Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Health service quality and outpatient hypertension patient satisfaction: A cross-sectional study Olidya, Desyoma; Ginting, Rapael; Siagian, Masryna; Yulizal, OK; Lumbantobing, Christina JRE.; Edlin, Edlin; Fibrini, Dewi
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.6755

Abstract

This study aimed to evaluate the impact of healthcare service quality on patient satisfaction among hypertensive outpatients at Muyang Kute Regional General Hospital. Employing a quantitative, cross-sectional design, data were collected from 79 patients using a questionnaire assessing five service quality dimensions (tangibles, reliability, responsiveness, empathy, and assurance) and overall patient satisfaction. Bivariate analysis, utilizing the chi-square test, was conducted to examine relationships between service quality dimensions and patient satisfaction. Results indicated generally positive perceptions of service quality dimensions, with tangibles, reliability, and assurance rated highly. However, empathy and responsiveness showed higher dissatisfaction rates. Notably, only assurance demonstrated a statistically significant association with patient satisfaction (p=0.002), where patients perceiving "Good" assurance were more likely to report satisfaction. Overall patient satisfaction was mixed, with 54.43% reporting satisfaction and 45.57% reporting dissatisfaction. The study highlights the critical role of staff competence and patient confidence (assurance) in driving satisfaction. Recommendations include targeted interventions to improve empathy and responsiveness, continuous monitoring of all service quality dimensions, and further investigation into potential underlying factors affecting overall satisfaction.
Hubungan Jumlah Trombosit pada Kejadian Perdarahan Varises Esofagus pada Pasien Sirosis Hati Sembiring, Melias Tari; Sopacua, Erwin; Yulizal, OK
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.4794

Abstract

Sirosis hati adalah penyakit hati menahun yang difus, ditandai dengan adanya pembentukan jaringan yang disertai nodul. Dimuali dengan proses peradangan, nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul. Perdarahan yang disebabkan oleh varises esofagus merupakan penyebab utama kematian pada pasien sirosis hati. Beberapa faktor risiko terjadinya perdarahan varises pada pasien sirosis ialah nilai trombosit 1,5, HVPG tinggi, serta adanya stigmata perdarahan pada varises. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan jumlah trombosit pada kejadian perdarahan varises esofagus pada pasien sirosis hati. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien sirosis hati yang mengalami perdarahan varises esofagus pada tahun 2022-2023 sebanyak 20 pasien. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel rekam medis pasien. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien dalam penelitian ini yang < 50 tahun sebanyak 10 orang (50%) dan yang berusia >50 tahun sebanyak 10 (50%) pasien, mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 11 (55%). jumlah trombosit pada pasien dalam penelitian ini mayoritas pada kategori rendah sebanyak 16 (80%) pasien. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan jumlah trombosit pada kejadian perdarahan varises esofagus pada pasien sirosis hati.
Gambaran Hipertensi Portal pada Penderita Sirosis Hepatis Stadium Decompensata yang Dirawat Nasution, Alyssa Naura; Sopacua, Erwin; Yulizal, OK
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4796

Abstract

Sirosis hepatis merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati yang akan menyebabkan penurunan fungsi hati dan bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhimya menyebabkan hipertensi portal. Pada penderita penyakit sirosis hepatis sebanyak 50% mengalami hipertensi portal. Hipertensi portal adalah peningkatan tekanan darah vena portal yang memetap di atas nilai normal. Hipertensi portal pada penderita sirosis disebabkan oleh aliran darah yang berlebihan ke sirkulasi portal, disertai dengan peningkatan resistensi terhadap aliran darah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RS Royal Prima dari Januari 2022-Desember 2023.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan dengan menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan catatan atau rekam medik yang menjadi sampel dari penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif menggunakan SPSS 26. Hasil peneilitian ini adalah gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan proporsi usia tertinggi berusia ≥50 th sebanyak 10 orang (50%) dan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa proporsi tertinggi adalah laki-laki dengan jumlah 14 orang (70%). Hasil penelitian Gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan pekerjaan didapatkan proporsi tertinggi pasien yang bekerja sebagai wiraswata sebanyak 8 orang (40%). Hasil peneilitian gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan hasil fungsi hati SGOT didapatkan bahwa terjadinya peningkatan SGOT kepada pasien sirosis hepatis stadium decompensata sebanyak 19 orang (95%). Sedangkan SGPT didapatkan bahwa nilai yang sama dari hasil SGPT yang normal sebanyak 10 orang (50%) dan tidak normal sebanyak 10 orang (50%). Hasil peneilitian gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan hasil trombosit yang didapatkan terjadinya penurunan pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan sebanyak 11 orang (55%).
The Effect Combining Snakehead Fish Extract, Meniran, and Temulawak on Glycemic Status and Pancreatic Histopathology in High-Fat Diet Diabetic Rats Yulizal, OK; Zahiah, Wa Amalia; Sopacua, Erwin
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 11 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i11.43135

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia, frequently associated with obesity, dyslipidemia, hypertension, and cardiovascular complications, particularly in type 2 diabetes mellitus (DM). In Indonesia, traditional medicine is often favored for its safety and cost-effectiveness compared to synthetic drugs. This study involved 25 male Wistar rats, which were divided into five groups: a control group, an alloxan and high-fat diet group, a pioglitazone group, a plant extract group, and a combination group. Obesity was induced over 27 days through a high-fat diet, followed by the administration of alloxan to elevate blood glucose levels. Glucose measurements were taken at specified intervals, with HbA1c assessed on day 26, and pancreatic histopathology was analyzed post-study. The Kruskal-Wallis test revealed significant differences in weight gain (p = 0.016) and blood glucose levels (p = 0.003) among the groups. Although no significant difference was observed in blood glucose reduction (p = 0.05), the combination group exhibited the most substantial decrease. One-way ANOVA results demonstrated that the combination of the extract and pioglitazone significantly reduced HbA1c levels (p < 0.001), with the second group showing the highest levels and the fourth group displaying the most pronounced reduction. Histopathological analysis indicated damage to the islets of Langerhans in both the pioglitazone and extract groups. The combination of snakehead fish extract, meniran, temulawak, and pioglitazone effectively lowers blood glucose and HbA1c levels; however, it does not appear to ameliorate islet damage, likely due to oxidative stress resulting from the treatments
Case Report: Aspiration Pneumonitis as a Rare Complication Following Hydrogen Peroxide Intoxication Putri, Maulinda; Suhartomi; OK Yulizal; Syarifah, Siti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 31 No 4 (2025): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v31i4.3404

Abstract

Introduction: Suicide rates continue to rise globally, with self-poisoning being a common method in some developing countries. This report reported a case of hydrogen peroxide ingestion leading to aspiration pneumonitis, a less-discussed complication compared to gastrointestinal toxicity. Case Illustration: A 41-year-old woman presented to the emergency unit 8 hours post-ingestion of a hydrogen peroxide-based toilet cleaner. Symptoms included vomiting, hoarseness, faintness, and frothing at the mouth. The physical examination revealed dyspnea, irritability, a cleaning solution odor in the oral cavity, rhonchi in the middle and lower lung fields, epigastric tenderness, and increased bowel sounds. Gastric lavage with 200 mL of saline was performed, and activated charcoal and sucralfate syrup were administered via a nasogastric tube. The patient had previously received ranitidine at another facility and was also treated with omeprazole and ondansetron. Laboratory results showed leukocytosis, and a chest x-ray indicated bilateral lung infiltration and increased broncho-vascular pattern. Discussion: Early and proper intervention by trained healthcare professionals, combined with preventive measures such as positioning the patient in a semi-upright position and avoiding emetogenic liquids, is essential. Conclusion: This case showed the importance of prompt management involving gastric lavage, mucosal protection, acid suppression, and absorption inhibition. Nonetheless, respiratory complications, such as aspiration pneumonitis, remain challenging to prevent.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI DESA SIBOLANGIT Br Tarigan, Indah Sherbina; Indra Mukti, Ade; Yulizal, Ok
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v2i11.3803

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memahami tingkat pengetahuan ibu hamil terkait Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Desa Sibolangit, sebuah kebutuhan mendalam mengingat dampak serius ISK pada kesehatan maternal dan neonatal. Lokasi penelitian dipilih di Desa Sibolangit untuk mendapatkan gambaran representatif mengenai pengetahuan ibu hamil terkait ISK di lingkungan pedesaan. Data ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perencanaan program intervensi kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan terarah guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil, mencegah risiko ISK, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di Desa Sibolangit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ISK di Desa Sibolangit, dengan menggunakan penelitian kuantitatif dan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil di Desa Sibolangit berusia 20-30 tahun dengan tingkat pengetahuan cukup tentang ISK sebesar 64.6%. Uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan tingkat pengetahuan ISK, sementara tingkat pendidikan dan pekerjaan ibu hamil menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan. Penelitian ini menyoroti risiko ISK pada usia 21-28 tahun, berbeda dengan teori usia reproduktif sehat. Faktor pendidikan dan pekerjaan memainkan peran penting, dengan tingkat pendidikan rendah dikaitkan dengan pengetahuan ISK yang kurang. Temuan ini menekankan perlunya perhatian khusus terhadap pendidikan formal dan status pekerjaan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang ISK di Desa Sibolangit, guna meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal.
The Relationship of Hearing Loss to Quality of Life in the Elderly in Nursing Homes Amira Putri, Addini; Lubis, Yuliani Mardiati; Yulizal, OK
Journal of Social Research Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i10.2863

Abstract

Hearing loss is a common health concern among the elderly that significantly affects quality of life. This research investigated the link between the type and severity of hearing impairment and quality of life, utilizing the Hearing Handicap Inventory for the Elderly–Screening (HHIE-S). A cross-sectional approach was used with 58 participants aged 60 or older at the Binjai Elderly Social Service Unit of the North Sumatra Provincial Social Service. The study involved pure-tone audiometry to precisely measure each individual’s hearing, along with the HHIE-S to assess the social and emotional impacts of hearing loss. Findings revealed a strong correlation between the severity of hearing loss and HHIE-S scores (r = 0.641; p < 0.001). The Kruskal–Wallis test showed significant differences in HHIE-S scores among various hearing loss groups (p = 0.024), with the mixed hearing loss group having the highest average score. Additional analysis using the Mann–Whitney test confirmed significant differences between the normal hearing and mixed-hearing-loss groups, as well as between the conductive-hearing-loss and mixed-hearing-loss groups.
Effect Of Combination Of Snakehead Fish Extract (Channa Striata), Meniran (Phyllanthus Niruri L.), And Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) On Histopathological and Liver Function Of Rats Model Diabetes Mellitus with High Fat Diet Apmarda Simarmata, Tesalonika; Yulizal, OK; Sopacua, Erwin
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i11.1391

Abstract

Diabetes mellitus is one of the metabolic disorders characterized by a progressive decrease in insulin sensitivity, resulting in hyperglycemia which causes oxidative stress and damage to liver function. Currently, anti-fibrogenic treatment options are still limited, This study aims to determine the effect of capsules containing a combination of snakehead fish extract (Channa striata), meniran (Phyllanthus niruri L.), and curcuma (Curcuma xantorrhiza) on a high fat diet of diabetic melitus model rats. This type of research is an experimental laboratory in vivo with a randomized post test-only control group design. The population of this study is male rats (Rattus norvegicus) of the wistar strain with a sample size of 30 mice divided into 5 groups of rats. Data analysis used the SPSS version 26 program which was analyzed by the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney statistical tests. The results of this study found that there was a difference but not significant between SGOT and SGPT between all groups (p>0.05). Therefore, from these results, it can be stated that there is an effect of capsules containing a combination of snakehead fish extract (Channa striata), meniran (Phyllanthus niruri L.), and curcuma (Curcuma xantorrhiza) in diabetic mellitus model rats with a high fat diet in improving liver function. It is hoped that further researchers can continue this research by using a combination of snakehead fish extract (Channa striata), meniran (Phyllanthus niruri L.), and curcuma (Curcuma xantorrhiza) in repairing damage to other organs other than the liver as a result of diabetes mellitus complications.
Pengaruh Ekstrak Channa Striata Terhadap Kadar Malondialdehina (MDA) dan Gambaran Histopatologi Jantung Tikus Model Sirosis Hati Yulizal, OK; Napitu, Berliana Christy Saragi; Lubis, Yuliani Mardiati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Channa striata terhadap kadar Malondialdehida (MDA) dan gambaran histopatologi jantung pada tikus model sirosis hati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized post-test only control group design menggunakan tikus putih jantan galur Wistar (Rattus norvegicus) sebagai hewan coba. Induksi sirosis hati dilakukan dengan pemberian karbon tetraklorida (CCl₄) selama enam minggu. Tikus dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan berbagai dosis ekstrak Channa striata. Parameter yang diamati meliputi kadar MDA jantung serta perubahan histopatologi jantung yang diamati melalui pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Channa striata dapat menurunkan kadar MDA secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol, serta memperlihatkan perbaikan struktur histologis jantung pada tikus model sirosis hati. Hal ini menunjukkan bahwa Channa striata memiliki potensi sebagai agen hepatokardioprotektif melalui mekanisme antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan jaringan.
The Relationship of Comorbidity with Hearing Loss in the Elderly in Nursing Homes Sihaloho, Eunike Arganta Malvin; Lubis, Yuliani Mardiati; Yulizal, OK
Journal of Social Research Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i12.2895

Abstract

Comorbid conditions like diabetes and hypertension can have an impact on presbycusis, which is common in the elderly. This cross-sectional study assessed 58 senior citizens (60 years of age and older) at the Binjai Elderly Social Services Unit. Blood pressure (JNC 2017 categories) and blood sugar were measured, and pure-tone audiometry was used to evaluate hearing. Blood pressure and blood sugar levels did not significantly correlate with the extent of hearing loss in either ear, according to Spearman correlation analysis (all p-values > 0.05). These results imply that the degree of age-related hearing loss in this research is not connected with blood pressure or blood sugar levels.