Claim Missing Document
Check
Articles

Church Involvement In The Tomohon International Flower Festival As An Eco-Theological In The Digitalization Era Nainggolan, Alon Mandimpu; Heydemans, Nency Aprilia; Manullang, Juanda
Jurnal Teologi Cultivation Vol 9, No 1 (2025): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v9i1.2591

Abstract

This article aims to describe the church's involvement in the Tomohon International Flower Festival (TIFF) as an eco-theological action. TIFF 2022 is an annual festival organized by the Tomohon City Government to increase the ecological sensitivity of the church through nature conservation, flower preservation, and improving public welfare. Tomohon City is known as the city of flowers. Therefore, this festival is carried out by the government and supported by the church, and the community to make it a national and international tourist destination. TIFF strategies and impacts have been written about, but what is unique about the findings in this article is that none of the studies describe church involvement through ecotheological studies at TIFF. The use of digital religious practices such as social media or digital apps by churches can increase ecological awareness. This article uses qualitative research methods with data collection techniques, namely observation, interviews, and literature studies. The conclusion of the study is that TIFF 2022 is an appeal to the church to preserve, preserve and be responsible for this nature. The church responded well to TIFF's activities by actively participating in planting flowers both in the yard and in the garden. On the other hand, it needs attention from the younger generation and various parties to plant flowers as an effort to green local wisdom. The TIFF 2022 study uses various fields of contextual theological ecotheology and the discipline of sociology of religion. This research needs to be followed up in the study of environmental ethics, economics, eco-pastoral, environmental education with a broader context to help readers understand TIFF.
Kontribusi Marius Dorobantu dalam Meresponi Kecerdasan Buatan: Perspektif Antropologi Teologis dan Etika Nainggolan, Alon Mandimpu
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 1 (2025): Oktober 2025 (In Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i1.1621

Abstract

Abstract. Artificial Intelligence (AI) is a reality that humans must face in their lives. AI has influenced the way humans work, interact, and form communities. This article aimed to explore and analyze Marius Dorobantu's ideas on church and artificial intelligence. The research method used by the author is a descriptive analysis of Dorobantu's thoughts on artificial intelligence from a theological and ethical perspective. The result of this study indicated that AI should be viewed as a tool, rather than leaving decision-making entirely to AI. The development and implementation of AI must also be based on ethics.Abstrak. Artificial Intelligence (AI) adalah sebuah realita yang harus dihadapi oleh manusia dalam perĀ­jalanan kehidupannya. AI telah memengaruhi cara manusia bekerja, berinteraksi dan berkomunitas. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis gagasan Marius Dorobantu tentang gereja dan kecerdasan buatan. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah analisis deskriptif terkait pemikiran Dorobantu mengenai kecerdasan buatan dari perspektif teologis dan etis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AI harus dilihat sebagai tools, dan bukannya menyerahkan pengambilan keputusan secara total kepada AI. Pengembangan maupun penerapan AI juga harus berbasis etika.
PERSEPSI JEAN CHARLIER DE GERSON DAN TUHAN YESUS KRISTUS MENGENAI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) ANAK Daeli, Adventrianis; Nainggolan, Alon
Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2020): Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjpkaud.v1i2.496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai persepsi Jean Charlier De Gerson dan Tuhan Yesus Kristus mengenai pelayanan anak dan bagaimana informasi tersebut berguna untuk membangun teori dan praktik Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi Anak di masa kini dan mendatang. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Melalui pengumpulan data terhadap sumber data primer dan sekunder ditemukan bahwa terdapat kesesuaian persepsi antara Jean C. D. Gerson dan Tuhan Yesus Kristus mengenai pelayanan anak. Bagi tokoh Pendidikan Agama Kristen (PAK) tersebut dan Tuhan Yesus Kristus, anak dan orang dewasa memiliki kedudukan dan nilai yang sama dalam pelayanan. Memfokuskan diri bagi pelayanan anak / Pendidikan Agama Kristen (PAK) Anak tidak merendahkan martabat seorang guru atau teolog. Sejatinya, pelayanan kepada anak adalah pelayanan Kristen yang tertinggi. Mendidik anak adalah kesempatan emas untuk memperoleh generasi unggul di masa mendatang.
Pola Asuh Orang Tua Kristen Terhadap Anak Dalam Menghadapi Tantangan Kemajuan Zaman Purba, Asmat; Nainggolan, Alon Mandimpu
Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2021): Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjpkaud.v2i1.593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua Kristen terhadap anak dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman, sehingga melalui penulisan artikel ini dapat memberikan gambaran kepada orang tua agar mereka memiliki pola asuh yang baik dan menjadi orang tua yang berperan sebagai guru yang patut diteladani oleh anak-anaknya. Untuk mewujudkan penelitian ini, maka penulis memilih metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan studi kepustakaan. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa zaman dimana kita hidup saat ini akan terus mengalami perubahan dan perkembangan, namun moral dan keimanan manusia semakin menurun. Perubahan atau perkembangan yang paling tren masa kini ialah perkembangan teknologi seperti smartphone. Orang tua adalah guru dalam keluarga yang seyogianya memiliki pola asuh yang baik agar dapat mengantisipasi dan menghadapi tantangan kemajuan zaman yang sedang berkembang saat ini agar anak-anak tetap berkembang secara utuh dalam rasa takut akan Tuhan dan mencintai gereja-Nya. Kemajuan zaman dapat berdampak buruk (negatif) bagi anak-anak jikalau orang tua tidak menerapkan pola asuh yang baik terhadap anak, dan sebaliknya dapat juga berdampak baik (positif) apabila orang tua mendemonstrasikan pola asuh yang baik terhadap anak. Lebih mudah menjadi guru bagi anak sendiri daripada menjadi guru bagi orang lain. Dalam praktiknya orang tua Kristen dapat menerapkan sepuluh usulan rancang bangun pendidikan rohani anak oleh orang tua untuk menghadapi kemajuan (tren) zaman di abad ke-21.
Kontribusi Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Eben Haezer Buntong dalam Menangani Krisis Ekologi di Tateli Nainggolan, Alon Mandimpu; Tendean, Joshua Enrico; Kasiahe, Octaniel; Heydemans, Nency Aprilia
Tumou Tou Vol. 10 No. 1 (2023): January: Jurnal Tumou Tou
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze and describe the involvement of the Evangelical Christian Church in Minahasa (GMIM) Eben Haezer Buntong in caring for the earth, especially in dealing with the ecological crisis in the Tateli region. The method used is qualitative descriptive by utilizing observation and interviews as data collection techniques. It becomes a church calling to care for, preserve and be responsible for this earth. Man is the image and likeness of God, assigned as a caretaker of the earth and not as a destroyer of the earth. Preserving the environment is the responsibility of everyone, parties and organizations, especially the church. GMIM's example, which has formulated and demonstrated according to its capacity the importance of maintaining harmony in human and environmental relations and socializing congregation members to care about their environment should be an inspiration. Through this research it was found that GMIM Eben Haezer Buntong has contributed to the maintenance of the earth through congregational programs such as the youth cleaning program once every three months, men's work for fathers, women's work for mothers, clean Friday, and planting trees. This study recommends not cutting trees carelessly and maintaining the quality of the springs.