Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Akselerasi Pengembangan Komoditas Hortikultura Strategis Dataran Tinggi melalui Implementasi Sistem Teknologi Tepat Guna di Desa Mappetajang Muhammad Naim; Mariyam Mangkunegara; Abdullah Syukur; Iriansa, Iriansa; Masluki, Masluki
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.498

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pertanian Desa Mappetajang melalui pendekatan hulu-hilir. Di hulu, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis budidaya dan produksi hortikultura strategis (tomat, bawang, paprika, cabai dan stroberi), introduksi bibit unggul, serta penerapan sistem dan teknologi pertanian presisi. Di hilir, program akan difokuskan untuk memperkuat manajemen usaha melalui pelatihan pengolahan hasil panen dan pasca panen, strategi dan teknik pemasaran digital, pengembangan produk dan brand unggulan, dan peningkatan jejaring pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu : Survey lokasi awal,  Sosialisasi Program kepada kelompok tani, pemberian bantuan alat dan bahan untuk menjalankan program, Pelatihan pembuatan pupuk kompos, pembuatan demplot sebagai lokasi percontohan budidaya hortikultura. Dari pelaksanaan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan petani perlu menanam tanaman jangka pendek yang cepat menghasilkan produksi  tidak tergantung pada hasil budidaya tanaman perkebunan, dan perlu manajemen pengelolaan dari hulu ke hilir agar masyarakat dapat produktif.
Integrasi Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas dan Penguatan Ekonomi Melalui Smart Greenhouse pada Program Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Luwu Ichwan Muis; Iriansa Iriansa; Muhammad Idham; Andi Jumardi; Baso Ali; Aryadi Nurfalaq; Masluki Masluki
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/q5pvjd43

Abstract

Kabupaten Luwu memiliki indeks kerentanan bencana yang tinggi, khususnya banjir dan tanah longsor. Tantangan utama dalam keberlanjutan program Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah kurangnya kemandirian ekonomi untuk mendukung operasional mitigasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kelembagaan Destana yang terintegrasi dengan unit usaha ekonomi produktif berbasis teknologi Smart Greenhouse. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi sosialisasi, pembentukan struktur organisasi, pelatihan mitigasi dan simulasi tanggap darurat, serta pembangunan dan pelatihan budidaya greenhouse sistem rakit apung. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ulusalu (rawan longsor) dan Desa Bonelemo (rawan banjir). Hasil kegiatan menunjukkan: (1) Terbentuknya struktur Destana yang legal melalui SK Kepala Desa; (2) Peningkatan kapasitas relawan melalui simulasi evakuasi dan pertolongan pertama; (3) Terbangunnya sistem peringatan dini (EWS) dan rambu jalur evakuasi; (4) Berdirinya dua unit Smart Greenhouse dengan proyeksi pendapatan ekonomi Rp 16.650.000 per bulan yang sebagian dialokasikan sebagai dana taktis kebencanaan. Sinergi antara mitigasi bencana dan pemberdayaan ekonomi terbukti efektif meningkatkan resiliensi masyarakat secara berkelanjutan.
Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan : Pengendalian Hama Padi Sawah dengan Speaker Frekuensi Tinggi dan Lampu Ultraviolet Berbasis Energi Panel Surya Chrystover Rianto Pranoto; Muh. Arifin Ilham; Yoki Raditya; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah; Muhammad Naim; Iriansa Iriansa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2473

Abstract

Kelurahan Sumarambu Kota Palopo merupakan salah satu penghasil tanaman pangan khususnya padi sawah. Hal tersebut dua dukung oleh bentuk tofografi datar dan sumber irigasi yang memadai memungkinkan untuk mendukung Indeks Panen (IP300) dalam setahun. Namun, tingginya serangan hama padi sawah seperti:tikus,wereng,penggerek batang, walang sangit, burung pipit yang sangat sulit dikendalikan meskipun penggunaan pestisida berlebihan yang berdampak pada resistensi hama penyebab gagal panen. Melalui penerapan teknologi alat pengusir hama padi sawah dengan speaker frekuensi tinggi dan lampu ultraviolet tenaga surya, serangan hama padi sawah dapat dikendalikan dengan baik, yang berdampak positif pada kesuburan dan kesehatan tanaman padi mitra. Hasil implementasi teknologi berhasil menurunkan serangan hama padi sawah berada dibawah ambang ekonomi yaitu menurunnya serangan hama tikus sebanyak 75%, burung pipit 70%, wereng coklat 70%, penggerek batang 70%, penggulung daun 55% dan walang sangit 60%, hal berdampak pada penurunan penggunaan pestisida kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan mitra kami dan lingkungan sekitar. Program pemberdayaan tersebut memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi yang mampu mengurangi serangan hama padi sawah, meningkatkan efisiensi dana dikarenakan tidak menggunakan pestisida yang harganya cukup mahal. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut dan penerapan teknologi ini persawahan petani lain, Serta pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk mencapai keberlanjutan usaha pertanian lain.
Capacity Building for the Mappetajang Village Community through Agroecotourism Literacy Based on the Geoecology of the Highlands Iriansa iriansa; Andi Jumardi; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah
ABDISAINS Vol 2 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mappetajang Village is one of the villages lagging behind in terms of village development index, but it has high natural potential in realising sustainable development goals, especially in terms of horticultural agriculture and tourism potential. This community service activity aims to improve the literacy of the community and village government in optimising this potential through a participatory approach. The community service was carried out through socialisation activities, focus group discussions and perception surveys of 54 respondents. The impact of the community service was analysed using thematic analysis and descriptive statistics. The results of the community service showed an increase in community understanding of horticultural potential (40%) and agrotourism (32%), with a high level of interest in its development. The main constraints included limited technical skills (42%), capital (33%), and infrastructure (25%). The main recommendations included cultivation training, digital market access, and collaboration with stakeholders. The implementation of a holistic strategy is expected to encourage the transformation of the village economy towards inclusive and sustainable economic resilience