengan keterampilan TPK dalam penilaian status gizi balita melalui pengukuran antropometri di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 96 responden dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi keterampilan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman rho. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar TPK berpendidikan SMA/sederajat 40,6% dan perguruan tinggi 45,8%. Sebanyak 56,3% memiliki pendapatan setara UMK, dan 47,9% belum pernah mengikuti pelatihan. Sebanyak 43,8% TPK dinyatakan terampil dan 56,3% belum terampil. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (nilai p-value = 0,000; p = 0,699) dan tingkat pendapatan (nilai p-value = 0,000; p-value = 0,405). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara riwayat pelatihan (nilai p-value = 0,0198; p-value = -0,133). Kesimpulannya terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan keterampilan TPK dalam pengukruan antropometri, sedangkan riwayat pelatian tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.