Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

NARRATIVE REVIEW: KAJIAN FITOKIMIA DAN MEKANISME AKSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TANAMAN NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAM.) Quintanuha Meisa, Salsabiela; Mahfur, Mahfur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1 No 01 (2022): BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i01.2041

Abstract

Latar bekalang : Antioksidan adalah senyawa yang memiliki berat molekul kecil namun dapat mengeliminasi senyawa radikal bebas di dalam tubuh sehingga tidak menginduksi suatu penyakit.             Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) memiliki banyak kandungan antioksidan di dalamnya mulai dari akar, batang, daun, buah, biji, dan kulit. Kajian aspek fitokimia meliputi kandungan kimia yang ada pada akar, bunga, daun, biji, kulit dan buah.Tujuan : Untuk mendeskripsikan fitokimia dan mekanisme aksi aktivitas antioksidan pada tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam). Analisa penelitian kelayakan jurnal dilakukan dengan cara menyaring dengan semua jurnal yang ditemukan pada basis data berdasarkan judul, abstrak, dan kriteria inklusi yang sesuai dengan judul penelitian dengan menggunkan metode PICO.Metode : Penelitian ini menggunakan metode Narrative Review, dimana jurnal literature diperoleh dari database Google Scholar, Elsevier, dan PubMed yang ditemukan berdasarkan kata kunci yang dipilih. Kemudian jurnal dilakukan identifikasi dengan database Scorpus dan Sinta.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa fitokimia terbanyak yang dihasilkan adalah golongan fenolik. Golongan fenolik memiliki beberapa turunan salah satunya adalah flavonoid. Sedangkan mekanisme aktivitas antioksidan banyak digunakan adalah metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan nilai IC50 yang paling kuat adalah bagian tanaman pada buah nangka sebesar 0,68 ppm.Kesimpulan : Senyawa fitokimia terbanyak yang dihasilkan adalah golongan fenolik. Sedangkan aktivitas antioksidan nya adalah metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) masuk dalam golongan Penangkapan Radikal Bebas dengan nilai IC50 sebesar 0,68 ppm pada bagian tanaman buah nangka. Kata kunci: Arthocarpus heteropyllus Lam., antioxidant, narrative review.
ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BONGGOL PISANG KEPOK KUNING (Musa acuminata Colla) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Rani, Kitia; Mahfur, Mahfur
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.3065

Abstract

Bonggol pisang kepok kuning merupakan bagian bawah batang pisang membentuk umbi yang belum banyak dimanfaatkan. Pada penelitian bonggol pisang kepok kuning dikembangkan sebagai agen antiinflamasi, antibakteri, dan dapat menurunkan kadar gula darah karena memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian sebelumnya pada ekstrak bonggol pisang kepok kuning mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid total yang terdapat pada ekstrak bonggol pisang kepok kuning (Musa acuminata Colla) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental. Ekstraksi menggunakan dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dan senyawa flavonoid diidentifikasi secara kualitatif menggunakan pereaksi warna Sitroborat, Bate Smite-Metcalfe, NaOH 10% dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pada analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan kemampuan flavonoid membentuk kompleks dengan reagen AlCl3 menggunakan baku pembanding kuersetin. Hasil penelitian identifikasi kualitatif ekstrak bonggol pisang kepok kuning (Musa acuminata Colla) dengan baku pembanding (kuersetin) menggunakan uji pereaksi warna flavonoid dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) terbukti mengandung flavonoid. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan metode AlCl3 dengan kuersetin sebagai standar pembanding. Pengukuran dilakukan dalam panjang gelombang maksimum 414 nm dengan operating time 8 menit. Hasil yang didapat kadar flavonoid total sebesar 0,29713 mg QE/g.Kata kunci :  bonggol pisang kepok kuning, ekstraksi, KLT, spektrofotometri UV-Vis 
OBAT TRADISIONAL SEBAGAI ADJUVAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DAN PRODUKTIVITAS WARGA DESA KARANGANYAR PENDERITA DIABETES MELITUS Mahfur, Mahfur; Khasanah, Nunung; Nahdliyyah, Ade Irma; Arni, Aneke Desvita; Rohmaniah, Salis Alyatur
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3153

Abstract

Karanganyar Village, Batang District, has great potential for utilizing traditional medicinal plants to improve community health. Cases of diabetes mellitus in the area have increased due to unhealthy lifestyles and excessive sugar consumption. Local plants such as bay leaves (Syzygium polyanthum), bitter leaf (Andrographis paniculata), cinnamon (Cinnamomum verum), and turmeric (Curcuma xanthorrhiza) possess proven antihyperglycemic effects and are safe for use as adjuvant therapy. This community service program aimed to educate and empower the community to independently utilize local resources. The activity, held at the Karanganyar Village Hall with 30 PKK women participants, employed pre-tests, material presentations, interactive discussions, and post-tests to assess knowledge improvement. Results showed that participants initially lacked understanding of adjuvant concepts and medicinal plant utilization. However, after the sessions, all participants demonstrated significantly better comprehension and confidence in applying traditional medicine to support diabetes management. The high engagement level indicated that the materials were relevant and beneficial to the community’s needs. This program effectively enhanced public knowledge of traditional medicine as an adjuvant for diabetes mellitus and has the potential for independent application in local health practices.  
Sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar Di Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan Khafid Mahbub; Mahfur Mahfur; Mochammad Ardy Wiyono; Noni Nur Ekayanti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.2084

Abstract

Medicine are something that is very easy to get. However, the lack of knowledge about drug management from getting it to disposing of it can cause various problems. In an effort to improve health, it is necessary to provide optimal education to the public to increase the level of public awareness of health. The purpose of carrying out this service is to increase the awareness of the people of Bandengan village in DAGUSIBU medicine. The implementation method used is the lecture method or direct presentation and discussion to the public. The results show that the role of education can increase the knowledge of the community related to drug management, starting from how to get it to properly dispose of the drug. This is shown by the increase in pre-test and post-test scores with significant results.