Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Kebun Wisata Anggur Berkelanjutan di Desa Padang Kamburi Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Firdamayanti, Erni; Mutmainnah, Mutmainnah; Muis, Ichwan; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i2.4124

Abstract

Kebun wisata anggur desa Padang Kamburi merupakan salah satu destinasi wisata yang memadukan konsep perkebuanan dengan wisata petik. Tujuan penelitian untuk menganalisis potensi pengembangan kebun wisata menjadi kawasan wisata anggur yang sebagai basis ekonomi desa. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yaitu terdiri atas 2 kelompok tani masing berjumlah 20 orang sehingga terdapat 40 orang peserta dan pemerintah Desa Padang Kamburi terdiri dari 4 orang. Manfaat yang diperoleh yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengembangan agrowisata berbasis anggur beserta produk turunan lainnya. Pengembangan kebun wisata anggur Desa Padang Kamburi memiliki potensi untuk menjadi kawasan agrowisata dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT. Skala perkebunan yang tergolong kecil membutuhkan upaya serius untuk menambah areal perkebunan dengan segala aspek pendukung seperti ketersedian pembibitan, sarana produksi, sarana edukasi, pengolahan dan pemasaran produk.
Morphological Diversity and Production of Six Sago (Metroxylon spp.) Accessions from Tana Luwu, South Sulawesi, Indonesia Masluki, Masluki; Bintoro, Mochamad Hasjim; Agusta, Herdhata; Sudarsono, Sudarsono
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i1.3861

Abstract

Tana Luwu area owns a relatively high diversity and production potential of sago, but it has not yet been managed optimally. This study aims to identify and analyze the diversity of morphological characteristics and the production of various sago accessions in Tana Luwu. Based on morphological characteristics, the sago palm in Tana Luwu is divided into two groups by the presence of thorns on the rachis and petioles. The presence of thorns has the largest coordinate axis angles, representing a higher diversity distance than other morphological characteristics. Some accessions show very high production potential, with a total production of 476.66 kg per dry tree starch. The average sago production in the six accessions is 276.40 kg per dry tree starch. Accessions with a yield potential > 200 kg per dry starch are observed in Kapa, Uso, Kasimpo, and Sabbe. Therefore, sago in these accessions is potentially developed to obtain superior varieties. Two significant morphological characteristics that contribute to sago production are stem height (r = 0.73) and the number of leaves (r = 0.78).
Analisis Risiko Sosial dan Analisis SWOT Rencana Implementasi Sistem Padi Semi Rakit Apung Tangguh Bencana (PASITABE) di Desa Laskap, Luwu Timur Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa; Nurfalaq, Aryadi; Sacita, Andi Safitri
Social Landscape Journal Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i2.65652

Abstract

Risiko Sosial merupakan aneka risiko yang menggiring pada rusaknya bangunan dan lingkungan sosial sebagai dampak dari faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor penyebab terjadinya risiko sosial pada umumnya disebabkan oleh kondisi alam, teknologi, industri, kecelakaan, hingga bencana. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor risiko sosial yang terjadi serta menguraikan dampak sosial yang terjadi di lokasi penelitian. Desain penelitian kualitatif dengan 16 responden dari beragam profesi yang terkait dengan masyarakat, pemerintahan hingga perusahaan disekitar lokasi. Kami terfokus pada risiko sosial sebagai objek utama penelitian serta penyelesaian masalah sebagai rekomendasi hasil penelitian yang dilengkapi dengan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities dan threats). Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dan diskusi pada kegiatan focus group disscussion (FGD). Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hingga penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketelitian penelitian, dan melibatkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko sosial yang terjadi di Desa Laskap disebabkan oleh kondisi hidrologi desa yang terletak diantara aliran Sungai Larona dan Sungai Pongkeru serta adanya kondisi tidak normal volume air Sungai Larona pada kondisi tertentu akibat aktivitas pelimpah (spillway) pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik PT.Vale Indonesia. Analisis penyelesaian masalah merupakan strategi peneliti dalam memberi feedback kepada masyarakat. Sistem padi semi rakit apung tangguh bencana (PASITABE) merupakan rekomendasi yang layak dalam penyelesaian masalah sosial yang terjadi dalam di masyarakat.
Karakteristik Kimia Biochar Limbah Sagu dan Potensinya sebagai Amelioran Tanah Ultisol Masluki, Masluki; Mutmainnah, Mutmainnah; Erni Firdamayanti
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v5i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi biochar limbah sagu sebagai bahan amelioran yang dapat meningkatkan kesuburan dan struktur tanah Ultisol secara berkelanjutan. Sampel kulit batang sagu di peroleh dari kebun sagu Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Pengujian bahan biochar kulit batang sagu menggunakan metode spektrum intensitas sinar XRF (Fluoresensi Sinar-X) yang dilaksanakan pada laborarorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang. Data hasil pengukuran berupa spektrum intensitas sinar XRF Metode Fundamental Parameters (FP) : Program FP digunakan untuk menghitung intensitas garis sinar-X yang dipilih setelah pemrosesan data, yang kemudian digunakan untuk menentukan konsentrasi unsur kimia dalam biochar. Biocharkulit batang sagu lebih potensial untuk ameliorasi tanah asam, sedangkan biochar ampas sagu lebih cocok untuk mendukung perbaikan struktur tanah dan ketersediaan kalium bagi tanaman.
Respons Pemberian Pupuk Gandasil D terhadap Pertumbuhan Beberapa Klon Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Muhammad Naim; Masluki, Masluki; Khoirul Hermawan
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi efektif pupuk Gandasil D terhadap pertumbuhan bibit kakao klon MCC 02, BB 01 dan S2. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Rampoang Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Kelurahan To’ Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo, pada bulan Juni – Agustus 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis klon (K) dan faktor kedua adalah Gandasil D (G). Penelitian ini terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga dalam penelitian ini terdapat 36 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 2 sampel tanaman sehingga terdapat 72 sampel tanaman. Adapun percobaan yang digunakan yaitu : K1G0 = klon MCC 02 tanpa perlakuan, K1G1 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K1G2 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K1G3 = klon MCC 02 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K2G0 = klon BB 01 tanpa perlakuan, K2G1 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/ 100 ml air pertanaman , K2G2 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K2G3 = klon BB 01 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman, K3G0 = klon S2 tanpa perlakuan, K3G1 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 0,5 g/100 ml air pertanaman, K3G2 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1 g/100 ml air pertanaman, K3G3 = klon S2 + Gandasil D konsentrasi 1,5 g/100 ml air pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk Gandasil D terhadap beberapa klon bibit kakao menunjukan hasil berbeda nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan G1 (Gandasil D 0,5 g/100ml air pertanaman) merupakan konsentrasi Gandasil D yang efektif untuk pertumbuhan bibit kakao, dengan rata-rata tinggi tanaman 54 cm, diameter batang 5,8 mm, jumlah daun sempurna 9,9 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai. Perlakuan klon kakao menunjukan hasil berbeda nyata pada tinggi tanaman. Perlakuan K2 (Klon BB 01) merupakan klon kakao yang menunjukan pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata tinggi tanaman 58,81 cm, diameter batang 6,1 mm, jumlah daun sempurna 10,8 helai dan jumlah daun flush 1,3 helai.
Integrasi Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas dan Penguatan Ekonomi Melalui Smart Greenhouse pada Program Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Luwu Ichwan Muis; Iriansa Iriansa; Muhammad Idham; Andi Jumardi; Baso Ali; Aryadi Nurfalaq; Masluki Masluki
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/q5pvjd43

Abstract

Kabupaten Luwu memiliki indeks kerentanan bencana yang tinggi, khususnya banjir dan tanah longsor. Tantangan utama dalam keberlanjutan program Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah kurangnya kemandirian ekonomi untuk mendukung operasional mitigasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kelembagaan Destana yang terintegrasi dengan unit usaha ekonomi produktif berbasis teknologi Smart Greenhouse. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi sosialisasi, pembentukan struktur organisasi, pelatihan mitigasi dan simulasi tanggap darurat, serta pembangunan dan pelatihan budidaya greenhouse sistem rakit apung. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ulusalu (rawan longsor) dan Desa Bonelemo (rawan banjir). Hasil kegiatan menunjukkan: (1) Terbentuknya struktur Destana yang legal melalui SK Kepala Desa; (2) Peningkatan kapasitas relawan melalui simulasi evakuasi dan pertolongan pertama; (3) Terbangunnya sistem peringatan dini (EWS) dan rambu jalur evakuasi; (4) Berdirinya dua unit Smart Greenhouse dengan proyeksi pendapatan ekonomi Rp 16.650.000 per bulan yang sebagian dialokasikan sebagai dana taktis kebencanaan. Sinergi antara mitigasi bencana dan pemberdayaan ekonomi terbukti efektif meningkatkan resiliensi masyarakat secara berkelanjutan.
Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan : Pengendalian Hama Padi Sawah dengan Speaker Frekuensi Tinggi dan Lampu Ultraviolet Berbasis Energi Panel Surya Chrystover Rianto Pranoto; Muh. Arifin Ilham; Yoki Raditya; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah; Muhammad Naim; Iriansa Iriansa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2473

Abstract

Kelurahan Sumarambu Kota Palopo merupakan salah satu penghasil tanaman pangan khususnya padi sawah. Hal tersebut dua dukung oleh bentuk tofografi datar dan sumber irigasi yang memadai memungkinkan untuk mendukung Indeks Panen (IP300) dalam setahun. Namun, tingginya serangan hama padi sawah seperti:tikus,wereng,penggerek batang, walang sangit, burung pipit yang sangat sulit dikendalikan meskipun penggunaan pestisida berlebihan yang berdampak pada resistensi hama penyebab gagal panen. Melalui penerapan teknologi alat pengusir hama padi sawah dengan speaker frekuensi tinggi dan lampu ultraviolet tenaga surya, serangan hama padi sawah dapat dikendalikan dengan baik, yang berdampak positif pada kesuburan dan kesehatan tanaman padi mitra. Hasil implementasi teknologi berhasil menurunkan serangan hama padi sawah berada dibawah ambang ekonomi yaitu menurunnya serangan hama tikus sebanyak 75%, burung pipit 70%, wereng coklat 70%, penggerek batang 70%, penggulung daun 55% dan walang sangit 60%, hal berdampak pada penurunan penggunaan pestisida kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan mitra kami dan lingkungan sekitar. Program pemberdayaan tersebut memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi yang mampu mengurangi serangan hama padi sawah, meningkatkan efisiensi dana dikarenakan tidak menggunakan pestisida yang harganya cukup mahal. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut dan penerapan teknologi ini persawahan petani lain, Serta pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk mencapai keberlanjutan usaha pertanian lain.
Capacity Building for the Mappetajang Village Community through Agroecotourism Literacy Based on the Geoecology of the Highlands Iriansa iriansa; Andi Jumardi; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah
ABDISAINS Vol 2 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jas.v2i1.2465

Abstract

Mappetajang Village is one of the villages lagging behind in terms of village development index, but it has high natural potential in realising sustainable development goals, especially in terms of horticultural agriculture and tourism potential. This community service activity aims to improve the literacy of the community and village government in optimising this potential through a participatory approach. The community service was carried out through socialisation activities, focus group discussions and perception surveys of 54 respondents. The impact of the community service was analysed using thematic analysis and descriptive statistics. The results of the community service showed an increase in community understanding of horticultural potential (40%) and agrotourism (32%), with a high level of interest in its development. The main constraints included limited technical skills (42%), capital (33%), and infrastructure (25%). The main recommendations included cultivation training, digital market access, and collaboration with stakeholders. The implementation of a holistic strategy is expected to encourage the transformation of the village economy towards inclusive and sustainable economic resilience
Transformasi Rantai Nilai dan Penjualan Produk Olahan Sagu di Desa Waelawi Melalui Sistem Promosi dan Penjualan Produk Berbasis Digital Iriansa Iriansa; Sunarti Cambaba; Akramunnisa Akramunnisa; Masluki Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7459

Abstract

Produk olahan sagu memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Waelawi, namun kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masih terbatas akibat rendahnya literasi digital dan belum optimalnya strategi pemasaran. Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani sagu dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, dan website e-commerce), serta pendampingan selama dua hingga tiga bulan untuk memastikan implementasi strategi digital marketing. Pengumpulan data dilakukan melalui pre–post test, wawancara, observasi, dan monitoring berkelanjutan.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital peserta, di mana seluruh 35 peserta mampu membuat akun bisnis, mengunggah produk, dan mempraktikkan promosi digital. Skor pengetahuan terkait media sosial, marketplace, dan website e-commerce meningkat antara 82% hingga 114%. Pada tahap pendampingan, peserta mulai menghasilkan konten promosi, mengunggah produk, dan berinteraksi aktif dengan konsumen. Penerapan digital marketing meningkat tajam, ditunjukkan oleh kenaikan penggunaan media sosial dari 20% menjadi 90%, marketplace dari 0% menjadi 85%, serta adopsi website e-commerce oleh 70% peserta. Dampaknya terlihat pada peningkatan pembeli bulanan sebesar 150%, transaksi online hingga 95 transaksi per bulan, serta peningkatan kepuasan konsumen dari 62% menjadi 88%. Program ini mampu meningkatkan kompetensi pemasaran digital dan daya saing UMKM berbasis sagu. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan jangka panjang dan dukungan infrastruktur digital desa agar transformasi pemasaran dapat terus berkembang
Penerapan Sains dan Teknologi Geospasial Berbasis Partisipatif Multi Stakeholder dalam Pembentukan dan Penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu Iriansa Iriansa; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluki; Aryadi Nurfalaq; Abdul Rais; Baso Ali; Andre Ardyansa; Iksan Fauzan; Nilam Sari Zulkifli
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.801

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pembentukan dan penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di kawasan Pegunungan Latimojong, Kecamatan Lantimojong, Kabupaten Luwu, yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor dan banjir bandang yang tinggi. Kegiatan mengintegrasikan teknologi geospasial dengan pendekatan partisipatif multi stakeholder denga mitra kegiatan, yaitu Pusat Studi Pemetaan dan Bencana Universitas Cokroaminoto Palopo, PT. Masmindo Dwi Area, BPBD, Dinas Sosial, PMI Kabupaten Luwu, dan Pemerintah Desa di Kecamatan Lantimojong sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Metode pelaksanaan mengadopsi kerangka pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (CBDRR) dalam lima tahap: pengkajian risiko, penguatan kapasitas, pelembagaan, implementasi infrastruktur kesiapsiagaan, serta evaluasi dan keberlanjutan. Pemetaan partisipatif berbasis drone menghasilkan peta titik kerawanan longsor, peta risiko, jalur evakuasi, dan titik kumpul, yang ditindaklanjuti dengan sistem monitoring bencana berbasis WebGIS (puspena.com). Hasil kegiatan meliputi terbentuknya kelembagaan relawan DESTANA, terpasangnya rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, tersusunnya Buku Saku DESTANA, serta meningkatnya kapasitas masyarakat yang teruji melalui simulasi kedaruratan lintas lembaga. Sinergi peran para pihak terbukti efektif membangun kesiapsiagaan desa dan dapat direplikasi pada desa-desa lain di kawasan Latimojong