Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PELATIHAN SPEAKING SKILL PADA PENDIDIK (DOSEN) DI FAKULTAS KEPERAWATAN DENGAN METODE ROLE PLAY DI INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM SULASTRI BR GINTING; TEDTY ROHAYA TINAMBUNAN; NOVRIKA SILALAHI; HARIATI HARIATI; Sri Sudewi Pratiwi Sitio
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.67 KB) | DOI: 10.36656/jpmph.v2i3.836

Abstract

This activity is one way to face globalization where the 4.0 industrial revolution and 5.0 Society era are known. In this era, the whole world uses English as the language of instruction. Educators (lecturers) with health backgrounds are also required to be able to communicate in English to become educators (lecturers) who go international such as be able to further study abroad an educator (lecturer) must master English both in TOEFL test and interviews. The other reason is some institutions at the doctoral level requiring a TOEFL test before attending lectures. In addition, campuses that can accept foreign students in terms of increasing study program accreditation must have educators (lecturers) who are fluent in English. From this explanation, we can conclude that English is very important, especially for nursing educators at Health Institute of Medistra Lubuk Pakam who send their students abroad to work. Therefore, this activity aims to improve speaking skills in English in Educators (Lecturers) who do not teach English are Nursing Educators (Lecturers) who will send their students to work abroad or even continue their studies abroad. By using the Role Play method "Health English Conversation" so that nursing educators (lecturers) can apply teaching in the classroom using English so that students are also motivated to master English and learning materials in the teaching and learning process are more interesting.
PENYULUHAN KESEHATAN RUMAH SEHAT DAN PERILAKU SEHAT PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DOLOK MASIHUL Sri Sudewi Pratiwi Sitio; yunita syahputri damanik; Efrata s; bahtera bindavid purba; Sulastri Br Ginting; Tedty Rohaya Tinambunan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.09 KB) | DOI: 10.36656/jpmph.v2i3.899

Abstract

Rumah merupakan tempat berkumpulnya semua anggota keluarga dengan segala aktivitasnya. Rumah sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya. Perumahan yang tidak memenuhi persyaratan rumah sehat dan PHBS yang buruk mempengaruhi kualitas kesehatan. Dalam kondisi pandemic ini, segala kegiatan dan aktivitas dilaksanakan di rumah.. Orangtua yang melaksanakan pekerjaan di rumah, anak yang melaksanakan pembelajaran dirumah. Walaupun dalam kenyataaannya rumah bukanah dibangun sebagai tempat bekerja dan belajar namun seluruh aktivitas selama pandemic harus dilaksanaka di dalam rumah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberi pemahaman kepada masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Dolok Masihol tentang rumah sehat dimana masyarakat dapat merasakan kenyamanan dan meningkatkan produktivitasnya. Metode penyuluhan dilakukan menggunakan video, poster, dan interaksi kepada masyarakat di Puskesmas Dolok Masihol. Kesimpulan akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dari kegiatan penyuluhan tentang kesehatan rumah dan perilaku sehat yang harus diadopsi masyarakat untuk menghindari penyebab penyakit yang sering terjadi dimasyarakat
Prevalensi Penurunan Visus Akibat Kelainan Refraksi Selama Perkuliahan Online Masa Pandemi Covid-19 Robinson Paulinus Sihombing; Sentosa Barus; Sri Sudewi Pratiwi Sitio
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4578

Abstract

Penyakit refraksi adalah kelainan refraksi cahaya pada mata, sehingga cahaya tidak terfokus pada retina atau makula. Jika daya biasnya tidak seperti ini, maka cahaya akan lebih fokus pada bagian depan retina (misalnya rabun jauh, rabun jauh), dan dengan kaca mata negatif, atau fokus pada bagian belakang retina, seperti hyperopia (rabun dekat), yang membutuhkan penggunaan lensa. Pelaksanaan perkuliahan secara langsung di tengah Pandemi Covid-19 pasti sangat beresiko dalam penularan virus Covid-19. Perkuliahan online pastinya menjadi alternatif agar kegiatan pendidikan tetap dapat berlangsung tanpa harus melanggar protokol kesehatan, namun kegiatan perkuliahan online yang secara otomatis meningkatkan penggunaan gadget juga perlu untuk dikaji secara serius untuk menghindarkan penurunan vision pada Mahasiswa selama menjalani perkuliahan online. Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi referensi bagi penetapan jadwal perkuliahan yang tepat dan sesuai tanpa menimbulkan kelainan refraksi dan berujung pada penurunan visus mahasiswa yang mengikuti perkuliahan online. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah studi Observasional dengan desain crossectional terhadap 84 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Deli Husada, Deli Tua yang bertujuan untuk menganalisis Prevalensi Penurunan Visus Akibat Kelainan Refraksi selama perkuliahan online masa Pandemi Covid-19. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, dimana sampel penelitian diambil secara merata pada 3 tingkatan studi mahasiswa yaitu masing-masing sebanyak 28 responden pada setiap tingkatan studi. Setelah pelaksanaan Perkuliahan daring pada 84 orang responden terdapat 30 orang (35,7%) responden yang mengalami Penurunan Visus Akibat Kelainan Refraksi selama perkuliahan online masa Pandemi Covid-19.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Perawatan Mandiri Pasien Tuberculosis Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Efrata Sembiring; Bahtera Bindavid Purba
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3223

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis dimana Mycobacterium tuberculosis sering menginfeksi paru-paru. Di Puskesmas Langga Payung, Kabupaten Labuhan Batu Selatan tahun 2018, ditemukan 266 kasus positif TB Paru. Dari 266 kasus TB ditemukan 231 kasus (86%) kasus baru dan ditemukan 35 kasus (13,1%) MDR-TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan diri pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan populasi penderita tuberkulosis yang datang ke Puskesmas Langgapayung. Besar sampel ditentukan dengan rumus Lameshow sebanyak 74 kasus TB baru dengan kriteria inklusi: Usia ≤ 50 tahun, sudah PMO, penderita TB sudah menjalani pengobatan 2 bulan, sistem pembayaran BPJS kesehatan dan kriteria eksklusi: HIV / AIDS, DM, tidak berdaya, dan menolak untuk berpartisipasi. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian diuji dengan Corbach alfa dan pengolahan data dilakukan dengan metode regresi logistik pada taraf nyata α = 0,05. Hasil analisis diketahui bahwa ada hubungan antara umur (p = 0,04; p 0,05) RP (3,04; CI 95% (1,06-10,75)), pengalaman (p = 0,01; p 0,05) RP (4,84; 95% CI (1,39-16,8)), pengetahuan (p = 0,00; p 0,05) RP (8,12; 95% CI (2, 31-28,5)) dengan perawatan diri pasien tuberkulosis. Tidak ada hubungan antara pendapatan (p 0,05) dan akses layanan (p 0,05) dengan perawatan diri pada pasien tuberkulosis. Variabel pengetahuan merupakan variabel dominan yang berhubungan dengan perawatan diri pasien tuberkulosis. Disarankan kepada pimpinan Puskesmas Langgapayung mengembangkan program promosi berbasis pengetahuan dengan memperhatikan budaya lokal dalam membina relasi antara petugas kesehatan, keluarga penderita TB, dan penderita TB.
Pengaruh Tindakan Empowerment Dan Sosial Budaya Keluarga Terhadap Pencegahan Penularan TB Di Wilayah Kerja Puskesmas Deli Tua Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Novrika - Silalahi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4442

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh infeksi basil Mycobacterium tuberculosis yang masih menjadi masalah kesehatan nasional di Indonesia. Tingginya risiko penularan perlu diketahui anggota keluarga penderita TB aktif melalui pemberdayaan dan sosial budaya keluarga penderita TB agar dapat bersikap positif dan berperilaku aktif dalam upaya pencegahan penularan TB di tingkat keluarga dan masyarakat. Metode eksperimen semu dengan desain (one-group pre-post test design) melibatkan 96 responden yang merupakan anggota keluarga penderita TB aktif di Puskesmas Deli Tua Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang. Materi intervensi edukatif terdiri dari sub materi: medis, aspek sosial budaya, dan persepsi umum terkait penularan tuberkulosis.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI INSTALASI RSU SEMBIRING Anggun Syafitri; Bintang Lubis; Jhan Saberlan Purba; Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Efrata Sembiring; Yunita Syaputri Damanik
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 5 No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN FARMASI & HERBAL
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v5i1.1020

Abstract

Quality health services are health services that can satisfy every user of health services in accordance with the level of satisfaction. Satisfaction will occur if the expectations of the patient can be met by the services provided by the hospital so that it needs to be considered continuously the satisfaction and expectations of the patient. The purpose of this study was to determine the level of satisfaction of outpatients of BPJS Kesehatan participants with pharmaceutical services at the outpatient Pharmacy Installation at RSU Sembiring. The design of this study used descriptive survey research. The population in this study was 1400 patients, and the sample was 93 patients using the Slovin formula. Data collected through primary and secondary data and using univariant and bivariant analysis with the help of the SPSS computer program. The results of the chi square test obtained variables related to the satisfaction of outpatients at the general hospital, namely: Physical evidence (p value = 0.002), Reliability (p value = 0.000, Responsiveness (p value = 0.002), Guarantee (p value = 0.004), and Empathy (p value = 0.000). It is recommended to the Outpatient Pharmacy of Sembiring General Hospital to maintain a good quality of service and continue to improve the quality of service to patients.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI MUTU PELAYANAN REKAM MEDIS UNTUK PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DELIA Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Jon Pitter Sinaga; Yunita Syaputri Damanik; Efrata Sembiring; Bahtera Bindavid Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i1.1016

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu dari sarana kesehatan yang juga merupakan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan yaitu setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, model efektivitas sistem informasi pelayanan pada rumah sakit sangat diperlukan, sehingga sistem pengelolaan yang baik akan mendukung tingkat efektivitas sistem informasi pelayanan yang ditetapkan Memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat merupakan salah satu syarat pokok pelayanan kesehatan. Suatu pelayanan kesehatan dikatakan bermutu apabila dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan dan tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar sesuai Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tentang Standar Pelayanan Minimal untuk kepuasan pasien yang diberikan memenuhi standar minimal sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA SISWA/SISWI SMA NEGERI 1 STM HILIR, JLN. PENDIDIKAN DUSUN I TALUN KENAS, KEC. SINEMBAH TANJUNG MUDA HILIR, KAB. DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Pintata Sembiring; Masria Sianipar; Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Yunita Syahputri Damanik; Efrata Sembiring
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i3.1342

Abstract

Overuse of antibiotics has the potentiall for irrational use. This is one of the factorss that cause resistances. WHO in the field of antimicrobial resistance:According to the Global Surveillance Report, Southeast Asia has the highest level of antimicrobial resistance in the world, especially against methicillin-resistant Staphylococcus aureus (Ministry of Health, 2015). Results of the AMRIN (Antimicrobial Resistance in Indonesia) study conducted from 2000 to 2005 showed that approximately 43% of E. coli are resistant to various types of antibiotics, including: ampicillin (34%), co-trimoxazole (29%), chloramphenicol (25%) (Minister of Health of the Republic, 2015). Irrational use is a major factor in high antibiotic resistance rates. Lack off publicc knowledges about antibiotics can affect attitudes and healths behaviorss, including irrationall use of antibiotics. Knowledge plays an important rolee in shaping beliefs and attitudess about certain behaviors, such as behavior when taking antibioticss. Education level is thought to have a significant impact on this behavior (Ivoryanto, 2017). Keywords : antibiotics, resistance, student
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT DI DESA PATUMBAK 1 DUSUN VII Yunita Syahputri Damanik; Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Nada Amirah; Muhammad Rifqi Azhary; Efrata S
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is still a public health problem in developing countries such as Indonesia, because of its high morbidity and mortality. Most diarrhea occurs in children under the age of 2 years. Toddlers aged 12-24 months have a risk of diarrhea 2.23 times compared to children aged 25-59 months. The purpose of this research was to see the influence of knowledge, attitudes, behavioral factors, environmental factors with the incidence of diarrhea in the hamlet VII Patumbak 1. The research method used descriptive observational with a cross sectional approach. The sample was carried out by purposive sampling. The instrument in this research was using a questionnaire. Analysis of this data using Chi Square statistical test. The results showed that there was an influence between knowledge and the incidence of diarrhea (P value 0.005). There was an influence between attitude and the incidence of diarrhea with a P value 0.002 (<0.05). There was an influence between behavioral factors and the incidence of diarrhea with a P value 0.003 (<0.05). There was an influence between environmental factors and the incidence of diarrhea with a P value 0.001 (<0.05). It is necessary to inform the local government to always monitor and socialize to the public about the factors that influence diarrhea.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KADER DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN IBU YANG MEMILIKI BALITA KE POSYANDU DI DESA SARILABA JAHE KECAMATAN BIRU-BIRU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2022 efrata sembiring; Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Yunita Syahputri Damanik; Muhammad Rifqi Azhary; Nada Amirah
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v6i1.1353

Abstract

A healthy society is realized if there is awareness of every member of the community about the importance of healthy behavior, desire, and empowerment to live a healthy life. One of the efforts to empower the community is by conducting posyandu activities. One of the causes of the decline in service satisfaction and visits at the posyandu is due to the low skills of cadres. The purpose of this study was to determine the relationship between cadre service quality and adherence to visits by mothers with toddlers to the posyandu in Sarilaba Jahe Village, Biru-Biru District, Deli Serdang Regency in 2022. This type of research used quantitative research with a cross sectional design. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi square test with a sample of 48 mothers with toddlers who were taken randomly using simple random sampling. The results of the bivariate analysis with the chi square test obtained the value of tangible service quality (sig P = 0.002 < 0.05), reliability (sig P = 0.001 < 0.05), responsiveness (sig P = 0.001 < 0.05) , assurance (sig P = 0.002 < 0.05) and empathy (sig P = 0.002 < 0.05) indicate that there is a relationship between cadre service quality and compliance with visits by mothers who have toddlers to posyandu in Sarilaba Jahe Village, Biru-Biru District. Deli Serdang Regency in 2022. Suggestions for cadres to always provide knowledge, understanding and health education about the importance of Posyandu for toddlers so that there is motivation for mothers of toddlers to visit Posyandu.