Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Gangguan Pendengaran Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Pada Usia Lanjut di Panti Jompo Nazifa, Nazwa; Mardiati Lubis, Yuliani; Yulizal, OK
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9104

Abstract

Gangguan pendengaran atau presbikusis merupakan salah satu gangguan yang umum terjadi pada usia lanjut. Kondisi tersebut diduga dapat menurunkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gangguan pendengaran dengan penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Jenis penelitian ini yaitu studi analitik dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Penelitian dilakukan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Populasi penelitian sebanyak 68 orang, dan sampel diperoleh sebanyak 58 orang. Penarikan sampel secara purposif (purposive sampling). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Korelasi Gamma pada tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur responden didominasi oleh lansia berusia 60–65 tahun sebesar 43,1% dan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 56,9%. Sebagian besar responden memiliki pendengaran terbaik pada telinga kanan (46,6%), dengan tipe gangguan terbanyak berupa tuli sensorineural sebesar 58,7% dan derajat gangguan yang paling banyak adalah tuli ringan (34,5%), sementara gangguan kognitif didominasi kategori sedang sebesar 43,1%. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tipe serta derajat gangguan pendengaran dengan fungsi kognitif lansia, dengan nilai p = 0,019 dan tingkat keeratan hubungan yang kuat (r = 0,711). Keterbatasan penelitian meliputi desain cross-sectional yang tidak dapat menunjukkan hubungan kausal, sampel terbatas pada satu lokasi sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati, serta kemungkinan adanya faktor perancu yang tidak terkontrol seperti riwayat penyakit vaskular, tingkat pendidikan, dan aktivitas sosial responden.
Activity Test of Squid Ink (Loligo Sp.) As Antibacterial Against Enterococcus Faecalis and Pseudomonas Aeruginosa Bacteria Angelina Halim, Valencia; Rai Faomasi Duha, Sara; Yulizal, OK; Haicha Pratama, Irza
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i3.168

Abstract

Squid (Loligo sp.) is an invertebrate animal, part of the cephalopod class. The squid has a distinctive black ink fluid for self-defense. Squid ink contains melanin compounds that can be used as an antibacterial. Enterococcus faecalis is a bacterium that causes endodontic infection. While Pseudomonas aeruginosa is a bacterium that causes infection in patients with compromised immune system, and also who using a urinary catheter or intravenous catheter. This study aims to determine whether squid ink can be used as an antibacterial that can suppress the growth of Enterococcus faecalis and Pseudomonas aeruginosa bacteria. This research was conducted with experimental method, true experimental Post-Test Only Control Group research design. The research by using squid ink was carried out by inserting extract with various concentration (20%, 40%, 60%, 80% and 100%) into a petri dish which containing bacterial culture. The final showed that between concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% were no clear zones, which had been repeated 3 times against Enterococcus faecalis and Pseudomonas aeruginosa bacteria. From the results obtained, it can be concluded that there is no bacterial inhibition caused by squid ink against Enterococcus faecalis and Pseudomonas aeruginosa.