Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN ATAS PROMOSI PENJUALAN BARANG MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Andi Prastowo
Law and Communication Journal Vol 2 No 1 (2026): Kajian Hukum Perlindungan Konsumen
Publisher : PT Sanagi Edu Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi perdagangan telah membawa perubahan signifikan dalam kegiatan transaksi jual beli barang dan jasa. Konsumen saat ini tidak hanya melakukan transaksi secara langsung, tetapi juga melalui berbagai platform digital seperti marketplace, media sosial, dan iklan elektronik. Namun perkembangan tersebut juga menimbulkan berbagai permasalahan hukum, khususnya terkait dengan promosi penjualan yang menyesatkan atau informasi yang tidak sesuai dengan kondisi barang yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum dari kegiatan promosi penjualan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta untuk mengetahui mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat ditempuh oleh konsumen yang dirugikan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi penjualan yang tidak benar atau menyesatkan merupakan pelanggaran terhadap hak konsumen, khususnya hak untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi barang dan/atau jasa. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran dapat dikenakan tanggung jawab hukum berupa sanksi perdata, administratif, maupun pidana. Penyelesaian sengketa konsumen dapat dilakukan melalui jalur litigasi maupun non-litigasi, seperti melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Oleh karena itu diperlukan peningkatan kesadaran hukum konsumen serta penguatan penegakan hukum guna menciptakan perlindungan konsumen yang efektif di era perdagangan digital.
The Concept of Education in Ibn Khaldun's Thought and Its Implications for Today's Islamic Education Azlan Ihza Agustian; Andi Prastowo; Saripudin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3230

Abstract

Education plays a strategic role in shaping human beings and civilization. Ibn Khaldun, through his monumental work Al-Muqaddimah, offers an educational concept that is holistic, humanistic, and contextual. This article aims to examine Ibn Khaldun’s educational thought and analyze its implications for contemporary Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research, involving the examination of primary and secondary sources relevant to Ibn Khaldun’s educational ideas. The findings indicate that, according to Ibn Khaldun, the purpose of education is not merely oriented toward the acquisition of knowledge, but also toward the formation of moral character, the development of intellectual potential, social preparedness, and the sustainability of civilization. Principles such as gradual learning, the rejection of violence in education, and the emphasis on dialogical relationships between teachers and learners constitute the core characteristics of his educational concept. The implications of Ibn Khaldun’s thought for contemporary Islamic education are reflected in the importance of developing learner-centered curricula, adopting humanistic pedagogical approaches, and strengthening the role of teachers as intellectual and moral guides. Therefore, Ibn Khaldun’s educational thought remains relevant as a conceptual foundation for the renewal and strengthening of Islamic education in the modern era.