Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIFITAS AIR KELAPA MUDA DAN BIOURIN SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP VIABILITAS BENIH INDIGOFERA (Indigofera ollingeriana) PADA MEDIA TANAM YANG BERBEDA Ali, Najmah; Dahniar, Dahniar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3851

Abstract

Indigofera (Indigofera zollingeriana) is a tree legume type of forage that has good nutritional content for ruminants and can be harvested periodically without having to replant it. The aim of the research was to see the effectiveness of soaking seeds in young coconut water and biourine in the planting medium of compost, cocopeat and a combination of compost + cocopeat on the ability to germinate, number of leaves and height of indigofera plants (Indigofera zollingeriana). The materials used are certified indigofera seeds from the Jonggol Livestock Research and Education Unit, Bogor Agricultural Institute, young coconut water, compost, biourine, cocopeat and water. This research used a Completely Randomized Factorial Design. Factor A is coconut water and biourine, factor B is compost, cocopeat and compost+cocopeat planting media. The parameters observed were germination percentage, number of leaves and plant height. The results showed that soaking seeds with young coconut water and biourine had an effect on germination. Compost, cocopeat and compost + cocopeat planting media have an effect on plant height. There is an interaction between soaking seeds using young coconut water and biourine in compost, cocopeat, compost+cocopeat planting media on the percentage of seed germination. Keywords:  coconut water, goat biourine, cocopeat, viability, germination. INTISARIIndigofera (Indigofera zollingeriana) adalah merupakan  hijauan pakan ternak berjenis leguminosa pohon yang memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk ternak ruminansia dan dapat dipanen secara berkala tanpa harus menanamnya kembali.   Tujuan penelitian adalah untuk melihat efektifitas perendaman benih dengan air kelapa muda dan biourin  pada  media tanam kompos, cocopeat dan kombinasi kompos + cocopeat terhadap kemampuan berkecambah, jumlah daun dan tinggi tanaman indigofera (Indigofera zollingeriana). Materi yang digunakan adalah  benih indigofera tersertifikasi dari Unit Penelitian dan Pendidikan Peternakan Jonggol Institut Pertanian Bogor, air kelapa muda, kompos, biourin, cocopeat dan air.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial. Faktor A adalah air kelapa dan biourin, faktor B adalah media tanam kompos, cocopeat dan kompos+cocopeat.  Parameter yang diamati adalah persentase perkecambahan, jumlah daun dan tinggi tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dengan air kelapa muda dan biourin berpengaruh terhadap perkecambahan. Media tanam kompos, cocopeat dan kompos + cocopeat  berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Terdapat interaksi antara perendaman benih menggunakan air kelapa muda dan biourin  pada media tanam kompos, cocopeat,  kompos+cocopeat  terhadap persentase perkecambahan benih.  Kata-kata kunci: air kelapa muda, biourin kambing, cocopeat, viabilitas dan perkecambahan.
Feasibility of Layer Duck Farming in Wonomulyo Subdistrict, Polewali Mandar Regency Ali, Najmah; Suhartina; Utami, Rahmawati Ning; Dahniar; Fadilah, Nur
Bantara Journal of Animal Science Vol. 7 No. 2 (2025): BJAS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v7i2.7308

Abstract

Duck egg farming is one of the important sources of income for rural communities, and the success of this business largely depends on cost efficiency and the level of profit obtained. This study aims to analyze the cost structure, revenue, and financial feasibility of duck egg farming in Wonomulyo Subdistrict based on the average data from 70 respondents. Data were collected through a survey method with structured interviews regarding the number of livestock, land area, production costs, and farm revenue. The results showed that the average number of ducks reared was 130 birds with an average land area of approximately 25 m² per farmer. Variable costs reached IDR 52,364,000 per year, while fixed costs amounted to IDR 5,190,000 per year, resulting in an average total production cost of IDR 57,554,000 per year. The average revenue from egg production was IDR 65,000,000 per year, yielding a net profit of IDR 7,446,000. Financial feasibility analysis indicated an R/C ratio of 1.13, a Break Even Point (BEP) of 28,777 eggs, and a Return on Investment (ROI) of 12.9% per year. These values demonstrate that duck egg farming is feasible to continue, as revenue exceeds production costs, profits are positive, and production is above the break-even point. The business can be further developed by improving cost efficiency and optimizing livestock productivity.
PENERAPAN TEKNOLOGI KONSERVASI HIJAUAN PAKAN BERSERAT PADA KELOMPOK TANI BUKIT BERBUNGA DESA TARAMANU TUA KABUPATEN POLEWALI MANDAR Ali, Najmah; Hikmawaty, Hikmawaty
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2203

Abstract

Program kemitraan masyarakat desa (PKM/D) yang dilakukan di Desa Taramanu Tua Kecamatan Tutar Kabupaten Polman bertujuan untuk mengedukasi anggota Kelompok Tani Bukit Berbunga dan masyarakat lainnya untuk melakukan konservasi hijauan pakan dan limbah pertanian dalam bentuk silase komplit.  Pelaksanaan kegiatan berlangsung di salah satu rumah warga, sebanyak 30 orang yang ikut terlibat.  Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan FGD, penyuluhan, praktek langsung dan pendampingan dilakukan setelah program berakhir.  Bahan pakan yang dbuat silase terdiri dari rumput gajah, kulit buah kakao, kulit kopi dan EM 4 peternakan.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi trend peningkatan pengetahuan dan skill anggota kelompok tani terkait bahan-bahan pakan, teknologi pengawetan pakan bentuk silase dan penilaian kualitas silase komplit.  Pada akhirnya semua peserta dapat membuat silase komplit secara mandiri dan teknik penyajian silase komplit tersebut jika akan diberikan kepada ternak.  Abstract. The village community partnership program (PKM/D) carried out in Taramanu Tua Village, Tutar District, Polman Regency aims to educate members of the Bukit Berbunga Farmers Group and other communities to conserve forage and agricultural waste in the form of complete silage.  The activity took place in one of the residents' houses, as many as 30 people were involved.  The method of implementing service is by conducting FGDs, counseling, direct practice and mentoring carried out after the program ends.  The feed ingredients used to make silage consist of elephant grass, cocoa shells, coffee shells and EM 4 livestock.  The results of the service show that there is a trend of increasing knowledge and skills of farmer group members regarding feed ingredients, silage form feed preservation technology and complete silage quality assessment.  In the end, all participants were able to make complete silage independently and the techniques for serving complete silage when it was to be given to livestock.
TEKNOLOGI BIOFERMENTASI LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNTUK PRODUKSI PAKAN DAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN PADA KELOMPOK TANI ANGGUNING DESA PAMBOBORANG MAJENE Susanti, Irma; Ali, Najmah; Wakiah, Nurul; Dirpan, Andi; Mustabi, Jamila
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2675

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Angguning Desa Pamboborang Kabupaten Majene, dalam memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan melalui penerapan teknologi biofermentasi untuk menghasilkan pakan dan pupuk organik yang ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pengetahuan petani dalam mengolah jerami bawang, feses dan urin ternak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, limbah menumpuk di sekitar lahan dan lingkungan, sementara kebutuhan pakan berkualitas dan pupuk organik semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi tepat guna yang mudah diaplikasikan dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan intensif terkait teknologi biofermentasi untuk pembuatan pakan silase, pupuk organik padat, dan pupuk organik cair. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis menggunakan bahan lokal yang tersedia melimpah. Penerapan teknologi dilakukan melalui praktik langsung oleh petani, yang kemudian dimonitor dan dievaluasi menggunakan pendekatan pretestposttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan petani mengolah limbah menjadi pakan dan pupuk. Petani mampu memproduksi silase berkualitas baik dengan aroma asam segar dan tekstur yang sesuai, serta menghasilkan kompos dan pupuk cair yang dapat diaplikasikan pada pertanaman hortikultura. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengurangi penumpukan limbah, meningkatkan efisiensi biaya produksi, dan mendorong terbentuknya sistem pertanian-peternakan terintegrasi berbasis zero waste. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap produktivitas, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian kelompok tani.
PENERAPAN TEKNOLOGI GREEN CONCENTRATE PELLET SEBAGAI SOLUSI PENYEDIAAN PAKAN KAMBING BERKELANJUTAN PADA KELOMPOK TANI SILOLONGI DESA SUMARRANG POLEWALI MANDAR Ali, Najmah; Dahniar, Dahniar; Agustina, Agustina
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2618

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor utama penentu produktivitas ternak kambing, namun ketersediaan hijauan berkualitas selalu menjadi kendala terutama pada musim kemarau. Kegiatan Program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Silolongi di Desa Sumarrang Kecamatan Campalagian melalui penerapan teknologi green concentrate pellet berbasis hijauan indigofera. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan pellet, pendampingan penggunaan peralatan. Bahan utama yang digunakan adalah hijauan indigofera, dedak padi dan molasses. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam menyusun formulasi dan memproduksi pellet yang baik. Selain itu terjadi peningkatan pemahaman peternak terhadap pentingnya manajemen pakan dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada penyediaan pakan yang lebih awet, efesien dan mudah disimpan, sehingga mendukung keberlanjutan usaha ternak di lokasi mitra kegiatan.
PkM, PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENGEMBALIKAN MASA KEJAYAAN KAKAO DI DESA PADANG TIMUR KABUPATEN POLEWALI MANDAR) Abd. Jamal; Mardjani Aliyah Abdul Namim; Satriani Satriani; Najmah Ali
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2025): Sipissangngi Volume 5, Nomor 3, September 2025
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i3.6732

Abstract

Desa Padang Timur pernah merasakan masa kejayaan kakao pada tahun 1997, namun serangan hama penyakit di tahun 2000-an menyebabkan kakao tidak lagi menjadi primadona petani. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan kembali Desa Padang Timur sebagai sentra kakao di Polewali Mandar melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi melibatkan 25 anggota Kelompok Tani "Tayang Pammase". Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan mitra dari 9,75% menjadi 85,75% dan kemampuan manajemen kelompok dari 12,65% menjadi 98,35%. Dampak nyata yang dicapai meliputi produksi pupuk organik 50-100 kg/bulan, penurunan serangan hama dari 25% menjadi 7%, dan peningkatan harga jual biji kakao fermentasi mencapai Rp. 90.000-120.000/kg dibandingkan non-fermentasi Rp. 45.000-50.000/kg. Program berhasil membangun kemandirian kelompok dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia.
TEKNOLOGI FERMENTASI BATANG PISANG SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF TERNAK KAMBING PADA KELOMPOK TANI SAMALEWU Sitti Nurani Sirajuddin; Setiawan Putra Syah; Najmah Ali
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9932

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Samalewu di Desa Tandasura yang menghadapi keterbatasan hijauan pakan, khususnya pada musim kemarau, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah batang pisang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah batang pisang menjadi pakan alternatif melalui teknologi fermentasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 28 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak tentang pemanfaatan limbah pertanian dari 44–50% menjadi 80–90%. Pengetahuan teknis pembuatan silase meningkat dari 13% menjadi 74%, serta pemahaman manfaat silase meningkat dari 0% menjadi 63%. Selain itu, peserta mampu menghasilkan silase dengan kualitas fisik baik. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peternak serta mendukung efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan