Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT SENI TEATER DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Ramadhani Nadhia Saraswati; Adhi Widyarthara; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia akting pada zaman sekarang sudah sangat maju dan ketat dalam persaingan sehingga semua pihak yang terkait di dalamnya seperti komunitas dan UKM dalam instansi harus berkompetensi secara ketat dalam meningkatkan kualitas dan mutu aktor, tim produksi, hingga bahkan naskah sebuah pementasan. Melihat kondisi itu, maka perlu adanya sebuah pusat kesenian teater yang representatif, kondusif dan rekreatif yang nantinya akan mewadahi aktifitas dan kegiatan guna mengembangkan seni teater di Kota Malang. Pusat seni Teater di Kota Malang ini juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antar komunitas dan meningkatkan gairah untuk berkarya. Pendekatan tema yang dipilih agar bangunan pusat seni teater memiliki kesan berbeda dari bangunan fasilitas umum lainnya adalah Arsitektur Metafora.
PUSAT KESENIAN REYOG DI KABUPATENPONOROGO TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Nizar Gulam Sofi; Adhi Widyarthara; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu kabupaten yang berada diwilayah sebelah barat provinsi Jawa Timur. Kabupaten ponorogo adalah kabupaten yang terkenal karena keseniannya, salah satu kesenian asli dari ponorogo adalah Reyog Ponorogo. Reyog adalah kesenian asli dari kabupaten ponorogo dan Reyog Ponorogo sudah di akui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Reyog ponorogo merupakan salah satu seni tarian di Jawa Timur yang sampai saat ini masih terus di lestarikan, reyog merupakan kebudayaan dan kesenian asli Indonesia., Reyog Ponorogo sendiri merupakan kesenian kebanggaan masyarakat Ponorogo sehingga perlu dijaga kelestariannya. Salah satu menjaganya adalah dengan memberikan fasilitas/wadah ke para seniman reyog untuk mereka berkumpul satu sama lain,berbagi ilmu dan wawasan bukan hanya ke sesama seniman tapi juga masyarakat umum. Sehngga perlu adanya sebuah Pusat Kesenian Reyog Ponorogo yang mana didalamnya nanti terdapat wisata yang bersifat Rekreatif dan Edukatif.
MALANG SPORT CENTER TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Barbara D. M. Landuamah; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga sudah menjadi bagian penting dalam hidup manusia, peningkatan fasilitas olahraga dibangun dimana mana untuk memudahkan masyarakat dalam berolahraga. Selain bagi masyarakat pembinaan atlet juga sangat diperhatikan oleh pemerintah mulai dari atlet tingkat daerah hingga atlet nasional. Kota Malang saat ini sedang gencar-gencarnya dalam pembinaan atlet muda berprestasi. Namun hal ini tidak diimbangi dengan kualitas dan kuantitas fasilitas olahraga yang ada di Kota Malang, hal ini menyebabkan banyak cabang olahraga berlatih dengan fasilitas yang kurang memadai dengan Fassilitas seadanya. Oleh karena itu dibuat sebuah pusat olahraga yang menyediakann fasilitas olahraga yang memadai dan dapat menunjang aktifitas olahraga bagi masyarakan dan atlet kota Malang serta fasilitas penunjang untuk menonton pertandingan bagi para warga.
PUSAT OLEH-OLEH DAN KULINER DI KOTA BATU TEMA: GREEN ARCHITECTURE Joy Debby Purwaningtyas; Adhi Widyarthara; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi menunjang pariwisata yang berada di Kota Batu, dapat ditemukan dengan mudah tempat akomodasi seperti hotel, guest house, dan villa selain itu terdapat Retail seperti pusat perbelanjaan modern hingga tradisional. Dengan semakin banyaknya wisatatawan yang berkunjung ke Kota Batu untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang menarik namun kurangnya tempat penyedia oleh-oleh yang berbeda. masih jarang di jumpai di Kota Batu tempat penyedia oleh-oleh sekaligus menjadi tempat kuliner dan sebagai wisata edukasi sekaligus ditambah dengan tempat pelatihan pembuatan produk khas Kota Batu, tempat bazar produk unggulan setiap desa, tempat pembuat produk yang akan di jadikan oleh-oleh sehingga wisatawan dapat tertarik berkunjung. Dengan banyaknya pengujung dan masih minimnya tempat oleh-oleh segaligus dengan wisata kuliner maka dengan perencanaan pembangunan tempat tersebutakan menambah fasilitas yang menyediakan tempat belanja dan makan dengan nuansa baru seperti tema green architecture atau arsitektur hijau agar menjadi ciri khas tersendiri. Pusat oleh-oleh dan Kuliner ini memadukan berbagai macam kuliner dan oleh-oleh dan sebagai wisata edukasi sekaligus ditambah dengan tempat pelatihan pembuatan produk khas Kota Batu, tempat bazar produk unggulan setiap desa, tempat pembuat produk yang akan di jadikan oleh-oleh sehingga wisatawan dapat tertarik berkunjung.
ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN GRESIK TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Fida Dina Amaliah; Gaguk Sukowiyono; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan “ Islamic Center “ bertujuan untuk membangun serta mengembangkan kawasan wilayah Kabupaten Gresik dalam sektor pariwisata. Kabupaten Gresik sendiri yang memiliki masalah pada pembangunan alun-alun karena dianggap kurang mengangkat budaya, oleh karena itu pada perancangan Islamic Center ini diharapkan dapat mengembalikan citra Kabupaten Gresik sendiri sebagai kawasan wisata religi. Perancangan Islamic Center juga melalui Analisa masalah dan potensi pada tapak yang akan di bangun sehingga dapat tercipta rancangan Islamic Center yang baik dan nyaman bagi penggunanya. Islamic Center yang di rancang dengan berbagai fasilitas penunjang juga diharapkan dapat membantu kegiatan sekitar.
GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Razan Ibnu Syam Namadullah; Adhi Widyarthara; Bambang joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat berkembang di bidang musik. Hal ini dapat kita lihat dari pertunjukan musik yang diselenggarakan sitiap tahunnya di berbagai kota di Indonesia. Di kota malang minat masyarakat untuk menonton konser musik sangatlah besar, hal ini menjadi kendala di kota malang karena tidak tersedia gedung konser musik yang layak untuk penonton serta untuk pemusik itu sendiri. Dikota malang gedung yang biasanya gunakan untuk konser musik adalah gedung UMM dome, Graha cakrawala UM, dan lapangan Rampal. Hal inilah yang menghambat kualitas perkembangan musik di kota malang. Di Indonesia hanya ada beberapa tempat yang memadai seperti Teater Tanah Airku dan Gedung Kesenian Jakarta sedangkan untuk daerah kota malang belum ada, sehingga konser – konser musik di laksanakan di gedung – gedung yang notabenenya kurang memadai dari segi akustiknya.
PERANCANGAN RESORT DIKAWASAN PANTAI PASIR PUTIH REMEN TUBAN TEMA: GREEN ARCHITECTURE Rezandika Aghni Febriyan Putra; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekreasi adalah suatu kegiatan yang dimana setiap manusia membutuhkan yang dinamakan dengan rekreasi, sehingga dengan tujuan tersebut setiap manusia memiliki maksud agar kondisi tubuh baik fikiran maupun tubuh dapat terealisasikan dengan adanya kenikmatan berekreasi agar dapat melanjutkan kegiatan sehari-harinya setelah melakukan relaksasi yang disebut dengan rekreasi ini. Selain dapat menikmati suasana indah seperti yang berada di Pantai Pasir Putih Remen Tuban ini Pasir Putih Remen Tuban juga memiliki nuansa khusus yang dapat memikat masyarakat sekitar maupun masyarakat yang datang pada Pantai Pasir Putih Remen Tuban ini dengan adanya beberapa khas adat yang terdapat di Pantai Pasir Putih Remen Tuban ini. Contoh seperti setiap malam jum’at masyarakat Pasir Putih Remen Tuban selalu mengadakan tasyakuran tumpengan bersama masyarakat lainnya dengan tujuan untuk keselamatan di lokasi Pantai Pasir Putih Remen Tuban khususnya dan dengan tujuan untuk menambah persaudaraan antar koota maupun provinsi bagi yang berlokasikan diluar kota khsuusnya kota Tuban ini.
ASRAMA HAJI DI KOTA MATARAM TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Fathan Kamil; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama haji di kota mataram itu sendiri merupakan kompleks keagamaan dan penampungan sementara para calon jamaah haji yang berada di provinsi Nusa Tenggara Barat sebelum di berangkatkan ke tanah suci mekkah,selain itu nantinya asrama haji ini akan di buka untuk umum setelah musim haji telah usai,entah itu untuk penginapan maupun sebagai tempat kegiatan keagamaan. di tambah untuk meningkatkan kenyamanan pagi para calon penghuni asrama haji, bangunan di buat dengan dengan bentuk tranformasi yang ada dengan tema arsitektur hijau karena Green Architecture atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau adalah tema arsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam, ternasuk energi, air, dan material,serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
YOUTH CENTER DI MATARAM TEMA: ARSITEKTUR NEO - VERNAKULAR Fathullaeni; Adhi Widyarthara; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Youth Center adalah suatu wadah yang befungsi sebagai pusat kegiatan bagai generasi muda dalam pengembangan kreativitas. Kegiatan pada Youth Center bersifat mendidik dan rekreatif secara positif. Bangunan yang dirancang untuk remaja ini harus mampu menarik simpati mereka untuk berkunjung. Dimana pada bangunan itu harus mempunyai fasilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dari semua kegiatan yang ada, seperti kegiatan social, kesenian, olahraga dan rekreasi. Karena itu faslitas yang disediakan harus proporsi dengan jumlah remaja yang dilayani. Oleh karena itu pembangunan Youth Center pada lokasi yang direncanakan telah berdasrkan bakat dan minat para remaja yag ada di wilayah tersebut, serta sebagai sarana dan prasarana pembentukan karakter remaja masa kini pada hal yang lebih positif.
PUSAT REHABILITASI KORBAN GEMPA BUMI TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Rizki Amalia Maulana; Adhi Widyarthara; Bambang Joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di jalur aktif gempa karena di kelilingi oleh cincin api pasifik atau ring of fire. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah diguncang gempa bumi, seperti di Aceh tahun 2004, Lombok 2018 dan Palu 2019. Gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan fisik, korban jiwa dan efek traumatik seperti kecemasan, ketakutan, serta kegelisahan yang tak berkesudahan. Trauma ini disebut dengan PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder. Korban PTSD ini perlu penanganan khusus untuk penyembuhannya karena trauma ini berbeda dengan trauma psikis yang lainnya. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka dibutuhkan pusat rehabilitasi korban gempa bumi untuk mewadahi program penyembuhan. Pendekatan alam dan penggunaan tema arsitektur hijau merupakan salah satu konteks desain yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan analisis prilaku traumatik korban gempa untuk menemukan konsep desain yang sesuai dengan kondisi pasien. Konsep bentuk yang di sesuaikan dengan keadaan tapak serta mengikuti zoning dan penyesuaian dengan tema arsitektur hijau yang memaksimalkan pencahayaan serta penghawaan alami pada bangunan. Konsep ruang di sesuaikan dengan jenis keadaan pasien, terdapat ruang berkumpul berkapasitas 6 sampai dengan 24 orang serta asrama bagi pasien yang memiliki trauma berat. Penggunaan struktur tahan gempa umumnya menggunakan bahan baja ringan dengan prinsip pemecahan massa bangunan dalam beberapa bagian menjadi struktur yang lebih kecil untuk meredam getaran lebih besar. Indonesia merupakan negara yang berada di jalur aktif gempa karena di kelilingi oleh cincin api pasifik atau ring of fire. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah diguncang gempa bumi, seperti di Aceh tahun 2004, Lombok 2018 dan Palu 2019. Gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan fisik, korban jiwa dan efek traumatik seperti kecemasan, ketakutan, serta kegelisahan yang tak berkesudahan. Trauma ini disebut dengan PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder. Korban PTSD ini perlu penanganan khusus untuk penyembuhannya karena trauma ini berbeda dengan trauma psikis yang lainnya. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka dibutuhkan pusat rehabilitasi korban gempa bumi untuk mewadahi program penyembuhan. Pendekatan alam dan penggunaan tema arsitektur hijau merupakan salah satu konteks desain yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan analisis prilaku traumatik korban gempa untuk menemukan konsep desain yang sesuai dengan kondisi pasien. Konsep bentuk yang di sesuaikan dengan keadaan tapak serta mengikuti zoning dan penyesuaian dengan tema arsitektur hijau yang memaksimalkan pencahayaan serta penghawaan alami pada bangunan. Konsep ruang di sesuaikan dengan jenis keadaan pasien, terdapat ruang berkumpul berkapasitas 6 sampai dengan 24 orang serta asrama bagi pasien yang memiliki trauma berat. Penggunaan struktur tahan gempa umumnya menggunakan bahan baja ringan dengan prinsip pemecahan massa bangunan dalam beberapa bagian menjadi struktur yang lebih kecil untuk meredam getaran lebih besar.
Co-Authors Adkha Yulianandha Mabrur Ahmad Rizal Tanthowi Aisyiyah Rifqi Krisdiyanti Aji Abdul Halim Aldien Naufal Setya Putra Almas Ilham Lubis Amalita Saputri Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Angelina Larosa Az-Zahra Prayitno Annisa Yuniar Antoneta W.D. Lende Ari Fikri Efendi Ariadi Sofyan Arie Restu Aulia Asarias Ari Ayowembun Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji.U Barbara D. M. Landuamah Bayu Agung Saputra Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Campizio Zabrino A.C.N.M Debby Budi Susanti Destyan Eka Saputra Didiek Soeharjanto Didiek Suharjanto Dwi Kevin Ramadhana Fani Dwi Ananda Fathan Kamil Fathullaeni Ferolica Krizia Feti Dwi Ratnasari Fida Dina Amaliah Fransisca Dwi Agustina Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo Ghoustanjiwani Adi Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hanna Cynthia Febriandi I Gusti Ade Pradnyana I Gusti Bagus Partha Saputra I Putu Herry Bayu Pratama Imelda Albertin Amin Indra Eko Susilo Josiah Theofilus Nelwan Joy Debby Purwaningtyas Lalu M Dava Savero Lalu Mulyadi Mas’Aril Chajar Haram Mayang Rizky Rian Winney Miftah Haula Nu’marul Haq Mochammad Iqbal Harsono Moh. Syahru Romadhon Sholeh Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Hendrik Muhammad Nizzar Umami Muliyadi, Lalu Nabih Ahmad Faiz Nizar Gulam Sofi Putri Herlia Pramitasari Raditya Pratama Wijayanto Ramadhani Nadhia Saraswati Razan Ibnu Syam Namadullah Redi Sigit Febrianto Reza Fahlevi Reza Farezi Hermawan Rezandika Aghni Febriyan Putra Rilisty Maulidya Roesmin Rizki Amalia Maulana Rizky Nurdiantimala Roby Alya Nabila Sandi Anggara Putra Sofia Hadi Nurjanah Sri Winarni Sri Winarni Sultan Achmad Jamaludin Akbar Suryo Tri Harjanto Taufik Waja Ajo Teresa Yesi Rosa Krisnanda Tri Hadi Prasetyo Valentino Umbu Taralandu Virginia Hayatinnufus Yahya Putra Sakfal Parenta Yoel Saba Yohanes Alvian Watu Yuniar, Annisa