Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efektivitas Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas SR P08 UG Sistem Hidroponik Rakit Apung: Effectiveness of AB Mix Nutrition on Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Varieties SR P08 UG Floating Raft Hydroponic System Masluki, Masluki; Suhaeni, Suhaeni; Mutmainnah, Mutmainnah; Saruman, Sri Hastuty; Rahmawasiah, Rahmawasiah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.5402

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi pada lahan suboptimal yang mengalami cekaman genangan salah satunya melalui teknologi hidroponik rakit apung. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pemberian pupuk AB mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas SR P08 UG dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksankan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo pada Bulan September-Desember 2024. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdapat 2 ulangan, sehingga terdapat 40 unit percobaaan. Perlakuan pada percobaan menggunakan kombinasi yaitu; P0 = Kontrol, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk AB mix memiliki signifikansi terhadap paramameter tinggi tanaman dan jumlah anakan, sedangkan jumlah butir permalai, berat malai, panjang akar, dan bobot per 1000 biji tidak signifikan. Perlakuan terbaik terdapat perlakuan P4 dengan parameter tinggi tanaman (90,5 cm), jumlah anakan (34,625 batang), jumlah butir per malai (127,25 butir), berat malai (19,375 gr), berat per 1000 biji (16,5 gr), sedangkan panjang akar di tunjukkan pada perlakuan P0 (tanpa perlakauan) dengan nilai (26,75 cm). One of the efforts to increase rice production on suboptimal land experiencing accumulation stress is through floating raft hydroponic technology. The aim of the research was to determine the response of AB mix fertilizer application to the growth and production of rice plants (Oryza sativa L.) SR P08 UG variety in a floating raft hydroponic system. The research was carried out at the green house, Faculty of Agriculture Cokroaminoto University, Palopo in September-December 2024. The research method used a Randomized Group Design (RGD) consisting of 5 treatments and 4 replications. Each treatment had 2 replications, so there were 40 experimental units. The treatment in the experiment used a combination, namely; P0 = Control, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. The results showed that AB mix fertilizer treatment had significance on the parameters of plant height and number of tillers, while the number of perennial grains, panicle weight, root length and weight per 1000 seeds were not significant. The best treatment was treatment P4 with parameters of plant height (90.5 cm), number of tillers (34,625 stems), number of grains per panicle (127.25 grains), panicle weight (19.375 gr), weight per 1000 seeds (16.5 gr), while root length was summarized in treatment P0 (without treatment) with a value of (26.75 cm).
Pengembangan Kebun Wisata Anggur Berkelanjutan di Desa Padang Kamburi Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Firdamayanti, Erni; Mutmainnah, Mutmainnah; Muis, Ichwan; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i2.4124

Abstract

Kebun wisata anggur desa Padang Kamburi merupakan salah satu destinasi wisata yang memadukan konsep perkebuanan dengan wisata petik. Tujuan penelitian untuk menganalisis potensi pengembangan kebun wisata menjadi kawasan wisata anggur yang sebagai basis ekonomi desa. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yaitu terdiri atas 2 kelompok tani masing berjumlah 20 orang sehingga terdapat 40 orang peserta dan pemerintah Desa Padang Kamburi terdiri dari 4 orang. Manfaat yang diperoleh yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengembangan agrowisata berbasis anggur beserta produk turunan lainnya. Pengembangan kebun wisata anggur Desa Padang Kamburi memiliki potensi untuk menjadi kawasan agrowisata dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT. Skala perkebunan yang tergolong kecil membutuhkan upaya serius untuk menambah areal perkebunan dengan segala aspek pendukung seperti ketersedian pembibitan, sarana produksi, sarana edukasi, pengolahan dan pemasaran produk.
Identifikasi Cendawan pada Rizosfer Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) di Kabupaten Luwu: Identification of Fungi in Rhizosphere of Sago Plants (Metroxylon sago Rottb.) in Luwu Regency Mutmainnah, Mutmainnah; Mangkunegara, Mariyam; Masluki, Masluki; Saruman, Sri Hastuty
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3170

Abstract

Mikroorganisme yang ada di sekitar rizosfer memiliki peranan sangat penting untuk memelihara kesehatan akar tanaman. pengambilan nutrisi dan unsur hara serta melindungi tanaman dari kondisi lingkungan yang ekstrim serta bertindak sebagai agens pengendali hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis cendawan pada rizosfer tanaman sagu di Kabupaten Luwu. Penelitian dilakukan pada areal pertanaman sagu di tiga Desa yaitu Daerah Aliran Sungai Makawa (Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara), di Daerah Pesisir (Desa Lamasi Pantai Kecamatan Walenrang Timur) dan Daerah Rawa Mineral (Desa Pasamai kecamatan Belopa) Kabupaten Luwu, dilanjutkan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains dan Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Isolasi cendawan rizosfer menggunakan metode umpan (Insect Bait Methode). Larva yang terinfeksi ditandai dengan munculnya miselium pada bagian-bagian tertentu dari tubuh yang dapat diamati dari ruas-ruas tubuhnya. Selanjutnya larva tersebut diisolasi pada media PDA dan diinkubasikan selama 3-7 hari pada suhu 22-25°C. Setelah koloni cendawan terbentuk (7 hari setelah tanam) dilakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. selanjutnya diidentifikasi. Jumlah cendawan yang ditemukan pada rizosfer tanaman sagu yaitu sebanyak 4 isolat yaitu dari genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), dan Metharizium sp. (LPHJ1). Microorganisms around the rhizosphere have a very important role in maintaining the health of plant roots. taking nutrients and nutrients and protecting plants from extreme environmental conditions and acting as a biological control agent. This research aims to determine various types of fungi in the rhizosphere of sago plants in Luwu Regency. Research was carried out in sago planting areas in three villages, namely the Makawa River Basin (East Bosso Village, North Walenrang District), in the Coastal Area (Lamasi Pantai Village, East Walenrang District) and the Mineral Swamp Area (Pasamai Village, Belopa District) Luwu Regency, continued in the Laboratory Cells and Tissues, Faculty of Science and Integrated Laboratory, Faculty of Agriculture, Cokroaminoto Palopo University. Isolation of rhizosphere fungi using the Insect Bait Method. Infected larvae are characterized by the appearance of mycelium in certain parts of the body which can be observed from the body segments. Next, the larvae were isolated on PDA media and incubated for 3-7 days at a temperature of 22-25°C. After the fungus colony was formed (7 days after planting) macroscopic and microscopic observations were carried out. then identified. The number of fungi found in the rhizosphere of sago plants was 4 isolates, namely from the genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), and Metharizium sp. (LPHJ1).
Morphological Diversity and Production of Six Sago (Metroxylon spp.) Accessions from Tana Luwu, South Sulawesi, Indonesia Masluki, Masluki; Bintoro, Mochamad Hasjim; Agusta, Herdhata; Sudarsono, Sudarsono
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i1.3861

Abstract

Tana Luwu area owns a relatively high diversity and production potential of sago, but it has not yet been managed optimally. This study aims to identify and analyze the diversity of morphological characteristics and the production of various sago accessions in Tana Luwu. Based on morphological characteristics, the sago palm in Tana Luwu is divided into two groups by the presence of thorns on the rachis and petioles. The presence of thorns has the largest coordinate axis angles, representing a higher diversity distance than other morphological characteristics. Some accessions show very high production potential, with a total production of 476.66 kg per dry tree starch. The average sago production in the six accessions is 276.40 kg per dry tree starch. Accessions with a yield potential > 200 kg per dry starch are observed in Kapa, Uso, Kasimpo, and Sabbe. Therefore, sago in these accessions is potentially developed to obtain superior varieties. Two significant morphological characteristics that contribute to sago production are stem height (r = 0.73) and the number of leaves (r = 0.78).
Analisis Risiko Sosial dan Analisis SWOT Rencana Implementasi Sistem Padi Semi Rakit Apung Tangguh Bencana (PASITABE) di Desa Laskap, Luwu Timur Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa; Nurfalaq, Aryadi; Sacita, Andi Safitri
Social Landscape Journal Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i2.65652

Abstract

Risiko Sosial merupakan aneka risiko yang menggiring pada rusaknya bangunan dan lingkungan sosial sebagai dampak dari faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor penyebab terjadinya risiko sosial pada umumnya disebabkan oleh kondisi alam, teknologi, industri, kecelakaan, hingga bencana. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor risiko sosial yang terjadi serta menguraikan dampak sosial yang terjadi di lokasi penelitian. Desain penelitian kualitatif dengan 16 responden dari beragam profesi yang terkait dengan masyarakat, pemerintahan hingga perusahaan disekitar lokasi. Kami terfokus pada risiko sosial sebagai objek utama penelitian serta penyelesaian masalah sebagai rekomendasi hasil penelitian yang dilengkapi dengan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities dan threats). Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dan diskusi pada kegiatan focus group disscussion (FGD). Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hingga penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketelitian penelitian, dan melibatkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko sosial yang terjadi di Desa Laskap disebabkan oleh kondisi hidrologi desa yang terletak diantara aliran Sungai Larona dan Sungai Pongkeru serta adanya kondisi tidak normal volume air Sungai Larona pada kondisi tertentu akibat aktivitas pelimpah (spillway) pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik PT.Vale Indonesia. Analisis penyelesaian masalah merupakan strategi peneliti dalam memberi feedback kepada masyarakat. Sistem padi semi rakit apung tangguh bencana (PASITABE) merupakan rekomendasi yang layak dalam penyelesaian masalah sosial yang terjadi dalam di masyarakat.
Transformasi Rantai Nilai dan Penjualan Produk Olahan Sagu di Desa Waelawi Melalui Sistem Promosi dan Penjualan Produk Berbasis Digital Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7459

Abstract

Produk olahan sagu memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Waelawi, namun kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masih terbatas akibat rendahnya literasi digital dan belum optimalnya strategi pemasaran. Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani sagu dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, dan website e-commerce), serta pendampingan selama dua hingga tiga bulan untuk memastikan implementasi strategi digital marketing. Pengumpulan data dilakukan melalui pre–post test, wawancara, observasi, dan monitoring berkelanjutan.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital peserta, di mana seluruh 35 peserta mampu membuat akun bisnis, mengunggah produk, dan mempraktikkan promosi digital. Skor pengetahuan terkait media sosial, marketplace, dan website e-commerce meningkat antara 82% hingga 114%. Pada tahap pendampingan, peserta mulai menghasilkan konten promosi, mengunggah produk, dan berinteraksi aktif dengan konsumen. Penerapan digital marketing meningkat tajam, ditunjukkan oleh kenaikan penggunaan media sosial dari 20% menjadi 90%, marketplace dari 0% menjadi 85%, serta adopsi website e-commerce oleh 70% peserta. Dampaknya terlihat pada peningkatan pembeli bulanan sebesar 150%, transaksi online hingga 95 transaksi per bulan, serta peningkatan kepuasan konsumen dari 62% menjadi 88%. Program ini mampu meningkatkan kompetensi pemasaran digital dan daya saing UMKM berbasis sagu. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan jangka panjang dan dukungan infrastruktur digital desa agar transformasi pemasaran dapat terus berkembang
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS TEKNOLOGI PENARIK DAN PERONTOK RUMPUT LAUT OTOMATIS BAGI KELOMPOK TANI PASAMPA KATONIK Jumardi, Andi; Masluki, Masluki; Suaedi, Suaedi; Ali, Baso; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa; Irgi, Irgi; Ardyansa, Andre; Chaila, Nadya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36371

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pascapanen rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sistem penarik dan perontok otomatis. Mitra pada kegiatan ini yakni Kelompok Tani Rumput Laut Pasampa Katonik yang beranggotakan 20 orang. Permasalahan utama mitra adalah proses penarikan dan perontokan rumput laut yang masih dilakukan secara manual, membutuhkan waktu lama, tenaga kerja banyak, dan menurunkan kualitas hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat berbasis motor listrik berdaya rendah, pelatihan operasional dan perawatan alat, serta uji coba lapangan dengan pendekatan partisipatif serta sistem evalusia pada kegiatan yang sudah dilaksanakan. Indikator keberhasilan pada kegiatan ini yakni, alat penarik dan perontok otomatis mampu mengurangi waktu kerja hingga 80% dalam hal memisahkan rumput laut dari tali bentangan, menurunkan kebutuhan tenaga kerja sebesar 60% dan meningkatkan kebersihan hasil panen hingga 95%. Selain itu, berhasil meningkatkan kemampuan teknis petani dalam mengoperasikan dan memelihara alat secara mandiri. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta kemandirian kelompok tani dalam pengelolaan rumput laut pasca panen.Abstract: This community service program aims to improve the efficiency and productivity of post-harvest seaweed processing through the application of appropriate technology in the form of an automatic seaweed pulling and threshing machine for the Seaweed Farmers Group in Bassiang Timur Village, Ponrang Selatan District, Luwu Regency. The main problem faced by the partner community is the traditional manual method of pulling and threshing seaweed, which requires considerable time and labor, leading to reduced quality and productivity. The implementation method involved a needs assessment, the design and fabrication of a low-power electric motor–based device, training on operation and maintenance, and field trials using a participatory approach. The results indicated that the automatic pulling and threshing tool reduced working time by up to 80%, decreased labor requirements by 60%, and improved product cleanliness to 95%. Moreover, the training activities successfully enhanced farmers’ technical competence and independence in operating and maintaining the equipment. This activity effectively increased productivity, work efficiency, and technological independence among local seaweed farmers. The introduced innovation is expected to be replicated by other coastal farmer groups in the Luwu Raya region to support blue economy development and the strengthening of community-based maritime industries.
Karakteristik Kimia Biochar Limbah Sagu dan Potensinya sebagai Amelioran Tanah Ultisol Masluki, Masluki; Mutmainnah, Mutmainnah; Erni Firdamayanti
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v5i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi biochar limbah sagu sebagai bahan amelioran yang dapat meningkatkan kesuburan dan struktur tanah Ultisol secara berkelanjutan. Sampel kulit batang sagu di peroleh dari kebun sagu Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Pengujian bahan biochar kulit batang sagu menggunakan metode spektrum intensitas sinar XRF (Fluoresensi Sinar-X) yang dilaksanakan pada laborarorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang. Data hasil pengukuran berupa spektrum intensitas sinar XRF Metode Fundamental Parameters (FP) : Program FP digunakan untuk menghitung intensitas garis sinar-X yang dipilih setelah pemrosesan data, yang kemudian digunakan untuk menentukan konsentrasi unsur kimia dalam biochar. Biocharkulit batang sagu lebih potensial untuk ameliorasi tanah asam, sedangkan biochar ampas sagu lebih cocok untuk mendukung perbaikan struktur tanah dan ketersediaan kalium bagi tanaman.
Respons Pemberian Pupuk Gandasil D terhadap Pertumbuhan Beberapa Klon Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Muhammad Naim; Masluki, Masluki; Khoirul Hermawan
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi efektif pupuk Gandasil D terhadap pertumbuhan bibit kakao klon MCC 02, BB 01 dan S2. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Rampoang Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Kelurahan To’ Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo, pada bulan Juni – Agustus 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis klon (K) dan faktor kedua adalah Gandasil D (G). Penelitian ini terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga dalam penelitian ini terdapat 36 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 2 sampel tanaman sehingga terdapat 72 sampel tanaman. Adapun percobaan yang digunakan yaitu : K1G0 = klon MCC 02 tanpa perlakuan, K1G1 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K1G2 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K1G3 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K2G0 = klon BB 01 tanpa perlakuan, K2G1 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/ 100 ml air pertanaman , K2G2 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K2G3 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K3G0 = klon S2 tanpa perlakuan, K3G1 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K3G2 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K3G3 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk Gandasil D terhadap beberapa klon bibit kakao menunjukan hasil berbeda nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan G1 (Gandasil D 0,5 g/100ml air pertanaman) merupakan konsentrasi Gandasil D yang efektif untuk pertumbuhan bibit kakao, dengan rata-rata tinggi tanaman 54 cm, diameter batang 5,8 mm, jumlah daun sempurna 9,9 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai. Perlakuan klon kakao menunjukan hasil berbeda nyata pada tinggi tanaman. Perlakuan K2 (Klon BB 01) merupakan klon kakao yang menunjukan pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata tinggi tanaman 58,81 cm, diameter batang 6,1 mm, jumlah daun sempurna 10,8 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai.
Inovasi Teknologi Produksi dan Olahan Sagu Sebagai Sumber Pangan Bergizi di Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.491

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penggerak ekonomi lokal, namun pengelolaannya di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, masih dilakukan secara tradisional dengan produktivitas rendah dan minim diversifikasi produk. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah sagu belum optimal serta pemasaran terbatas hanya di pasar lokal, sehingga kontribusinya terhadap kesejahteraan petani masih rendah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan produktivitas, keterampilan diversifikasi olahan, dan memperkuat pemasaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, transfer teknologi tepat guna (mesin ekstraksi pati, pemarut termodifikasi, mesin mie, vacuum sealer), hingga pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi pati, penguasaan keterampilan pembuatan produk olahan seperti mie sagu, cireng, keripik, dan kue kering, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra hingga 96% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas dan peluang ekonomi baru, program ini juga memperkuat kerjasama kelompok, meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing tinggi.