Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa Maulana, Miftah Nur; Yusriani, Yusriani; Rahman, Harpiana
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i1.486

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) mengajak seluruh masyarakat untuk membudayakan berperilaku hidup sehat agar mau dan mampu mengubah kebiasaan tidak sehat. GERMAS juga diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat untuk berperilaku sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mengurangi beban biaya kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan tentang gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif. Jumlah populasi rumah tangga di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa berjumlah 667 orang. Untuk menghitung besar sampel menggunakan rumus slovin sehingga jumlah sampel berjumlah 250 rumah tangga. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa 105 responden (42,0%) memiliki pengetahuan baik karena mampu mencapai skor lebih dari 50% dalam penilaian pengetahuan, sedangkan 145 responden (58,0%) memiliki pengetahuan kurang baik karena tidak mencapai skor lebih dari 50% dalam penilaian pengetahuan. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) di Desa Bontosunggu Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa masih rendah, perlu upaya edukasi dan pemberian informasi secara berkelanjutan.
Pengaruh Mitigasi Bencana Banjir Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan Anak Usia 8-13 Tahun Rustam, Ermi; Mutthalib, Nurul Ulfah; Rahman, Harpiana
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 5 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i5.516

Abstract

Mitigasi adalah upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Mitigasi Bencana Banjir Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak Usia 8-13 Tahun Di Desa Radda Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini termasuk jenis penelitian “pra experimental” yang bersifat analitik dengan menggunakan metode penelitian “One-group pra-post test design”. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak yang bertempat tinggal di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara sebanyak 626 anak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebesar 244 anak. Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisa data penelitian ini dilakukan uji secara kuantitatif pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak sebelum diberikan edukasi yaitu 200 (82,0%) memiliki pengetahuan kurang. dan tingkat pengetahuan anak setelah diberikan edukasi termasuk dalam kriteria tinggi yaitu 221 (90,6%) memiliki pengetahuan cukup. Sikap anak sebelum diberikan edukasi memiliki sikap negatif 204 (83,6%) dan sikap anak setelah diberikan edukasi memiliki sikap positif sebanyak 221 (90,6%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi mitigasi bencana banjir melalui video animasi terhadap pengetahuan dan sikap anak.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Terhadap Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Kelurahan Tanete Fitria Ramadhani; Fairus Prihatin Idris; Farihah Muhsanah; Harpiana Rahman
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i1.519

Abstract

Pandemi covid-19 memicu terjadinya kecemasan dan ketakutan di masyarakat. cemas dan takut tertular covid-19 saat ini dianggap sebagai hal yang wajar terjadi dikarenakan penyebaran kasus covid-19 yang semakin meluas dan tidak terkendali. Sehingga terobosan terbaru saat ini yang dilakukan untuk mengatasi pandemi covid-19 adalah dengan melakukan vaksinasi untuk menciptakan herd immunity pada masyarakat. Tujuan penelitian: mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan terhadap vaksinasi masyarakat Kelurahan Tanete. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 245 kepala keluarga, Analisis data menggunakan uji chi square. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, lembar pengukuran kecemasan Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan metode komputerisasi dengan bantuan Software SPSS untuk menghasilkan informasi yang jelas dan benar sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan umur terhadap tingkat kecemasan penggunaan vaksin covid-19 dengan ρ=0,191> 0,05 Terdapat hubungan pendidikan terhadap tingkat kecemasan penggunaan vaksin covid-19 dengan ρ=0,042<0,0. Diharapkan bagi  masyarakat dapat meningkatkan pengetahuannya tentang vaksinasi covid-19, agar dapat mengurangi kecemasan terhadap vaksin covid-19.  
Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Masker Siswa Di MTSN 1 Luwu Ramadhani A, Ar Rukiya; Yusriani, Yusriani; Rahman, Harpiana
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i1.526

Abstract

Penggunaan masker merupakah salah satu aspek penting dari protokol kesehatan untuk mencegah penularan penyakit Covid–19. Kepatuhan penggunaan masker dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan, sikap dukungan teman, dukungan sekolah dan dukungan keluarga.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan masker pada siswa di MTs Negeri 1 Luwu. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan dengan desain penelitian cross sectional. Rancangan yang dipilih adalah uji chi square, yaitu penelitian menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu mulai dari angkatan 2019 - 2022 sebanyak 813 siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus lemeshow dengan besar sampel berjumlah 96. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis bivariat berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000<0,05) dengan kepatuhan penggunaan masker pada siswa. Saran kepada pihak madrasah untuk meningkatkan siswa dalam menggunakan masker serta mematuhi protokol kesehatan yang ada agar dapat menghindari penularan virus corona. 
Gambaran Penggunaan Air Bersih Di Pengungsian Pasca Banjir Desa Radda Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara Amru, Citra Ramadhani; Harpiana Rahman; Sulaeman, Ulfa; Prihatin Idris, Fairus; Habo Abbas, Hasriwiani
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.565

Abstract

Bencana banjir yang terjadi pada tahun 2020 di kawasan Masamba, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan sedikitnya puluhan warga meninggal dan mengakibatkan banyak rumah yang rubuh. Hal tersebut mengakibatkan beberapa titik harus melakukan pengungsian, salah satu tempat pengungsian yang hingga saat ini masi ada yaitu berada di Desa Radda. Selama kurang lebih dua tahun, kini suda ada beberapa yang bangunan hunian sementara yang di sediakan oleh pemerintah setempat meskipun jika di lihat dari beberapa sarana yang di siapkan masi sangat memprihatinkan terutama pada jamban dan aliran air yang selama dua tahun tidak sama sekali ada perubahan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif yaitu Peneliti ingin mengetahui gambaran penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pasca bencana banjir di Desa Radda Kecamatan Baebunta. Hasil penelitian dari 16 indikator Pola Hidup Sehat dan Bersih yaitu indikator Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan memperoleh 100%, Pemeriksaan Kehamilan 100%, Pemberian ASI Eksklusif 100%, Menimbang Balita 100%, Komsumsi Gizi Seimbang 95,7%, Menggunakan Air Bersih 51,2%, Menggunakan Jamban Sehat 63,4%, Membuang Sampah Pada Tempatnya 61,5%, Lantai Kedap Air 95,7%, Melakukan Aktifitas Fisik 87,8%, Perilaku Merokok 59,8%, Cuci Tangan Pakai Sabun 100%, Menggosok Gigi 100%, Tidak Menyalahgunakan Miras 100%, Kepemilikan Jaminan Kesehatan 100% dan Pemberantasan Jentik nyamuk 75,6%.
PEMANFAATAN DONGENG LET’S READ UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU HIDUP SEHAT Rahman, Harpiana; Rahman, Harnita; Burhan, Zulkhair; Kurnia, Selia Dwi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v15i1.590

Abstract

Health education in elementary schools (DS) which is implemented the behavior of clean and healthy life (PHBS) unable to develop the potential of students to to behave healthy consciously. The development of the concept of PHBS education in schools is implemented just by socialization and provide. So that the strategy is considered not enough to improve health literacy in students. Based on this analysis, the use of fairy tales as a means of health education in elementary schools was chosen as a smart practice in the development of education and health promotion which aims to meet the needs of students in understanding health information, especially the urgency of implementing PHBS. To measure the effectiveness of fairy tales, the measurement of knowledge change is measured by qualitative method with pre and post tests. Through this method, it was found that students who were exposed to fairy tales selected from the Let's Read application experienced a change in their level of knowledge. Before the fairy tale was held, students did not understand the values of PHBS at school. However, after the fairy tale activity, the students' knowledge level is at sixth level knowledge that students not only understand well the concept of PHBS, but students have the ability to create PHBS information well.
PROMOSI KESEHATAN WISATA CHSE MENUJU HEALTY TOURSM DI DESA WISATA BALLEANGIN Rahman, Harpiana; Burhan, Zulkhair; Asis, Muhammad Arfah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The health promotion of CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) is skills improvement activities for Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) in developing health communication media about health risk control risks in tourist destinations. Health promotion activities located in Balleangin Tourism Village, Balocci District, Pangkep Regency, South Sulawesi Province. As a group of tourism actors engaged in the management of the Ballaengin Tourism Village, Pokdarwis needs to know the urgency of implementing CHSE and how to implement CHSE in tourist villages. Skills improvement for Pokdarwis is carried out by empowering Pokdarwis in designing CHSE communication media. The empowerment strategy was carried out by involving Pokdarwis in designing health promotion media at the need identification stage and the media creation stage. Evaluation of the community service program is carried out through quantitative measurements by comparing the promotional content of the destination before and after the community service. The results of the community service show that CHSE's health promotion activities improved Pokdarwis' skills in developing health information on social media. Abstrak Promosi kesehatan wisata CHSE adalah kegiatan peningkatan keterampilan kelompok sadar wisata dalam mengembangkan media komunikasi kesehatan tentang pengendalian perilaku pencegahan risiko kesehatan akibat aktivitas wisata di desa wisata Balleangin kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sebagai kelompok pelaku wisata yang bergerak dalam pengelolaan Desa Wisata Ballaengin, Pokdarwis Pajokka Balocci perlu mengetahui urgensi penerapan CHSE dan cara menerapkan CHSE di desa wisata. Peningkatan keterampilan pada Pokdarwis dilakukan dengan memberdayakan Pokdarwis dalam perancangan media komunikasi CHSE. Bentuk pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan Pokdarwis dalam perancangan media promosi kesehatan pada tahap identifikasi kebutuha dan tahap pembuatan media . Penilaian keberhasilan program pengabdian masyarakat dilakukan melalui pengukuran secara kuanlitatif dengan membandingkan konten promosi detinasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan promosi kesehatan CHSE meningkatkan keterampilan mitra dalam mengembangkan informasi kesehatan pada media promosi destinasi yang digunakan. Hal ini Nampak pada laman sosial media mitra yang mulai memuat isu kesehatan pada media sosial mitra.
Peningkatan Peran Kelompok Sadar Wisata dalam Pengelolaan Sampah Sebagai Pengendalian Risiko Kesehatan akibat Aktivitas Wisata Rahman, Harpiana; Burhan, Zulkhair; Septiyanti, Septiyanti
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15641

Abstract

Peningkatan jumlah sampah yang tidak diolah sering kali menjadi masalah yang dihadapi kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam mengembangkan desa wisata.  Pokdarwis di Desa Wisata Balleangin menghadapi hal serupa dalam masalah terkait sampah. Pengolahan sampah di desa wisata masih banyak bertumpu pada pelayanan angkut sampah untuk dibawa ke tempat penampungan.  Tidak dilengkapinya penerapan pengolahan sampah untuk mitigasi risiko kesehatan dalam pengembangan destinasi menyebabkan desa wisata yang menjadi kawasan destinasi berisiko memiliki sanitasi lingkungan yang buruk akibat sampah dan berpotensi menghadapi penularan penyakit berbasis lingkungan kepada wisatawan dan masyarakat lokal. Pelatihan pengolahan sampah yang ditujukan untuk pokdarwis di Desa Wisata Balleangin merupakan upaya meningkatkan keterampilan pokdarwis dalam mewujudkan pengolahan wisata yang berkelanjutan dan ramah ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan strategi pemberdayaan yang melibatkan pokdarwis sebagai mitra kerja sama mulai pada tahap identifikasi kebutuhan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Program berkontribusi pada penguatan community based toursm pada bidang pengendalian risiko kesehatan akibat aktivitas wisata.
EDUKASI GREEN MARKETING DESTINASI RIVER TUBING MENUJU DESTINASI SEHAT BERKELANJUTAN Harpiana Rahman; Zulkhair Burhan; Septiyanti; Haryudi Rahman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract River Tubing, tourist attractions in tourist villages, is a sports tour developed through the natural potential of the river in the form of river-combining tourist attractions by floating upstream to downstream of the river using a tire as a float. The tourist attraction developed by the tourism awareness group has increased the number of tourists visiting the village. As a community-based tour that relies on natural potential in tourism development, Pokdarwis does not yet have the skills to promote green marketing strategy tourism. This can be seen in the River Tubing promotional activities by Pokdarwis, which are only limited to promoting tourist attractions. So that tourists do not receive education on protecting river areas along the villages they pass through and improving Pokdarwi's skills through an empowerment strategy through education to help Pokdarwis acquire skills in carrying out green marketing to enhance sustainable tourism marketing globally. The strengthening needed through improving Pokdarwi's skills and empowerment aims to increase the existence of the destination as the best community-based tour destination in South Sulawesi. The community service program's success is assessed through qualitative measurements by comparing the promotional content of the destination before and after the activity. The results of community service show that green marketing education increases the knowledge and skills of partners in loading educational destination promotion issues through social media. Keywords: health promotion; sustainable health; tourism; community empowerment; green marketing Abstrak Atraksi wisata River Tubing di desa wisata merupakan sport tourism yang dikembangkan melalui potensi alam sungai berupa atraksi wisata susur sungai dengan menghanyutkan diri hulu ke hilir sungai dengan menggunakan ban sebagai pelampung. Atraksi wisata yang dikembangkan kelompok sadar wisata berhasil meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa wisata. Sebagai community based tourism yang mengandalkan potensi alam dalam pengembangan wisata, pokdarwis belum memiliki keterampilan melakukan promosi wisata strategi green marketing. Ini terlihat pada aktivitas promosi River Tubing yang dilakukan Pokdarwis hanya sebatas pada promosi atraksi wisata. Sehingga wisatawan tidak menerima edukasi terkait perlindungan kawasan sungai sepanjang desa yang dilalui. Peningkatan keterampilan Pokdarwis dilakukan dengan strategi pemberdayaan melalui edukasi kepada pokdarwis untuk memiliki keterampilan dalam melakukan green marketing untuk meningkatkan pemasaran wisata berkelanjutan secara global. Penguatan yang diperlukan melalui peningkatan keterampilan dan pemberdayaan Pokdarwis bertujuan untuk meningkatkan eksistensi destinasi sebagai destinasi community based tourism terbaik di Sulawesi Selatan. Penilaian keberhasilan program pengabdian masyarakat dilakukan melalui pengukuran secara kualitatif dengan membandingkan konten promosi destinasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa edukasi green marketing meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memuat isu promosi destinasi yang edukatif melalui media sosial. Kata Kunci: promosi kesehatan; wisata sehat berkelanjutan; pemberdayaan kelompok masyarakat; green marketing
Analisis Kesiapan Tanggap Darurat Kebakaran Pada Pekerja Bagian MEP (Mechanical Electrical Plumbing) Di Proyek RS UPT Vertikal Ismail, Resky Amalia; Rahman, Harpiana; Sartika
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2055

Abstract

ILO (International Labour Organization) pada tahun 2019 lebih dari 1,8 juta kematian akibat kerja terjadi setiap tahunnya di kawasan Asia dan Pasifik, bahkan dua pertiga kematian akibat kerja di dunia terjadi di Asia. Lokasi konstruksi merupakan area berisiko tinggi karena sejumlah alasan, banyak di antaranya sudah jelas. Sumber bahaya yang mungkin terjadi ini berasal dari proses kerja, mesin kerja, bahan baku dan pekerja yang biasa lalai tidak mengikuti aturan di lokasi konstruksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegetahuan, sikap, kelengkapan fasilitas dan pelatihan kesiapan tanggap darurat kebakaran pada pekerja bagian mep di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian mep (mechanical electrical plumbing) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar yang berjumlah 123 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan cara mendeskripsikan tiap variabel penelitian.  Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan dengan kategori cukup 74,0% sedangkan kategori kurang 26,0%, sikap dengan kategori positif 92,7% sedangkan kategori negatif 7,3%, kelengkapan fasilitas dengan kategori lengkap 64,2% sedangkan kategori tidak lengkap 35,8% dan pelatihan dengan kategori terlaksana 34,1% sedangkan kategori tidak terlakasana 65,9%. Dari hasil penelitian ini di harapkan pihak Perusahaan untuk senantiasa meningkatkan intensitas dari pelatihan tentang bahaya kebakaran kepada pekerja guna peningkatan pengetahuan dan sikap pekerja ketika kondisi darurat sewaktu-waktu terjadi agar meminimalisir korban jiwa dan kerugian finansial bagi perusahaan.