Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Association Between Maternal Knowledge of Immunization and Acceptance of Multiple Injection Immunization at Community Health Posts in an Urban Primary Healthcare Setting Sabrina, Haifa Rafiqa; Husada, Dominicus; Ningtyas, Woro Setia; Lestari, Pudji
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 4 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i4.544

Abstract

Introduction: Multiple injection immunization is a service strategy that administers more than one vaccine in a single visit to improve immunization efficiency and coverage. Despite evidence of safety, parental concerns regarding adverse effects remain a major barrier to its acceptance. Maternal knowledge plays a critical role in decision-making related to childhood immunization. Objective: This study aimed to analyze the association between maternal knowledge of immunization and acceptance of multiple injection immunization at community health posts in an urban primary healthcare setting. Method: An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted among 82 mothers with children aged 2–24 months, selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Chi-square test. Result and Discussion: More than half of respondents demonstrated a high level of immunization knowledge (57.3%), and the majority accepted multiple injection immunization (68.3%). Among mothers who accepted multiple injections, 67.9% had a high knowledge level. Statistical analysis showed a significant association between maternal knowledge level and acceptance of multiple injection immunization (p = 0.001). Conclusions: Maternal knowledge of immunization is significantly associated with acceptance of multiple injection immunization. Strengthening educational interventions targeting mothers and families is essential to improve acceptance and sustain optimal immunization coverage.
Optimalisasi Support System Keluarga Dalam Menjaga Kesehatan Remaja Putri Sebagai Orang Tua Tunggal Putri Utami Sukmawardani; Woro Setia Ningtyas; Ivon Diah Wittiarika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41136

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan remaja menjadi masalah serius, termasuk di Indonesia, dengan perkiraan 1,5 per 1000 perempuan usia 10-14 tahun pada 2023. Meskipun angka kelahiran menurun, dampaknya buruk bagi kesehatan fisik, mental, dan masa depan remaja, serta berisiko menyebabkan komplikasi seperti anemia, preeklamsia, dan kelahiran prematur. Pencegahan kehamilan remaja merupakan agenda SDGs. Pencegahan kehamilan remaja melalui pendekatan komprehensif dan pemberian dukungan penting untuk mengurangi risiko komplikasi bagi ibu dan bayi. Tujuan: Mengoptimalkan support system keluarga dan mengevaluasi keefektifan intervensi dalam mendukung remaja putri sebagai orang tua tunggal.  Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif, sampel seorang remaja putri berusia 17 tahun, P1A0, dan menggunakan data primer dan sekunder. Hasil: Remaja putri 17 tahun hamil dengan latar belakang sosial ekonomi rendah. Ibu dari remaja sangat perhatian, namun merasa khawatir dan menyalahkan diri sendiri. Kehamilan pertama diperiksa di trimester 3, dan mengalami persalinan prematur. Setelah melahirkan, mengalami gangguan produksi ASI. Awalnya, ayah dari remaja menolak kehamilan, namun kemudian memberikan dukungan. Ibu dari remaja membantu merawat cucunya, sementara keluarga menjauh dari lingkungan sekitar. Remaja belum menikah dan dikeluarkan dari sekolah. Simpulan: Asuhan komprehensif yang melibatkan support system keluarga efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan ibu.
Peran Konselor Sebaya dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Anemia pada Remaja Putri Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Malang Rize Budi Amalia; Woro Setia Ningtyas; Restiningsih Restiningsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46539

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri di Indonesia, dengan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi yang rendah. Konselor sebaya dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja mengenai pencegahan anemia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas edukasi oleh konselor sebaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri tingkat sekolah menengah pertama di Malang. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre test dan post test one group. Penelitian dilakukan di salah satu SMP di Kota Malang pada Oktober–November 2024 dengan 49 remaja putri kelas 7–9 sebagai responden, baik yang telah maupun belum menerima tablet tambah darah, dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 54,59 pada pretest menjadi 81,12 pada posttest. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p = 0,001; p < 0,05), sehingga analisis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,005; p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi oleh konselor sebaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri dan dapat menjadi strategi yang dapat diterapkan dalam upaya pencegahan anemia di lingkungan sekolah. Kata Kunci: konselor sebaya, remaja putri, anemia, edukasi, kesehatan.
Case Report: Empowering Mothers, Protecting Newborns (The Role of Midwifery Continuity of Care in Promoting Exclusive Breastfeeding During Mother-Infant Separation) Ningtyas, Woro Setia; Lovita, Agnestia Naning Dian; Setyowati, Dewi; Rohma, Annisa Nur
Women, Midwives and Midwifery Vol. 6 No. 1 (2026): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.6.1.44-54.2026

Abstract

Background: exclusive breastfeeding (EBF) is critical for neonatal health, but complications like jaundice can disrupt early feeding due to mother-infant separation. Midwifery Continuity of Care (MCoC), where a known midwife provides consistent support throughout the perinatal period, may play a crucial role in maintaining EBF during such challenges. This case report aims to explore the role of MCoC in sustaining exclusive breastfeeding during mother-infant separation due to neonatal jaundice. Case Presentation: a 29-year-old woman (G2P1A0) received MCoC from early pregnancy through postpartum. After a cesarean delivery due to preeclampsia, her newborn developed jaundice with a total bilirubin level of 15.31 mg/dL and an index bilirubin of 14.96 mg/dL. It required 48 hours of phototherapy and NICU admission. Despite separation, the mother sustained lactation through regular milk expression, supported by her midwife, husband, and family. The mother had received education from the midwife about the importance of breastfeeding for the baby, starting from pregnancy until after delivery. The continuous presence and support of the midwife empowered the mother to remain consistent in expressing breast milk until the baby’s condition improved, allowing the infant to continue receiving exclusive breastfeeding. After receiving phototherapy, the infant’s bilirubin level decreased to 9.82 mg/dL and the baby was discharged in stable condition. Exclusive breastfeeding was successfully continued post-discharge Discussion: this case highlights the important role of MCoC in supporting successful exclusive breastfeeding in infants with neonatal jaundice. Through ongoing education and support, midwives help mothers continue to provide expressed breast milk during phototherapy, which contributes to lowering bilirubin levels. The MCoC approach strengthens mothers' confidence and emotional resilience, while also increasing breastfeeding success in complex medical conditions Conclusion: MCoC is a valuable model for supporting EBF during mother-infant separation caused by jaundice. It empowers mothers through continuous clinical, emotional, and educational support, ensuring continuity of care and improved breastfeeding outcomes. This case underscores the importance of integrating MCoC into midwifery practice and policy to enhance breastfeeding outcomes and maternal-infant health
Co-Authors 'Izza, Alifina Adeylla Mayang Sari Agus Suprijono, Moch. Ahmad Suryawan Amalia, Rize Budi Andriyanti Andriyanti Andriyanti, Andriyanti Ashon Sa’adi Atika Atika Aurelia Margaretha Manurung AYU WULANSARI Ayuningtyas, Jayanti Febry Azra Fauziyah Azyanti Bagus Setyoboedi Bambang Purwanto Berliana Nur Frisda Budi Prasetyo Budi Utomo Cahyaningtyas, Fabella Elisa Dewi Setyowati Dharmayanti, Hanifa Erlin Dominicus Husada Dwiyanti Puspitasari, Dwiyanti Fadayeen Khoirun Nisa' Fauzun Nikmatush Sholihah Gebyar Catur Wahyuning R Hanna Dyahferi Anomsari IRWANTO Isha Akastia Iswara, Salma 'Afindi Ivon Diah Wittiarika Izzati, Dwi Izzatul Ainiyah Katharina Laurentia Monika Nago Adja Khairunnisa, Zalfa Dinah Laili Nur Izzah Lilik Djuari Linda Dewanti Lovita, Agnestia Naning Dian Martono Tri Utomo Maytasya Dwinaqifah Mesah, Winny MufidahSheena Andani Muhammad Miftahussurur Muhammad Yusuf Mukronah Urvia Ngatwati, Ngatwati Ningrum, Astika Gita Poempida, Fayka Putri Poempida Pranadyan, Rizki Pranadyan Prasetyo, Muhammad Rizkinanda Prima Cardayo, Kamelia Pudji Lestari Purnama Sari, Yulia Putri Utami Sukmawardani Rahayu Rani Sidaryanti Rania, Najwa Miftah Restiningsih Restiningsih Restiningsih, Restiningsih Risa Etika, Risa Rizal, M. Masrur Rize Budi Amalia Rohma, Annisa Nur Rosfiantini, Marlia Rukmini Rukmini Sabilillah, Nabilah Sabrina, Haifa Rafiqa Samisatun Maulina, Siti Sampurna, Mahendra Tri Arif Samsriyaningsih Handayani Sari, Gadis Meinar Setianingrum, July Shalma Alya Fadilla Shella Permata Sari Sri Setyaningsih Sukmawardani, Putri Utami Susanti Susanti Tunjungseto, Arif Widati Fatmaningrum Widya Retno Sari