Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Proses Pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Media Interaktif Berbasis Powerpoint Bagi Guru Bahasa Arab Alumi PPG Universitas Negeri Malang Mohammad Ahsanuddin; Moch. Wahib Dariyadi; Moh. Fery Fauzi; Irhamni; Ahmad Makki Hasan
Innovative Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2024): Innovative Journal of Community Engagement
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/ijce.v1i1.4

Abstract

Pelatihan pembuatan media interaktif berbasis PowerPoint merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi guru bahasa Arab dalam menyampaikan materi pembelajaran secara efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan pelatihan tersebut, dengan fokus pada analisis aspek-aspek yang mempengaruhi keberhasilan pelatihan, seperti kualitas instruktur, materi yang disampaikan, serta partisipasi peserta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan angket, melibatkan 40 guru bahasa Arab alumni PPG Universitas Negeri Malang sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi peserta terhadap proses pelatihan dan kemampuan mereka dalam menggunakan media interaktif setelah pelatihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dengan kualitas instruktur dan materi yang diberikan. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif setelah mengikuti pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan tersebut efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan dapat direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru bahasa Arab.
Verifikasi Metode Uji Fenat dalam Penentuan Kadar Amonia di Air Sungai: Verification of the Phenate Method for Ammonia Determination in River Water Kurniawan, Rizky; Fauzi, Masyithah; Irhamni; Kurniawan, Hadi
JURNAL PENGELOLAAN LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pelastek.v5i2.44644

Abstract

Verifikasi metode analisis merupakan tahap penting untuk memastikan keandalan suatu prosedur dalam menentukan parameter kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan verifikasi metode uji kadar amonia menggunakan metode fenat pada sampel air sungai. Parameter yang diuji meliputi linearitas, akurasi, presisi, serta sensitivitas. Hasil uji linearitas menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9947 yang memenuhi persyaratan r ≥ 0,97. Uji akurasi menghasilkan nilai % recovery sebesar 99,07%, berada dalam rentang penerimaan 85–115%. Presisi metode ditunjukkan dengan nilai %RSD sebesar 2,36% yang masih memenuhi kriteria batas keberterimaan <5% dan 0,67 CV Horwitz. Sensitivitas ditunjukkan oleh nilai batas deteksi (MDL) sebesar 0,0255 mg/L dan batas kuantisasi (LOQ) sebesar 0,0812 mg/L, keduanya lebih rendah dari baku mutu amonia pada air sungai kelas I (0,1 mg/L) sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 22 Tahun 2021. Hasil verifikasi ini menegaskan bahwa metode fenat layak digunakan untuk analisis kadar amonia pada air sungai karena memenuhi semua kriteria keberterimaan yang berlaku.
Cassava-Derived Microbial Pre-Fermentation Enhances BSF Bioconversion of Cabbage Waste: A Trade-Off Between Larval Performance and Compost Maturity Lisafitri, Yuni; Arta Sinaga, Yuni; Annas Mufti, Aulia; Hasiany, Sillak; Irhamni
Elkawnie Vol. 12 No. 2 (2026): Article In Press
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v12.i2.35977

Abstract

Abstract: The high moisture content and rapid decay of cabbage residues make organic market waste challenging to manage, and the black soldier fly larvae can turn this waste into protein-rich biomass and nutrient-rich residues. This study evaluated how different fermentation durations (0, 4, 7, and 10 days; coded F0, F4, F7, F10) with cassava-derived local microorganisms affect the bioconversion of cabbage waste during a 14-day BSF feeding period, focusing on waste reduction, larval performance, conversion efficiency, and residue chemistry. All measurements used three biological replicates per treatment and were analysed by one-way and mixed ANOVA with Tukey HSD post-hoc tests. Pre-fermentation significantly raised the waste reduction index (WRI) from 6.88 ± 0.01 in F0 to 7.01–7.03 in all fermented treatments (F = 114.8, p < 0.001, η² = 0.98). Final larval biomass, efficiency of conversion of ingested feed (ECI), and feed conversion ratio (FCR) all peaked at F4 (251.7 ± 1.7 mg larva⁻¹; ECI = 12.96 ± 0.12 %; FCR = 7.72 ± 0.07), each significantly outperforming F0 (p < 0.05). Specific growth rate was lowest at F10 (31.6 ± 1.5 % day⁻¹), significantly below F4 (36.0 ± 0.2 % day⁻¹), indicating that prolonged fermentation depresses larval performance, an effect not previously emphasised in the literature. Liquid residue potassium showed a non-monotonic response, peaking at F4–F7 and dropping back to control levels at F10 (0.45 ± 0.04 %; F = 75.2, p < 0.001), while liquid carbon collapsed from 0.55 % to 0.14 % at F10. Solid residue C/N ratios met the SNI 19-7030-2004 mature-compost range (10–20) only for F7 and F10. Overall, 4-day pre-fermentation with cassava-derived MOL best balances bioconversion efficiency, larval yield, and compost maturity, providing a practical, low-cost strategy for sustainable BSF-based valorisation of cabbage market waste by industries and local farmers through shorter processing times sustainably. Abstrak: Kadar air yang tinggi dan laju pembusukan yang cepat pada limbah kubis menjadikan limbah organik pasar sulit dikelola, sementara larva black soldier fly (BSF) mampu mengubah limbah tersebut menjadi biomassa kaya protein dan residu yang kaya nutrisi. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh berbagai lama fermentasi (0, 4, 7, dan 10 hari; dikodekan sebagai F0, F4, F7, dan F10) menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan dasar singkong terhadap biokonversi limbah kubis selama periode pemeliharaan larva BSF selama 14 hari, dengan fokus pada reduksi limbah, performa larva, efisiensi konversi, dan karakteristik kimia residu. Seluruh pengukuran dilakukan menggunakan tiga ulangan biologis untuk setiap perlakuan dan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan ANOVA campuran yang dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey HSD. Pra-fermentasi secara signifikan meningkatkan waste reduction index (WRI) dari 6,88 ± 0,01 pada F0 menjadi 7,01–7,03 pada seluruh perlakuan fermentasi (F = 114,8; p < 0,001; η² = 0,98). Biomassa akhir larva, efficiency of conversion of ingested feed (ECI), dan feed conversion ratio (FCR) semuanya mencapai nilai tertinggi pada F4 (251,7 ± 1,7 mg larva⁻¹; ECI = 12,96 ± 0,12%; FCR = 7,72 ± 0,07), yang secara signifikan lebih baik dibandingkan F0 (p < 0,05). Specific growth rate terendah ditemukan pada F10 (31,6 ± 1,5% hari⁻¹), secara signifikan lebih rendah dibandingkan F4 (36,0 ± 0,2% hari⁻¹), yang menunjukkan bahwa fermentasi berkepanjangan menurunkan performa larva, suatu fenomena yang belum banyak ditekankan dalam literatur. Kandungan kalium pada residu cair menunjukkan respons yang tidak monoton, mencapai puncak pada F4–F7 sebelum kembali ke tingkat kontrol pada F10 (0,45 ± 0,04%; F = 75,2; p < 0,001), sedangkan kandungan karbon cair menurun drastis dari 0,55% menjadi 0,14% pada F10. Rasio C/N residu padat memenuhi kisaran kompos matang menurut SNI 19-7030-2004 (10–20) hanya pada F7 dan F10. Secara keseluruhan, pra-fermentasi selama 4 hari menggunakan MOL berbahan dasar singkong memberikan keseimbangan terbaik antara efisiensi biokonversi, hasil biomassa larva, dan kematangan kompos, sehingga menjadi strategi yang praktis dan berbiaya rendah untuk mendukung valorisasi limbah kubis berbasis BSF yang berkelanjutan oleh industri dan petani lokal melalui waktu pengolahan yang lebih singkat.