Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN UMUR AKSEPTOR DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA SUNGAI PINANG BARU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK 2 TAHUN 2024 Chasanah, Putri Aulia; Suhrawardi, Suhrawardi; Zakiah, Zakiah; Yuniarti, Yuniarti
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v2i1.4759

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi yang disuntikan kedalam tubuh dalam jangka waktu tertentu. Salah satu tertinggi penggunaan kontrasepsi suntik yaitu kecamatan Sungai Tabuk sebanyak 5.271 (53,6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur akseptor dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi suntik di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian Pasangan Usia Subur. Sampel dalam Penelitian sejumlah 189 responden dengan Teknik Porpusive Sampling.Variabel independent dalam penelitian ini penggunaan kontrasepsi suntik dan variable dependent adalah umur akseptor dan dukungan suami. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan instrument mengisi kuisioner. Data dianalisa menggunakan uji Chi-Square dengan signifikan α=0,05. Penggunaan kontrasepsi suntik sebanyak 116 responden (61,4%) dan bukan kontrasepsi suntik 73 responden (38,6%). Jumlah umur reproduktif sebanyak 85 responden (45,0%) dan umur tidak reproduktif sebanyak 104 responden (55,0%). Jumlah mendukung sebanyak 96 responden (50,8%) dan tidak mendukung sebanyak 93 responden (49,2%). Tidak Adanya Hubungan antara umur akseptor dengan penggunaan kontrasepsi suntik dengan hasil nilai uji Chi-Square (0,841) dan ada hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan kontraseps suntik hasil uji Chi-Square (0,010). Dari hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan antara umur akseptor dengan penggunaan kontrasepsi suntik dan ada hubungan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi suntik.
HUBUNGAN PARITAS DAN POLA KONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS MARTAPURA 2 TAHUN 2024 Mutiara, Mutiara; Hipni, Rubiati; Suhrawardi, Suhrawardi; Yuliastuti, Erni
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v2i1.4760

Abstract

Latar belakang: Angka kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi di Puskesmas Martapura 2 termasuk dalam 5 besar Kabupaten Banjar yaitu 33,80%. Dengan prevalansi anemia yang meningkat dari 16.50% tahun 2022 menjadi 17.97% pada tahun 2023. Tujuan: untuk menganalisis hubungan paritas dan pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Martapura 2 tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan metode survey analitik desain Case Control. Populasi berjumlah 104 orang ibu hamil trimester III, sampel diambil menggunakan Random sampling, jumlah sampel case 52 ibu hamil trimester III yang anemia, sampel control 52 ibu hamil trimester III yang tidak anemia. Variabel Independen Paritas dan Pola Konsumsi, variabel dependen kejadian anemia pada ibu hamil. Pengumpulan data dari buku kohort, laporan bulanan cakupan Fe3 berdasarkan catatan riwayat ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya. Jenis data ordinal, dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji chi square melalui komputerisasi. Hasil: Didapatkan hasil dari 104 ibu hamil trimester III ada 52 orang (50,0%) ibu yang anemia, paritas berisiko 65 orang (62,5%),pola konsumsi tidak sesuai 57 orang (54,8%). Ada hubungan paritas dengan kejadian anemia p-value = 0,043 OR = 2,513, dan ada hubungan signifikan pada pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia p-value = 0,049) OR = 2,382. Kesimpulan: terdapat hubungan antara paritas dan pola konsumsi tablet Fe dengan kejadian Anemia pada ibu hamil. Diharapkan dengan edukasi tentang anemia dan pencegahannya dapat menekan angka kejadian anemia
HUBUNGAN FREKUENSI ANC DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Cahyani, Lia Dwi; Isnaniah, Isnaniah; Kristina, Efi; suhrawardi, suhrawardi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10646

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, seperti yang terjadi di Puskesmas Perawatan Simpang Empat, dengan 95 ibu hamil (18,8%) mengalami anemia pada tahun 2024. Kekurangan zat besi yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kematian saat melahirkan, berat badan lahir rendah, infeksi, keguguran, dan kelahiran prematur. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study untuk menganalisis hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dari 213 populasi ibu hamil yang memeriksakan kehamilan pada Januari–Juni 2024, sebanyak 68 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Buku KIA dan lembar pemantauan kadar hemoglobin, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 76,5% responden tidak mengalami anemia, sementara 23,5% lainnya menderita anemia. Responden yang memenuhi standar frekuensi ANC ≥6 kali mencapai 75,0%, sedangkan yang kurang dari 6 kali sebesar 25,0%. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi ANC dengan kejadian anemia (p=0,000). Frekuensi ANC yang sesuai standar terbukti meminimalkan risiko anemia melalui pemantauan rutin, sehingga tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemantauan dan penjaringan ibu hamil berisiko tinggi anemia, termasuk melalui kunjungan rumah Anemia in pregnant women remains a significant public health issue, as observed at the Simpang Empat Care Health Center, where 95 pregnant women (18.8%) experienced anemia in 2024. Untreated iron deficiency can lead to severe complications, including maternal mortality during childbirth, low birth weight, infections, miscarriages, preterm births, and postpartum hemorrhage. This study utilized a Cross-Sectional Study design to analyze the relationship between the frequency of antenatal care (ANC) visits and anemia occurrence among pregnant women. From a population of 213 pregnant women who attended prenatal check-ups from January to June 2024, 68 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through maternal and child health (MCH) books and hemoglobin monitoring sheets, analyzed using the Chi-Square test. The findings revealed that 76.5% of respondents did not experience anemia, while 23.5% did. Additionally, 75.0% of respondents met the standard ANC frequency of ≥6 visits, while 25.0% did not. A significant relationship was found between ANC frequency and anemia occurrence (p=0.000). Meeting the standard ANC frequency effectively minimizes the risk of anemia through regular monitoring. Therefore, healthcare professionals are encouraged to enhance monitoring efforts and outreach to high-risk pregnant women, including home visits
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI LANJUTAN DPT-HB-HIB DAN CAMPAK RUBELLA PADA ANAK BADUTA DI PUSKESMAS ANGSAU KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2024 Saptiningsih, Saptiningsih; Suhrawardi, Suhrawardi; Laili, Fitria Jannatul; Yuliastuti, Erni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10650

Abstract

Pada tahun 2023, cakupan imunisasi lanjutan DPT-Hb-Hib dan Campak Rubella di Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut masing-masing mencapai 42,4% dan 39,8%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis pengaruh pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan pada baduta. Sebanyak 85 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,021), dan dukungan keluarga (p=0,030) memiliki pengaruh signifikan terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan pada baduta. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut In 2023, the coverage of follow-up immunizations for DPT-Hb-Hib and Measles-Rubella at Angsau Health Center, Tanah Laut Regency, reached 42.4% and 39.8%, respectively, falling significantly below the national target of 95%. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach to examine the influence of maternal knowledge, maternal attitudes, and family support on the completeness of follow-up immunizations in toddlers. A total of 85 respondents were selected using purposive sampling, and data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed significant influences of maternal knowledge (p=0.000), maternal attitudes (p=0.021), and family support (p=0.030) on the completeness of follow-up immunizations in toddlers. In conclusion, there is a significant relationship between maternal knowledge, maternal attitudes, and family support and the completeness of follow-up immunizations in the working area of Angsau Health Center, Tanah Laut Regency
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN IBU HAMIL KEK PADA KELOMPOK IBU HAMIL DI DESA AWANG BANGKAL BARAT Suhrawardi, Suhrawardi; Januarsih, Januarsih; Isrowiyatun Daiyah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i6.8824

Abstract

If a pregnant woman experiences anemia and SEVERITY, she will be at risk during her pregnancy, childbirth and the baby that will be born. During pregnancy, pregnant women who experience anemia and SEVERITY are at risk of abortion, impaired growth of fetal brain cells, the distribution of nutrients from mother to fetus will also be severely disrupted, so that it will make the baby born potentially experience Low Birth Weight Babies (LBW) which if the condition is not handled will continue to stunting, fetal growth abnormalities and others. During childbirth, pregnant women who experience anemia and SEZ are at risk of bleeding during childbirth and in the last ten years, bleeding has always coexisted with Preeclampsia in the top two contributors to the Maternal Mortality Rate in Indonesia. Stunting in toddlers is influenced by maternal nutritional history such as chronic energy deficiency (CED) and iron nutritional anemia (AGB). The nutritional status of the mother before and during pregnancy can affect fetal growth. If the mother's nutritional status is normal before and during pregnancy, it is likely that she will give birth to a healthy, full-term baby with normal weight. Poor fetal growth of pregnant women with SEZ will result in low birth weight (LBW) babies. A pregnant woman will give birth to a healthy baby if her health and nutrition levels are in good condition
The Studi Komparasi Penggunaan E-Booklet Dan Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Tahun 2024 Azzahra, Refina; Suhrawardi, Suhrawardi; Hipni, Rubiati; Kirana, Rita
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v8i2.163

Abstract

Anemia among pregnant women in Indonesia is still high, reaching 48.9%, which can cause serious pregnancy complications. To analyze the difference in effectiveness between the use of e-booklets and pocketbooks in improving pregnant women's knowledge about anemia prevention in the working area of Puskesmas Martapura 2.This study used a quantitative method with a quasy-experiment design, involving two experimental groups: the e-booklet group and the pocket book group. The study population was pregnant women in the working area of Puskesmas Martapura 2, with purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires distributed using Google Form to assess pregnant women's knowledge about anemia prevention before and after the intervention. Data were analyzed using the Mann-Whitney test to compare the effectiveness of the two educational media. The results showed that both methods were considered equally effective in increasing pregnant women's knowledge about anemia prevention (E-Booklet p=0.097 and Pocket Book p=0.155). There was no difference between the use of e-booklets and pocketbooks. Both methods are equally effective in improving pregnant women's knowledge about anemia prevention. Keywords: Anemia, pregnant women, e-booklet, pocket book, knowledge
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PERAWATAN LASUNG TAHUN 2024 Mardiana, Mardiana; Isnaniah, Isnaniah; Hapisah, Hapisah; Suhrawardi, Suhrawardi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i3.10962

Abstract

Data dari Puskesmas Perawatan Lasung menunjukkan bahwa 30% dari 238 ibu hamil mengalami anemia, sehingga kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah menjadi faktor penting dalam pencegahan anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 70 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,9% ibu hamil patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah, dan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p=0,000). Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terbukti berperan penting dalam mencegah anemia, sehingga edukasi mengenai pentingnya konsumsi rutin tablet tambah darah perlu ditingkatkan oleh Puskesmas Perawatan Lasung Data from the Lasung Care Health Center revealed that 30% of 238 pregnant women experienced anemia, highlighting the importance of adherence to iron tablet consumption in preventing anemia during pregnancy. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 70 respondents selected through Accidental Sampling. Data were collected using questionnaires and secondary data, then analyzed using the Chi-square test with a significance value of p < 0.05. The results showed that 72.9% of pregnant women adhered to iron tablet consumption, and there was a significant relationship between adherence to iron tablet consumption and the incidence of anemia (p=0.000). Adherence to iron tablet consumption plays a critical role in preventing anemia, emphasizing the need for the Lasung Care Health Center to enhance education on the importance of routine iron tablet consumption
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor Di PMB DN Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kota Banjarbaru Habibah, Nor; Yuliastuti, Erni; Suhrawardi, Suhrawardi; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.244

Abstract

Latar belakang : Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu program pemerintah dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Pada tahun 2023 jumlah akseptor KB suntik di wilayah Kota Banjarbaru Selatan sebanyak 23.519 orang (55,3%). Efek samping yang sering ditemukan pada penggunaan kontrasepsi suntik adalah kenaikan berat badan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di PMB DN, didapatkan dari 9 akseptor KB suntik dengan lama penggunaan 1-2,5 tahun (sedang) sebanyak 7 orang (77,8%) mengalami peningkatan berat badan. Tujuan : mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor di PMB DN. Metode : Penelitian ini adalah survey analitik, dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini 248 akseptor KB suntik di PMB DN. Sampel penelitian ini 228 akseptor. Variabel dalam penelitian ini adalah lama penggunaan kontrasepsi suntik dan peningkatan berat badan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari status akseptor KB dilakukan uji menggunakan uji chi square. Hasil : Akseptor yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 114 akseptor (50,0%) dari 228 akseptor. Sebagian besar akseptor yang mengalami peningkatan berat badan menggunakan kontrasepsi suntik selama >2,5 tahun (lama) sebanyak 65 akseptor (57,0%). Hasil uji Chi Square menunjukkan p-value 0,008 <α0,05, artinya ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor. Kesimpulan : Lama penggunaan kontrasepsi suntik berpengaruh terhadap peningkatan berat badan akseptor. Diharapkan tenaga kesehatan selalu memberikan informasi mengenai efek samping penggunaan kontrasepsi dalam jangka panjang sehingga akseptor dapat mengetahui dengan baik terkait kontrasepsi yang akan digunakannya.
Hubungan Pekerjaan Dana Akses Pelayanan Kesehatan Dengan Kunjungan K4 Pada Ibu Hamil di Puskesmas Lontar Tahun 2024 Rabianti, Sulistina; Hipni, Rubiati; Dewi, Vonny Khresna; Suhrawardi, Suhrawardi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.253

Abstract

Latar Belakang: Antenatal care (ANC) merupakan pelayanan antenatal komprehensif berkualitas yang diberikan kepada ibu. Pelayanan antenatal harus dilakukan secara rutin terpadu dan sesuai sandar pelayanan yang berkualitas. K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kompeten untuk mendapatkan pelayanan antenatal terpadu dan komprehensif sesuai standar minimal 4 kali dengan distribusi waktu: 1 kali pada trimester pertama (0-12 minggu), 1 kali pada trimester kedua (>12minggu -24 minggu), dan 3 kali pada trimester ketiga (>24 minggu sampai dengan kelahiran). Kunjungan antenatal bisa lebih dari 4 kali sesuai kebutuhan (jika ada keluhan, gangguan kehamilan). Dari studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan April 2024 3 dari 10 ibu hamil melakukan kunjungan K4 di Puskesmas Lontar hanya ada 4 orang ibu yang melakukan kunjungan k4 sesuai standar, 2 orang ibu melakukan K1 pada trimester 2, 4 orang ibu tidak rutin melakukan kunjungan. Tujuan penelitian: menganalisa Hubungan pekerjaan dan akses pelayanan kesehatan dengan kunjungan K4 pada ibu hamil di Puskesmas Lontar Tahun 2024. Metode penelitian:: kuantitatif cross sectional study. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 Ibu hamil. Hasil Penelitian : Dari 84 responden masing-masing 42 (50%) melakukan kunjungan dan tidak melakukan kunjungan, mayoritas responden tidak bekerja sebanyak 53 (63,1%) akses mudah sebanyak 45 (53,6 %). Hasil uji statistik chi square pekerjaan menunjukkan ρ-value 0,458 > 0,05 dan akses . Ada hubungan yang bermakna antara  Akses ρ-value 0,000 < α 0,05. Kesimpulan Pekerjaan ibu merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pekerjaan ibu dapat menjadi hambatan dalam memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, oleh karena itu program edukasi yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk meningkatkan angka pemberian ASI Eksklusif di kalangan ibu bekerja dan yang memiliki pendidikan rendah.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi (Fe) Di Wilayah Kerja Puskesmas Pudi Kecamatan Kelumpang Utara Kabupaten Kotabaru Tahun 2024 Bangun, Vebry Erika Yanti; Rafidah, Rafidah; Tunggal, Tri; Suhrawardi, Suhrawardi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.256

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan suatu kondisi dimana berkurangnya jumlah sel darah merah, kapasitas hemoglobin dan volume hematokrit dibawah nilai normal. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh ibu hamil. Di Indonesia, kejadian anemia pada ibu hamil masih cukup sering dijumpai. Salah satu cara untuk mencegah anemia pada ibu hamil adalah dengan mengonsumsi tablet besi (Fe). Namun, kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi masih rendah, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengetahuan dan sikap yang nantinya akan mempengaruhi terbentuknya perilaku kesehatan. Tujuan penelitian Mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi (Fe) di Wilayah Kerja Puskesmas Pudi Kecamatan Kelumpang Utara Kabupaten Kotabaru Tahun 2024. Metode penelitian: Observational analytic dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan metode accidental sampling dengan responden sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan pada penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang yaitu 44%, dan sebagian besar responden memiliki sikap yang sangat negatif yaitu 39%, serta mayoritas responden yaitu 56% responden tidak patuh. Dibuktikan dengan uji statistik chi-square menunjukkan hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe). Kesimpulan ; Dari hasil Penelitian ini disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet besi.