Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKAN PEKERJA SALON KECANTIKAN TERHADAP HYGIENE SANITASI SALON KECANTIKAN DI YETTI SALON KOTA SIBOLGA TAHUN 2023 Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Nada Amirah; Muhammad Rifqi Azhary; Indah Srymuliani Nainggolan
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hygiene adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitik beratkan pada usaha kesehatan perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang tersebut berada. Sanitasi merupakan usaha pengawasan terhadap faktor lingkungan yang dapat menularkan penyakit kepada manusia. Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Sibolga kejadian penyakit kulit alergi menempati urutan nomor 6 pada data 10 besar penyakit tahun 2019 dengan jumlah kejadian 3.435 kasus, sedangkan kejadian penyakit kulit karena jamur menempati urutan nomor 8 pada data 10 besar penyakit tahun 2021 dengan jumlah kejadian 2.415 kasus. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap dan tindakan pekerja salon kecantikan terhadap hygiene sanitasi salon kecantikan di yeti salon kota sibolga. Metode : menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan purposive sampling. instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan sampel 50 responden. Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dengan nilai p 0,008 adanya hubungan pengetahuan terhadap hygiene sanitasi salon kecantikan, Sikap nilai p 0,012 adanya hubungan sikap terhadap hygiene sanitasi salon kecantikan, Tindakan nilai p 0,006 adanya hubungan tindakan terhadap hygiene sanitasi. Saran: Bagi Salon kecantikan Perlu menjalin kerjasama dan komunikasi antara pemilik salon dan pekerja salon yang lebih erat dalam pengetahuan, sikap dan tindakan pekerja salon terhadap hygiene sanitasi
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP ANAK USIA SEKOLAH DENGAN MEDIA ULAR TANGGA DI SMP METHODIST 1 KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG Azhary, Muhammad Rifqi; Amirah, Nada; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Tanjung, Lina Febriani; Putri, Rizqi Nanda; Damanik, Yunita Syahputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i1.1641

Abstract

Good hygiene practices (PHBS) are activities that must be carried out by all groups, not only for children during their toddler years, the golden period of growth, but also for middle school children at their peak. And the development of high school students often face health problems including infections due to cat bites due to not practicing PHBS. Therefore, this community service was carried out at Kutalimbaru Methodist 1 Middle School to provide PHBS education to school children using the game Snakes and Ladders as a learning tool. This activity is not just a game of snakes and ladders: students learn while playing. PHBS material is presented through a quiz where participants click on certain numbers and images related to their school's PHBS logo. The launch of the training went well, and in the initial discussions about the game, the students were very enthusiastic and gave a strong response. The application of Hygiene and Sanitation Tips (PHBS) using Snakes and Ladders Media is considered effective in increasing students' awareness and understanding of clean and healthy living behavior. Keywords: Clean and healthy living behavior (PHBS), Education, Snake and Ladder Game
PENYULUHAN TENTANG PERILAKU PENGGUNAAN AIR SUNGAI TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT KULIT DI DESA BENGKURUNG KECAMATAN SIBOLANGIT KABUPATEN DELI SERDANG sembiring, efrata; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i2.1676

Abstract

Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat seperti timbulnya penyakit kulit. Dermatitis atau yang biasa disebut eksim merupakan suatu peradangan kulit non-inflamasi akut dan subakut yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis perkembangan penyakit kulit yang diderita masyarakat Indonesia dalam profil kesehatan Indonesia tahun 2015. Di Sumatera Utara angka kejadian penyakit kulit sebesar 2,63%. Berdasarkan data dua rumah sakit di kota Medan, terdapat 1.193 pasien baru (30,61%) yang terdiagnosis dermatitis kontak di poliklinik alergi RSUD Dr. Pringadi Medan. Berdasarkan data Puskesmas Sibolangit, jumlah kasus penyakit kulit pada tahun 2020 sebanyak 131 kasus, tahun 2021 sebanyak 174 kasus, dan tahun 2022 sebanyak 198 kasus. desain penelitian. Penelitian dilakukan di Desa Bengkurung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2023 sampai dengan 13 Februari dan penelitian selanjutnya dilakukan pada bulan Maret sampai Juli 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh warga yang tinggal di Desa Bengkurung sebanyak 55 sampel. Ada hubungan antara tindakan dengan kejadian penyakit kulit pada masyarakat pengguna air sungai di Desa Bengkurung tahun 2023 dengan nilai P sebesar 0,001 (<0,05). Perlu dilakukan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Desa Bengkurung agar selalu mengedepankan pola hidup bersih untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya
Edukasi Tentang Loyalitas Pasien di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua Anwar, dr. Khairul -; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i2.1685

Abstract

Loyalitas pasien merupakan sikap pasien yang menggambarkan kesetiaan terhadap pelayanan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan secara berulang-ulang dalam memenuhi kebutuhan pelayanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan loyalitas pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua. atas jasa yang disediakan rumah sakit didasarkan pada ketertarikan pasien atas jasa yang disediakan rumah sakit yang dihubungkan secara silang menyilang dengan pola penggunaan jasa secara berulang. Adapun keberadaan pasien yang mempunyai sikap dan sifat loyal, mereka tidak hanya bersedia menggunakan jasa ketika pasien tersebut sakit, tetapi kesediaannya untuk menyarankan produk atau jasa tersebut kepada orang lain, teman, atau saudara, dan anggota keluarga serta kolega mereka. Keuntungan loyalitas bersifat jangka panjang dan komulatif, yaitu meningkatnya loyalitas pasien dapat menyebabkan sumber pendapatan atau keuntungan yang lebih meningkat, retensi pegawai yang lebih tinggi, dan basis keuangan yang lebih stabil, suatu rumah sakit untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan guna memberikan persepsi yang baik kepada pasien guna meningkatkan loyalitas pasien dalam memanfaatkan kesehatan. pelayanan di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua.
EDUKASI KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA KADER DI WILAYAH PUSKESMAS PULO BRAYAN Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Amirah, Nada; Tanjung, Lina Febriani; Putri, Rizqi Nanda; Damanik, Yunita Syahputri; Sembiring, Efrata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v4i4.2032

Abstract

Stunting is a condition where a child's growth and development do not match their age due to a prolonged lack of adequate nutrition. Children who experience growth delays from early on until the age of 5 will notice this. difficult to fix, so it will continue into adulthood. Dirty environmental factors and slum settlements are significant causes of stunting. Cleanliness is a step towards implementing a clean and healthy lifestyle by not defecating inappropriately, washing hands with soap, managing drinking water and food, and handling household waste through safe and proper domestic wastewater management. The purpose of the community service activities involving lecturers and students from the public health and hospital administration study programs. The field of Administration Science consists of: 1.) enhancing students' skills as a strategic goal to increase community participation through environmental cleanliness education; 2.) student involvement in boosting community participation in preventing stunting in the Pulo Brayan sub-district through environmental hygiene education; 3.) providing an overview of the understanding of stunting, its causes, the standards for defining stunting conditions, followed by environmental hygiene education focused on toilet cleanliness. The method used in this activity is environmental hygiene education through lectures and direct socialization between households. The result of this activity is the education provided to the cadres about the relationship between environmental cleanliness and the occurrence of stunting, as the community does not have toilets, leading to waste disposal in rivers or nearby places of worship. Holding lectures and Q&A sessions as part of community service is considered to enhance knowledge and provide new perspectives to the cadres. The community service activities in Pulo Brayan Kota District, Medan Barat District, Medan City, were carried out as planned through collaboration with various parties such as the Pulo Brayan village head, the Pulo Brayan health center, PSKM and ARS DHDT students, the Pulo Brayan community, and the PKK mothers in Pulo Brayan District. Keywords: Stunting, Environmental Cleanliness, Latrines
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pedagang Dengan Higiene Sanitasi Makanan Di Desa Patumbak Tahun 2023 Amirah, Nada; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Azhary, Muhammad Rifqi; Angelita, Irayanti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7733

Abstract

Makanan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting, namun dapat terkontaminasi dengan patogen. Faktor yang mempengaruhi kualitas makanan meliputi perilaku pengolah makanan dalam penerapan higiene perorangan dan higiene makanan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara pengetahuan dan sikap pedagang terhadap higiene makanan di Dusun IV Desa Patumbak. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 orang pedagang makanan yang berjualan di Patumbak Dusun IV. Hasil uji kuadrat menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan pedagang makanan dengan pelaksanaan higiene sanitasi makanan dengan p-value (0,556), namun diperoleh baahwa terdapat hubungan antara sikap pedagang dengan pelaksanaan higiene sanitasi makanan dengan p-value (0,0001). Berdasarkan hasil tersebut, pedagang makanan diharapkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum bekerja, memakai masker, dan menahan diri untuk tidak berbicara saat mengolah makanan
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA BED OCCUPANCY RATE (BOR) DI RUMAH SAKIT UMUM NATAMA TEBING TINGGI Ariska, Dini; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; -, Efrata Sembiring
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bed Occupancy Rate (BOR) quantifies the amount of time that beds are either fully or partially occupied within a certain time period. When the BOR is low, it means that hospital facilities are underutilized. This study employs a cross-sectional methodology and is quantitative in nature. Executed between February and May of 2024 in the Natama Tebing Tinggi General Hospital. After averaging 87 patients each month over the course of a year, this study's population consisted entirely of inpatients at Natama Tebing Tinggi Hospital. In this study, the total population is used as the sample. The study's findings confirm that Natama General Hospital's bed utilization is still subpar and unsatisfactory. The bivariate test found that distance, health workers' attitudes, service facilities' availability, and service quality were all significantly related to the low bed occupancy rate (BOR) at Natama Tebing Tinggi General Hospital in 2023. The multivariate test confirmed this relationship, and the variable Availability was the only one that showed any significant relationship. Among the many factors influencing the 2023 Natama Tebing Tinggi General Hospital's Low Bed Occupancy Rate (BOR), the one most strongly correlated with Service Facilities was the Preval__ence Ratio of 4,013 (1,176-13,687), which indicates that there is a 4.01-fold relationship between the two variables. In order for the community to receive the best possible services, it is expected that RSU Natama Tebing Tinggi will enhance the quality of service. This can be achieved, for example, by paying closer attention to and improving the maintenance of existing facilities and infrastructure, as well as by providing sufficient facilities and infrastructure. From the comfort of patient care rooms, particularly in third class, to the provision of clean restrooms, parking spots for visitors, and comfortable waiting areas for patients and their families, we aim to enhance the experience of those seeking treatment or visiting.
FAKTOR-FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG MENYEBABKAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PEKERJA PADA KLINIK KASIH IBU: PSYCHOSOCIAL FACTORS THAT CAUSE WORKER MENTAL HEALTH DISORDERS AT THE KASIH IBU CLINIC Nasution, Windya Sari; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Hariati
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.820

Abstract

This study aims to identify the relationship between psychosocial factors and mental health disorders among workers at Kasih Ibu Clinic. A cross-sectional quantitative approach was employed with 30 respondents. Data were collected using questionnaires covering job demands, interpersonal relationships, workplace values, health, well-being, and offensive behavior. Analysis results revealed significant relationships between mental health disorders and interpersonal relationships and leadership (p=0.009), health and well-being (p=0.009), and offensive behavior (p=0.008). However, job demands (p=0.118) and workplace values (p=0.207) showed no significant relationships. Most workers experienced severe to very severe mental health disorders, with all respondents reporting very severe anxiety. This study emphasizes the importance of workplace management, including leadership training, anti-bullying policies, and well-being programs, to enhance workers' mental health. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor psikososial dengan gangguan kesehatan mental pada pekerja di Klinik Kasih Ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan total 30 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai tuntutan kerja, hubungan interpersonal, nilai tempat kerja, kesehatan, kesejahteraan, dan perilaku ofensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan interpersonal dan kepemimpinan (p=0,009), kesehatan dan kesejahteraan (p=0,009), serta perilaku ofensif (p=0,008) memiliki hubungan signifikan dengan gangguan kesehatan mental. Sementara itu, tuntutan kerja (p=0,118) dan nilai-nilai di tempat kerja (p=0,207) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Mayoritas pekerja mengalami gangguan mental berat hingga sangat berat, dengan tingkat kecemasan sangat berat pada semua responden. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan kerja, termasuk pelatihan kepemimpinan, kebijakan anti-bullying, dan program kesejahteraan untuk meningkatkan kesehatan mental pekerja.
MENGENAL RUMAH SAKIT: EDUKASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR SDN 101807 CANDI REJO TAHUN 2024 Tanjung, Lina Febriani; Putri, Rizqi Nanda; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Amirah, Nada; Sembiring, Efrata; Damanik, Yunita Syahputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i2.2261

Abstract

Pendidikan kesehatan di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat sejak dini. Program "Mengenal Rumah Sakit: Edukasi Layanan Kesehatan untuk Siswa Sekolah Dasar SDN 101807 Candi Rejo Tahun 2024" dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang layanan kesehatan dan peran rumah sakit. Program ini menggunakan pendekatan interaktif melalui sesi edukasi, simulasi kunjungan rumah sakit, serta praktik langsung yang melibatkan siswa secara aktif. Metode yang digunakan meliputi persiapan materi edukasi, pelaksanaan kegiatan interaktif, serta eval_uasi pemahaman siswa sebelum dan setelah edukasi. Hasil eval_uasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa sebesar 45 persen, dengan peningkatan tertinggi pada aspek Simulasi Kunjungan ke Rumah Sakit dan Pentingnya Hidup Sehat (47 persen). Sebelum edukasi, rata-rata siswa menjawab benar 5 dari 12 pertanyaan, sedangkan setelah edukasi, jumlah jawaban benar meningkat menjadi 11 dari 12 pertanyaan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai dunia kesehatan. Namun, beberapa aspek masih dapat ditingkatkan, seperti penggunaan alat peraga yang lebih variatif dan penerapan pre-test serta post-test untuk memperoleh data yang lebih akurat. Tindak lanjut dalam bentuk monitoring kebiasaan sehat siswa juga perlu dilakukan untuk memastikan dampak edukasi yang lebih berkelanjutan. Dengan perbaikan ini, program diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan yang dapat diterapkan di sekolah lain.model edukasi yang dapat diterapkan di sekolah lain guna membangun kesadaran kesehatan sejak dini secara lebih optimal.
ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSA PENYAKIT PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PENAGIHAN KLAIM BPJS DI RSUD CUT NYAK DHIEN MEULABOH TAHUN 2024 Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Sembiring, Efrata; Ulmi, Nurifah Fadhilah
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v7i2.2296

Abstract

Pengkodean diagnosa penyakit merupakan kegiatan pemberian kode klasifikasi klinis namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kesalahan sehingga berdampak kepada kelancaran penagihan klaim BPJS.Berdasarkan survey awal yang peneliti lakukan ditemukan dari 4.212 berkas klaim sebanyak 1.506 berkas mengalami pending saat klaim dilakukan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketepatan kode diagnosa penyakit pasien rawat inap terhadap penagihan klaim BPJS di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Penelitian ini dilakukan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.Polulasi berjumlah 1.506 berkas klaim pending dan sampel berjumlah 94 berkas klaim pending dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi. Data dianalisis dengan cara direduksi, disajikan lalu ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyebab pending berdasarkan ketepatan Diagnosa utama pada berkas pending klaim rawat inap terbanyak adalah BAB X Respiration system sebanyak 21 atau 22,3% kasus, Penyebab pending berdasarkan ketepatan Kode CMG terbanyak adalah pada kode J (respiratory sistem groups) yaitu sebanyak 19 (20,2%), dan kasus terbanyak peding disebabkan karena keterangan “konfirmasi kode diagnosa” yaitu sebanyak 40 (43%) berkas.