Claim Missing Document
Check
Articles

Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Endofit Dari Daging Buah Salak Pondih (Salacca edulis) Dan Salak Padang Sidempuan (Salacca sumatrana) Azzahra, Fatimah; Manalu, Kartika; Nasution, Rizki Amelia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7480

Abstract

Bakteri endofit adalah mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman. Bakteri endofit yang berasal dari tanaman buah, seperti buah salak (Salacca zalacca), memiliki kemampuan menghasilkan senyawa kimia yang meningkatkan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bakteri endofit yang terdapat pada daging buah salak pondoh dan buah sidempuan padang. Untuk mengidentifikasi bakteri tersebut, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif serta karakterisasi morfologi, pewarnaan gram, dan uji biokimia. Pendekatan pengenceran 10-4 digunakan untuk mengisolasi bakteri endofit dari kedua jenis buah salak. Hasil analisis disajikan secara deskriptif dan kualitatif untuk setiap strain bakteri endofit yang ditemukan. Didapatkan enam isolat buah salak pondoh dan empat isolat buah salak Padangsidempuan, sehingga total bakteri endofit sebanyak 10 isolat. Studi biokimia mengungkapkan bahwa isolat bakteri endofit berasal dari genus Bacillus dan Pseudomonas
Diversitas Dan Populasi Bakteri Pelarut Fosfat Pada Berbagai Tanah Dari Mangrove Berbeda Di Kawasan Pulau Kampai Raselia, Citra; Manalu, Kartika; Nasution, Rizki Amelia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8383

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang sangat produktif. Sumber daya mangrove mempunyai beberapa peran baik secara fisik, kimia, dan biologi yang sangat berperan penting dalam menyediakan kebutuhan hidup masyarakat dan memiliki fungsi sebagai penyanggah keseimbangan ekosistem di wilayah pesisir. Ada berbagai macam organisme salah satunya bakteri pelarut fosfat (BPF) yang dapat diisolasi dari tanah rhizosfer mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolasi bakteri pelarut fosfat dan uji potensinya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana merupakan informasi yang bisa diberi nilai yang diukur. Keanekaragaman dan populasi bakteri pelarut fosfat terhadap perbedaan dari beberapa jenis mangrove hasil yang diperoleh berbeda sangat nyata, hal ini diuji dengan uji beda nyata terkecil 5%. Pada penelitian ini diperoleh 12 isolat BPF dengan kode BFM 01, BFM 02, BFM 03, BFM 04, BFM 05, BFM 06, BFM 07, BFM 08, BFM 09, BFM 10, BFM 11 dan BFM 12. Kemampuan bakteri dari tanah magrove di pulau kampai memiliki diversitas indeks yang rata-rata berpotensial. Isolat yang memiliki indeks diversitaspaling tinggi dengan kode isolat BFM 04 yaitu sebesar 8,50 mm dan BFM 12 yaitu sebesar 8,25 mm sedangkan yang memiliki indeks diversitas paling rendah BFM 09 yaitu sebesar 2,25.
Determination of Optimum Temperature for Amount Lactic Acid Bacteria and Antioxidant Activity from Pickled Bamboo Betung Boobs (Dendrocalamus asper) Pasaribu, Nurul Alda; Manalu, Kartika; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i6.7475

Abstract

Pickled betung bamboo shoots (Dendrocalamus asper) are a traditionally fermented product and can potentially be a source of probiotics. Pickled bamboo shoots contain good microorganisms, namely LAB, which are bacteria that contribute to the food sector for natural fermentation. Fermentation of bamboo shoots produces antioxidant compounds at an optimum temperature range. The research aims to understand the optimum temperature for the amount of LAB and antioxidant activity in pickled betung bamboo shoots. This research is a laboratory experiment with 3 treatments, namely 100 grams of bamboo shoots fermented with pickled bamboo shoots at a temperature of 15℃ (K1), a temperature of 37℃ (K2), and a temperature of 40℃ (K3). The three treatments were incubated for 72 hours with 4 repetitions. The research stages included processing pickled bamboo shoots, isolating bacteria using the dilution series-pour plate method, and antioxidant testing using the DPPH method. The number of LAB is calculated using the Quebec Colony Counter. Data analysis used Anova and Duncan's test. The results obtained include that temperature influences the amount of BAL in pickled bamboo shoots with a value of p=0.016. The number of LAB at a temperature of 150C was 59.50, at a temperature of 37 129.74, and a temperature of 40 107.57. Temperature also affects antioxidant activity. The average values at temperatures of 15.37, 40℃ are 30.60%, 25.241%, and 16.8782% (% inhibition), 36.3655, 41.6775, 51.0757 (IC50). The optimum temperature for the number of BAL pickled bamboo shoots is 37°C, and the optimum temperature for the number of antioxidants is 15°C.
Pengaruh Pemberian Limbah Cair Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Fermani, Nuritia; Manalu, Kartika; Rasyidah, Rasyidah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Limbah Cair Kelapa Sawit terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang dilaksanakan pada bulan Mei 2020 di PT. Tapian Nadenggan, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 perlakuan yaitu: P0 = 0%; P1 = 5%, P2 = 10%, P3 = 15%, P4 = 20%, P5 = 25%. Parameter yang diamati terhadap pertumbuhan cabai rawit adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah buah. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pemupukan 25% memberikan pengaruh optimal terhadap tinggi tanaman (23,82 cm), jumlah daun (37,25) dan jumlah buah (16,5).
Analisis Literasi Sains Pada Buku Teks Biologi Kelas XI SMA Materi Sistem Pernapasan di Kecamatan Sawit Seberang Kirana, Fira; Manalu, Kartika; Rohani, Rohani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi sains pada buku teks Biologi berdasarkan dimensi literasi sains yaitu: sains sebagai batang tubuh pengetahuan, sains sebagai cara untuk menyelidiki, sains sebagai cara untuk berfikir, sains dan interaksinya dengan, teknologi, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi atau dokumen (content or document analysis). Hasil penelitian pada kedua buku mempunyai persentase tertinggi pada dimensi literasi sains sebagai batang tubuh pengetahuan berjumlah 57.5% dan buku II berjumlah 56.66%, dimensi sains sebagai cara berpikir buku I memiliki persentase berjumlah 35% dan buku II berjumlah 27.5%, dimensi sains sebagai jalan investigasi buku I menunjukkan persentase berjumlah 32,5% dan buku II berjumlah 30,83% serta memiliki persentase terendah pada dimensi sains dan interaksinya dengan teknologi dan masyarakat, pada buku I berjumlah 30% dan di buku II yaitu 27,5%. Jadi disimpulkan bahwasanya tingkat literasi sains pada buku teks pelajaran biologi SMA Kelas XI materi sistem pernapasan yang digunakan di Kecamatan Sawit Seberang cukup baik sesuai dengan kriteria penilaian.
KEMAMPUAN ANTIJAMUR EKSTRAK METANOL BUNGA TELANG UNGU (Clitoria ternatea L) TERHADAP PERTUMBUHAN Aspergillus flavus Simarmata, Faried Raja; Manalu, Kartika; Nasution, Rizki Amelia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8040

Abstract

Jamur dapat tumbuh dan menyebabkan dekomposisi pada bahan pangan dan hasil pertanian, baik sebelum dipanen, maupun setelah dipanen seperti dalam penyimpanan. Adapun jamur yang mengkontaminasi bahan pangan yaitu Asergillus flavus, salah satu tanaman yang memiliki senyawa antijamur adalah bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea L) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga telang ungu (Clioria ternatea L) terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Penelitian ini bersifat eksperimental. Pengujian dilakukan melalui beberapa tahapan identifikasi tumbuhan, pembuatan ekstrak bunga telang ungu, skrining fitokimia, dan uji daya hambat bunga telang ungu terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Pengujian aktivitas antijamur dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Analisis data menggunakan Uji one way anovadan dilanjut dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea L)daya hambat yang terbentuk pada konsentrasi 20% (6,25mm), 40%(12,25 mm), 60% (14,66 mm), 80% (15,0 mm), 100% (18,5 mm). konsentrasi 60% (14,66 mm) merupakan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea L) memiliki kemampuan antijamur terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus.
Pengaruh Media Assemblr EDU Berbasis Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa pada Materi Sistem Ekskresi Putri Lubis, Febrianti; Manalu, Kartika; Widya Ulfa, Syarifah
JURNAL BIOSHELL Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v14i1.3445

Abstract

The reason of this think about was to decide the impact of Increased Reality-based Assemblr Edu media on students' high-level considering aptitudes within the excretory framework fabric at MAN 2 Mandailing Natal. This consider may be a sort of quantitative investigate with a quasi-experimental plan chosen by cluster irregular choice for the pretest, posttest, and control gather plan. The populace of this consider was four classes of review XI IPA understudies of Madrasah Aliyah Negeri 2 Mandailing Natal, with course XI IPA-I as the exploratory lesson and XI IPA-2 as the control lesson. The investigate instrument was within the frame of ten exposition questions. The autonomous test T test appeared that Ha was acknowledged and H0 was rejected based on the theory test, which delivered a sig esteem (2-tailed) of 0.000 < 0.05 and 0.01. This shows that teaching materials based on Augmented Reality Assemblr Edu have an influence on advanced cognitive abilities
VARIASI GENETIK IKAN KERAPU (Epinephelus sp) Di TPI GABION MEDAN BELAWAN BERDASARKAN DNA MITOKONDRIA Hasra, Barratun Nisa; Idami, Zahratul; Manalu, Kartika
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 11 No 2 (2025): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol11issue2page203-210

Abstract

Background: Genetic variation can share data on genetic diversity in fish populations. mtDNA is used to determine the kinship between grouper fish originating from TPI Gabion Medan Belawan. This study aims to obtain the latest genetic variations found in grouper populations (Epinephelus sp.), analyze for the kinship relationship between grouper populations (Epinephelus sp.), determine for the kinship relationship between grouper fish from TPI Gabion Medan Belawan and grouper fish that already exist in NCBI.Methods: This study used experimental methods.Results: The results of research on species of the genus Epinephelus namely Epinephelus fuscoguttatus, Epinephelus sexfasticus, and Epinephelus areolatus obtained by processing the sequencing data by analyzing nucleotide characters using the Mega 11 application. All three samples have low GC Content, it is said that all three samples have primitive properties. All three samples have the same genetic distance because they have a genetic distance value (Pairwise distance) below 3%.Conclusion: Reconstruction of phylogenetic trees shows that grouper kinship (phylogenetics) originating from TPI Gabion Medan Belawan with grouper fish that already exist in NCBI have close kinship and common ancestor
DNA BARCODE KERANG KEPAH (Polymesoda Sp.) DI BAGAN PERCUT DAN DANAU SIOMBAK SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN GEN CYTOCHROME OXIDASE SUB UNIT 1 (CO1) Utami, Mutiara Alya; Idami, Zahratul; Manalu, Kartika
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 11 No 2 (2025): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol11issue2page194-202

Abstract

Background: DNA Barcode is a molecular technique using short sequences of nucleotide bases that aims to identify and classify living things. This study aims to obtain nucleotide characters from DNA barcode results from kepah clams using CO1 genes in Sumatran waters, to determine the results of molecular identification of species of kepah clams (Polymesoda sp.) found in North Sumatra waters, and to determine the kinship relationships of kepah clam species (Polymesoda sp.) in North Sumatra waters. Samples were obtained in Bagan Percut and Lake Siombak, carried out from July to August 2023 at the Biomolecular Laboratory, Medan State University. Methods: The method used is to use DNA barcodes with CO1 genes. Results: The results of research of species of the genus Polymesoda sp. namely Polymesoda erosa and Polymesoda expansa obtained from processing sequencing data by analyzing nucleotide characters using the Mega 11 application, namely variations in the percentage of AT content (62.69%), GC content (37.56%) for Polymesoda erosa species and AT content (62.42%), GC content (38.64%) for Polymesoda expansa species, which means both species have primitive properties. Molecular identification of the genus Polymesoda sp. obtained from the results of DNA sequence samples along 369 bp so that it is suitable to be used as DNA barcodes. The genetic distance between the species studied is Polymesoda erosa (0.000) and Polymesoda expansa (0.920) which means they have a close genetic distance. Conclusion: Phylogenetic tree reconstruction carried out using the Neighbour Joining method shows that between the two species Polymesoda erosa (Bagan Percut) and Polymesoda expansa (Lake Siombak) have a close kinship and come from a common ancestor.
Isolasi dan Identifikasi Mikroba Penyebab Kontaminasi dari Udara di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan UIN-SU Medan Sucahyo, Ahmad Imam; Manalu, Kartika; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Biologi Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/biology.v1i1.1931

Abstract

Plant tissue culture laboratory is a technique for growing cells, tissues or slices of plant organs which are often called explants in the laboratory in an artificial media containing aseptic (sterile) nutrients to become a whole plant. This research aims to know the isolation and identification of contaminating microbes in the plant tissue culture laboratory and to know the types of contaminating microbes in the plant tissue culture laboratory. This research was conducted from december 2022 to january 2023 at the Wahdatul Ulum plant tissue culture laboratory, uinsu medan with 5 main sampling points.the sampling point consists of an incubation room, planting room and practicum space which is divided into 3 collection points. Staining tests and biochemical tests are conducted at the USU faculty of mathematics and natural sciences microbiology laboratory. The results of the study found 23 bacterial isolates that contamined the wahdatul ulum plant tissue culture laboratory at UINSU Medan consisting of the genera bacillus, lactobacillus, streptobasil, aeromonas, pseudomonas, serratia, bacteroides and acinetobacter while the contaminating fungi were Mucor sp. Contamination occurs due to mobility and activity in the laboratory room.