Claim Missing Document
Check
Articles

Menelaah Kehendak Allah Bagi Orang Percaya Berdasarkan Roma 12:2 Hendrick Sine; Alon Mandimpu Nainggolan
Tumou Tou Vol. 8 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.829 KB) | DOI: 10.51667/tt.v8i2.501

Abstract

This study aims to describe God's will for believers based on Romans 12: 2 as a form of responsibility after receiving God's grace. Indeed, building a life that understands the will of God and makes it happen in everyday life is very important for believers. The research method used is an inductive Bible study approach and literal and historical interpretation of the Bible. This research concludes that believers are responsible for realizing God's will in all dimensions of life after receiving God's grace. Discerning God's will is an effort to identify the things of what is good, pleasing to God, and perfect. Doing God's will means living ethically-practically according to His Word by keeping oneself from being conformed to the world and having one's mind renewed.
Menggagas Penggunaan Benih dalam Perayaan Paskah: Analisis Biblikal Yohanes 12:20-26 Alon Mandimpu Nainggolan; Yuni Feni Labobar
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i1.239

Abstract

Easter is one of the most important Christian and Catholic holidays and dates back to the church in the first century until today. The Passover holiday reminds Christians how Jesus died and was resurrected for the sake of human salvation. There are many ways Christians celebrate Easter, but the most popular of which is Easter is identified with eggs. This study aims to increase understanding of church traditions, especially easter eggs which are believed to have no biblical basis because the Lord Jesus in his ministry never used them as illustrations to explain His death and resurrection. The research method chosen is descriptive qualitative with literature study and exposition approach on the text on John 12:20-26. Celebrating Easter according to Bible standards is very significant today and in the future. That is why taking up Jesus' parable of the wheat is an offer for the church today to gain a relevant understanding of the Passover. Easter celebrations using plant seeds become a symbol of survival for oneself, family, church, environment, and government.AbstrakPaskah adalah salah satu hari raya Kristen dan Katolik yang sangat penting, dan telah dimulai sejak gereja abad pertama hingga saat ini. Hari raya Paskah mengingatkan orang Kristen bagai-mana Yesus mati dan dibangkitkan demi keselamatan manusia. Beragam cara orang Kristen da-lam merayakan hari raya paskah, namun yang paling populer paskah diidentikkan dengan telur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tradisi gereja, khususnya telur paskah yang diyakini tidak memiliki dasar Alkitab, karena Tuhan Yesus dalam pelayanannya tidak pernah menggunakannya sebagai ilustrasi untuk menjelaskan kematian dan kebangkitan-Nya. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan dan pendekatan eksposisi pada teks Yohanes 12:20-26. Merayakan paskah sesuai stan-dar Alkitab adalah sangat signifikan di masa kini dan di masa mendatang. Itu sebab-nya, mengangkat perumpamaan Yesus tentang biji gandum menjadi tawaran bagi ge-reja saat ini untuk memperoleh pemahaman yang relevan tentang paskah. Perayaan paskah dengan menggunakan benih tumbuh-tumbuhan menjadi simbol keberlang-sungan hidup bagi diri sendiri, keluarga, gereja, lingkungan hidup dan pemerintah.
Analisis Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Implikasinya bagi Pembelajaran Alon Mandimpu Nainggolan; Adventrianis Daeli
Journal of Psychology "Humanlight" Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v2i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan bagaimana implikasinya bagi pembelajaran di lingkungan Pendidikan Kristen. Untuk mewujudkan tujuan penelitian tersebut, maka penulis memilih metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Sumber primer dan sekunder mengenai teori perkembangan kognitif Jean Piaget dimanfaatkan untuk membangun konsep pembelajaran yang berdampak positif terhadap anak. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa teori perkembangan kognitif Jean Piaget perlu ditinjau dari perspektif Kristen agar relevan dan dapat diterapkan dalam pembelajaran bagi anak di lingkungan pendidikan Kristen. Dalam teorinya, ada empat periode utama perkembangan kognitif manusia, perkembangan kognitif seseorang dimulai dari berpikir konkrit sampai berpikir secara abstrak. Piaget sangat menekankan bahwa seorang anak harus diajar sesuai dengan tahap perkembangan kognitifnya. Cara berpikir anak berbeda dengan cara berpikir orang dewasa.
Etika Guru Agama Kristen Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Iman Naradidik Alon Mandimpu Nainggolan; Yanice Janis
CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol. 1 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injil Bhakti Caraka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46348/car.v1i2.23

Abstract

AbstractThis paper describes the ethics of Christian religion teachers and their relevance to the faith of students using  literature approach. The importance of the ethics for a Christian religion teacher is because being a Christian religion teacher is not just transferring knowledge, understanding and skills to students, but also educating students to experience a complete life transformation, especially experiencing a faith that is rooted, growing and fruitful in the Lord Jesus. To produce mature students in faith, Christian religious teachers must live the knowledge, understanding, and values of Christianity. This research is a qualitative research method with a literature study approach. From this research, it was found that the integration between teaching and living examples of a Christian religion teacher is an urgent matter and must be fulfilled because it is relevant to the faith education of the students.AbstrakTulisan ini mendeskripsikan mengenai etika guru agama Kristen dan relevansinya terhadap pendidikan iman naradidik dengan menggunakan pendekatan literatur­. Pentingnya etika bagi seorang guru agama Kristen adalah karena menjadi guru agama Kristen bukan hanya sekadar mentransfer pengetahuan, pemahaman dan keterampilan terhadap naradidik, melainkan mendidik naradidik agar mengalami transformasi hidup secara utuh, khususnya mengalami iman yang berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan Yesus. Untuk mewujudkan naradidik yang dewasa dalam iman, maka guru agama Kristen harus menghidupi pengetahuan, pemahaman dan nilai-nilai agama Kristen. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi liteartur. Dari penelitian ini didapati bahwa integrasi antara pengajaran dan keteladanan hidup dari seorang guru agama Kristen menjadi hal yang mendesak dan sebuah keharusan untuk dipenuhi karena memiliki relevansi terhadap pendidikan iman naradidik.
SPIRITUALITAS DAN URGENSI PEMURIDAN BAGI GENERASI MILENIAL Martin Luther Manao; Mukhlis Manao; Asmat Purba; Alon Mandimpu Nainggolan
DIDASKALIA : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : DIDASKALIA : Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dibarengi dengan berkembangnya media sosial yang membuat generasi milenial Kristen mengalami perubahan perilaku, gaya hidup dan cara berpikir yang mengarah kepada sikap individualistis, hedonis dan liberal. Perubahan sikap dan perilaku ikut memberikan pengaruh terhadap  kualitas spiritualitas generasi milenial.  Tantangan spiritualitas generasi milenial merupakan permasalahan yang harus dijawab guna mempersiapkan generasi muda gereja yang siap menjadi penerus pelayanan gereja. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi terhadap tantangan spiritualitas yang dihadapi oleh generasi milenial dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelusuran literatur. Hasil penelitian menunjukan  1). Perlunya pelayanan Konseling bagi generasi milenial guna memberikan pemahaman atas permasalahan spiritualitas yang sedang mereka alami dan hadapi. 2) Perlu dilakukan pemuridan bagi generasi milenial melalui pendidikan yang berfokus kepada Allah dan melalui praksis kedisiplinan dan ketaatan dalam kehidupan rohani baik dalam hal ibadah maupun dalam doa.
Teknis Pendampingan Pastoral Konseling Terhadap Anak Yang Berduka Karena Kematian Orang Tua Akibat Covid-19 Asmat Purba; Alon Mandimpu Nainggolan; Martin L Manao
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 11 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.066 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6830252

Abstract

This article aims to analyze, describe and propose how to technically provide pastoral assistance to children who experience grief due to the death of their parents due to Covid-19. The method used is descriptive qualitative, with a theological approach, Christian counseling, and applicative. Through this study found five consequences of the experience of grief in children, namely: children experience deep grief, trauma, anger, anxiety, and psychophysiological illness. That is why the author proposes four technical pastoral care for grieving children, namely, the counselor conducting interviews, the counselor being a good listener, the counselor guiding the recovery, and building a bereavement healing group. Through this research, it is hoped that ministers of God in various contexts can take part in pastoral care services for children grieving because of their parents’ death due to the viciousness of Covid-19. Children are the next generation of the church, so they must be helped according to their stage of development to be able to get through grief.
PEMURIDAN SEORANG AYAH TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA Asmat Purba; Donna Sampaleng; Martin L. Manao; Alon M. Nainggolan
Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): Montessori: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjpkaud.v3i1.894

Abstract

Artikel ini membicarakan pentingnya pemuridan dilakukan seorang ayah terhadap anak-anak dalam keluarga. Bagaimana kedudukan dan peranan ayah sebagai imam yang melaksanakan pemuridan kepada anak-anak dalam keluarga. Dalam artikel ini akan dibicarakan kualitas keluarga yang disebabkan oleh seorang ayah yang melakukan perannya yakni memuridkan anak-anak dalam keluarga. Tujuan dari artikel ini ialah: pertama, untuk mengingatkan para ayah agar mereka peduli terhadap pendidikan rohani anak-anak mereka yang dapat dimulai dari anak yang baru lahir hingga dewasa. Kedua, agar pendidikan rohani anak-anak dalam keluarga dilakukan secara merata baik kepada anak-anak. Seorang ayah bertanggung jawab untuk menjaga kualitas pendidikan rohani anak selama mereka masih berada di rumah. Ketiadaan pemuridan seorang ayah terhadap anak-anaknya akan mengakibatkan lemahnya keimaman dalam keluarga dan mudahnya meninggalkan imannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Di akhir pembahasan dikemukakan model pemuridan seorang ayah dalam keluarga sebagai usulan.
PEMBENTUKAN DAN PEMILIHAN PEMIMPIN GEREJA YANG BERKUALITAS Martin L. Manao; Donna M. Sampaleng; Mukhlis Manao; Alon M. Nainggolan
JMPK : Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jmpk.v2i1.888

Abstract

This article discusses the qualities of Christian leaders and leadership in the era of globalization. Globalization is marked by advances in knowledge, technology and advances in social media. To find out how the quality of Christian leaders and leadership is in the Globalization Era, the author conducted research using a qualitative research approach, namely by using materials and information as well as document research related to Christian leaders and leadership. From the results of the research conducted, it is known that the quality of Christian leaders and leadership has been degraded due to manipulation in the selection of leaders, the lack of sensitivity of the church in preparing church leaders, and the low spirituality of Christian leaders so that it has an influence on the quality of Christian leaders and leadership. From the results of this study, the authors provide solutions for the formation of quality Christian leaders and solutions to the selection of Christian leadership because formation without proper leadership selection will not produce quality leaders and leadership.
Menelaah Marcion Mengenai Paham Kesatuan Allah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru: Sebuah Riset Kesejarahan Tirai Niscaya Harefa; Alon Mandimpu Nainggolan
Tumou Tou Vol. 9 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.098 KB) | DOI: 10.51667/tt.v9i2.827

Abstract

This article aims to approach the whole study using historical methods which are included in the research group with a qualitative paradigm. The historical in question is Marcion, a theologian who influenced Christianity in the second century. One of the teachings highlighted by Marcion is the understanding of God, where he rejects the God of the Old Testament but believes in the God of the New Testament that this rejection causes Marcion to reject the canon of the Old Testament. In the nineteenth century, two theologians who followed Marcion's ideology reappeared. That is why Marcion's theology becomes the rationale for research as an awareness of the phenomena that can reappear in the present and in the future. This paper examines the background of Marcion's life to the things that influenced the birth of Marcion's understanding of the God of the Old Testament and the God of the New Testament, including the actions of the church at that time and the influence of Marcion which continued to grow until the nineteenth century, especially those affecting Friedrich Delitzsch and Adolf Harnack. . This paper also follows up on the research step by synthesizing the views of theologians about the fact that God's nature is comprehensive and constitutes a continuous unity through God's attributes. So that it is hoped that Marcionism or the teaching of dogma will not arise, doctrines that are interpreted by rejecting the canon of the Bible and can be justified.
MENGURAI POLEMIK BANTUAN SOSIAL DI MASA PANDEMI Alon Mandimpu Nainggolan; Meily M Wagiu; Wolter Weol
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.895 KB)

Abstract

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi pemerintah dalam menunjang strategi maupun inovasi penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah webinar melalui aplikasi zoom, mengingat situasi dan kondisi yang dialami pada masa pandemi Covid-19. Melalui pemaparan pakar dari perspektif pemerintah, teologi sosial, etika sosial dan peneliti di bidang sosial dan agama diperoleh pencerahan mengenai polemik bantuan sosial di masa pandemi serta disadari pentingnya strategi dan inovasi dalam menyalurkan bantuan sosial bagi mereka yang membutuhkan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sejatinya, keterlibatan pemerintah, lembaga agama, organisasi masyarakat dan semua pihak dalam menyalurkan bantuan sosial dengan tepat sasaran dapat meringankan beban sesama yang mengalami penderitaan pada masa pandemi Covid-19.