Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Seks Pranikah Pada Remaja di SMP N 6 Natar Antika, Rini; Sumiarsih; Putri, Riska Herdiya; Palupi, Rini
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v13i2.2431

Abstract

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung tahun 2019 menunjukkan perempuan dibawah usia 20 tahun sebanyak 54,2 per 1000 yang telah melahirkan. Data pernikahan dini usia < 18 tahun Kabupaten Lampung Selatan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan persentase sebesar 7,74% pada tahun 2020 dan pada tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 13,47%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan seks pranikah pada Remaja di SMP N 6 Natar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Pre Experimental dengan rancangan Pretest-posttest design dan teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 7 dan 8 di SMPN 6 Natar yang berjumlah 215 siswi, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 140 responden, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner, analisa data yang digunakan menggunakan Uji Mc Nemar . Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji statistik yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan seks pranikah pada remaja di SMP N 6 Natar diperoleh nilai p- value <0,001. Diharapkan pendidikan kesehatan reproduksi tentang pranikah seks dapat diterapkan pada remaja sehingga mengurangi prevalensi kehamilan usia remaja.
Hubungan Stimulasi Orang Tua Dengan Perkembangan Bicara Dan Bahasa Anak Usia 36-48 Bulan Di Desa Ambarawa Barat Ismanto, Amatus; Kusuma, Anggi; Palupi, Rini; Puspitasari, Tri
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i1.703

Abstract

Background: Optimal speech and language development is inseparable from the way parents provide stimulation to their children. Children who get directed stimulation will develop faster than children who lack stimulus. Speech and language development starts from the age of 0-3 years Objective: The purpose of this study was to determine the correlation of parental stimulation with speech and language development of children aged 36-48 months in West Ambarawa Village, Ambarawa Subdistrict, Pringsewu Regency Method: The type of research used is quantitative research with cross sectional research. The population in this study were parents or caregivers and toddlers at the age of 36-48 months in the West Ambarawa Village posyandu, Ambarawa Regency, totaling 207, while the sample taken was 67 respondents. Data analysis was done univariate and bivariate using chi-square test Result: The results of the study obtained parental stimulation with speech and language development with a sig value. 0.000 (sig <0.05). The conclusion of this study is that there is a correlation between speech and language development in toddlers aged 36-48 months in West Ambarawa Village, Ambarawa District, Pringsewu Regency Conclusion: The importance of stimulation from parents that must be done to toddlers about speech and language development
The Correlation Between Parenting Style and Picky Eater Habits on The Preschool Students Suryani, Santi; Agustriyani, Feri; Palupi, Rini; Ardinata, Ardinata
Journal of Current Health Sciences Vol. 2 No. 2: 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.202240

Abstract

Parenting style is one factor in children's character construction. Preschool students have experienced a change in eating behavior that commonly has the picky eater habit. It is the spectrum of feeding difficulties when children refuse to taste new foods, or only want to eat certain foods. This research aims to identify the correlation between parenting style and pick-eater habits among preschool students in Tri Tunggal Jaya Village. The correlation design method was used to analyze the 55 sample respondents in this village. The measurement tools were questionnaires on parenting styles and picky eater habits (CEBQ). Based on the analysis results, parents in the majority of implemented some parenting styles which were permissive parenting as much 28 (50,9%), democratic parenting as much 25 (45,5%), and authoritarian parenting 2 (3,6%). Meanwhile, the picky eaters in the majority showed a rate of 25 (45,5%) and non-picky eaters were 30 (54,5%). According to the gamma testing, it showed that the p-value was 0,000. Thus, it can be concluded that there is a correlation between parenting style in picky eating habits among preschool students in Tri Tunggal Jaya Village, located in the sub-district Penawartama Tulang Bawang regency. Suggestion: for the parents, it will be better to implement a good parenting style for the children in managing childhood eating patterns. Abstrak: Pola asuh adalah salah satu faktor dalam pembentukan karakter anak. Anak usia prasekolah mengalami proses perubahan pola makan dimana anak pada usia ini umumnya mengalami peri laku atau kebiasaan Picky eater yang termasuk kedalam spektrum kesulitan makan (feeding difficulties) dimana anak menolak untuk mencoba makanan baru, atau hanya mau makan makanan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pola asuh Orangtua dengan perilaku Picky eater pada anak usia prasekolah di Desa Tri tunggal jaya. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan jumlah sampel 55 responden di Desa Tri Tunggal Jaya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pola asuh dan kuesioner perilaku Picky eater (CEBQ). Dari hasil penelitian didapakan bahwa mayoritas orangtua menerapakan pola asuh permisif yaitu 28 (50,9%), pola asuh demokratis 25 (45,5%), dan pola asuh otoriter 2 (3,6%). Sedangkan mayoritas picky eater 25 (45,5%) dan tidak picky eater 30 (54,5%). Berdasarkan uji gamma didapatkan nilai p value sebesar 0,000 maka dapat di simpulkan ada hubungan antara pola asuh Orangtua kebiasaan memilih-milih makan (Picky eater) pada anak usia prasekolah di Desa Tri Tunggal Jaya Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang. Saran: Diharapkan kepada orang tua untuk menerapkan pola asuh yang baik dan benar kepada anaknya untuk lebih tepat dalam mengatur pola makan anak.
Edukasi dan Pelatihan Perawatan Bayi Baru Lahir untuk Meningkatkan Pengetetahuan Ibu di RS Akhmad Yani Metro Palupi, Rini; Kusuma, Anggi; Elasari, Yunani; Wulandari, Rizki Yeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): JPMII - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.296

Abstract

Perawatan bayi baru lahir baik dengan kondisi normal maupun kondisi patologis tetap harus dilakukan dikarenakan bayi baru lahir masih rentan terhadap perubahan yang terjadi saat keluar dari Rahim ibu. Pengetahuan khusus diperlukan dalam penanganan bayi baru lahir terutama pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Stimulus yang diberikan diharapkan membuat pertumbuhan dan perkembangan menjadi optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan perawatan bayi baru lahir pada orang tua baru dan menyegarkan pengetahuan pada orang tua yang sebelumnya sudah pernah melahirkan. Metode yang digunakan dengan pemberian materi yang diberikan dengan presentasi, praktek perawatan bayi baru lahir kurang lebih masing-masing materi 20 menit dan pemberian leafleat jika nanti ibu menginat kembali materi yang sudah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan ibu mampu menjelaskan kembali pengertian, manfaat dan dapat mampu melakukan tindakan sesuai dengan materi yang telah diberikan. Beberapa ibu menanyakan terkait dengan kondisi anak yang berbeda dengan bayi normal terhadap materi yang diberikan. Beberapa peserta merupakan ibu dengan bayi yang bukan anak pertama, tetap mengikuti edukasi hingga selesai. Edukasi diberikan tidak hanya pada kehamilan dan kelahiran anak yang pertama sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi pada umumnya.
Hubungan Family Centered Care dan Kepatuhan Terapi dengan Kualitas Hidup pada Pasien TB Paru Ferlia, Reni; Palupi, Rini; Kusuma, Anggi; Kameliawati, Feri
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2025): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v15i2.3521

Abstract

Tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, and is one of the 10 leading causes of death in the world. Patients with pulmonary tuberculosis often experience low quality of life, which can negatively impact their adherence to therapy, potentially resulting in treatment failure or even death. Since 2016, individuals with pulmonary tuberculosis have experienced a declining treatment success rate. One strategy to increase access to healthcare is through Family Centered Care, which emphasizes the value of family participation in patient care initiatives. The research objective was to determine the correlation between family centered care and therapy compliance with the life quality of pulmonary TB patients at Jend Ahmad Yani Hospital of Metro. The research type was quantitative with descriptive correlational research design using cross-sectional. The population in the study was 80 people who were still undergoing treatment. The sampling size was determined by total sampling. The instruments used in this research were the family care questionnaire, MMAS-8, and Short From-36 (SF-36). Data analysis used the Gamma statistical test and the Chi-Square test. The statistical test results show that there is a correlation between family-centered care and the quality of life of pulmonary TB patients at Jend Ahmad Yani Hospital of Metro with a p-value of 0.002 and the statistical test results show that there is a correlation between therapy compliance and the life quality pulmonary TB patients at Jend Ahmad Yani Hospital of Metro. This is intended to raise awareness of the significance of treatment adherence and family participation in enhancing the quality of life for patients with pulmonary tuberculosis. Information from communication initiatives utilizing booklets, films, pamphlets, and other media can be obtained through additional study.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN QUALITY OF LIFE PASIEN CKD DI RSUD JENDERAL A. YANI METRO TAHUN 2025 Depisari, Rahmah; Palupi, Rini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53068

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) merupakan kondisi gangguan ginjal lebih dari tiga bulan, ditandai oleh penurunan fungsi ginjal akibat kelainan struktur, perubahan sedimen urin, serta peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa tidak hanya menghadapi keterbatasan fisik, tetapi juga tekanan psikologis dan sosial yang dapat memengaruhi Quality of life mereka dan dapat mengganggu keseharian mereka. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan Quality of life pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro pada tahun 2025. Dengan desain penelitian penelitian kuantitatif analitik, pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden yang diambil dengan  teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument kuesioner KDQOL-36 dengan uji analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia lebih dari 40 tahun (80%), berjenis kelamin laki-laki (53,3%), berpendidikan rendah (51,1%), tidak memiliki pekerjaan (65,6%), menjalani hemodialisa selama ≥11 bulan (61,1%), serta memiliki 1–2 penyakit penyerta (79,9%). Analisis bivariat memperlihatkan bahwa ada hubungan usia (p=0,000), tingkat pendidikan (p=0,000), status pekerjaan (p=0,000), dan penyakit penyerta (p=0,001) dengan Quality of life pasien CKD. Sebaliknya, tidak ada hubungan jenis kelamin (p=0,276) dan lama menjalani hemodialisa (p=0,941) dengan Quality of life pasien CKD. Diharapkan bagi rumah sakit untuk lebih meningkatkan perhatian dan dukungan dalam bentuk pengobatan maupun pemberian penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan QOL pasien CKD.