Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Private Vehicle Dependency In Pontianak City Through The Social Action Perspective Dara Septika Natalia Anggraeni; Arkanudin; Sudirman; Herlan; Indah Listyaningrum
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 11 No 1 (2025): Vol 11 No.1
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.11.1.84-100

Abstract

In Pontianak City, the increasing reliance on private vehicles has significantly contributed to traffic congestion, environmental pollution, and challenges in urban mobility, raising critical concerns about the declining use of public transportation options such as the oplets. This study investigates the underlying reasons for the preference for private vehicles among the residents of Pontianak and examines the resulting impacts of the shift from public to private transportation. Grounded in Max Weber's Social Action Theory, the research employs a qualitative method involving 14 purposively selected informants, with data analyzed using Miles and Huberman’s Interactive Model. The findings reveal that residents favor private vehicles due to a combination of internal factors—such as flexibility, comfort, time efficiency, convenience, economic considerations, safety, and travel purposes—and external factors, including inadequate public transportation infrastructure and weather conditions. These factors reflect how individual motives, rational choices, and situational influences shape transportation behavior. The shift has led to various impacts, including traffic congestion, air and noise pollution, higher accident risks, reduced social interaction, social stratification, and increasing individualism. The study concludes that enhancing the quality, accessibility, and attractiveness of public transportation is essential to reduce overdependence on private vehicles and promote more sustainable urban mobility in Pontianak.
DIGTRASE (DIGITAL TRASH HOUSE) : OPTIMALISASI TPST MENJADI ZERO WASTE BERBASIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN MANAJEMEN PENGELOLAAN DIGITAL Andari, Syamsiyah Yuli Dwi; Nisrina, Sofia Bunga; Rahadiyan, Aristyo; Haq, Ahmad Thoriq Izzul; Handoyo, Tri; Hakim, Saila Najma; Saputra, Tio Eka; Amalia, Rizka; Rosadi, Muhammad Imron; Efsari, Aqilla Nur; Nasti, Elyanisa Maharani; Arifin, Muhammad Reza; Latif, Arkanudin
SEMANGGI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/sjpm.v3i2.339

Abstract

Desa  Potorono  adalah  desa  yang  memiliki  potensi  Embung Potorono dan Potorono Edu Park yang didukung dengan pengelolaan desa yang dibina oleh BUMDes setempat berupaya untuk meningkatkan eksistensi dari desa. Selain itu juga Desa Potorono sudah tersedia bangunan TPST yang merupakan suatu potensi yang dapat diberdayakan. Permasalahan yang terdapat di Desa Potorono yaitu pada manajemen sistem pada pengelolaan TPST yang belum terlaksana secara optimal karena  kurangnya  sumber  daya  tenaga kerja  yang membantu  dalam pengelolaan TPST dan jadwal pengambilan sampah yang kurang sistematis. Program pemberdayaan bertujuan agar warga Desa Potorono dapat mengelola TPST dengan sistem manajemen yang sistematis oleh kelompok masyarakat sehingga dapat searah dengan adanya BUMDes di desa tersebut. Metode pelaksaan pada program pemberdayaan ini dibagi menjadi dua roadmaps yaitu persiapan program dan pasca pelaksaan program. Solusi yang akan ditawarkan pada program pemberdayaan ini berorientasi pada prioritas permasalahan dimana terdapat program sistem informasi yang akan digunakan oleh masyarakat agar sistem informasi yang dibuat bisa terus terpakai kedepannya. Dengan dilaksanakan program pemberdayaan ini harapannya dapat memberikan luaran yang bermanfaat bagi berbagai pihak yang ada pada lini masyarakat Desa Potorono, antara lain berupa 1) buku pengembangan kapasitas dan soft skill tematik; 2) ringkasan eksekutif; 3)media publikasi berupa video; 4) poster dan profil hasil pelaksanaan program. Untuk luaran tambahan diantaranya 1) produk rill atau prototype; 2) artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional dan/atau internasional; 3) publikasi media massa; 4) modul atau manual pembelajaran. Adapun untuk keberlanjutan dari program pemberdayaan ini akan dikembangkan penjagaan sistem informasi digital dan pengolahan maggot lanjut. Selain itu penjualan produk maggot akan lebih diperluas dan akan meningkatkan kerja sama dengan stakeholder terkait
PERBANDINGAN PERFORMANSI MODEL NAIVE BAYES DALAM MENGANALISIS SENTIMEN MENGENAI E-SPORT MOBILE LEGENDS Arkanudin, Muhammad Aqil; Paputungan, Irving Vitra
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i3.1746

Abstract

Analisis sentimen merupakan salah satu metode dalam pemrosesan bahasa alami yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan opini atau emosi dalam suatu teks. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan tiga model Naïve Bayes—Multinomial Naïve Bayes, Gaussian Naïve Bayes, dan Bernoulli Naïve Bayes—untuk menganalisis sentimen komentar live chat turnamen E-Sports Mobile Legends di YouTube. Data dikumpulkan dari kolom live chat siaran grand final MSC 2023, kemudian dilakukan preprocessing dengan teknik tokenisasi, penghapusan stopwords, stemming, dan transformasi TF-IDF. Ketiga model Naïve Bayes diterapkan pada dataset yang telah diproses, dan kinerjanya dievaluasi menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bernoulli Naïve Bayes memberikan performa terbaik dengan akurasi dan F1-score tertinggi dibandingkan dengan model lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan Bernoulli lebih optimal dalam menangani karakteristik teks komentar live chat yang cenderung pendek dan mengandung banyak istilah informal. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam penerapan analisis sentimen untuk data teks tidak terstruktur dalam industri E-Sports.
Telaah Konsep Kepemimpinan dalam literatur Islam dan Indonesia Arkanudin, Ari
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.949 KB)

Abstract

Kepemimpinan adalah hal pokok yang ada dalam setiap organisasi, kelompok, negara bahkan agama. Karena menjadi faktor utama keberhasilan tujuan sebuah organisasi maupun kelompok. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Kepemimpinan adalah aktifitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam Islam merujuk pada kitab suci al-Qurân terdapat dua kata yang digunakan untuk menunjukkan makna kepemimpinan. Pertama, mengunakan istilah khalifah, dan kedua memakai istilah imam. Dalam kontek Indonesia kepemimpinan ialah presiden, presiden merupakan pemegang kekuasaan eksekutif pada sistem pemerintahan presidensial. Dan mekanisme kontrol dilakukan oleh lembaga perwakilan rakyat. Kata Kunci: Kepemimpinan, Khalifah, Presiden.
The effect of squat thrust, sit-up, and power leg exercises on football heading ability in 13-year-old students at persopi elang timur football academy Wawan Nur Rohman; Syamsuryadin, Syamsuryadin; Ibnu Danang Pratama; Abyan Aufa Al Hanif; Haziq Hanantoseno Maramis; Hassan Naufal Yahya; Rouf Azzam Rozaq; Muhammad Aulia Wirawan; Rafi Fadhil Asmi; Thoriq Arkanudin; Fathiya Salsabila Nur Aini
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to determine the effect of squat-thrust, sit-up, and leg power training towards the football heading ability of SSB Persopi ELTI (Persopi ELTI Football School) students in the age group of 13 years old. The heading ability must be possessed by every football player to attack and defend. This research was an experimental study with a squat pretest-posttest design. The research population included all SSB Persopi ELTI players in the age group of 13 years old totaling 24 students. The sampling technique was total sampling with the ordinal pairing division method. The research instrument was a heading test with a validation and reliability level of 0.746 and 0.818 while to analyze the data using the t-test. Based on the research findings, there is a significant effect of training with squat-thrust, sit-up, and leg power on the heading ability of SSB Persopi Elang Timur students in the age group of 13 years old. If you look at the mean difference at 1.66 where the mean pretest jump heading is at 2.50 and the posttest jump heading increases at 3.58. And the pretest normal heading is at 3.08 and the posttest normal heading increases at 5.42. Hence, it can be concluded that training with squat thrust, sit ups, and leg power contributes positively to improving the heading ability. This difference reflects an increase in jump heading at 66.68% while for normal heading at 54.12%. While for the control group, the pretest jump heading is at 1.8 and the posttest jump heading is at 2.17 and the pretest normal heading is at 2.42 and the posttest normal heading is at 3.50.
The Implementation of Character Education through the Habituation of Religious Practices Wakib Kurniawan; Untung Sih Nugroho; Ari Arkanudin
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v5i3.251

Abstract

This study aims to describe the implementation of character education through the habit of worship in Phase C students in grade 5 Andalusia at SD IT Cahaya Madani Pringsewu. Character education is an important part of the education process, especially at the elementary school level (SD), because this period is the initial phase of the formation of a child's personality. The habit of worship is seen as an effective means of instilling character values ​​such as discipline, responsibility, and religiosity. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the habit of worship at SD IT Cahaya Madani Pringsewu includes routine activities such as dhuha prayer, morning prayer, recitation of the Qur'an, congregational prayer and sharing activities. These activities are able to shape students' character in terms of discipline, obedience, social concern, and responsibility. Supporting factors for the implementation of this habit are full support from teachers and parents, as well as a religious school environment. The inhibiting factors are the lack of consistency of students at home and the level of student understanding which is still diverse. This study concludes that the habit of worship is an effective strategy in forming students' character from an early age.
Epistemologi Pendidikan Hukum Islam dalam Menghadapi Tantangan Dekonstruksi Otoritas Keagamaan di Era Digital Ari Arkanudin; Ulin Nuha; Ressi Susanti; Anggi Septia Nugroho
Bustanul Ulum Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Bustanul Ulum Journal of Islamic Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/bujie.v4i1.541

Abstract

This research is motivated by the shift in the paradigm of religious authority in the digital era, which has triggered a deconstruction of traditional scholarly hierarchies, where instant access to information often overlooks the need for methodological depth. This phenomenon poses a serious challenge to Islamic legal education, which has traditionally relied on sanad (chain of transmission) and institutional authority. The purpose of this study is to examine the epistemology of Islamic legal education in responding to these challenges and to map the scope of curriculum adaptation relevant to the dynamics of cyberspace. It employs a qualitative approach with library research, using the books and journals as primary sources, supported by relevant verses of Qur'an and their interpretation. Data were analyzed through content analysis. This results indicate that the epistemology of Islamic legal education needs to integrate bayānī (textual), burhānī (rational), and irfānī (intuitive/ethical) reasoning with critical digital literacy. The findings emphasize that confronting the deconstruction of authority is not achieved by isolating oneself from technology, but by reconstructing the role of educators from being the sole source of truth to becoming discourse facilitators capable of validating the originality of Islamic law amidst anonymous and fragmented information flows. This reorientation is crucial to ensure that the substance of Islamic law remains authoritative yet adaptive to the developments of the times
Pentingnya Rasa Malu Bagi Pelajar Dalam Bermedia Sosial Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Wikayatin; Ari Arkanudin; Wakib Kurniawan; Syarif Maulidin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6608

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan remaja, khususnya pelajar. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern. Namun, penggunaan media sosial yang tidak terkendali dapat menyebabkan lunturnya nilai moral dan etika, seperti penggunaan bahasa kasar, penyebaran konten negatif, hingga cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya rasa malu (haya’) bagi pelajar dalam bermedia sosial ditinjau dari perspektif Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui kajian Al-Qur’an, hadits, buku, jurnal, dan referensi ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa malu merupakan bagian dari iman yang berfungsi sebagai benteng moral dan kontrol diri dalam penggunaan media sosial. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai rasa malu agar pelajar mampu menggunakan media sosial secara bijak, sopan, dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Rasa Malu, Media Sosial, Pelajar, Pendidikan Agama Islam
Rekonstruksi Pendidikan Hukum Islam sebagai Fondasi Etika di Era Masyarakat 5.0 Ari Arkanudin; Miftahur Rohman
Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/fjpsi.v2i1.592

Abstract

The rapid transition toward Society 5.0 has introduced a complex landscape where advanced technology and human values intersect, often leading to ethical ambiguity in digital interactions. This study addresses the urgent need to reposition Islamic Legal Education not merely as a set of ritualistic rules but as a robust ethical foundation to navigate these contemporary challenges. The primary objective of this research is to reconstruct the framework of Islamic Legal Education by integrating the principles of Maqashid al-Shari’ah with modern digital ethics to ensure its relevance in a technology-driven civilization. This qualitative study employs a library research method with a philosophical-normative approach, analyzing various academic literacies concerning Islamic law and the characteristics of Society 5.0. The scope of the discussion covers the transformation of curriculum, pedagogical shifts, and the internalisation of prophetic values in digital spaces. The findings suggest that a reconstruction is essential through a paradigm shift from textual-formalistic learning to a more contextual-ethical approach. The study concludes that by emphasizing the protection of human dignity (hifz al-nafs) and intellect (hifz al-‘aql) within the curriculum, Islamic Legal Education can serve as a primary ethical filter against digital threats such as disinformation, cyber-crime, and dehumanization. This integration ensures that the advancement of Society 5.0 remains aligned with humanitarian values and spiritual integrity.
Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Tradisional melalui Bantuan Sembako di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Arkanudin; Arkanudin, Arkanudin; Batuallo, Ignasia Debbye; Junida, Dwi Surti; Hildawati, Hildawati; Larasati, Azizah; Wicaksono, Azzomarayosra
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5113

Abstract

Kenaikan biaya operasional dan fluktuasi pendapatan telah meningkatkan kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan tradisional di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memperkuat ekonomi rumah tangga nelayan melalui bantuan sembako sebagai intervensi jangka pendek sekaligus mendorong stabilitas konsumsi keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi menurunnya daya beli, ketidakpastian pendapatan akibat faktor cuaca dan harga bahan bakar, serta terbatasnya akses terhadap jaring pengaman sosial.Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyaluran bantuan sembako secara terarah, serta pendampingan sederhana terkait pengelolaan pengeluaran rumah tangga. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bantuan sembako mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga nelayan dalam jangka pendek, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta memberikan ruang bagi rumah tangga untuk mengalokasikan pendapatan pada kebutuhan produktif lainnya. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran dalam pengelolaan keuangan sederhana di kalangan penerima manfaat.Simpulannya, bantuan sembako efektif sebagai intervensi awal dalam penguatan ekonomi rumah tangga nelayan tradisional, namun perlu dikombinasikan dengan program pemberdayaan berkelanjutan agar dampaknya lebih signifikan dan jangka panjang. Strengthening the Economic Capacity of Traditional Fishermen’s Households through Basic Food Assistance in Sungai Kakap Village, Sungai Kakap Subdistrict, Kubu Raya Regency Abstract Rising operational costs and income fluctuations have increased the economic vulnerability of traditional fishing households in Sungai Kakap Village, Kubu Raya Regency. The objective of this Community Service (PKM) activity is to strengthen household economies through basic food assistance (sembako) as a short-term intervention while promoting household consumption stability. The main problems identified include declining purchasing power, income uncertainty due to weather conditions and fuel price volatility, and limited access to social safety nets.The method employed is a participatory approach involving needs assessment, targeted distribution of basic food assistance, and simple mentoring on household expenditure management. Data were collected through field observations, interviews, and documentation during the implementation of the program.The results indicate that basic food assistance effectively reduces short-term household expenditures, improves household food security, and provides opportunities for families to allocate income toward more productive needs. In addition, there is an observable increase in awareness of basic financial management among beneficiaries.In conclusion, basic food assistance serves as an effective initial intervention in strengthening the economic capacity of traditional fishing households; however, it needs to be integrated with sustainable empowerment programs to achieve more significant and long-term impacts.