Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis Of Factors Relating To Breast Self Examination Behavior In Adolescent Women In Metro Cities Ridwan, M; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24979

Abstract

 Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit dimana sel-sel abnormal pada payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor dimulai di dalam lobulus penghasil susu di payudara. Kasus kanker payudara masih cukup besar tercatat pada tahun 2023 diduia sebesar  2,3 wanita terdiagnose kanker payudara.. Di Provinsi lampung ditahun yang sama sebesar 278 kasus dan di Kota Metro berdasarkan data Sadasin di Puskesmas Tejoagung terdapat 718 (44,3%) terdeteksi tomor/benjolah di payudara pada remaja putri. Salah satu upaya deteksi yang murah dan mudah dapat dilakukan remaja putri dengan melakukan Periksa Payudara Sendidi (SADARI).Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tejoagung Metro Timur.Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua remaja putri di berusia 15-19 tahun di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tejoagung berjumlah 1028 remaja putri. Berdasar perhitungan besar sampel diperoleh jumlah sampel sebanyak 97 responden menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi Square.. Hasil: dari 97 responden sebanyak 28,9% tidak melakukan perilaku sadari, 27,8% usia menarhce 12 tahun, 44,3% mengalami obesitas, 45,4% memiliki pengetahuan kurang tentang sadari, 28,9% memiliki sikap tidak mendukung perilaku sadari, 59,9% tidak mendapatkan dukungan keluarga, 42,3% teman sebaya memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari, 26,8%  tidak mendapat dukungan tenaga kesehatan, dan 46,2% akses internet/media sosial memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari. Hasil analisis uji statistik hubungan usia menarche dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,064, hubungan obesitas dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,022, hubungan pengetahuan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,009, hubungan sikap dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,029, hubungan dukungan keluarga dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,030, hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,010,.hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043 dan hubungan pengaruh akses internet dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043.Simpulan: Terdapat hubungan antara obesitas, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan dukungan tenaga kesehatan. Sedangkan variabel usia menarhe dan pengaruh internet/media sosial tidak ada hubungan dengan Perilaku Sadari. Upaya edukasi secara kontineu dengan pendampingan oleh guru dan orang tua terhadap perilaku sehat. Pembinaan kesehatan remaja perlu terus dilakukan oleh tenaga kesehatan termasuk pemeriksaan sadari pada remaja putri secara terus menerus. Kata kunci: Faktor, Perilaku Sadari, Remaja Putri ABSTRACT Background: Breast cancer is a disease where abnormal cells in the breast grow out of control and form tumors starting in the milk-producing lobules of the breast. Breast cancer cases are still quite large, recorded in 2023 in the world, 2.3 women were diagnosed with breast cancer. In Lampung Province in the same year there were 278 cases and in Metro City, based on Sadasin data at the Tejoagung Community Health Center, there were 718 (44.3%) detected tumors/lumps in the breasts in young women. One of the cheap and easy detection efforts can be done by young women by doing a Joint Breast Examination (BSE).Methods: to analyze factors related to BSE behavior in adolescent girls in the UPTD Working Area of the Tejoagung Metro East Health Center.Results: Of the 97 respondents, 28.9% did not carry out conscious behavior, 27.8% were 12 years of age at menarche, 44.3% were obese, 45.4% had less knowledge about conscious behavior, 28.9% had an attitude that did not support conscious behavior, 59.9% did not get family support, 42.3% peers had a negative influence on conscious behavior, 26.8% did not receive support from health workers, and 46.2% had access to the internet/social media. has a negative influence on conscious behavior. The results of the statistical test analysis of the relationship between menarche age and conscious behavior obtained p value = 0.064, the relationship between obesity and conscious behavior obtained p value = 0.022, the relationship between knowledge and conscious behavior obtained p value = 0.009, the relationship between attitude and conscious behavior obtained p value = 0.029, the relationship between family support and conscious behavior obtained p value = 0.030, the relationship between peer influence and conscious behavior obtained p value = 0.010, the relationship between support from health workers and conscious behavior obtained p value = 0.043 and the relationship between the influence of internet access and conscious behavior obtained p value = 0.043.Conclusion: The research results show that there is a relationship between obesity, knowledge about conscious behavior, attitudes towards conscious behavior, family support, peer support, and support from health workers. Meanwhile, the variables menstrual age and the influence of the internet/social media have no relationship with Awareness Behavior. Continuous educational efforts regarding healthy behavior and assistance by teachers and parents. Adolescent health development needs to continue to be carried out by health workers, including continuous self-examination of female adolescents. Kata kunci: Factors, Conscious Behavior, Young Women 
Edukasi dan Pelatihan Teknik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri di SMAN 4 Kota Metro Ridwan, M.; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina; Widiyanti, Septi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i2.1774

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit dimana sel-sel abnormal pada payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor dimulai di dalam lobulus penghasil susu di payudara. Berdasarkan data Kemenkes 2024, kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 20 juta kasus dengan angka kematian 9,7 juta kasus. Penyebabnya karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini. Salah satu upaya deteksi dini untuk menurunkan kejadian kanker payudara yang paling murah dan praktis terutama bagi remaja putri dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Sasaran kegiatan adalah remaja putri di SMAN 4 Kota Metro berjumlah 97 otang. Edukasi diberikan dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta dilakukan pelatihan teknik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan mendemonstrasikan menggunakan panthom. Selanjutnya dilakukan pendampingan dimana peserta dibagi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 13-14 orang. Setiap kelompok peserta memperagakan teknik SADARI yang didampinggi oleh 7 orang fasilitator tim pengabmas yaitu dosen dan mahasiswa Diploma III Kebidanan Metro. Fasilitator menggunakan daftar tilik dalam melakukan pendampingan pada peserta sehingga diperoleh gambaran nyata pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan tiknik SADARI. Hasil edukasi dan pelatihan teknik SADARI diperoleh nilai rata–rata pretest sebesar 5,88 dan nilai rata-rata posttest sebesar 8,19. Hasil ini diperoleh adanya perbedaan nilai rata-rata antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan pelatihan SADARI sebesar 2,31. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan teknik SADARI  dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam deteksi dini untuk mencegah kanker payudara secara mandiri.
From Mobile Screens to Awareness: Initiating Learning in Online Reproduction Classes as an Innovation in Health Promotion for Adolescents Ridwan, M.; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina; Ngundju Awang, Mariana; Andiyan, Andiyan; Umam, Rofiqul
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 1 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss1.2408

Abstract

Adolescent reproductive health is a crucial issue directly related to the quality of life and future of the younger generation. Adolescent knowledge is a vital foundation for addressing reproductive health issues. Therefore, health promotion media that adapt to the needs and lifestyles of today's adolescents are necessary. This study aims to assess the effectiveness of digital reproduction classes as a learning medium for increasing adolescents' knowledge about reproductive health. It is hoped that this increased knowledge will stimulate awareness of the importance of reproductive health. This research is a single-group experimental study using a pre-post-test design for the trial of the reproductive health classes. The trial was conducted in three stages: a small-scale trial (n=7), a limited-scale trial (n=60), and a large-scale trial (n=380). Data were analyzed using a paired-sample t-test to compare knowledge scores before and after the intervention, and the N-Gain formula was used to assess class effectiveness. The small-scale trial increased the knowledge of 85.7% of participants, with an average increase of 14.3 points. The limited-scale trial showed an average increase of 15 points, while the large-scale trial showed an average increase of 15.54 points, with a p-value of 0.000 (95% CI: 16.67–14.42). The N-Gain score in the small-scale trial was 0.56, compared to 0.47 in the large-scale trial. The results demonstrate the effectiveness of the class in improving adolescents' knowledge. These findings reinforce the potential of online learning as an innovation in health promotion.      
Relationship Between Hormonal Contraception History and Breast Cancer at RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro City Amadea, Gebby; Widiyanti, Septi; Prasetyowati, Prasetyowati; Fibrila, Firda
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.396

Abstract

Breast cancer remains a major global health threat, with WHO data from 2022 reporting 2.3 million cases and 670,000 deaths. Breast cancer is caused by uncontrolled cell growth and hormonal factors, and this disease affects physical and emotional conditions. This quantitative study with a case-control design at General Ahmad Yani Metro Hospital aims to determine the relationship between a history of hormonal contraception and breast cancer. This study involved 93 respondents (31 cases and 62 controls) selected through accidental sampling techniques from the Oncology Surgery and Internal Medicine Rooms. The results showed that 83.9% of respondents had a history of hormonal contraception use. Statistical analysis using the chi-square test and Odds Ratio showed a significant association (p-value = 0.036; OR = 8.750), indicating that this history is associated with a significantly higher risk of developing breast cancer. This study concluded that the use of hormonal contraception is associated with an increased risk of breast cancer, so education, early screening, and regular monitoring are needed, especially for long-term hormonal contraception users.
PENJARINGAN KASUS ANEMIA DAN DEFICIENCI ENERGI KRONIK SERTA PENGETAHUAN REMAJA PUTRI Firda Fibrila; M. Ridwan
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 08 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan salah satu masalah yang banyak ditemui pada kelompok wanita usia subur (WUS) dan ibu hamil. KEK adalah keadaan dimana seseorang mengalami kekurangan kebutuhan energi yang berlangsung terus menerus. Di Indonesia secara nasional prevalensi KEK pada remaja putri (usia 15 – 19 tahun) cenderung meningkat dari tahun 2018 sebesar 33,5 % dan di tahun 2020 sebesar 36,3 %. Prevalensi KEK pada wanita tidak hamil usia 15 – 19 tahun di Provinsi Lampung tahun 2018 sebesar 13,62 menurun sebesar 12,77 % tahun 2019, sedangkan kejadian KEK pada remaja di Kota Metro sebesar 14,45% pada tahun 2018. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui status kesehatan reproduksi pada remaja putri khususnya penjaringan kasus KEK dan anemia di SMK Muhammadiyah 3 Kota Metro sebanyak 240 orang yang nantinya dapat dijadikan masukan dalam pengambilan kebijakan program di Puskesmas dan di sekolah tersebut.