Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Sosialisasi Pemilahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Rumah Tangga di Lingkungan Masyarakat Kiswara, Lusiana Dewi; Mahardika, Aditya Perdana; Hary, M. Rizky Septian; Sidhi, Eko Yuliarsha
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3478

Abstract

The increasing population and the socio-economic level of the community increase the amount of waste from day to day. Dangerous and poisonous (B3) waste is no exception. Not many people know that household waste also contains many types of B3 waste. Household B3 waste is a type of waste that contains hazardous, toxic, and explosive substances as the remains of daily household activities. The need for household B3 waste management is due to decreasing its adverse impacts on environmental and human health. Most people in rural areas still dispose of B3 and non-B3 waste without sorting. This socialization activity aimed to еducate the partner community, The Rеmbang Villagе of Ngadiluwih District community, regarding B3 wastе and its management. The action included prеparation, community approach, survey, and socialization. Participants were enthusiastic, and the program raised their awareness and improved their skills and knowledge in waste management. Seiring meningkatnya  penambahan penduduk serta aktifitas  dan tingkat sosial ekonomi  masyarakat memicu  terjadinya  peningkatan jumlah sampah dari hari ke hari, tidak terkecuali sampah B3. Belum banyak masyarakat yang menyadari  bahwa  limbah  rumah tangga juga banyak  mengandung  jenis limbah B3. Sampah  atau  limbah B3 rumah tangga  adalah  sampah  yang mengandung zat-zat berbahaya beracun dan mudah meledak yang berasal dari sisa kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. Pengelolaan limbah B3 rumah tangga diperlukan karena apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan  dampak pencemaran lingkungan dan dampak  pada kesehatan. Karena  Sebagaian besar masyarakat  di pedesaan masih  membuang  sampah B3 dengan sampah non B3 secara tercampur tanpa melakukan  pemilahan dan pengelolaan  sampah  rumah tangga,  khusunya  sampah  B3. Pada  kegiatan pengabdian masyarakat ini mengambil tema sosialisasi mengenai bagaimana penyimpanan  dan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya  dan Beracun  perlu dilakukan.  Kegiatan  ini  dilakukan   dengan  terjun langsung  pada lingkungan   masyarakat seperti: mengikuti kerjabakti bersama warga,   memberi penjelasan   kepada masyarakat langsung maupun lewat poster tentang pentingnya  memilah  sampah terutama  sampah B3 sebelum  di kelola, dan dampak lingkungan jika sampah B3 tidak di kelola dengan baik. Hasil dari kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Rembang Kec. Ngadiluwih lebih sadar akan pengolahan sampah supaya tercipta lingkungan yang bersih.
Pendampingan Budidaya Ubi Jalar dan Pemanfaatan Daunnya sebagai Bahan Pangan Slamet, Ahmad Haris Hasanuddin; Pamujiati, Agustia Dwi; Choirina, Vifi Nurul; Sidhi, Eko Yuliarsha; Kusuma, Bagus Cahya; Alpin
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i2.5113

Abstract

Sweet potatoes have been used in various processed products such as flour, flakes, crackers and cakes. However, sweet potato leaves are still limited to animal feed. Sweet potato leaves contain fiber, vitamins, minerals and antioxidant compounds such as flavonoids, saponins and polyphenols, which have health potential. This community service was carried out in Kwagean Village, Nganjuk Regency, especially residents of RW 007. This community service aims to develop sweet potato cultivation in the yard and process sweet potato leaves into chips. The stages of this activity include situation analysis, licensing, outreach, cultivation practices, chip of sweet potato leaf processing practices, and mentoring for one year. The results of this activity were expected to increase knowledge and family income in Kwagean Village. This activity provided positive benefits in introducing sweet potato cultivation and sweet potato leaf processing to the Kwagean Village community, as well as enabling the transfer of knowledge and skills that can improve the welfare of residents Ubi jalar telah digunakan dalam berbagai produk olahan seperti tepung, flakes, kerupuk, dan kue. Namun, pemanfaatan daun ubi jalar masih terbatas pada pakan ternak. Padahal, daun ubi jalar mengandung serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan seperti flavonoid, saponin, dan polifenol yang memiliki potensi kesehatan. Penngabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Kwagean, Kabupaten Nganjuk khususnya warga RW 007. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan budidaya ubi jalar pada pekarangan dan pengolahan daun ubi jalar menjadi keripik. Tahapan kegiatan ini meliputi analisis situasi, perizinan, sosialisasi, praktek budidaya, praktek pengolahan keripik daun ubi jalar, dan pendampingan selama satu tahun. Hasil kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan pendapatan keluarga di Desa Kwagean. Kegiatan ini memberikan manfaat positif dalam mengenalkan budidaya ubi jalar dan pengolahan daun ubi jalar kepada masyarakat Desa Kwagean, serta memungkinkan transfer pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga
Menggalakkan Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan melalui Klinik Agribisnis dan Praktek Pembuatan Biosaka Insiyah, Bindari; Hadiyanti, Nugraheni; Junaidi, Junaidi; Sidhi, Eko Yuliarsha; Arissaryadin, Arissaryadin; Pamujiati, Agustia Dwi
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i1.5570

Abstract

This community service activity aims to enhance ecological awareness in agriculture through agribusiness clinics and the production and application of biosaka. Biosaka, as part of organic farming, can be processed independently using organic materials that are available in the surrounding environment. The methods employed in this activity include issue identification, socialization, practical demonstrations, and sustainable mentoring. The activity took place at the Kedungdowo Farmer Group Association in Kedungdowo Village, Ploso District, Jombang Regency, on February 9, 2023. The community service activity has significantly promoted the adoption of biosaka. The implementation of biosaka has resulted in positive impacts on increasing crop productivity. From the activity, participants understand the importance of agribusiness clinics and the utilization of biosaka as one of the biotechnologies in agricultural practices. Participants can utilize agribusiness clinics for consultations and exchanging ideas about agricultural endeavors. This community service activity illustrates that with the right approach and strong collaboration among various stakeholders, meaningful changes toward more sustainable and environmentally friendly agriculture can be achieved.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis dalam usaha pertanian melalui klinik agribisnis dan pembuatan, serta penerapan biosaka. Biosaka bagian dari pertanian organik dapat diolah sendiri dengan bahan organik yang bisa diperoleh lingkungan sekitar. Metode dalam kegiatan ini adalah melalui identifikasi permasalahan, sosialisasi, demonstrasi praktis, serta pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani Kedungdowo Desa Kedungdowo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang pada tanggal 9 Februari 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat telah mendorong adopsi biosaka dalam skala yang signifikan. Implementasi biosaka telah menghasilkan dampak positif dalam meningkatkan produktivitas tanaman, Dari kegiatan tersebut peserta mengerti arti penting klinik agribisnis dan pemanfaatan biosaka sebagai salah satu bioteknologi dalam praktik pertanian. Peserta kegiatan khususnya dapat memanfaatkan klinik agribisnis untuk konsultasi, bertukar pikiran tentang usaha pertanian. Dari kegiatan tersebut adanya kerjasama, pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, dapat menciptakan perubahan yang berarti menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Lokal Berbasis Pertanian: Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Setyowati; Auliyya, Zikra; Lisanty, Nina; Sidhi, Eko Yuliarsha; Rahardjo, Djoko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i2.6136

Abstract

Gandusari Village, Gandusari District, Trenggalek Regency, East Java Province, has great potential in agriculture, especially in rice crop commodities. This activity aims to improve community welfare by optimizing the use of local agricultural-based resources in Gandusari Village. Thus, better and sustainable village community welfare can be achieved. The method used was to identify the potential obstacles faced by farmers in Gandusari Village and then provide training and assistance according to the needs of the farmers. The activities carried out include training programs, assistance, and focus group discussions (FGD). Each program is implemented by involving the active participation of the Gandusari Village community, especially farmers, to provide practical and theoretical understanding to the community regarding the optimization of local and regional resources. The implementation of the program has gone well and achieved the expected goals. This program has succeeded in increasing rice productivity through more efficient land management and the application of modern agricultural technology. In addition, farmers' knowledge and skills have also increased, especially in product diversification and better irrigation management. Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, khususnya pada komoditas tanaman padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal berbasis pertanian di Desa Gandusari. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat desa yang lebih baik dan berkelanjutan dapat tercapai. Metode yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi potensi dan hambatan yang dihadapi oleh petani Desa Gandusari, kemudian dilakukan pelatihan serta pendampingan sesuai dengan kebutuhan petani tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi program pelatihan, pendampingan, serta focus group discussion (FGD). Setiap program diimplementasikan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Gandusari, khususnya para petani untuk memberikan pemahaman praktis maupun teoritis kepada masyarakat mengenai optimalisasi sumberdaya lokal daerah. Pelaksanaan program telah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas padi melalui pengelolaan lahan yang lebih efisien dan penerapan teknologi pertanian modern. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petani juga meningkat, terutama dalam diversifikasi produk dan manajemen irigasi yang lebih baik.
Respon Petani Terhadap Program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang Mulyanto, Mulyanto; Sidhi, Eko Yuliarsha; Artini, Widi; Reksa Nanda Prayoga; Lisanty, Nina
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6325

Abstract

Agricultural insurance plays an important role in protecting farmers' agricultural businesses. It provides guarantees against risks that may occur in farm businesses. This guarantee is given to farmers who experience losses from crop damage caused by natural factors such as drought, floods, and pest attacks. Insurance is provided through the Rice Farming Business Insurance Program (AUTP). The study aims to determine the response of farmers who cultivate rice plants to AUTP in Gondangmanis Village, Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency. In this study, the sample of farmers used as research objects involved 118 sharecroppers who had received the AUTP program as respondents to the AUTP program. The number of respondents was 6 who participated in the AUTP program in the Manisrenggo farmer group, and 6 respondents participated in the AUTP program in the Gondangmanis farmer group. Two data sources are used in this study, namely primary data and secondary data. The research data were analyzed using validity tests and reliability tests. Farmer responses to the implementation of the AUTP program were valued at 69.92. This value has an average index formula of 87.40%, indicating that respondents Strongly Agree (ss) with the objectives, benefits, and implementation of the AUTP program in Gondangmanis Village, Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency. Asuransi Pertanian, berperan penting bagi petani dalam melindungi usaha pertanian mereka. Hal memberikan jaminan terhadap risiko yang mungkin terjadi dalam usaha pertanian. Jaminan ini diberikan kepada petani yang mengalami kerugian akibat kerusakan tanaman yang disebabkan oleh faktor alam seperti kekeringan, banjir, dan serangan hama asuransi diberikan melalui, Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon petani yang membudidayakan tanaman padi terhadap AUTP di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Pada penelitian ini, sampel petani yang dipakai menjadi objek penelitian melibatkan 118 petani penggarap yang pernah menerima program AUTP sebagai responden terhadap program AUTP. Jumlah responden adalah 6 yang mengikuti program AUTP pada kelompok tani Manisrenggo dan 6 responden mengikuti program AUTP pada kelompok tani, Gondangmanis. Terdapat dua data yang dijadikan sumber pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data penelitian dianalisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Respon petani terhadap pelaksanaan program AUTP bernilai 69,92. Nilai ini memiliki rata-rata rumus indeks sebesar 87,40 % menunjukkan arti bahwa responden Sangat Setuju (ss) terhadap tujuan, manfaat dan pelaksanaan program AUTP di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.
Analisis Kelayakan Usaha Alpukat dalam Pot di Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri Fauzan, Muhammad Bishma; Artini, Widi; Sidhi, Eko Yuliarsha; Satriya Bayu Aji; Djoko Rahardjo
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6335

Abstract

Avocado Kelud cultivation in Jambu Tourism Village, Kediri Regency, using the Tabulampot technique (fruit plants in pots), shows great potential as an agribusiness. This training aims to analyze the financial feasibility of the farming business by highlighting the main problems, such as the limitations of optimal application of the Tabulampot technique and the lack of research on its financial feasibility. Data were obtained from farmers' financial records during 2024 through a purposive sampling method. The analysis was carried out to calculate production costs, income, and financial feasibility indicators, such as Break-Even Point (BEP), Revenue-Cost Ratio (R-C Ratio), and Benefit-Cost Ratio (B-C Ratio). The results showed a total production cost of IDR 18,705,815, resulting in a total income of IDR 51,041,250 with a net profit of IDR 32,335,435. BEP was recorded at IDR 19,108 per kilogram, far below the selling price of IDR 45,000 per kilogram. The R-C Ratio value of 2.97 and B-C Ratio of 1.72 indicate that this business is efficient and profitable. This study emphasizes the importance of innovative marketing strategies, production cost management, and optimization of Tabulampot techniques to maintain product competitiveness in the premium market. This study provides practical recommendations for farmers and stakeholders to increase the productivity and sustainability of Tabulampot-based agribusiness, which can become a model for sustainable farming. Budidaya Alpukat Kelud di Desa Wisata Jambu, Kabupaten Kediri, menggunakan teknik Tabulampot (tanaman buah dalam pot) menunjukkan potensi besar sebagai usaha agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tani tersebut dengan menyoroti permasalahan utama, seperti keterbatasan penerapan teknik Tabulampot secara optimal dan minimnya penelitian mengenai kelayakan finansialnya. Data diperoleh melalui metode purposive sampling dari catatan keuangan petani selama tahun 2024. Analisis dilakukan untuk menghitung biaya produksi, pendapatan, serta indikator kelayakan finansial, seperti Break-Even Point (BEP), Revenue-Cost Ratio (R-C Ratio), dan Benefit-Cost Ratio (B-C Ratio). Hasil menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp18.705.815 menghasilkan total pendapatan Rp51.041.250 dengan keuntungan bersih Rp32.335.435. BEP tercatat sebesar Rp19.108 per kilogram, jauh di bawah harga jual Rp45.000 per kilogram. Nilai R-C Ratio sebesar 2,97 dan B-C Ratio sebesar 1,72 mengindikasikan bahwa usaha ini sangat efisien dan menguntungkan. Studi ini menekankan pentingnya strategi pemasaran inovatif, pengelolaan biaya produksi, dan optimalisasi teknik Tabulampot untuk mempertahankan daya saing produk di pasar premium. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi petani dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan agribisnis berbasis Tabulampot, yang berpotensi menjadi model usaha tani berkelanjutan.  
Analisis Pendapatan Usaha Abon Tuna Dengan Perbedaan Metode Penjualan Pada UMKM “Inti Rasa Bu Peni” Kabupaten Cilacap Priyanto, Aji; Andajani, Wiwiek; Sidhi, Eko Yuliarsha; Pamujiati, Agustia Dwi
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6336

Abstract

This study analyzes the income and R/C ratio in the Tuna Shredded Fish business, Inti Rasa Bu Peni UMKM, with a wholesale and retail sales system. This research used a case study, and the sample was determined purposively (purposive sampling). The research location was Inti Rasa Bu Peni UMKM, Tegalkamulyan Village, South Cilacap District, Cilacap Regency. The data used were primary and secondary. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and recording. The study results showed that the total costs incurred by the MSME businessman Inti Rasa Bu Peni's shredded tuna in 2022 are IDR115,654,500 with each sales system of IDR56,682,250 for wholesale sales and IDR58,972,250 for retail sales. Revenue obtained in 2022 with a wholesale and retail sales system is IDR118,750,000 and IDR113,750,000, total IDR232,00,000. The income earned by shredded tuna entrepreneurs in 2022 is IDR57,067,750 for wholesale sales, and IDR59,777,750 for retail sales, with a total value of IDR116,845,500. The R/C ratio obtained is 2.00 for wholesale sales and 2.01 for retail sales. With this business analysis, both sales systems are profitable and feasible. Perbedaan sistem penjualan akan mempengaruhi pendapatan suatu usaha. Tujuan riset ini untuk menganalisis pendapatan dan R/C Ratio pada usaha Abon Tuna UMKM Inti Rasa Bu Peni dengan sistem penjualan grosir dan ecer. Riset ini menggunakan studi kasus dan sampel ditentukan secara sengaja. Penelitian berada di UMKM Inti Rasa Bu Peni Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Data yang digunakan melibatkan penggunaan data primer dan data sekunder. Proses pengumpulan data dilaksanakan melalui metode pengamatan, interview serta pencatatan. Hasil riset mengemukakan bahwa total biaya pengolahan abon ikan pada UMKM Inti Rasa Bu Peni pada tahun 2022 adalah Rp115.654.500 dengan masing-masing sistem penjualan sebesar Rp56.682.250 untuk penjualan grosir dan Rp58.972.250 untuk penjualan ecer. Penerimaan yang diperoleh pada tahun 2022 dengan sistem penjualan grosir dan ecer yaitu sebesar Rp118.750.000 dan 113.750.000 dengan nilai total senilai Rp232.00.000. Pendapatan yang diperoleh oleh pengusaha abon ikan tuna pada tahun 2022 adalah Rp57.067.750 untuk penjualan grosir Rp59.777.750 untuk penjualan ecer dengan nilai total Rp116.845.500. Nilai R/C Ratio yang didapat adalah 2,00 untuk penjualan grosir dan 2,01 untuk penjualan ecer. Sistem penjualan grosir maupun ecer sama-sama menguntungkan serta layak untuk diusahakan.
STRENGTHENING MODEL FOR DAIRY CATTLE BREEDERS WITH PROFIT-SHARING SYSTEM IN TRENGGALEK REGENCY Artini, Widi; Sidhi, Eko Yuliarsha; Lisanty, Nina; Sutiknjo, Tutut Dwi; Bahar, Asikin
Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v13i1.8806

Abstract

The Government of Trenggalek Regency is strongly committed to advancing the dairy cattle industry and boosting milk production in the region, with particular emphasis on Dompyong Village, Bendungan District.  This research aims to assess the capital requirements for dairy cattle farming and develop a model to strengthen the position of breeders using a profit-sharing system.  A survey method, incorporating both quantitative and qualitative descriptive approaches, was employed to gather comprehensive data.  The study revealed that independent dairy cattle farming requires a total capital of IDR 23,150,000.  However, under the profit-sharing system, breeders need only IDR 9,900,000 due to shared costs for purchasing dairy cows.  The profit-sharing arrangement generally involves a 50:50 split between breeders and investors, including income from the sale of calves and milk, resulting in a total profit-sharing value of IDR 23,000,000 per year.  Additionally, breeders receive 10 to 20 percent of the revenue from the sale of dairy cows, depending on the agreement.  The proposed model for strengthening breeders focuses on developing their character and credibility to build investor trust, advocating for written profit-sharing agreements to prevent disputes, and enhancing institutional support to improve business efficiency and provide technical guidance. Keywords : dairy cows; livestock, profit-sharing system.
Respon Petani Terhadap Program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang Mulyanto, Mulyanto; Sidhi, Eko Yuliarsha; Artini, Widi; Prayoga, Reksa Nanda; Lisanty, Nina
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6508

Abstract

Agricultural insurance plays an important role in protecting farmers' agricultural businesses. It provides guarantees against risks that may occur in farm businesses. This guarantee is given to farmers who experience losses from crop damage caused by natural factors such as drought, floods, and pest attacks. Insurance is provided through the Rice Farming Business Insurance Program (AUTP). The study aims to determine the response of farmers who cultivate rice plants to AUTP in Gondangmanis Village, Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency. In this study, the sample of farmers used as research objects involved 118 sharecroppers who had received the AUTP program as respondents to the AUTP program. The number of respondents was 6 who participated in the AUTP program in the Manisrenggo farmer group, and 6 respondents participated in the AUTP program in the Gondangmanis farmer group. Two data sources are used in this study, namely primary data and secondary data. The research data were analyzed using validity tests and reliability tests. Farmer responses to the implementation of the AUTP program were valued at 69.92. This value has an average index formula of 87.40%, indicating that respondents Strongly Agree (ss) with the objectives, benefits, and implementation of the AUTP program in Gondangmanis Village, Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency. Asuransi Pertanian, berperan penting bagi petani dalam melindungi usaha pertanian mereka. Hal memberikan jaminan terhadap risiko yang mungkin terjadi dalam usaha pertanian. Jaminan ini diberikan kepada petani yang mengalami kerugian akibat kerusakan tanaman yang disebabkan oleh faktor alam seperti kekeringan, banjir, dan serangan hama asuransi diberikan melalui, Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon petani yang membudidayakan tanaman padi terhadap AUTP di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Pada penelitian ini, sampel petani yang dipakai menjadi objek penelitian melibatkan 118 petani penggarap yang pernah menerima program AUTP sebagai responden terhadap program AUTP. Jumlah responden adalah 6 yang mengikuti program AUTP pada kelompok tani Manisrenggo dan 6 responden mengikuti program AUTP pada kelompok tani, Gondangmanis. Terdapat dua data yang dijadikan sumber pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data penelitian dianalisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Respon petani terhadap pelaksanaan program AUTP bernilai 69,92. Nilai ini memiliki rata-rata rumus indeks sebesar 87,40 % menunjukkan arti bahwa responden Sangat Setuju (ss) terhadap tujuan, manfaat dan pelaksanaan program AUTP di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.
Analisis Pendapatan Usaha Abon Tuna Dengan Perbedaan Metode Penjualan Pada UMKM “Inti Rasa Bu Peni” Kabupaten Cilacap Priyanto, Aji; Andajani, Wiwiek; Sidhi, Eko Yuliarsha; Pamujiati, Agustia Dwi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6509

Abstract

This study analyzes the income and R/C ratio in the Tuna Shredded Fish business, Inti Rasa Bu Peni UMKM, with a wholesale and retail sales system. This research used a case study, and the sample was determined purposively (purposive sampling). The research location was Inti Rasa Bu Peni UMKM, Tegalkamulyan Village, South Cilacap District, Cilacap Regency. The data used were primary and secondary. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and recording. The study results showed that the total costs incurred by the MSME businessman Inti Rasa Bu Peni's shredded tuna in 2022 are IDR115,654,500 with each sales system of IDR56,682,250 for wholesale sales and IDR58,972,250 for retail sales. Revenue obtained in 2022 with a wholesale and retail sales system is IDR118,750,000 and IDR113,750,000, total IDR232,00,000. The income earned by shredded tuna entrepreneurs in 2022 is IDR57,067,750 for wholesale sales, and IDR59,777,750 for retail sales, with a total value of IDR116,845,500. The R/C ratio obtained is 2.00 for wholesale sales and 2.01 for retail sales. With this business analysis, both sales systems are profitable and feasible. Perbedaan sistem penjualan akan mempengaruhi pendapatan suatu usaha. Tujuan riset ini untuk menganalisis pendapatan dan R/C Ratio pada usaha Abon Tuna UMKM Inti Rasa Bu Peni dengan sistem penjualan grosir dan ecer. Riset ini menggunakan studi kasus dan sampel ditentukan secara sengaja. Penelitian berada di UMKM Inti Rasa Bu Peni Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Data yang digunakan melibatkan penggunaan data primer dan data sekunder. Proses pengumpulan data dilaksanakan melalui metode pengamatan, interview serta pencatatan. Hasil riset mengemukakan bahwa total biaya pengolahan abon ikan pada UMKM Inti Rasa Bu Peni pada tahun 2022 adalah Rp115.654.500 dengan masing-masing sistem penjualan sebesar Rp56.682.250 untuk penjuaan grosir dan Rp58.972.250 untuk penjualan ecer. Penerimaan yang diperoleh pada tahun 2022 dengan sistem penjualan grosir dan ecer yaitu sebesar Rp118.750.000 dan 113.750.000 dengan nilai total senilai Rp232.00.000. Pendapatan yang diperoleh oleh pengusaha abon ikan tuna pada tahun 2022 adalah Rp57.067.750 untuk penjualan grosir Rp59.777.750 untuk penjualan ecer dengan nilai total Rp116.845.500. Nilai R/C Ratio yang didapat adalah 2,00 untuk penjualan grosir dan 2,01 untuk penjualan ecer. Sistem penjualan grosis maupun ecer sama-sama menguntungkan serta layak untuk di usahakan.