Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

POTENSI JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) DALAM MANAJEMEN SINDROM METABOLIK: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Hidayah, Himyatul; Arasta S, Achmad Fauzi; Mideliani J, Marsella; Fariza, Wipena
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 20 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14288802

Abstract

Sindrom metabolik, yang mencakup obesitas, resistensi insulin, hipertensi, dan dislipidemia, merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan. Prevalensinya meningkat secara global, mendorong penelitian terfokus pada intervensi alami. Jamblang (Syzygium cumini), buah tropis dari Asia Tenggara, menarik perhatian karena manfaat kesehatannya. Artikel ini melakukan tinjauan literatur sistematis untuk menjelajahi manfaat jamblang terhadap sindrom metabolik. Dari 15 artikel yang ditemukan, penelitian menunjukkan penurunan gula darah, peningkatan sensitivitas insulin, dan modulasi profil lipid pada subjek sindrom metabolik yang mendapatkan ekstrak jamblang. Mekanisme melibatkan senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol. Temuan ini mendukung potensi jamblang sebagai terapi tambahan, namun diperlukan penelitian lebih lanjut.
Activity of The Triterpenoid Content of Jamun as An Anti-Inflammatory Compound Faomasi Gulo, Anasthasya; Hidayah, Himyatul; Aulia Zulfa, Amanda; Yunita, Dewi
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i6.243

Abstract

Jamblang merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun jamblang sebagai senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai anti inflamasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi yang terkandung dalam daun jamblang, Penelitiian ini dilakukan pada bulan Juli 2016 dengan jenis penelitian eksperimental laboratorik. Sampel yang digunakan adalah daun jamblang (Syzygium cumini), yang di ambil dari kotapinrang Sulawesi Selatan. Daun jamblang dibuat dengan metode rebusan, yaitu penyarian yang digunakan untuk menyari zat-zat aktiv yang larut dalam air. Mencit yang telah dipuasakan terlebih dahulu diinjeksikan dengan larutan karagenan sebagai pemicu inflamasi kemudian diberikan rebusan daun jaamblang dengan konsentrasi 40%, 60% dan 80%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi penurunan bengkak dengan konsentrasi ekstrak 40%, 60% dan 80%. Pada penelitian ini digunakan kontrol positif natrium diklofenak dankontrol negatif digunakan Air hangat. Pada konsentrasi rebusan daun jamblang 80% memiliki efek anti inflamasi yang mendekati efek anti inflamasi natrium diklofenak.
Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Terapi Adjuvan Demam Di Madrasah Ibtidaiyah Al Istianah Karawang Alkandahri, Maulana Yusuf; Arfania, Maya; Yuniarsih, Nia; Aliyani Mardiana, Lina; Frianto, Dedy; Abriyani, Ermi; Hidayah, Himyatul; Astuti, Diany; Amal, Surya
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v3i1.83

Abstract

Demam adalah tanda klinis umum yang ditandai dengan kenaikan suhu tubuh di luar batas normal. Strategi dalam menangani demam adalah dengan mencari senyawa antipiretik baru pada tumbuhan obat. Hampir semua obat antipiretik saat ini memblokir sintesis PGE2 melalui penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Selain itu, agen sintetik ini secara ireversibel menghambat COX-2 dengan selektivitas tinggi, sehingga bersifat toksik bagi sel hati, glomeruli, korteks otak dan otot jantung. Sementara itu, telah dilaporkan bahwa inhibitor COX-2 alami memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit. Tumbuhan cep-cepan (Castanopsis costata (Blume) A.DC.) yang merupakan famili Fagaceae sering digunakan sebagai obat antipiretik oleh masyarakat suku Karo di Medan, Sumatera Utara, namun penggunaannya masih bersifat turun-temurun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Terapi Adjuvan Demam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada Sabtu, 4 Maret 2023 dengan menggunakan metode edukasi/ceramah langsung kepada masyarakat. Bedasarkan hasil penyuluhan ini, didapatkan hasil bahwa semua siswa/i telah mengetahui tentang demam, pengobatan demam, dan manfaat tumbuhan cep-cepan sebagai terapi adjuvan demam. Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ini, siswa/i MI Al Istianah dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan kepada diri sendiri dan keluarga.
Literature Review: Potential of Jamblang (Syzygium Cumini (L.) Skeels) Plants as Nephroprotectors Based on Active Compound Hidayah, Himyatul; Srifitriani, Erna; Atqia Shakira, Nabilla; Oktaviani Rahayu, Muthia; Mulyawan, Indra; Fatmawati, Frida
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2022): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i2.123

Abstract

Introduction: Since ancient times, the jamblang plant (Syzygium Cumini (L.) has been used for traditional medicine in various regions to treat various diseases. Scientifically, this plant has proven its potential in curing blood sugar diseases. In addition to diabetes, other diseases that this plant can empirically overcome include thrush, sore throat and respiratory tract, diarrhea or dysentery and other stomach diseases, as well as a burn medicine. Another benefit of this plant is as an antibacterial, anti-inflammatory, antioxidant, antifungi, antiviral, antiallergic, antipyretic, antineoplastic. Objective: To know the benefits of jamblang fruit as a traditional medicine to cure some diseases.  Method: In this study, the author used the literature review research method.  Result and Discussion: In this study, it has been proven that jamblang fruit can be used as a traditional medicine that can cure fever, stomach pain, indigestion and anti-diabetes mellitus.  Conclusion: it can be concluded that the potential in jamblang plants (Syzygium cumini (L.) Skeels) as Neproprotective which contains active compounds. In the content of active compounds there are thirteen groups of active compounds in jamblang leaves, namely: flavonoids, phenyl propanoids, phenols, tannins, glucosides, lignans, triterpenoids, sequiterpenoids, sterols, benzofurans, chromones, coumarins and benzoic acid
SENYAWA ALAMI DAUN BAWANG UNTUK DIABETES: PENDEKATAN IN SILICO TERHADAP PPAR-γ Hidayah, Himyatul; Ruswanto; Mindawati , Erisa; Amal, Surya; Farhamzah
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i2.1466

Abstract

Leek leaves (Allium fistulosum L.) are plants that contain flavonoid compounds with diverse biological activity potential. This study aims to examine the stable interaction of the docking results between the PPAR-γ receptor complex structure and the best candidate flavonoid compounds in leek leaves as antidiabetic candidates. The method used in this study is quantitative and designed using molecular docking techniques based on computational molecular dynamics (MD), which simulates the dynamic behaviour of a molecular system as a function of time, treating each entity in the simulation box (protein, ligand, or water, if present) as flexible. The results of molecular docking on 16 onion leaf flavonoid compounds showed that hesperidin had the smallest Gibbs free energy (ΔG) of -10.0 kcal/mol, which is close to that of natural ligands. The RMSD and RMSF values are sufficiently stable. Hesperidin also has good pharmacokinetic properties and is non-toxic, thus meeting the criteria for drug-likeness as a potential oral drug candidate. These findings indicate the potential for developing flavonoid compounds, particularly hesperidin from onion leaves, as a candidate for an antidiabetic drug by inhibiting the PPARγ receptor. This study provides a foundation for further in vitro and in vivo studies to validate its biological activity.
ANALISIS MUTU KIMIA DAN FISIK TEH HERBAL DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini (L.) Skeels) BERDASARKAN WAKTU DAN SUHU PENGERINGAN Hidayah, Himyatul; Amal, Surya; Mutiaraning Tyas, Fitri
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1607

Abstract

Daun Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Penelitian ini secara umum untuk mengembangkan formulasi teh dari daun jamblang dengan penambahan daun stevia sebagai alternatif minuman fungsional bagi penderita diabetes. Tujuan penelitian ini untuk membuat teh herbal daun jamblang dan mengetahui standar mutunya. Analisis teh herbal daun Jamblang memakai rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan suhu pengeringan 50oC, 90oC, 110oC dan waktu pengeringan 110 menit; 130 menit; 150 menit. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman One Way ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf kepercayaan 95% kemudian di uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pengeringan dalam pembuatan teh herbal daun jamblang memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu total, angka lempeng total, uji hedonik warna, aroma, dan rasa. Namun, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu larut dalam air dan kadar abu tidak larut asam. Teh herbal daun jamblang dengan penambahan stevia yang terpilih oleh panelis adalah perlakuan S3T2 (suhu pengeringan 110oC dengan waktu pengeringan 130 menit) berdasarkan dari parameter warna, aroma, dan rasa.
ANALISA KAFEIN PADA TUMBUHAN DENGAN METODE HPLC: LITERATURE REVIEW ARTICLE Hidayah, Himyatul; Nurhalimah, Nurhalimah; Nurhamidah, Wida; Mindawati, Erisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23295

Abstract

Kafein, dikenal juga sebagai trimetilksantin, merupakan senyawa golongan alkaloid dan merupakan metabolit sekunder yang terdapat pada biji tanaman, daun, dan buah-buahan tertentu. Kafein memiliki sifat sebagai stimulan saraf pusat dan diuretik. Kafein juga dikenal memiliki efek farmakologis yang signifikan, seperti meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan metabolisme basal. HPLC merupakan metode yang sensitif dan akurat untuk menganalisis senyawa kompleks seperti kafein. Analisis kafein dengan menggunakan HPLC pada tumbuhan dapat digunakan untuk memastikan kualitas produk-produk yang mengandung kafein khususnya adalah kopi dan teh. Analisis kafein pada tumbuhan dapat digunakan untuk memastikan keamanan dan memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan pengawas. Batas maksimum senyawa kafein berdasarkan SNI 01-7152-2006 yaitu 50 mg/sajian.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah  Literature Review Article (LRA) dimana artikel rujukan yang digunakan bersumber dari jurnal yang terakreditasi/terindeks sinta, seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate. Berdasarkan hasil review, didapati hasil bahwa kadar kafein pada tanaman kopi dan teh sangat bervariasi.  Kadar kafein kopi dan teh sangat bergantung pada jenis tanaman, suhu dan juga lokasi pertumbuhan. Lokasi pembentukan akan mempengaruhi suhu udara, intensitas cahaya matahari, kelembaban udara dan angin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa HPLC lebih direkomendasikan karena tepat, akurat dan andal dalam menentukan kandungan kafein dalam sampel.
Literature Review Article : Perbandingan Kadar Antioksidan Pada Tumbuhan Jamblang Dengan Metode DPPH, FRAP, dan ABTS Zulfa, Adiva Nafila; Hidayah, Himyatul; Nurjanah, Astriani; Septanti, Risti; Nadeak, Zevania Toguria
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif berkembang sebagai akibat dari kerusakan sel yang diinduksi oleh reaktivitas radikal bebas. Tubuh membutuhkan antioksidan untuk mengurangi dampak tersebut. Antioksidan alami digunakan sebagai alternatif baik dalam konteks kesehatan maupun industri, salah satunya yaitu berasal dari tumbuhan. Tumbuhan jamblang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami karena mengandung berbagai senyawa kimia seperti flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, tanin, dan resin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar antioksidan pada tumbuhan jamblang dari tiga metode uji, yaitu 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH), reduksi besi (FRAP), dan 2,2'-azino-bis(3-etilbenzotiazolin-6-sulfonat) (ABTS). Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengakses jurnal-jurnal nasional dan internasional melalui basis data seperti Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil memperlihatkan perbedaan signifikan antara ketiga metode tersebut, dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan dalam mengukur kadar antioksidan. Temuan ini memberikan wawasan penting terkait efektivitas metode pengukuran antioksidan dan dapat memberikan dasar bagi penelitian lebih lanjut terkait pemanfaatan tumbuhan jamblang sebagai sumber antioksidan alami.
Literatur Riview: Flavonoid Activity As an Anti-Cancer Compound Hidayah, Himyatul; Widyaningsih, Andini; Pangestu, Anjani Dwi; Dewi, Siska Ratna
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.286 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10296

Abstract

ABSTRACT The activity of flavonoids as anti-cancer compounds has attracted the attention of researchers. Flavonoids are natural compounds found in various plants and have been identified as potential candidates for anti-cancer drugs. Flavonoids have multiple mechanisms of action, including inhibiting cancer cell growth, inducing apoptosis, and inhibiting the formation of new blood vessels. Flavonoids also possess antioxidant properties that protect normal cells from oxidative damage. In vitro and in vivo studies have demonstrated significant anti-cancer potential of flavonoids such as quercetin, kaempferol, genistein, and apigenin against various types of cancer, including breast, colorectal, lung, and prostate cancer. Moreover, flavonoids can enhance the effectiveness of conventional therapies and reduce their side effects, making them promising as adjuvant therapies in cancer treatment. However, further research is needed to gain a deeper understanding of the mechanisms of action of flavonoids, improve their bioavailability, and conduct clinical trials in humans. Exploring new sources of flavonoids and structural modifications can also enhance their anti-cancer activity. The application of advanced technologies and methods such as molecular biology, cell biology, and gene therapy can help uncover the full potential of flavonoids as anti-cancer compounds. Keywords: Flavonoid, Anti-Cancer Activity, Mechanisms of Action, Cancer Therapy, Quercetin, Kaempferol, Genistein, Apigenin.  ABSTRAK Aktivitas flavonoid sebagai senyawa anti-kanker. Flavonoid merupakan senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai tumbuhan dan telah menarik perhatian peneliti sebagai kandidat potensial untuk obat anti-kanker. Flavonoid memiliki berbagai mekanisme aksi, termasuk menghambat pertumbuhan sel kanker, menyebabkan apoptosis, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru. Flavonoid juga memiliki sifat antioksidan yang melindungi sel-sel normal dari kerusakan oksidatif. Penelitian in vitro dan in vivo telah menunjukkan bahwa flavonoid seperti quercetin, kaempferol, genistein, dan apigenin memiliki potensi anti-kanker yang signifikan pada berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker kolorektal, kanker paru-paru, dan kanker prostat. Selain itu, flavonoid juga dapat meningkatkan efektivitas terapi konvensional dan mengurangi efek sampingnya, sehingga menjanjikan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan kanker. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami lebih lanjut tentang mekanisme aksi flavonoid, meningkatkan bioavailabilitas, dan melakukan uji klinis pada manusia. Penggalian sumber-sumber baru flavonoid dan modifikasi struktural juga dapat meningkatkan aktivitas anti-kanker mereka. Penerapan teknologi dan metode terkini seperti biologi molekuler, biologi sel, dan terapi gen dapat membantu dalam mengungkap potensi penuh flavonoid sebagai senyawa anti-kanker. Kata Kunci: Flavonoid, Aktivitas Anti-Kanker, Mekanisme Aksi, Terapi Kanker, Quercetin, Kaempferol, Genistein, Apigenin
RIVIEW ARTICLE : IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIDIABETES TUMBUHAN JAMBLANG (Syzygium cumini L) Saputra, Monica Yashna Kusuma Adi; Hidayah, Himyatul; Amallia, Sulastri; Wulandari, Samsi Ayu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 12 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12526337

Abstract

Tanaman jamblang (Syzygium cumini L) adalah tanaman yang ditemukan di Indonesia yang dapat digunakan untuk pengobatan diabetes (kencing manis). Biji, daun, dan buah jamblang dikatakan dapat menurunkan kadar glukosa darah. ekstrak daun jamblang mengandung fenol, flavonoid, tanin, quinon, saponin, dan steroid/triterpenoid. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui senyawa kimia dan aktivitas antidiabetes pada tumbuhan jamblang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Literatur Review Article dengan hasil database yang diambil dari berbagai artikel melalui Google Scholar. Hasil dari berbagai penelitian menujukkan bahwa tumbuhan jamblang memiliki senyawa kimia kimia alkaloid, fenol, saponin, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid, glikosida dan kuinon. serta memiliki aktivitas antidiabetes dengan pengujian berbagai metode seperti diketahui ada 93% aktivitas penghambatan α-glukosidase dan dalam pengujian penghambatan enzim, ekstrak daun Jamblang menunjukkan penghambatan aktivitas α-glukosidase dengan nilai IC50 sebesar 26,821 ppm.
Co-Authors Abriyani, Ermi Aditiya Rizky Putra Abimanyu Aliffia Dwi Rahma Aliyani Mardiana, Lina Amal, Surya Amallia, Sulastri Amelia, Azzahra Amelia, Tanti Anisah Fitriyani Anita Fajriyani Arasta S, Achmad Fauzi Arrizqi, Farres Ilhamza Astuti, Diany Atqia Shakira, Nabilla Audia, Wianda Azzahra Aulia Zulfa, Amanda Ayu Jasmine Ayu Wahyuni Ayu, Mega Azzahra, Ayu Jasmine Budiyanti, Lia Eka Dedy Frianto Dewi Yunita Dewi, Siska Ratna Fairish, Novi Lavly Faomasi Gulo, Anasthasya Farhamzah Fariza, Wipena Fatmala, Widya Fatmala, Widya Azzahra Fatmawati, Frida Fauziah, Syifa Salsabila Nur Gunarti , Neni Sri Hamzah, Renita Hanifah Ismayfatin Helsen, Helsen Herawati, Shintya Happy Huda, Sarah Fajriyatul Iin Kurniawati, Iin Iin suherti Ilham, Ramdani Nur Immelia, Richa Putri Ismayfatin, Hanifah Kamilah, Syifa Khairiyah, Syifa Khasanah, Yulianti KHOIRUNNISA Kusumawati, Anggun Hari Kuswanti, Aprilia Lutfiah, Alya Mahfud, Seftiani Su’aida Mangunsong , Dhavid Twua Mangunsong, Dhavid Twua Maria, Agnes Dewi Maulana Yusuf Alkandahri Maya Arfania Mideliani J, Marsella Mindawati , Erisa Mindawati, Erisa Muhamad Rizki Musfiroh, Eka Nurfarida Mutiaraning Tyas, Fitri Nadeak, Zevania Toguria Naurah, Sri Anbar Nia Yuniarsih, Nia Nisa, Indah Sari Amanatun Nugraha, Septian Aditiya Nurfadhillah, F Nurfadhillah, Fitri Nurhalimah Nurhalimah Nurhamidah, Wida Nurhapit, Evi Riszka Nurjanah, Astriani Oktaviani Rahayu, Muthia Pangestu, Anjani Dwi Pratiwi Pratiwi Putri, Dinda Revalina Rahayu, Anjela Dian Putri Rahma, Aliffia Dwi Ramadhina, Aisyah Salsabila Rezki, Sigit Roma Ridha Alisthipa Sephia Ruswanto Sagala, Bela Cindika Sahevtiyani, Sisy Salsa Shapa Azzahra Saputra, Monica Yashna Kusuma Adi Septanti, Risti siti mudrikah Srifitriani, Erna Ujung, Rizky Marsada Ukur Valentina, Della Putri Werdaya, M Raka Widyaningsih, Andini Wulandari, Samsi Ayu Yulianti Khasanah Zulfa, Adiva Nafila