Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman akhlak Islami pada anak tunagrahita yang memiliki keterbatasan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristiknya. Salah satu metode yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi anak berkebutuhan khusus adalah metode kisah, karena melalui kisah siswa dapat belajar nilai moral dan keteladanan secara konkret dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode kisah dalam menanamkan akhlak Islami pada anak tunagrahita di SLB IT Nur Khoirul Ashab, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kisah diterapkan melalui penyampaian cerita-cerita Islami sederhana seperti kisah Nabi dan sahabat yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Pendidik menggunakan media visual dan ekspresi dramatik agar pesan moral lebih mudah dipahami. Implementasi metode kisah terbukti efektif menumbuhkan nilai akhlak seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kasih sayang. Adapun faktor pendukungnya meliputi kreativitas guru dan dukungan lingkungan sekolah, sementara hambatannya adalah keterbatasan konsentrasi siswa dan sarana pembelajaran yang belum memadai. Secara keseluruhan, metode kisah merupakan strategi yang relevan dan aplikatif dalam pendidikan karakter Islami bagi anak tunagrahita.