Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Feasibility of Layer Duck Farming in Wonomulyo Subdistrict, Polewali Mandar Regency Ali, Najmah; Suhartina; Utami, Rahmawati Ning; Dahniar; Fadilah, Nur
Bantara Journal of Animal Science Vol. 7 No. 2 (2025): BJAS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v7i2.7308

Abstract

Duck egg farming is one of the important sources of income for rural communities, and the success of this business largely depends on cost efficiency and the level of profit obtained. This study aims to analyze the cost structure, revenue, and financial feasibility of duck egg farming in Wonomulyo Subdistrict based on the average data from 70 respondents. Data were collected through a survey method with structured interviews regarding the number of livestock, land area, production costs, and farm revenue. The results showed that the average number of ducks reared was 130 birds with an average land area of approximately 25 m² per farmer. Variable costs reached IDR 52,364,000 per year, while fixed costs amounted to IDR 5,190,000 per year, resulting in an average total production cost of IDR 57,554,000 per year. The average revenue from egg production was IDR 65,000,000 per year, yielding a net profit of IDR 7,446,000. Financial feasibility analysis indicated an R/C ratio of 1.13, a Break Even Point (BEP) of 28,777 eggs, and a Return on Investment (ROI) of 12.9% per year. These values demonstrate that duck egg farming is feasible to continue, as revenue exceeds production costs, profits are positive, and production is above the break-even point. The business can be further developed by improving cost efficiency and optimizing livestock productivity.
PENERAPAN TEKNOLOGI KONSERVASI HIJAUAN PAKAN BERSERAT PADA KELOMPOK TANI BUKIT BERBUNGA DESA TARAMANU TUA KABUPATEN POLEWALI MANDAR Ali, Najmah; Hikmawaty, Hikmawaty
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2203

Abstract

Program kemitraan masyarakat desa (PKM/D) yang dilakukan di Desa Taramanu Tua Kecamatan Tutar Kabupaten Polman bertujuan untuk mengedukasi anggota Kelompok Tani Bukit Berbunga dan masyarakat lainnya untuk melakukan konservasi hijauan pakan dan limbah pertanian dalam bentuk silase komplit.  Pelaksanaan kegiatan berlangsung di salah satu rumah warga, sebanyak 30 orang yang ikut terlibat.  Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan FGD, penyuluhan, praktek langsung dan pendampingan dilakukan setelah program berakhir.  Bahan pakan yang dbuat silase terdiri dari rumput gajah, kulit buah kakao, kulit kopi dan EM 4 peternakan.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi trend peningkatan pengetahuan dan skill anggota kelompok tani terkait bahan-bahan pakan, teknologi pengawetan pakan bentuk silase dan penilaian kualitas silase komplit.  Pada akhirnya semua peserta dapat membuat silase komplit secara mandiri dan teknik penyajian silase komplit tersebut jika akan diberikan kepada ternak.  Abstract. The village community partnership program (PKM/D) carried out in Taramanu Tua Village, Tutar District, Polman Regency aims to educate members of the Bukit Berbunga Farmers Group and other communities to conserve forage and agricultural waste in the form of complete silage.  The activity took place in one of the residents' houses, as many as 30 people were involved.  The method of implementing service is by conducting FGDs, counseling, direct practice and mentoring carried out after the program ends.  The feed ingredients used to make silage consist of elephant grass, cocoa shells, coffee shells and EM 4 livestock.  The results of the service show that there is a trend of increasing knowledge and skills of farmer group members regarding feed ingredients, silage form feed preservation technology and complete silage quality assessment.  In the end, all participants were able to make complete silage independently and the techniques for serving complete silage when it was to be given to livestock.
TEKNOLOGI BIOFERMENTASI LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNTUK PRODUKSI PAKAN DAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN PADA KELOMPOK TANI ANGGUNING DESA PAMBOBORANG MAJENE Susanti, Irma; Ali, Najmah; Wakiah, Nurul; Dirpan, Andi; Mustabi, Jamila
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2675

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Angguning Desa Pamboborang Kabupaten Majene, dalam memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan melalui penerapan teknologi biofermentasi untuk menghasilkan pakan dan pupuk organik yang ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pengetahuan petani dalam mengolah jerami bawang,  feses dan urin ternak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, limbah menumpuk di sekitar lahan dan lingkungan, sementara kebutuhan pakan berkualitas dan pupuk organik semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi tepat guna yang mudah diaplikasikan dan berkelanjutan.  Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan intensif terkait teknologi biofermentasi untuk pembuatan pakan silase, pupuk organik padat, dan pupuk organik cair. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis menggunakan bahan lokal yang tersedia melimpah. Penerapan teknologi dilakukan melalui praktik langsung oleh petani, yang kemudian dimonitor dan dievaluasi menggunakan pendekatan pretest–posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.  Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan petani mengolah limbah menjadi pakan dan pupuk. Petani mampu memproduksi silase berkualitas baik dengan aroma asam segar dan tekstur yang sesuai, serta menghasilkan kompos dan pupuk cair yang dapat diaplikasikan pada pertanaman hortikultura. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengurangi penumpukan limbah, meningkatkan efisiensi biaya produksi, dan mendorong terbentuknya sistem pertanian-peternakan terintegrasi berbasis zero waste. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap produktivitas, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian kelompok tani.
PENERAPAN TEKNOLOGI GREEN CONCENTRATE PELLET SEBAGAI SOLUSI PENYEDIAAN PAKAN KAMBING BERKELANJUTAN PADA KELOMPOK TANI SILOLONGI DESA SUMARRANG POLEWALI MANDAR Ali, Najmah; Dahniar, Dahniar; Agustina, Agustina
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2618

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor utama penentu produktivitas ternak kambing, namun ketersediaan hijauan berkualitas selalu menjadi kendala terutama pada musim kemarau.  Kegiatan Program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Silolongi di Desa Sumarrang Kecamatan Campalagian melalui penerapan teknologi green concentrate pellet berbasis hijauan indigofera.  Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan pellet, pendampingan penggunaan peralatan.  Bahan utama yang digunakan adalah hijauan indigofera, dedak padi dan molasses.  Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam menyusun formulasi dan memproduksi pellet yang baik.  Selain itu terjadi peningkatan pemahaman peternak terhadap pentingnya manajemen pakan dan pemanfaatan sumber daya lokal.  Kegiatan ini berkontribusi pada penyediaan pakan yang lebih awet, efesien dan mudah disimpan, sehingga mendukung keberlanjutan usaha ternak di lokasi mitra kegiatan.