Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT OLAHRAGA PENYANDANG DISABILITAS (BOLA VOLI DUDUK DAN BOCCIA) TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Rizky Nurdiantimala; Adhi Widyarthara; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melakukan olahraga merupakan Aktivitas yang sering dilakukan dan banyak orang yang mengemari aktivitas ini. Akan tetapi, pembangunan untuk memenuhi aktivitas berolahraga ini kerap kali hanya tersedia untuk manusia normal pada umumnya tanpa mempertimbangkan serta memperhatikan pengguna yang memiliki perbedaan kemampuan atau difabel. Hingga saat ini fasilitas yang diberikan masih kurang ramah untuk pengguna disabilitas, sehingga perlu dilakukan pengembangan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas tersebut. Dalam perancangan Pusat Olahraga Penyadang Disabilitas ini melalui tahapan-tahapan.tahapan yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis, dan konsep. Bentuk massa bangunan respon terhadap bentuk tapak yaitu bentuk persegi.
SURABAYA VERTICAL VILLAGE TEMA: EKOLOGI ARSITEKTUR Ariadi Sofyan; Breeze A. S. Maringka; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang mana masih menjadi topik isu permasalahan perkotaan yang ada. Salah satu permasalahan yang timbul diantaranya adalah kebutuhan masyarakat akan hunian rumah tinggal dengan keterbatasan lahan yang tersedia. Kepadatan penduduk juga menyebabkan timbulnya permukiman kumuh yang tidak layak huni, meninjau kota Surabaya juga sebagai salah satu kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Penyusunan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengulas/membahas mengenai cara mengatasi permasalahan-permasalahan perkotaan yang timbul dari kepadatan penduduk, yang dibuktikan melalui perencanaan objek rancangan Surabaya Vertical village ini guna mewujudkan hunian yang layak fungsi. Metode perancangan yang diterapkan dalam karya tulis ilmiah ini diantaranya adalah dengan melakukan observasi dan identifikasi terhadap kondisi yang ada dilapangan, serta konsep dan pemograman yang didapatkan melalui data primer. Teknik analisa data yang diterapkan diantaranya adalah dengan melakukan studi banding dan literatur terhadap beberapa objek rancangan yang serupa. Sementara itu, landasan teori yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini dengan menggunakan pendekatan terhadap beberapa aturan pemerintah mengenai Perumahan dan permukiman, Rumah susun/hunian vertikal serta beberapa literatur yang serupa mengenai kampung vertikal dengan konsep pendekatan terhadap Ekologi Arsitektur. Salah satu diantaranya adalah, Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 dan Heinz Frick 1998, mengenai Dasar-dasar Eko Arsitektur. Dengan melakukan pendekatan terhadap ekologi arsitektur, Surabaya Vertical Village atau kampung vertikal ini diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan perkotaan dan kepadatan penduduk yang ada. Sehingga mampu menciptakan lingkungan hunian yang sehat, nyaman, selaras dan ramah terhadap lingkungan.
LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS I DI BLITAR TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Amalita Saputri; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kenakalan anak-anak dibawah umur di Jawa Timur dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan pola hidup keseharian dan tekanan sosial, karena tuntutan hidup mereka melakukan tindakan kriminal. Anak yang telah melakukan tindak kriminal lebih tepat disebut sebagai anak yang bermasalah dengan hukum. Mereka ditempatkan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang pada umumnya penanganannya hanya memberikan efek jera, serta tidak ada penanganan khusus sehingga hak-haknya untuk tumbuh dan berkembang kurang diperhatikan. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya suatu perubahan dari berbagai bidang, salah satunya dari bidang arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan data yang akurat dan konkret. Metode kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Dari data-data tersebut akan dianalisis dengan konsep desain yang akan diangkat. Setelah analisa dapat disimpulkan bahwa perancangan dengan tema arsitektur perilaku dapat membantu anak-anak yang bermasalah dengan hukum tidak kehilangan hak-haknya sebagai anak serta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
GEDUNG PAGELARAN MUSIK DI KOTA MALANG ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Mas’Aril Chajar Haram; Adhi Widyarthara; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang dapat disebut sebagai barometer musik di Indonesia. Kurangnya ketersedian fasilitas untuk mendukug kegiatan musisi di Kota Malang menjadi salah satu faktor menurunnya apresiasi musik, sehingga Kota Malang tidak lagi menjadi barometer musik Indonesia. Rancangan ini bangunan diharapkan dapat menyampaikan fungsi dan tujuan dari pusat musik di Kota Malang, yaitu mengangkat budaya lokal, maka diperlukan suatu metode yang dapat memindahkan suatu tujuan ke dalam bentuk visual bangunan, dengan mengangkat tema neo-vernakular. Gedung pagelaran musik ini dirancang untuk menampung beberapa aliran musik seperti Musik Recital, Musik Vokal, Musik Jazz, Musik Tradisional. Berdasarkan aliran musik yang ditampung pada rancangan ini maka tema arsitektur neo-vernakular menjadi salah satu faktor yang dapat mencerminkan aliran musik yang tertampung pada perancangan ini dan dapat menyampaikan fungsi dan tujuan dari rancangan gedung pagelaran musik di Kota Malang.
PENGEMBANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL MOPAH MERAUKE TEMA: ARSITEKTUR MODERN Asarias Ari Ayowembun; Adhi Widyarthara; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini merupakan pengembangan terminal penumpang di Bandara Mopah Merauke, yang membantu pengembangan kota Merauke sebagai etalase negara dibidang penerbangan. Pengembangan berfokus pada penyesuain dari terminal Mopah, juga merancang pada penataan letak ruangan yang strategis. Pengembangan ini memiliki dua fungsi keberangkatan Domestik dan Internasioanl, dimana masing-masih jalur memiliki standar proses penerbangan yang berbeda maka dari itu pengembangan ini membuat 2 jalaur standar keberangkatan yang terpisah agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar. Pada saat kondisi pandemic covid 19 ini pengembangan terminal penumpang sangat perlu diolah untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang, dengan tetap menggunakan standar domestic dan internasional, perlu ditambahkan ruang/lab kesehatan covid 19, yang bisa digunakan sebagai tes PCR dan sebagainya. Selain itu perancangan pada ruangan harus steril dengan penerapan dua jalur dengan menaati protocol kesehatan, Perancangan utilitas menyesuaikan dari terminal Mopah namun pada utilitas limbah menggunakan konsep Ipal. Perancangan ini adalah massa tunggal dengan menerapkan tema arsitektur modern.
GEDUNG PERTUNJUKAN TEATER KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Sultan Achmad Jamaludin Akbar; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pertunjukan Teater Kota Malang merupakan fasilitas gedung pertunjukan teater bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Namun seiring berkembangnya zaman kesenian tradisional pun semakin tertinggal, oleh karena itu didukung dengan fasilitas memadai dan mampu menarik minat masyarakat. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Gedung Pertunjukan Teater Kota Malang dengan tema Neo-Vernakular bertujuan mempertahankan gaya atau ciri khas suatu budaya tradisional atau bisa diambil dari karakteristik yang ada di Kota Malang. Penataan dan desain pada Gedung Pertunjukan Teater Kota Malang yang disesuaikan dengan ciri khas Neo-Vernakular digunakan sebagai dasar dalam merancang sehingga muncul karakteristik tertentu baik pada ruang maupun pada bangunan. Penataan ruang luar yang ditata sedemikian rupa dengan memunculkan karakteristik memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai pendukung serta menarik minat masyarakat dalam mengunjungi fasilitas ini. Diharapkan fasilitas ini mampu menjadi wadah tontonan/pertunjukan dan mempunyai fasilitas umum yang memadai dalam melestarikan budaya kesenian teater di Jawa Timur khususnya yang ada di kota Malang.
PERANCANGAN MUSEUM KERAJAAN ISLAM INDONESIA TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Almas Ilham Lubis; Adhi Widyarthara; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan museum kerajaan islam indonesia mempunyai arti tentang sebuah konsep perencanaan museum yang secara khusus fokus pada koleksi dan edukasi yang berhubungan dengan sejarah peninggalan kerajaan islam indonesia, kemudian selanjutnya adalah tentang kata “Indonesia” yaitu mengarah pada cakupan museum yang direncanakan akan berskala nasional. Adapun metode yang di gunakan adalah metode perancangan dengan pendekatan isu permasalah yang ada, prosesnya dimulai dari ide gagasan dimana tujuan nya adalah membangun tempat edukasi tentang pengetahuan sejarah peninggalan kerajaan islam yang ada di Indonesia, kemudian mengidentifikasi masalah yang ada guna merumuskan masalah dari ide gagasan tersebut, kemudian mencari pengertian fungsi terkait judul yang akan di rencanakan bisa diambil dari studi literature, studi objek komparasi sejenis, maupun langsung dari studi lapangan, Setelah itu menentukan lokasi yang sesuai dengan fungsi dan tujuan perancangan, kemudian langkah selanjutnya pemilihan tema hal ini bertujuan untuk mengerti batasan batasan yang di perlukan dalam merancang sebuah bangunan, hingga yang terakhir adalah program analisis perancangan hal ini bertujuan mengumpulkan semua data yang sudah di dapat kemudian di olah dan di analisa. Dari semua proses metode perancangan nanti nya muncul ide konsep berupa konsep tapak, konsep bentuk, konsep ruang, konsep struktur, dan konsep utilitas. Dari ide konsep kemudian di aplikasikan ke rancangan sehingga menemukan hasil rancangan berupa bentuk merupakan analogi dari orang bersujud, sirkulasi ruang menggunkan sirkulasi linear, struktur utama menggunakan struktur rangka dan space frame, utilitas air terdapat dua sumber yaitu sumur dan PDAM, untuk utilitas elektrikal menggunakan dua sumber yaitu genset dan PLN.
RE-INTERPRETASI ELEMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA SEBAGAI PENDEKATAN RANCANGAN BALAI RW 7 KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Suryo Tri Harjanto; Hamka Hamka; Adhi Widyarthara
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi elemen arsitektur tradisional merupakan salah satu cara untuk melestarikan keberlanjutan tradisi arsitektur dalam idiom dan tampilan yang kontemporer sesuai dengan kebutuhan, material, dan teknologi saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis proses perubahan elemen arsitektur tradisional jawa untuk digunakan sebagai konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yang dilengkapi dengan gambaran visual proses perubahan elemen arsitektur kedalam tampilan yang baru. Elemen-elemen arsitektur jawa didapatkan dari jurnal-jurnal nasional yang membahas topik arsitektur tradisional jawa. Pendekatan analisis yang digunakan adalah teori vernakular kontemporer terkait Re-Interpreting Tradition (interpretasi kembali tradisi) yaitu menggunakan idiom kontemporer untuk mengubah elemen tradisi dengan cara yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen arsitekur tradisional jawa yang dapat ditransformasikan  pada konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari yaitu elemen atap rumah, tatanan ruang, orientasi bangunan, ornamentasi, material, dan konstruksi bangunan yang dianggap unik. Keseluruhan elemen tersebut dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan, fungsi, dan aktivitas objek yang akan dirancang untuk kemudian divisualkan perubahannya dalam tampilan yang kontemporer.
Study of Sustainable Landscape Criteria in Order to Green Open Space Planning for Settlements in RW 9 Kelurahan Merjosari - Malang Hamka Hamka; Sri Winarni; Adhi Widyarthara
ESE International Journal (Environmental Science and Engineering) Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The green space in urban areas is the problem of its own for the speedy development. However, in our neighbourhood housing complex of RW 9 Joyogrand Merjosari village has potential housing facilities of empty land that could be used as green, active and productive space. The purpose of the study is to find the conceptual recommendation which relates to the development of sustainable green space benefiting the citizens and the natural environment. The methodology used is through study literature in accordance with green open space planning and sustainable landscape that includes 5 criteria; environment, economic, social and culture, an architectural aesthetic, institutional and, then conduct direct studies based on the criteria in question. Having conducted the survey, there was a space commensurate, open space for park, an open space for path and open space the island, but those potential spaces haven’t been properly used. Therefore, recommendations of sustainable green space development planning based on the sustainable landscape criteria is needed. From the environmental criteria, the physical qualities need to be increased. The economy can be increased by production activities such as productive plant cultivation and thematic space tourism development. The architectural planning for the gardens and environmental landmark can give space and attractive place experience. It also involves all agencies or group social housing in our neighbourhood RW.9 Joyogrand Merjosari urban village.
REDESAIN MUSEUM KERETA API DI KOTA BONDOWOSO TEMA: ARSITEKTUR KOLONIAL Aldien Naufal Setya Putra; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum kereta api di Kota Bondowoso ini merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda di Bondowoso. Museum ini dulunya adalah stasiun kereta api yang dinonaktifkan di tahun 2004 dan menjadi museum di tahun 2016. Redesain museum ini diharapkan bisa memberikan tampilan bangunan baru yang sebelumnya kurang representatif dan tata ruangnya yang cenderung membosankan, juga bertujuan agar Kota Bondowoso ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Metode perancangan ini diawali dengan menganalisis data museum yang lama, menganalisis data eksisting tapak, menyelesaikan hasil analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting yang perlu perbaikan dan mendesain ulang yang belum memadai. Hasil dari penelitian adalah perlu adanya perbaikan desain pada bangunan dan ruang pamer di museum, dimana ruang pameran museum yang merupakan ruangan penting bangunan ini akan lebih di luaskan agar pengunjung bisa lebih luasa dan juga memberikan suasana jaman perkembangan kereta di Indonesia.
Co-Authors Adkha Yulianandha Mabrur Ahmad Rizal Tanthowi Aisyiyah Rifqi Krisdiyanti Aji Abdul Halim Aldien Naufal Setya Putra Almas Ilham Lubis Amalita Saputri Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Angelina Larosa Az-Zahra Prayitno Annisa Yuniar Antoneta W.D. Lende Ari Fikri Efendi Ariadi Sofyan Arie Restu Aulia Asarias Ari Ayowembun Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji.U Barbara D. M. Landuamah Bayu Agung Saputra Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Campizio Zabrino A.C.N.M Debby Budi Susanti Destyan Eka Saputra Didiek Soeharjanto Didiek Suharjanto Dwi Kevin Ramadhana Fani Dwi Ananda Fathan Kamil Fathullaeni Ferolica Krizia Feti Dwi Ratnasari Fida Dina Amaliah Fransisca Dwi Agustina Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo Ghoustanjiwani Adi Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hanna Cynthia Febriandi I Gusti Ade Pradnyana I Gusti Bagus Partha Saputra I Putu Herry Bayu Pratama Imelda Albertin Amin Indra Eko Susilo Josiah Theofilus Nelwan Joy Debby Purwaningtyas Lalu M Dava Savero Lalu Mulyadi Mas’Aril Chajar Haram Mayang Rizky Rian Winney Miftah Haula Nu’marul Haq Mochammad Iqbal Harsono Moh. Syahru Romadhon Sholeh Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Hendrik Muhammad Nizzar Umami Muliyadi, Lalu Nabih Ahmad Faiz Nizar Gulam Sofi Putri Herlia Pramitasari Raditya Pratama Wijayanto Ramadhani Nadhia Saraswati Razan Ibnu Syam Namadullah Redi Sigit Febrianto Reza Fahlevi Reza Farezi Hermawan Rezandika Aghni Febriyan Putra Rilisty Maulidya Roesmin Rizki Amalia Maulana Rizky Nurdiantimala Roby Alya Nabila Sandi Anggara Putra Sofia Hadi Nurjanah Sri Winarni Sri Winarni Sultan Achmad Jamaludin Akbar Suryo Tri Harjanto Taufik Waja Ajo Teresa Yesi Rosa Krisnanda Tri Hadi Prasetyo Valentino Umbu Taralandu Virginia Hayatinnufus Yahya Putra Sakfal Parenta Yoel Saba Yohanes Alvian Watu Yuniar, Annisa