Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BONGGOL PISANG KEPOK KUNING (Musa acuminata Colla) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Kitia Rani; Mahfur Mahfur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2, No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3065

Abstract

Bonggol pisang kepok kuning merupakan bagian bawah batang pisang membentuk umbi yang belum banyak dimanfaatkan. Pada penelitian bonggol pisang kepok kuning dikembangkan sebagai agen antiinflamasi, antibakteri, dan dapat menurunkan kadar gula darah karena memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian sebelumnya pada ekstrak bonggol pisang kepok kuning mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid total yang terdapat pada ekstrak bonggol pisang kepok kuning (Musa acuminata Colla) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental. Ekstraksi menggunakan dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dan senyawa flavonoid diidentifikasi secara kualitatif menggunakan pereaksi warna Sitroborat, Bate Smite-Metcalfe, NaOH 10% dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pada analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan kemampuan flavonoid membentuk kompleks dengan reagen AlCl3 menggunakan baku pembanding kuersetin. Hasil penelitian identifikasi kualitatif ekstrak bonggol pisang kepok kuning (Musa acuminata Colla) dengan baku pembanding (kuersetin) menggunakan uji pereaksi warna flavonoid dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) terbukti mengandung flavonoid. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan metode AlCl3 dengan kuersetin sebagai standar pembanding. Pengukuran dilakukan dalam panjang gelombang maksimum 414 nm dengan operating time 8 menit. Hasil yang didapat kadar flavonoid total sebesar 0,29713 mg QE/g.Kata kunci :  bonggol pisang kepok kuning, ekstraksi, KLT, spektrofotometri UV-Vis 
Skrining Fitokimia Dan Uji Kadar Kurkumin Pada Fraksi Etil Asetat Rimpang Kunyit (Curcuma Longa) Dengan Metode Klt Dan Spektrofotometri Uv-Vis Aprilya Kumala Shary; Mahfur Mahfur
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 37, No 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.3080

Abstract

Turmeric (Curcuma longa) is a medicinal plant from the Zingiberaceae family which has the potential to be developed as a superior plant that has benefits and efficacy as a medicinal ingredient. Turmeric has a yellow dye called curcuminoids as much as 5% (50-60% curcumin, demethoxycurcumin and bisdemethoxycurcumin). The very basic content of turmeric is Curcuma or curcumin because it has the largest component. The purpose of this study was to determine the phytochemical content by conducting a screening test on the ethyl acetate fraction of turmeric rhizome using the TLC method and UV-Vis Spectrophotometry. This research method used descriptive method by means of observation or non-experimental. Phytochemical screening included tests for flavonoids, alkaloids, saponins, phenols, tannins and steroids/triterpenoids which carried out to determine the class of compounds contained in turmeric rhizome. The ethyl acetate fraction in turmeric rhizome suspected to contain curcumin, so a test for the levels of curcumin contained in turmeric rhizome was carried out. The results showed that the positive turmeric rhizome samples contained flavonoids, tannins, phenols and steroids. As well as negatively contain alkaloid compounds and saponins. The results of identification with TLC samples containing curcumin compounds according to the literature and the standard Rf value of curcumin is 0.75-0.80. The assay results using the UV-Vis Spectrophotometry method for the ethyl acetate fraction of turmeric rhizome samples yielded an average concentration of 159.79 mg⁄g.
Sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar Di Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan Khafid Mahbub; Mahfur Mahfur; Mochammad Ardy Wiyono; Noni Nur Ekayanti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.2084

Abstract

Medicine are something that is very easy to get. However, the lack of knowledge about drug management from getting it to disposing of it can cause various problems. In an effort to improve health, it is necessary to provide optimal education to the public to increase the level of public awareness of health. The purpose of carrying out this service is to increase the awareness of the people of Bandengan village in DAGUSIBU medicine. The implementation method used is the lecture method or direct presentation and discussion to the public. The results show that the role of education can increase the knowledge of the community related to drug management, starting from how to get it to properly dispose of the drug. This is shown by the increase in pre-test and post-test scores with significant results.
The Optimation of Fermentation Time, Antibacterial Activity and Profiling Secondary Metabolite of Symbiont Fungi from Sponge Gelliodes fibulata Rusmalina, Siska; Mahfur, Mahfur; Hasanah, Nunung; Wiyono, Mochamad Ardy; Ekayanti, Nonik Nur; Nathania, Jacinda Caroline
Pharmaciana Vol. 14 No. 2 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i2.27137

Abstract

Symbiont fungi are organisms that live in sponges tissue. Sponges are known to contain many metabolites which have the potential to be used as raw materials for medicine. Sponge Gelliodes fibulata is belongs to category demospongiae. The purpose of this study was to determine the optimal time to obtain the best secondary metabolite profile results in the sponge symbiont fungus Gelliodes fibulata. This research is included in experimental research. Beginning with the fungi culture of the sponge Gelliodes fibulata. Followed by a fermentation process with variations in time 2, 4, 6, 8, 10, 12, and 14 days to get the secondary metabolites produced. A liquid extraction process is carried out to obtain secondary metabolites produced during fermentation. The final stage is to carry out qualitative analysis with TLC and antibacterial testing with the well-diffusion method. The results obtained show that the long fermentation time influences the secondary metabolites obtained, and the metabolites possessed influence their antibacterial activity. The profile of secondary metabolites from TLC showed that the 10th day of fermentation had the most complex secondary metabolites and the highest yield 0.086%. The results of antibacterial activity showed that the 10th day of fermentation had the largest inhibition zone with 7.75 ± 0.44 mm compared to the other days of fermentation.
NARRATIVE REVIEW: KAJIAN FITOKIMIA DAN MEKANISME AKSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TANAMAN NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAM.) Quintanuha Meisa, Salsabiela; Mahfur, Mahfur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1, No 01 (2022): BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i01.2041

Abstract

Latar bekalang : Antioksidan adalah senyawa yang memiliki berat molekul kecil namun dapat mengeliminasi senyawa radikal bebas di dalam tubuh sehingga tidak menginduksi suatu penyakit.             Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) memiliki banyak kandungan antioksidan di dalamnya mulai dari akar, batang, daun, buah, biji, dan kulit. Kajian aspek fitokimia meliputi kandungan kimia yang ada pada akar, bunga, daun, biji, kulit dan buah.Tujuan : Untuk mendeskripsikan fitokimia dan mekanisme aksi aktivitas antioksidan pada tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam). Analisa penelitian kelayakan jurnal dilakukan dengan cara menyaring dengan semua jurnal yang ditemukan pada basis data berdasarkan judul, abstrak, dan kriteria inklusi yang sesuai dengan judul penelitian dengan menggunkan metode PICO.Metode : Penelitian ini menggunakan metode Narrative Review, dimana jurnal literature diperoleh dari database Google Scholar, Elsevier, dan PubMed yang ditemukan berdasarkan kata kunci yang dipilih. Kemudian jurnal dilakukan identifikasi dengan database Scorpus dan Sinta.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa fitokimia terbanyak yang dihasilkan adalah golongan fenolik. Golongan fenolik memiliki beberapa turunan salah satunya adalah flavonoid. Sedangkan mekanisme aktivitas antioksidan banyak digunakan adalah metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan nilai IC50 yang paling kuat adalah bagian tanaman pada buah nangka sebesar 0,68 ppm.Kesimpulan : Senyawa fitokimia terbanyak yang dihasilkan adalah golongan fenolik. Sedangkan aktivitas antioksidan nya adalah metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) masuk dalam golongan Penangkapan Radikal Bebas dengan nilai IC50 sebesar 0,68 ppm pada bagian tanaman buah nangka. Kata kunci: Arthocarpus heteropyllus Lam., antioxidant, narrative review.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI ANTIOKSIDAN JAMUR ENDOFIT UMBI TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) MENGGUNAKAN PEREAKSI SEMPROT DPPH SECARA BIOAUTOGRAFI Hidayah Syaro Abesah, Nur; mahfur, mahfur
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 3 (2024): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/de26jz52

Abstract

The development of exploration of bioactive compounds by utilizing plant endophytic fungi is a solution to prevent ecological damage due to plant exploitation due to the production of endophytic fungi without large biomass and in a relatively short time. Therefore, this study aims to isolate endophytic fungi of taro tubers (Colocasia esculenta (L.) Schott) and identify the presence of antioxidant activity produced by endophytic fungi of taro tubers by bioautography method. The taro tuber endophytic fungus extract was obtained through the stages of isolation, purification, fermentation, and extraction with ethyl acetate solvent. Antioxidant testing was carried out by TLC-bioautography method using DPPH spray reagent that has been eluted with n-hexan:methanol (1:5) eluent. The results of the isolation of endophytic fungi of taro tubers obtained three fungal isolates coded HJ, HT, and PT. The results of the antioxidant test showed positive results marked by a yellow color change on a purple background after spraying DPPH, where isolates HJ and HT gave a reaction to the spot with Rf values of 0.87 and isolate PT gave a reaction to the spot with an Rf value of 0.90.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Batang Tanaman Wungu (Graptophyllum Pictum (Linn) Griff) Menggunakan Metode Frap Mahfur, Mahfur; Harwati, Wiwik
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v13i2.352

Abstract

Tanaman wungu merupakan salah satu jenis tanaman hias yang berasal dari Papua Nugini dan Polinesia yang mengandung senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak batang tanaman wungu (Graptophyllum pictum (Linn) Griff) menggunakan metode FRAP. Identifikasi flavonoid menggunakan pereaksi warna dan pengujian antioksidan menggunakan metode FRAP.Ekstrak batang tanaman wungu dibuat larutan seri konsentrasi 50, 75, 100, 125, dan 150 ppm sedangkan kuersetin sebagai pembanding dibuat dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Hasil identifikasi flavonoid menunjukkan bahwa sampel mengandung flavonoid. Hasil aktivitas antioksidan pada baku pembanding kuersetin mempunyai nilai IC50 sebesar 1,62 ppm, sedangkan pada ekstrak batang tanaman wungu mempunyai nilai IC50 sebesar 13,13 ppm.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak batang tanaman wungu menggunakan metode FRAP mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 13,13 ppm.
THE OPTIMATION OF FERMENTATION FOR METABOLITE PRODUCTION BY SYMBIONT Penicillium nalgiovense FROM THE SPONGE Gelliodes fibulata Rusmalina, Siska; Mahfur, Mahfur; Ermawati, Nur; Maliah, Nabilatun; Ananda, Luthfiah; Bintang Pratama, Kevin; Evi Ulfiani , Riska; Abdul Aziz, Danang; Husain, Khafidz; Ilma Faza, Febi; Hidayatullah, Adib
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1682

Abstract

The fungi are sponge symbionts.  The fungus Penicillium nalgiovense acc MK087096  is a symbiont of the sponge Gelliodes fibulata. This symbiont has antibacterial activity, which supports the development of sponge-based drugs that are as effective as antibiotics. However, the primary challenge in developing marine resource-based medicine is the availability and sustainability of sponge raw materials. Fermentation biotechnology using sponge symbiont fumgi is an effective solution to address these challenges, as it allows the production of bioactive secondary metabolite compounds in large quantities, which can be used as raw materials for pharmaceutical preparation. The aim of this study was to determine the optimal medium and fermentation duration for producing secondary metabolites with antibiotic properties from the symbiotic fungus Penicillium nalgiovense, isolated from the sponge Gelliodes fibulata. This study was conducted naturally. The symbiotic fungus from the sponge Gelliodes fibulata was cultivated to facilitate growth. Fermentation was conducted with variations in secondary metabolite harvesting times of 2, 4, 6, 8, 10, and 12 days.  Secondary metabolites were obstained using liquid-liquid extraction with ethyl acetate. The optimal medium and fermentation time were determined based on the yield percentage for each medium across the six time variations. The fermentation biotechnology of the symbiotic fungus Penicillium nalgiovense acc MK087096 from the spone Gelliodes fibulata was carried out on SDB, PDB, also coconut flake-enriched PDB media.  The results showed the growth of the fungus and the production of bioactive secondary metabolites with antibiotic properties ...
Penyuluhan Dagusibu Kepada Dharma Wanita Pekalongan Barat Musa Fitri Fatkhiya; Muhammad Walid; Mahfur Mahfur
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2607

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) adalah jenis program yang membahas terkait pengelolaan obat dengan baik dan benar yang diusung oleh Apoteker di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi kejadian atau kasus penyalahgunaan obat yang kerap terjadi di Indonesia. Pengetahuan terkait DAGUSIBU perlu diketahui oleh seluruh kalangan Masyarakat baik anak-anak, remaja ataupun dewasa khususnya pengetahuan yang baik dari seorang ibu rumah tangga. Masyarakat mendapatkan obat melalui resep dokter ataupun obat bebas dan obat bebas terbatas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu Dharma Wanita Pekalongan Barat terkait DAGUSIBU. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan dilakukan di kelurahan Podosugih Kota Pekalongan pada tanggal 8 Agustus 2023 dan dihadiri sebanyak 50 peserta ibu-ibu dari Dharma Wanita Pekalongan Barat. Diharapkan melalui kegiatan ini, pengetahuan terkait pengelolaan obat dapat meningkat dan Masyarakat dapat mengimplementasikan secara langsung.
PEMANFAATAN ECO ENZYME UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA SUSUKAN KABUPATEN PEMALANG Mahfur, Mahfur; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Erin Efrilia; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Rizki Nur Fadilah; Mulyanti Shofaro; Puji Nurhayati; Mohamad Ramzi Arkanie
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i2.1740

Abstract

Desa Susukan di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar akibat aktivitas pertanian dan rumah tangga yang belum dikelola optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya Kader PKK, dalam mengelola sampah organik menjadi eco enzyme di Desa Susukan. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu investigasi melalui observasi dan wawancara, persiapan berupa diskusi internal tim, tindakan berupa edukasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme, serta refleksi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Susukan dengan melibatkan 28 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian mulai dari diseminasi materi hingga praktik langsung. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap seluruh peserta (100%) pada seluruh aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang eco enzyme, manfaat, bahan, cara pembuatan, dan penyimpanan eco enzym setelah kegiatan pengabdian. Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan dalam sesi praktik dan diskusi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara berkelanjutan.