Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Giant Pleural Hydatid Cyst: A Case Report Sudarto, Sudarto; Belinda, Selli; Fathurrachman, Alif; Andriani, Linda; Pasaribu, Rouly; Rasyid, Ahmad; Ahmad, Zen; Setiawan, Tommy
Jurnal Respirasi Vol. 9 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jr.v9-I.1.2023.49-55

Abstract

Introduction: Echinococcosis is a zoonotic disease caused by the larva stage of a Taeniidae parasite of Echinococcus. Echinococcus granulosus (E. granulosus) causes cystic echinococcus (CE) and is the most common species causing disease in humans. A pleural hydatid cyst should be considered initially with a corresponding chest radiograph. It can develop into fatal complications, including secondary infection, severe bleeding, bronchial rupture and pleural or pericardial cavities. This case report shows a rare case of a pleural hydatid cyst. Case: We reported a 59-year-old woman with shortness of breath and a productive cough for three months. The chest radiography and computed tomography (CT) scan revealed a cystic lesion measuring 14.2 x 18.5 cm with edge calcification thick around 3 mm. The pleural histopathology revealed that the cyst wall was made of fibrocollagen with a red oval echinococcus. The patient received oral albendazole/ABZ (400mg BID) for three months, paracetamol (500mg TID), and n-acetylcysteine (200mg TID). After three months, the patient had no complaints, only shortness of breath with heavy activity. Conclusion: It is important to be aware of this condition to avoid inappropriate and potentially dangerous underdiagnoses and treatment, which could endanger the patient.
EDUKASI TENTANG PELECEHAN SEKSUAL MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI DI STIKES PIALA SAKTI PARIAMAN Zayani, Nofri; Maifita, Yesi; Yuntarisa, Atika Pradana; Rahmiwati, Rahmiwati; Andriani, Linda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31622

Abstract

Pelecehan seksual menjadi isu kasus kekerasan terhangat yang sedang merajalela terutama di lingkungan pendidikan Negara Indonesia. Pelecehan seksual ini berdampak negatif pada berbagai pihak baik korban, pelaku, dan pihak lainnya. Salah satu cara pencegahan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan khususnya perguruan tinggi dapat melalui pemberian edukasi. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim adalah berupa edukasi terkait pelecehan seksual kepada mahasiswa tingkat I STIKes Piala Sakti Pariaman sebanyak 86 orang. Bentuk kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu pengisian kuisioner pretest dan posttest, edukasi kesehatan menggunakan video animasi, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian doorprize. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pemberian edukasi tentang pelecehan seksual dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tingkat I STIKes Piala Sakti Pariaman terkait pelecehan seksual. Pemberian edukasi tentang pelecehan seksual disarankan dapat terus dilaksanakan di lingkungan perguruan tinggi lainnya agar tidak ada lagi laporan kasus pelecehan yang terjadi baik pada mahasiswa, tenaga pendidikan, maupun pendidik. Pemberian edukasi terkait pelecehan seksual diharapkan dapat menjadikan mahasiswa khususnya di STIKes Piala Sakti Pariaman terhindar dari perilaku pelecehan seksual agar tercipta generasi bangsa yang cerdas, gemilang dan berkualitas
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan dan Praktik Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Nagari Limau Puruik, Kecamatan Limau Puruik, Kabupaten Padang Pariaman Zayani, Nofri; Yuntarisa, Atika Pradana; Andriani, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22752

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan aset jangka panjang dan menjadi hak kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Kondisi tubuh yang sehat sangat perlu terus dijaga karena menentukan produktivitas seorang individu. Salah satu obat tradisional yang sering digunakan masyarakat adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang tanaman TOGA dan cara pengoalahannnya di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini terdiri atas tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan pemilihan dan penyiapan media tanam serta jenis tanaman TOGA. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pengisian kuisioner, penyuluhan serta praktik pengolahan TOGA. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan yaitu ceramah dan diskusi interaktif dengan instrumen Satuan Acara Penyuluhan (SAP), Power Point Text, leaflet, dan kuisioner. Sedangkan instrument yang digunakan untuk praktik pengolahan TOGA adalah alat-alat pembuatan sediaan obat TOGA yang mudah didapat di tengah masyarakat seperti termos, alu dan lumping kayu, sarung tangan, wajan perebus, nampan rotan. Tahap evaluasi dengan mengevaluasi jumlah peserta yang hadir dengan yang ditargetkan, antusiasme peserta, dan kuisioner. yang telah diisi peserta sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang tanaman TOGA dan cara pengolahannya dari mayoritas kurang (50.00%) menjadi baik (80.00%). Selain itu, peserta hadir sesuai dengan yang ditargetkan (100%) dan antusias peserta juga tinggi. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang tanaman TOGA dan cara pengolahannya di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Kata Kunci: Rebusan, Seduhan, Tumbukan, TOGA  ABSTRACT Health is a long-term asset and a basic human right. A healthy body condition is very important to maintain because it determines an individual's productivity. One of the traditional medicines often used by the community is Family Medicinal Plants (TOGA). To increase community knowledge and skills about TOGA plants and how to process them in Nagari Limau Puruik, V Koto Timur District, Padang Pariaman Regency. This activity consists of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage is carried out by selecting and preparing planting media and types of TOGA plants. The implementation stage is carried out by filling out questionnaires, counseling and TOGA processing practices. The methods used in the extension activities are lectures and interactive discussions with Extension Program Unit (SAP) instruments, Power Point Text, leaflets, and questionnaires. While the instruments used for TOGA processing practices are TOGA medicinal preparation making tools that are easily available in the community such as thermoses, wooden pestles and mortars, gloves, boiling pans, rattan trays. The evaluation stage by evaluating the number of participants who attended with the target, the enthusiasm of the participants, and the questionnaire. which had been filled out by the participants before and after the activity took place. There was an increase in the knowledge and skills of participants about TOGA plants and how to process them from the majority less (50.00%) to good (80.00%). In addition, participants attended according to the target (100%) and the enthusiasm of the participants was also high. There was an increase in the knowledge and skills of participants about TOGA plants and how to process them in Nagari Limau Puruik, V Koto Timur District, Padang Pariaman Regency. Keywords: Decoction, Infusion, Pounding, TOGA
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY TERHADAP MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI SMPN 2 PARIAMAN MAIFITA, YESI; ANDRIANI, LINDA; ELVI, YELSI PUTRI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Management menstruasi (MHM) merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan Reproduksi remaja putri, terutama di masa pubertas yang ditandai oleh perubahan Fisik dan psikologis. Praktik MHM yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko Berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi, keputihan, Vaginitis, dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara dukungan keluarga dengan self efficacy terhadap praktik MHM Pada remaja putri di SMPN 2 Kota Pariaman. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 2 Kota Pariaman pada Tanggal 21-25 bulan Juli 2025. Sampel yang digunakan Sebanyak 66 responden siswi kelas VIII dan IX SMP N 2 Kota Pariaman. Teknik Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen Penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan self efficacy Terhadap menstrual hygiene management. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat Dukungan keluarga dalam kategori cukup (37,9%) dan self efficacy dalam kategori Sedang (36,4%). Praktik MHM yang baik lebih banyak ditemukan pada responden Yang memiliki dukungan keluarga tinggi dan self efficacy tinggi. Uji statistik Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan Self efficacy terhadap MHM (nilai p = 0,001), yang berarti bahwa semakin baik dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula self efficacy remaja dalam Mengelola kebersihan menstruasi. Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa ada terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan self-efficacy yang berkontribusi terhadap perilaku manajemen kebersihan menstruasi di kalangan remaja putri kelas VIII Dan IX SMP N 2 Kota Pariaman.
Hubungan Pola Konsumsi Islamic-Themed Fast Food Dengan Physical Health Pada Remaja di SMPN 2 Pariaman Andriani, Linda; Ratih, Septiana; Maersela, Putri Diana
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescents represent an age group undergoing a transitional phase toward adulthood, characterized by rapid physical growth, hormonal changes, and complex psychosocial development. Amid globalization and modernization, adolescent dietary patterns have shifted from nutritious traditional foods to fast food, which is practical but low in nutritional value. This phenomenon is increasingly prevalent among urban adolescents, including those in Pariaman City. This study aims to determine the relationship between fast food consumption patterns and physical health among adolescents at SMPN 2 Kota Pariaman. This research employed a quantitative method with a descriptive correlational approach and a cross-sectional design. The study was conducted from July 21 to 25, 2025, involving 80 students from grades VIII and IX, selected through stratified random sampling. Data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), a Likert scale to assess physical health complaints, and Body Mass Index (BMI) measurements. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between fast food consumption and physical health (p-value = 0.024 < α = 0.05). A total of 45% of respondents were categorized as “frequent” consumers and 23.8% as “very frequent.” Regarding physical health, 41.3% experienced moderate complaints, 33.8% severe complaints, and 25% mild complaints. Notably, 57.9% of adolescents who consumed fast food very frequently reported severe physical health issues, while those who rarely consumed fast food mostly reported mild complaints (36%). It can be concluded that fast food consumption patterns are significantly associated with physical health among adolescents. Therefore, it is important for adolescents to maintain healthy eating habits to avoid the negative impacts of fast food on their physical well-being.  
The impact of the COVID-19 pandemic on maternal healthcare utilization in Ngawi regency, Indonesia: an interrupted time-series analysis Qurniyawati, Eny; Putri, Levi Nadila; Ardanila, Dinda; Ririh; Rahmadani, Yasmin Nuriyah; Astutik, Erni; Adam, Hiba; Andriani, Linda
Berita Kedokteran Masyarakat Vol 42 No 02 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v42i02.28305

Abstract

Purpose: The burden of COVID-19 threatened the health system and reversed gains in healthcare services. It led to significant disruptions in access and delivery of maternal healthcare. In consequence, the Maternal Mortality Rate (MMR) in Ngawi Regency is 276.9 per 100,000 live births, surpassing the MMR for East Java, and the coverage of maternal health indicators has declined during the pandemic. This study aims to investigate the effect of the COVID-19 pandemic on maternal healthcare in Ngawi Regency, Indonesia. Methods: An Interrupted Time-Series (ITS) design was used to assess the impact of the COVID-19 outbreak on the outcome variable, the number of women who utilized maternal healthcare services. Data were collected from January 1st, 2019, to December 31st, 2021. An interrupted-time series analysis was conducted using an Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model. Results: A significant decline of 54 women (95% CI -80.45 to -27.06) in fourth maternal healthcare utilization at pandemic onset. The following reductions were also observed in health-facility delivery and postnatal care utilization: 66 women (95% CI: -112.04 to -20.51) and 106 women (95% CI: -184.60 to -26.49); however, no significant changes in first antenatal care or obstetric-complication treatment at pandemic onset. The statistically significant reductions in fourth antenatal care, health-facility delivery, and postnatal care utilization were 3 (95% CI: -5.14 to -1.67), 7 (95% CI: -11.66 to -1.85), and 11 (95% CI: -15.50 to -5.51) women, respectively. Conclusion: The COVID-19 pandemic has disrupted the fourth antenatal care, health facility delivery, and postpartum care in Ngawi Regency. The disruption due to mobility restrictions, a shift in focus and health resources towards combating COVID-19, and a decrease in the frequency of antenatal care visits.
Pelatihan Pendampingan Psikososial bagi Kader dan Karang Taruna dalam Pemulihan Pasca Bencana di Nagari Pasie Laweh Syafyusari, Febria; Andriani, Linda; Prasetyaningsih, Prasetyaningsih
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i2.1778

Abstract

Nagari Pasie Laweh yang terletak di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama banjir dan tanah longsor. Pada tanggal 22 November 2025, wilayah ini terdampak bencana banjir yang menyebabkan gangguan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Bencana tersebut menimbulkan dampak tidak hanya berupa kerusakan fisik dan material, tetapi juga mempengaruhi kondisi psikososial masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil atau menyusui, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit kronis. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketahanan psikologis masyarakat melalui program pendampingan psikososial berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan jiwa, pelatihan teknik koping adaptif, serta pemberdayaan kader posyandu dan karang taruna sebagai fasilitator. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang. Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta adalah 64,4, yang kemudian meningkat pada hasil post-test menjadi 96,7, sehingga terdapat peningkatan sebesar 32,3 poin. Selain itu, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait kesehatan mental serta meningkatnya kapasitas kader dan karang taruna dalam melakukan deteksi dini stres dan kecemasan. Program ini juga menghasilkan model pendampingan psikososial yang berpotensi untuk direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya.Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.