Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MODEL PENCEGAHAN PERILAKU KERJA KONTRAPRODUKTIF DI LINGKUNGAN UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SULAWESI TENGGARA (STUDI PADA LPKA KELAS II KENDARI) Basoddin, Diki; Samdin, Samdin; A. Sabilalo, Mahmudin
JIM : Journal Of International Management Vol 3 No 01 (2024): JIM : Journal Of International Management
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jim.v3i01.1058

Abstract

This study aims to formulate a model for preventing counterproductive work behavior within the UPT Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights of Southeast Sulawesi (Study on LPKA Class II Kendari). The research design used in this study is qualitative research with a descriptive approach. Qualitative research with a descriptive approach aims to make an accurate and factual picture of the facts found during research. Data analysis uses qualitative descriptive analysis. Overall, this study found six models of prevention of counterproductive work behavior in LPKA Class II Kendari. The six models are: 1) define clear targets; (2) be firm in the implementation of the rules; (3) the leader becomes a role model; (4) reward and punishment; (5) improvement of control and supervisory functions; and (6) the construction of Integrity Zones.
Pelatihan Bagi Pengrajin Pandai Besi di Pulau Binongko Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Strategi Meningkatkan Bentuk dan Kualitas Produk Samdin, Samdin; Palilati, Alida; Zaid, Sudirman; Laxmi, Laxmi; Akifah, Akifah; Mirna, Wa; Amalia, Rizky Nur; Ismail, Muh. Reynaldi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan para pengrajin pandai besi di Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, yang secara historis dikenal sebagai pusat keahlian pengrajin pandai besi di Sulawesi Tenggara. Tujuan utama kegiatan ini adalah: (1) mengidentifikasi dan melembagakan para pengrajin pandai besi di Pulau Binongko sehingga mereka memiliki struktur organisasi yang lebih kuat; (2) mengkolaborasikan peran para stakeholder, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha dalam upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan pengrajin; serta (3) memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana kerja bagi para pengrajin melalui model kolaborasi berkelanjutan. Bahan dan metode: Metode pada pelaksanaan pengabdian ini yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktik langsung, peserta pelatihan mendapatkan pendampingan intensif mengenai teknik produksi, pengelolaan usaha, serta strategi meningkatkan kualitas produk. Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong semangat pemberdayaan masyarakat setempat agar tradisi dan keahlian asli di Pulau Binongko tetap lestari serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hasil: Program ini menghasilkan pemetaan lengkap terhadap keberadaan dan kebutuhan pengrajin pandai besi di Pulau Binongko, terbentuknya kelembagaan awal kelompok pengrajin, meningkatnya pengetahuan teknis mengenai peningkatan kualitas produk, serta tersedianya bantuan sarana penunjang berupa peralatan dasar pendukung produksi. Selain itu, kolaborasi antar stakeholder menunjukkan efektivitas dalam mempercepat penyediaan kebutuhan pengrajin dan membuka peluang pemasaran produk ke wilayah yang lebih luas. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berkontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas pengrajin pandai besi melalui penguatan kelembagaan, peningkatan keterampilan, serta penyediaan sarana produksi. Model kolaborasi berkelanjutan antar stakeholder terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk mendukung keberlanjutan usaha pengrajin serta melestarikan warisan budaya tempa khas Pulau Binongko.