Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

in Crisis : Early Detection of Young Children’s Mental Health During the Covid-19 Pandemic in Indonesia Rohimi Zamzam; Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi; Agida Hafsyah Febriagivary; Irwan Baadilla
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4203

Abstract

The Covid-19 pandemic has an impact on every aspect of human life, one of which is the mental health of the  children. There are drastic changes in the child's life cycle and activities that cause mood fluctuations, feelings of sadness, fear, that cause excessive stress reactions. The Covid-19 pandemic is a difficult situation for children, even the impact affects their future. Therefore, there is a need for early detection to track children's mental health. This research  aimed to inform teachers' in Bekasi city of their understanding of children's mental health conditions during the Covid-19 pandemic. The purpose of this research is that teachers will have skills in early detection of mental health in children. The method employed descriptive analysis  and used  survey methods, and questionnaires  in collecting  the data. The results of this study reveal that early detection knowledge is very important to be understood by teachers as a preventive step in preventing young children's mental health disorders in the future, so that children can be productive and active again to live their lives
Deteksi Dini Kesehatan Mental dalam Penguatan Daya Resiliensi Anak Pasca Pandemi Rohimi Zamzam; Muhammad Hayun; Dewi Purnamawati; Silvia Fiqriyah Rahmah; Yopana Hutami
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.1977

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak perubahan dari segala lini kehidupan manusia, salah satunya kesehatan mental. Persoalan kesehatan mental ini sudah menyasar anak-anak bahkan sebelum masa pandemi. Pembatasan mobilitas dan peraturan karantina selama pandemi menyebabkan anak-anak terpisah dari interaksi sosialnya bersama keluarga, teman, sekolah, dan kesempatan bermain. Padahal hal tersebut sangatlah penting bagi tumbuh kembangnya. Memasuki tahun ketiga pandemi COVID-19, dampak pandemi terhadap kesehatan dan kesejahteraan mental anak-anak dan orang muda terus memburuk. Apabila tidak ditanggulangi saat ini, maka akan berdampak jauh pada masa yang akan mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test. dengan instrumen penelitian berupa angket/kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji-t Paired test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi edukasi mengenai deteksi dini kesehatan mental untuk menguatkan daya resiliensi anak yang dilakukan pada kelompok kerja guru menunjukan hasil yang signifikan.
PEMBERDAYAAN ORANGTUA TK AISYIYAH DALAM PENDAMPINGAN ANAK BERMAIN BAHASA DI ERA BDR (BELAJAR DI RUMAH) Adiyati Fathu Roshonah; Rohimi Zamzam; Lativa Qurrotaini; Silvia Fiqriyah Rahmah
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nas.2.1.21-28

Abstract

Budaya keaksaraan adalah sesuatu yang lebih luas dan lebih penting daripada sekedar keterampilan teknis membaca dan menulis, melainkan mencangkup kemampuan, minat, kegemaran kebiasaan dan kebutuhan membaca dan menulis yang memola dan berakar dalam kehidupan sehari-hari. Rumah dapat menjadi tempat bermain bahasa yang menyenangkan. Dari halaman depan hingga seluruh bagian rumah seperti ruang tamu, kamar tidur, kamar makan, ruang keluarga hingga dapur dan kamar mandi sebenarnya menyediakan beragam sumber belajar yang dapat dipergunakan sebagai media bermain bahasa. Namun memang belum semua orangtua mengetahui dan memahami hal ini. Kegiatan ini ini dilakukan  agar orangtua mengetahui, memahami dan berdaya serta memiliki keterampilan mendampingi anak mengembangkan bahasa  di rumah dalam bentuk  pelatihan parenting bermain bahasa dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di rumah dan merancang berbagai kegiatan berbahasa yang alamiah dan menyenangkan.  Beberapa kegiatan yang disarankan antara lain membacakan buku  (read aload) dan penyediaan pojok buku serta environmental print  dengan menggunakan bahan tercetak yang tersedia di rumah serta  e-book yang tersedia di Aplikasi Let’s Read. Orangtua juga didorong untuk menjadi role model atau uswah hasanah sebagai pembaca buku yang baik dan konsisten, memberikan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan agar anak mengkaitkan kegiatan berbahasa dengan sesuatu yang menyenangkan dan menggairahkan sehingga tumbuh motivasi intrinsik anak.
SELF-EFFICACY AMONG PEOPLE LIVING WITH HIV AIDS AFTER COVID-19 PANDEMIC Dewi Purnamawati; Nurfadhilah Nurfadhilah; Rohimi Zamzam; Karina Amalia
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 14 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 14 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v14i1.103

Abstract

Abstrak Latar belakang: Pandemi COVID-19 telah berdampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Efikasi diri yang tinggi diperlukan untuk mengatasi hambatan fisik dan psikososial pada ODHA Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi diri pada ODHA pasca pandemi COVID-19. Metode: Penelitian dilakukan di Klinik Perawatan dan Dukungan Pengobatan di Kabupaten Bogor dengan desain cross-sectional. Populasi adalah ODHA. Sampel diambil secara acak sebanyak 89 ODHA. Data dikumpulkan dengan kuesioner online yang telah diuji validitasnya dan dianalisis secara multivariat dengan regresi logistik berganda Hasil: Penelitian menunjukkan 62,9% ODHA memiliki efikasi diri tinggi, 37,1% berusia kurang dari 35 tahun, 74,1% laki-laki, 33% berpendidikan tinggi, 35,9% sudah menikah, 69,9% memiliki pengetahuan yang sangat baik mengenai HIV, 50,5% menderita HIV kurang dari 7 tahun, 58,4% mendapat dukungan keluarga yang baik, dan 50,5% memiliki dukungan yang baik dari tenaga kesehatan. Lama menderita dan dukungan petugas kesehatan secara simultan berhubungan dengan efikasi diri ODHA setelah dikontrol oleh usia dan pengetahuan (p-value = 0,0001). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan efikasi diri ODHA adalah lama menderita (p-value=0,010; OR=4,403; 95%CI=1,434-15,518) Kesimpulan: Lebih dari sepertiga responden masih memiliki efikasi diri yang rendah. Lama menderita HIV merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan efikasi diri pada ODHA Kata kunci: Efikasi Diri, Odha, Dukungan Tenaga Kesehatan, Lama Menderita   Abstract Background: The COVID-19 pandemic has had an impact on all aspects of life, including people living with HIV and AIDS (PLWHA). A high level of self-efficacy in necessary to overcome physical and psychosocial obstacle in PLWHA Objective: This study aims to analyze factors related to self-efficacy in PLWHA after the COVID-19 pandemic. Method: The study was conducted at the Support and Treatment Clinic at the Public Health Center Bogor District using a cross-sectional design. The population is PLWHA at the Clinic. Samples were taken randomly as many as 89 PLWHA. Data were collected using an online questionnaire that had been tested for validity and analyzed multivariate with multiple logistic regression. Result: The results showed that 62,9% of PLWHA had high self-efficacy, 37,1% are less than 35 years old, 74,1% were men, 33% from high education, 35,9% were married, 69,9% had very good knowledge of HIV, 50,5% suffered from HIV less than 7 years, 58,4% had good family support and, 50,5% had good support from Health Care Providers. The long-suffering and healthcare provider’s support are simultaneously related to the self-efficacy of PLWHA after being controlled by age and knowledge (p-value= 0,0001). The most related factor was the long-suffering (p-value=0,010; OR=4,403; 95%CI=1,434-15,518) Conclusion: More than one-third of the respondents still had low self-efficacy and long-suffering is the dominant factor associated with self-efficacy in PLWHA. Keywords: Self-Efficacy, Plwha, Healthcare Providers Support, Long-Suffering
Helping young children believe by exposing Asmaul Husna through learning media Zamzam, Rohimi; Usmiyatun, Usmiyatun; Suharsiwi, Suharsiwi; Olawale, Locus Son
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023): Assyfa Journal of Islamic Studies (December)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v1i2.335

Abstract

Asmaul Husna is a practical way to study faith. The magnificent name of Allah, Asmaul Husna, signifies his divine eloquence. The goal of learning Asmaul Husna is to teach youngsters faith. Youngsters are expected to adopt Asmaul Husna by learning Allah's beautiful names and characteristics. This project will be more accessible with learning media. This study seeks to determine the best methods for teaching young children Asmaul Husna. This study used a systematic review of relevant literature from 2013 to 2023 in respectable publications. Researchers methodically collected data from several current sources to learn about their topic. The data comes from Mendeley-indexed and validated books, theses, journals, and articles from credible websites. The search focused on "early childhood learning," "Asmaul Husna learning," "Asmaul Husna learning for early childhood," "Asmaul Husna learning with learning media," and "Asmaul Husna learning for early childhood with the assistance of learning media." Early childhood education should reflect the child's environment's philosophy, theology, and religion. Religious education examines religion and its practical application in daily life. Children learn faith in Allah SWT through religion. Asmaul Husna teaches the faith. Children struggle with abstract religious values. Teachers must know the media to introduce Asmaul Husna. The research shows that youngsters can learn about Asmaul Husna through various instructional approaches.
The Relationship Between Data, Technology, and Humanism Literacy and Integrity in Lecturer Research Performance Suharsiwi, Suharsiwi; Fauzi, Fauzi; Yumna, Laila; Zamzam, Rohimi
Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): July-December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/progresiva.v12i02.30165

Abstract

In an era driven by technological progress, lecturers, as the main agents in academic research, are faced with the demand to understand and integrate data, technology, and human values into their research. The purpose of writing this article is to describe the research performance of lecturers based on the factors of data literacy, technological literacy, and humanism literacy, as well as the integrity of lecturers in higher education. This research method involves surveys and data analysis by a number of lecturers who are active in research in various scientific disciplines. This research method also uses a quantitative approach and a cross-sectional study design. Data was collected through a Google Form questionnaire distributed via WhatsApp. The research data was analyzed using multiple regression (OLS). This article contributes to an understanding of the importance of integrating data literacy, technology, and human values into lecturers' research approaches. The practical implication of this research is the need to develop training programs and institutional support to increase literacy and integrity in the context of academic research. The research results show that literacy and data integrity have a significant effect on lecturers’ research performance. Meanwhile, technological literacy and humanism literacy do not have a significant effect on lecturers' research performance. Lecturers’ research performance through the results of this research is influenced by variations in data literacy, technological literacy, humanism literacy, and integrity by 36.1%.
Optimizing the Maintenance and Utilization of Educational Play Tools in Early Childhood Education (Study of the Depok, Tangerang, Bogor) Suharsiwi, Suharsiwi; Farihen, Farihen; Zamzam, Rohimi; Budiarti, Erna; Solehudin, Rd. Heri; Susilahati, Susilahati; Herwina, Herwina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6149

Abstract

This study aims to evaluate the maintenance and utilization of Educational Game Tools (EGT) in early childhood education institutions located in Depok, Tangerang, and Bogor, Indonesia. Employing a mixed-methods approach, we collected data from 67 early childhood education teachers across 30 institutions through questionnaires, in-depth interviews, observations, and documentation. The quantitative analysis revealed that the average maintenance score of EGT was 76%, categorizing it as "good." Qualitative insights highlighted key maintenance practices, including routine inspections and prompt repairs, which are essential for ensuring the safety and functionality of the equipment. The findings underscore the importance of effective maintenance strategies in enhancing the educational environment and supporting children's holistic development. Recommendations for improving training programs for educators and increasing government support for EGT procurement and maintenance are also discussed.
Optimizing the Maintenance and Utilization of Educational Play Tools in Early Childhood Education (Study of the Depok, Tangerang, Bogor) Suharsiwi, Suharsiwi; Farihen, Farihen; Zamzam, Rohimi; Budiarti, Erna; Solehudin, Rd. Heri; Susilahati, Susilahati; Herwina, Herwina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6149

Abstract

This study aims to evaluate the maintenance and utilization of Educational Game Tools (EGT) in early childhood education institutions located in Depok, Tangerang, and Bogor, Indonesia. Employing a mixed-methods approach, we collected data from 67 early childhood education teachers across 30 institutions through questionnaires, in-depth interviews, observations, and documentation. The quantitative analysis revealed that the average maintenance score of EGT was 76%, categorizing it as "good." Qualitative insights highlighted key maintenance practices, including routine inspections and prompt repairs, which are essential for ensuring the safety and functionality of the equipment. The findings underscore the importance of effective maintenance strategies in enhancing the educational environment and supporting children's holistic development. Recommendations for improving training programs for educators and increasing government support for EGT procurement and maintenance are also discussed.
The "E-RAISE Model" exploration of science challenges and cultural values improves learning outcomes Zamzam, Rohimi; Novitasari, Dwi Rizki; Suharsiwi, Suharsiwi
Assyfa Journal of Multidisciplinary Education Vol. 1 No. 1 (2023): Assyfa Journal of Multidisciplinary Education (March)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajme.v1i1.356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas “Model E-RAISE” dalam meningkatkan hasil belajar IPA di SMP Yayasan Assyfa Learning Center (YALC) Pasuruan dengan mengintegrasikan tantangan sains dengan nilai-nilai budaya lokal Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran komprehensif yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, sehingga memberikan gambaran yang kuat dan dapat diandalkan. Subjek penelitian melibatkan 21 siswa kelas VII dari YALC dan siswa dari sekolah lain di daerah berbeda. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan skala likert, tes hasil belajar IPA terstandar, observasi kelas, dan wawancara mendalam terhadap siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswa, dengan rata-rata nilai siswa meningkat dari 71,16 pada Siklus I menjadi 89,93 pada Siklus II. Integrasi kearifan lokal terbukti membantu siswa menghubungkan konsep ilmiah dengan konteks budayanya, sehingga meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam belajar. Analisis statistik deskriptif kuantitatif dan analisis data wawancara dan observasi kualitatif menegaskan bahwa Model E-RAISE berkhasiat dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam sains. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan dengan menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan tantangan ilmiah dan nilai-nilai budaya dapat meningkatkan prestasi akademik siswa. Temuan ini menekankan pentingnya inovasi pendidikan yang kontekstual dan relevan untuk meningkatkan literasi sains dan lingkungan belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan pendidik untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna.
Nurturing Potential: Unveiling the Psychological Landscape of Care and Education for Children with Special Needs Zamzam, Rohimi; Suharsiwi, Suharsiwi; Susilahati, Susilahati; Ni'matuzahroh , Ni'matuzahroh
International Conferences on Early Childhood Education Proceedings Vol. 3 No. 1 (2025): International Conference on Early Childhood Proceeding Volume 3 Number 1 June 2
Publisher : Universitas Panca Sakti Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus of this research is on the important role of psychology in shaping the care and education of children with special needs. In parenting, family psychology and the personality of children with special needs prove themselves to be critical elements in creating a positive environment. On the educational side, developmental psychology for children with special needs guides educators in designing appropriate learning approaches, while inclusive education, with a focus on inclusive psychology, increases the accessibility and success of learning. Psychological challenges, such as stigma and emotional stress, faced by parents and educators are also highlighted. Psychological strategies such as counselling, group support, and training have proven effective in overcoming these challenges. In conclusion, this article highlights the importance of integrating psychology in the context of care and education of children with special needs to create an inclusive environment that supports the optimal development of these children