Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Identifikasi Cendawan pada Rizosfer Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) di Kabupaten Luwu: Identification of Fungi in Rhizosphere of Sago Plants (Metroxylon sago Rottb.) in Luwu Regency Mutmainnah Mutmainnah; Mariyam Mangkunegara; Masluki Masluki; Sri Hastuty Saruman
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3170

Abstract

Mikroorganisme yang ada di sekitar rizosfer memiliki peranan sangat penting untuk memelihara kesehatan akar tanaman. pengambilan nutrisi dan unsur hara serta melindungi tanaman dari kondisi lingkungan yang ekstrim serta bertindak sebagai agens pengendali hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis cendawan pada rizosfer tanaman sagu di Kabupaten Luwu. Penelitian dilakukan pada areal pertanaman sagu di tiga Desa yaitu Daerah Aliran Sungai Makawa (Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara), di Daerah Pesisir (Desa Lamasi Pantai Kecamatan Walenrang Timur) dan Daerah Rawa Mineral (Desa Pasamai kecamatan Belopa) Kabupaten Luwu, dilanjutkan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains dan Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Isolasi cendawan rizosfer menggunakan metode umpan (Insect Bait Methode). Larva yang terinfeksi ditandai dengan munculnya miselium pada bagian-bagian tertentu dari tubuh yang dapat diamati dari ruas-ruas tubuhnya. Selanjutnya larva tersebut diisolasi pada media PDA dan diinkubasikan selama 3-7 hari pada suhu 22-25°C. Setelah koloni cendawan terbentuk (7 hari setelah tanam) dilakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. selanjutnya diidentifikasi. Jumlah cendawan yang ditemukan pada rizosfer tanaman sagu yaitu sebanyak 4 isolat yaitu dari genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), dan Metharizium sp. (LPHJ1). Microorganisms around the rhizosphere have a very important role in maintaining the health of plant roots. taking nutrients and nutrients and protecting plants from extreme environmental conditions and acting as a biological control agent. This research aims to determine various types of fungi in the rhizosphere of sago plants in Luwu Regency. Research was carried out in sago planting areas in three villages, namely the Makawa River Basin (East Bosso Village, North Walenrang District), in the Coastal Area (Lamasi Pantai Village, East Walenrang District) and the Mineral Swamp Area (Pasamai Village, Belopa District) Luwu Regency, continued in the Laboratory Cells and Tissues, Faculty of Science and Integrated Laboratory, Faculty of Agriculture, Cokroaminoto Palopo University. Isolation of rhizosphere fungi using the Insect Bait Method. Infected larvae are characterized by the appearance of mycelium in certain parts of the body which can be observed from the body segments. Next, the larvae were isolated on PDA media and incubated for 3-7 days at a temperature of 22-25°C. After the fungus colony was formed (7 days after planting) macroscopic and microscopic observations were carried out. then identified. The number of fungi found in the rhizosphere of sago plants was 4 isolates, namely from the genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), and Metharizium sp. (LPHJ1).
Efektivitas Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas SR P08 UG Sistem Hidroponik Rakit Apung: Effectiveness of AB Mix Nutrition on Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Varieties SR P08 UG Floating Raft Hydroponic System Masluki Masluki; Suhaeni Suhaeni; Mutmainnah Mutmainnah; Sri Hastuty Saruman; Rahmawasiah Rahmawasiah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.5402

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi pada lahan suboptimal yang mengalami cekaman genangan salah satunya melalui teknologi hidroponik rakit apung. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pemberian pupuk AB mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas SR P08 UG dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksankan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo pada Bulan September-Desember 2024. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdapat 2 ulangan, sehingga terdapat 40 unit percobaaan. Perlakuan pada percobaan menggunakan kombinasi yaitu; P0 = Kontrol, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk AB mix memiliki signifikansi terhadap paramameter tinggi tanaman dan jumlah anakan, sedangkan jumlah butir permalai, berat malai, panjang akar, dan bobot per 1000 biji tidak signifikan. Perlakuan terbaik terdapat perlakuan P4 dengan parameter tinggi tanaman (90,5 cm), jumlah anakan (34,625 batang), jumlah butir per malai (127,25 butir), berat malai (19,375 gr), berat per 1000 biji (16,5 gr), sedangkan panjang akar di tunjukkan pada perlakuan P0 (tanpa perlakauan) dengan nilai (26,75 cm). One of the efforts to increase rice production on suboptimal land experiencing accumulation stress is through floating raft hydroponic technology. The aim of the research was to determine the response of AB mix fertilizer application to the growth and production of rice plants (Oryza sativa L.) SR P08 UG variety in a floating raft hydroponic system. The research was carried out at the green house, Faculty of Agriculture Cokroaminoto University, Palopo in September-December 2024. The research method used a Randomized Group Design (RGD) consisting of 5 treatments and 4 replications. Each treatment had 2 replications, so there were 40 experimental units. The treatment in the experiment used a combination, namely; P0 = Control, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. The results showed that AB mix fertilizer treatment had significance on the parameters of plant height and number of tillers, while the number of perennial grains, panicle weight, root length and weight per 1000 seeds were not significant. The best treatment was treatment P4 with parameters of plant height (90.5 cm), number of tillers (34,625 stems), number of grains per panicle (127.25 grains), panicle weight (19.375 gr), weight per 1000 seeds (16.5 gr), while root length was summarized in treatment P0 (without treatment) with a value of (26.75 cm).
Inovasi Teknologi Produksi dan Olahan Sagu Sebagai Sumber Pangan Bergizi di Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Iriansa Iriansa; Sunarti Cambaba; Akramunnisa Akramunnisa; Masluki Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.491

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penggerak ekonomi lokal, namun pengelolaannya di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, masih dilakukan secara tradisional dengan produktivitas rendah dan minim diversifikasi produk. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah sagu belum optimal serta pemasaran terbatas hanya di pasar lokal, sehingga kontribusinya terhadap kesejahteraan petani masih rendah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan produktivitas, keterampilan diversifikasi olahan, dan memperkuat pemasaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, transfer teknologi tepat guna (mesin ekstraksi pati, pemarut termodifikasi, mesin mie, vacuum sealer), hingga pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi pati, penguasaan keterampilan pembuatan produk olahan seperti mie sagu, cireng, keripik, dan kue kering, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra hingga 96% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas dan peluang ekonomi baru, program ini juga memperkuat kerjasama kelompok, meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing tinggi.
Akselerasi Pengembangan Komoditas Hortikultura Strategis Dataran Tinggi melalui Implementasi Sistem Teknologi Tepat Guna di Desa Mappetajang Muhammad Naim; Mariyam Mangkunegara; Abdullah Syukur; Iriansa Iriansa; Masluki Masluki
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.498

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pertanian Desa Mappetajang melalui pendekatan hulu-hilir. Di hulu, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis budidaya dan produksi hortikultura strategis (tomat, bawang, paprika, cabai dan stroberi), introduksi bibit unggul, serta penerapan sistem dan teknologi pertanian presisi. Di hilir, program akan difokuskan untuk memperkuat manajemen usaha melalui pelatihan pengolahan hasil panen dan pasca panen, strategi dan teknik pemasaran digital, pengembangan produk dan brand unggulan, dan peningkatan jejaring pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu : Survey lokasi awal,  Sosialisasi Program kepada kelompok tani, pemberian bantuan alat dan bahan untuk menjalankan program, Pelatihan pembuatan pupuk kompos, pembuatan demplot sebagai lokasi percontohan budidaya hortikultura. Dari pelaksanaan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan petani perlu menanam tanaman jangka pendek yang cepat menghasilkan produksi  tidak tergantung pada hasil budidaya tanaman perkebunan, dan perlu manajemen pengelolaan dari hulu ke hilir agar masyarakat dapat produktif.
Assessing the Effectiveness of Object-Based Image Analysis in Mapping High Visual Similarity Objects from Conventional Drone Imagery (A Case Study: The Maturity Level of Sago) Iriansa Iriansa; Mutmainnah Mutmainnah; Masluki Masluki; Andi Jumardi; Ichwan Muis; Budi Utomo Putra Azis; Erwin Amri
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 3 (2026): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i3.536

Abstract

Conventional Red-Green-Blue (RGB) unmanned aerial vehicle (UAV) imagery offers a cost-effective alternative for precision agriculture; however, its limited spectral separability constrains classification when target classes exhibit high visual similarity, particularly in non-cultivated areas with dense vegetation. Maturity assessment of sago palm (Metroxylon sagu Rottb.) exemplifies this challenge: identification of the harvestable stage remains dependent on labour-intensive field inspection, and delayed identification causes stem mortality and yield loss. This study evaluates an Object-Based Image Analysis (OBIA) framework for discriminating three sago maturity levels (Young, Harvestable, Overripe) from RGB orthomosaics and a Digital Surface Model over a 9-hectare non-cultivated site in Wailawi, North Luwu, Indonesia, using a DJI Phantom 4 Pro at 50 m altitude. Multi-resolution segmentation generated 6,210 crown-level objects, classified by Random Forest under two configurations: a five-feature set and a seventeen-feature set optimised through Recursive Feature Elimination. Evaluation used 600 independent objects (200 per class) from the testing partition through stratified random sampling, re-labelled by visual interpretation, with 95% confidence intervals from 1,000 bootstrap resamples. The seventeen-feature model outperformed the baseline, yielding Overall Accuracy of 93.00% (95% CI: 91.00–94.83) versus 89.00% (86.83–91.50), Macro-F1 of 92.92% versus 88.92%, and Cohen's Kappa of 0.895 (0.860–0.922) against 0.835 (0.795–0.873). Classification uncertainty concentrated at the Young-Harvestable boundary, whereas Overripe was consistently discriminated (F1 = 98.77%). Visible-band spectral statistics, GLCM and GLDV texture descriptors, and DSM-derived structural features contributed most to accuracy, while geometric descriptors showed marginal influence. The framework establishes a robust and economically accessible pathway for operational sago maturity monitoring.
Diversifikasi Produk Jelly dan Kripik Rumput Laut serta Penguatan Manajemen Promosi Pemasaran untuk Mendukung Pembagunan Berkelanjutan Akramunisa Akramunisa; Sunarti Cambaba; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Andi Jumardi; Suhaeni Suhaeni; Masluki Masluki; Iriansa Iriansa; Jumarniati Jumarniati; Rahma Hi Manrulu; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.823

Abstract

Kelompok Pokdakan Sipakamase di Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu merupakan kelompok petani rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang selama ini hanya menjual hasil panen dalam bentuk rumput laut kering kepada pengepul dengan harga jual rendah, tanpa pengolahan lanjutan dan tanpa akses pemasaran yang luas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah rumput laut menjadi produk jelly drink dan kripik bernilai jual, serta memperkuat manajemen promosi dan pemasaran berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap yaitu inception, elaboration, construction, dan transition, mencakup sosialisasi dan pendampingan pembuatan jelly dan kripik rumput laut serta pelatihan strategi pemasaran memanfaatkan e-commerce dan media sosial. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman mitra pada kedua aspek tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi jelly dan kripik rumput laut yang siap dipasarkan, serta kemampuan mitra memasarkan produk secara daring sehingga jangkauan pasar tidak lagi terbatas pada pengepul setempat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya unit usaha kecil berbasis olahan jelly dan kripik rumput laut yang berkelanjutan di Desa Lamasi Pantai.