Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP PENURUNAN DERAJAT DISMENORE PRIMER PADA REMAJA Cahyanti, Luluk; Dewi, Rahmawati Shinta; Yuliana, Alvi Ratma; Fitriana, Vera; Putri, Devi Setya; Nur, Hirza Ainin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i1.221

Abstract

ABSTRAKRemaja akan mengalami beberapa fase dalam hidupnya, salah satu fase yang pasti dilalui oleh remaja adalah fase pubertas. Pada remaja perempuan fase pubertas ditandai dengan menarche atau pertama kali menstruasi. Pada saat mestruasi pada umumnya remaja perempuan mengalami masalah salah satunya yaitu dismenore. Dismenore terjadi karena produksi prostaglandin yang berlebihan di endometrium. Salah satu penanganan non farmakologis yang efektif menurunkan dismenore adalah pilates exercise. Tujuan dari studi kasus ini adalah menggambarkan pemberian pilates exercise dalam menurunkan derajat dismenore primer pada remaja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Jumlah sampel 10 responden, dengan kriteria klien dengan rentang usia remaja yang mengalami dismenore, klien dismenore yang tidak melakukan terapi lain untuk mengurangi nyeri, klien yang dapat berkomunikasi dengan baik, klien yang bersedia menjadi responden. Latihan pilates exercise dilakukan sehari sekali selama 7 hari dalam waktu 25 -30 menit. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Dari hasil analisa data ditemukan bahwa pada responden 1 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan sesudah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Kemudian pada responden 2 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 4 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Responden 3 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 6 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 4 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 5 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Responden 6 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 7 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 0 (tidak nyeri). Responden 8 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 6 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 9 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 5 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Responden 10 skala nyeri sebelum dilakukan pilates exercise yaitu 6 (derajat sedang) dan skala nyeri setelah dilakukan pilates exercise yaitu 1 (nyeri ringan). Hal tersebut menunjukkan bahwa pilates exercise mampu menurunkan derajat dismenore primer pada remaja. Kata kunci: Dismenore, Pilates Exercise, Remaja 
PENERAPAN LATIHAN ISOMETRIC QUADRICEPS TERHADAP PENURUNAN NYERI LUTUT PADA LANSIA DENGAN REUMATOID ARTHRITIS Hasanah, Miftahul Noor; Fitriana, Vera; Hartini, Sri; Jamaludin, Jamaludin; Yuliana, Alvi Ratna; Cahyanti, luluk
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.233

Abstract

Reumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh peradangan sendi, terutama pada sendi-sendi kecil dan besar seperti lutut. Lansia reumatoid arthritis dan menyebabkan nyeri lutut yang signifikan dan berdampak pada penurunan fungsi aktivitas sehari-hari. Pada lansia isometric quadriceps merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk memperkuat otot tanpa menyebabkan pergerakan sendi, sehingga aman diterapkan pada penderita reumatoid arthritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan isometric quadriceps terhadap penurunan nyeri lutut pada lansia dengan reumatoid arthritis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test design. Sampel sebanyak 13 responden dengan kriteria inklusi nyeri lutut pada lansia  berusia 60-70 tahun dengan reumatoid arthritis dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument kuesioner Numeric Rating Scale (NRS), standar operasional prosedur (SOP), palu reflek hammer, pengalas badan, handuk. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berupa terapi isometric quadriceps. Dari 13 responden, sebagian besar berusia > 60 tahun (30,9%) dan dengan reumatoid arthritis. Sebelum intervensi rata-rata 7,38 mengalami nyeri lutut berat dengan reumatoid arthritis. Setelah diberikan intervensi rata-rata 2,8 menjadi tingkat nyeri ringan dengan reumatoid arthritis. Hasil ini menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat nyeri berdasarkan skala Numeric rating scale (NRS) setelah dilakukan latihan. Kesimpulan latihan isometric quadriceps terbukti efektif dalam menurunkan nyeri lutut pada lansia dengan rheumatoid arthritis, serta dapat dijadikan alternatif terapi mandiri yang aman dan mudah dilakukan.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Majiyah, Desi Khofifatul; Cahyanti, Luluk; Putri, Devi Setya; Yuliana, Alvi ratna; Fitriana, Vera
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.229

Abstract

Diabetes mellitus adalah kondisi kronis yang terjadi karena adanya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh yang disebabkan karena gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Penyebab diabetes mellitus yaitu terjadinya gangguan metabolisme pankreas yang ditandai dengan peningkatan gula darah atau sering disebut hiperglikemia yang disebabkan oleh penurunan jumlah insulin di pankreas. Tujuan: Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui terapi relaksasi benson terhadap penerapan terapi relaksasi benson untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Metode: Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan, sampel yang diambil yaitu 2 responden. Terapi relaksasi benson dilakukan selama 2 kali dalam 1 minggu dengan durasi 15 menit dengan usia 45-49 tahun. Hasil: Hasil pembahasan studi kasus ini tentang penerapan terapi relaksasi benson terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus yang dilakukan pada tanggal 27 juni sampai 29 juni 2024. Responden dalam studi kasus ini adalah 2 orang yang mempunyai riwayat Diabetes Mellitus. Pada responden 1 didapatkan hasil kadar glukosa dalam darah menurun menjadi 332 mg/dl dari kadar glukosa awal 344 mg/dl. Sedangkan pada responden 2 didapatkan hasil kadar glukosa dalam darah menurun menjadi 314 mg/dl dari kadar glukosa awal 320 mg/dl.
Pemberian Penyuluhan dan Pembuatan Manisan Jeruk Bali Upaya Pencegahan Stanting di Desa Cranggang, Dukuh Karang Panas, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Islamiyati, Ricka; Riyanto, Bagus; Nafiah, Rohmatun; Fitriana, Vera; Jayanto, Imam
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4d40ws57

Abstract

Desa Cranggang merupakan sebuah desa yang terdapat didataran tinggi Kabupaten Kudus. Desa ini masih sangat asri hijau dan natural, karena masih begitu banyaknya pohon-pohon yang hijau dan juga rindang serta udara yang masih sejuk dan segar. Pada tahun 2020, Desa Cranggang mendapat predikat desa Swasembada. Desa swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Data tentang kependudukan di desa Cranggang belum up to date. Pemanfaatan dan pengelolaan rumah kaca masih belum maksimal. Masih ada kejadian stunting di desa Cranggang, walaupun tidak setinggi desa Kandangmas. Program kerja pertama kami adalah melakukan kegiatan edukasi mengenai stunting pada ibu balita di posyandu. Program kerja kedua kami adalah melakukan kegiatan edukasi mengenai jus buah pada anak-anak PAUD. Program kerja ketiga kami adalah melakukan kegiatan pembelajaran tambahan mengenai desain pada siswa/i di SD 3 Cranggang dengan bantuan aplikasi Canva. Program kerja keempat kami adalah melakukan kegiatan edukasi mengenai pentingnya kebersihan diri pada siswa/i di SD 3 Cranggang. Program kerja terakhir kami adalah melakukan kegiatan penyuluhan cara pembuatan manisan dari kulit buah jeruk bali pada ibu-ibu. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa secara umum program pengabdian dapat dikatakan sukses dan lancar meskipun banyak hambatan yang terjadi, akan tetapi semua itu dapat terselesaikan dengan baik.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE II Cahyanti, Luluk; Dewi, Anggi Oktavia; Yuliana, Alvi Ratna; Fitriana, Vera; Putri, Devi Setya
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.209

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II atau yang biasa disebut diabetes life style merupakan diabetes yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Pada seseorang dengan diabetes melitus  tipe II, insulin masih dapat dihasilkan oleh pangkreas, namun jumlah insulin masih belum mencukupi sehingga diabetes melitus tipe II ini dianggap sebagai NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus). IDF memperkirakan terdapat 463 juta jiwa  penduduk diidunia mengalami diabetes melitus pada tahun 2019. Terjadi kenaikan angka kejadian diabetes melitus sebesar 19,9% pada tahun 2020. Di Jawa Tengah pada tahun 2019 sebanyak 13,4% kasus baru diabetes melitus. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tahun 2019 mencatat terdapat 17.869 jiwa mengalami diabetes melitus, khususnya pada UPTD puskesmas Jepang tercatat sebanyak 1.210 jiwa mengalami diabetes melitus pada tahun 2022. Terdapat 4 pilar dalam penatalaksanaan DM, seperti edukasi berupa pengetahuan tentang DM, pengaturan/Diet berupa rendah karbohirat, terapi farmakologi berupa Obat Hiperglikemik Oral (OHO), serta latihan fisik salah satunya yaitu pemberian terapi relaksasi otot progresif. Tujuan : Tujuan Studi Kasus ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Kadar Glukosa Darah pada Diabates Melitus II. Metode : Penelitian studi kasus ini menggunakan jenis penelitian studi kasus deskriptif  yaitu dengan mendeskripsikan dan menggambarkan suatu keadaan obyek pada saat sekarang sebagaimana adanya berdasarkan fakta-fakta. Jumlah sampel sebanyak 2 responden, Latihan terapi relaksasi otot progresif dilakukan selama 7 hari berturut-turu dibagi menjadi tiga sesi, yaitu pagi, siang, dan sore dengan durasi 10-15 menit. Pengukueran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan setelah tindakan menggunakan glucometer. Hasil : Dari hasil analisa data ditemukan bahwa pada reponden I terdapat penurunan dengan mean 20 mg/dl selama dilakukan terapi relaksasi otot progresif dalam 7 hari berturut-turut, sedangkan pada reponden II terdapat penurunan dengan mean 19 mg/dl selama dilakukan terapi relaksasi otot prgresif dalam 7 hari berturut-turut. Kata kunci : Terapi relaksasi otot progresif, Kadar glukosa darah, Diabetes Melitus tipe II
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM PRIMIPARA Fitriana, Vera; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; Devitriani, Riska Aulia; Jamaludin, Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.207

Abstract

ABSTRAKMenyusui merupakan hal yang sangat penting bagi ibu untuk buah hatinya, karena Air Susu Ibu (ASI) mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan kecerdasan bayi. Salah satu penyebab kegagalan dalam pemberian ASI adalah belum keluarnya ASI setelah ibu melahirkan. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan tindakan non farmakologi yaitu pijat oksitosin. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima sampai keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI ibu post partum primipara. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode evaluasi tindakan dengan jenis studi kasus deskriptif. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Sampel dalam penilitian ini adalah 2 orang ibu post partum normal primipara hari pertama di RSUD dr R Soetrasno Rembang yaitu Ny.I dan Ny.M. Hasil setelah dilakukan pijat oksitosin selama 5 hari dengan 10 kali pertemuan dan dari kedua responden mengalami peningkatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan pijat oksitosin ini dapat meningkatkan produksi ASI ibu post partum primipara.Kata Kunci : Air Susu Ibu, Pijat Oksitosin, Post Partum Primipara.
PENERAPAN HYPNOBREASTFEEDING TERHADAP KECEMASAN PADA IBU POSTPARTUM BLUES Fitriana, Vera; Meilina, Dita Susan
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.174

Abstract

ABSTRAK          Kejadian postpartum blues terus meningkat setiap tahunnya, Hal ini disebabkan karena hormonal yang drastis pasca melahirkan, mempengaruhi zat-zat kimia di otak yang mengatur mood, sehingga perasaan ibu menjadi terganggu sehingga bisa menyebabkan kecemasan. Kecemasan  apabila tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan berbagai masalah serius, antara lain yaitu ASInya tidak bisa keluar lancar, merasa gelisah.  Penatalaksanaan yang dilakukan untuk mengurangi dampak dari kecemasan maka perlu dilakukan tindakan hypnobreastfeeding yang baik. Dimana tindakan ini cukup efektif untuk menurunkan kecemasan pada pasien postpartum blues. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk menggambarkan penerapan teknik relaksasi hypnobreastfeeding terhadap postpartum blues. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan evaluasi tindakan hypnobreastfeeding. Hasil setelah dilakukan terapi hypnobreastfeeding  dengan frekuensi 3x dalam sehari dengan durasi 10 – 30 menit  selama 3 hari didapatkan penurunan kecemasan  pada ke dua responden yaitu masing-masing 6. Kesimpulannya hypnobreastfeeding efektif dalam membantu menurunkan Kecemasan ibu postpartum blues.Kata kunci: Postpartum Blues, Kecemasan, Hypnobresfeeding
PEMBERIAN TERAPI MUSIK MOZART DAN BACK EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORRHEA PRIMER Yuliana, Alvi Ratna; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i2.213

Abstract

ABSTRAKDismenorea primer dapat didefinisikan sebagai nyeri menstruasi yang berasal dari kontraksi otot rahim menyebabkan otot-otot menegang selama 24 jam sebelum terjadinya perdarahan haid hingga 32-48 jam. Beberapa remaja putri yang mengalami nyeri saat desminorea. Nyeri ini dikarenakan peningkatan prostaglandin yang berlebih sehingga  terjadi kram pada bagian perut, punggung bawah seperti ditusuk-tusuk. Nyeri Desminorea dapat ditangani dengan cara non farmagologis yaitu terapi musik mozart dan back exercise. Terapi musik mozart merupakan musik yang memiliki pengaruh positif bagi kesehatan dan orang yang mendengarkannya, jenis lagu yang digunakan untuk mengurangi nyeri Piano Concerto No. 21 Andante memiliki irama dan nada-nada yang teratur dan bertempo 60-80 ketukan per menit . Back exercise merupakan komponen dari yoga untuk menangani nyeri punggung bawah cara gerakan peregangan kemudian akan direlaksasikan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pemberian terapi musik mozart dan back exercise terhadap penurunan nyeri dysmenorrhea primer. Metode yang digunakan dalam studi kasus deskriptif yaitu suatu penulisan evaluasi tindakan keperawatan yang dilakukan dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi didalam masyarakat. Penelitian dilakukan di Desa Kaliputu Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dengan dua responden yaitu responden 1 dan responden 2 yang mengalami nyeri desminorea. Sebelum dilakukan terapi musik mozart dan back exercise responden 1 dan 2 mengalami Nyeri desminorea sedang dengan skala 6 dan 5. Hasil penelitian setelah dilakukan terapi mozart dan back exercise 3 kali dalam 3 hari dengan durasi 10-20 menit penulis mendapatkan hasil skala nyeri desminorea responden 1  dan responden 2 berkurang menjadi skala nyeri 1 dan 2. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian terapi musik mozart dan back exercise dapat menurunkan skala nyeri desminorea primer pada wanita. Kata kunci: Desminorea primer, Nyeri, Terapi Musik Mozart, Terapi Back Exercise
KAJIAN ETNOMATEMATIKA MOTIF BATIK TULIS ASLI PESANTENAN TAMBAKROMO PATI Anggraeni, Diah Putri; Fitriana, Vera; Wardani, Kurnia Ully; Zuliana, Eka
Differential: Journal on Mathematics Education Vol. 1 No. 2 (2023): Differential: Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/differential.v1i2.104

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang motif batik Tulis Asli Pesantenan yang berasal dari Desa Mojomulyo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati Jawa Tengah. Motif Batik Tulis Asli Pesantenan ini diperoleh dari perpaduan nama sejarah dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi nilai filosofis dan ide matematis pada batik Tulis Asli Pesantenan. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini adalah Owner sekaligus pendiri dari Batik Tulis Asli Pesantenan. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh motif Batik Tulis Asli Pesantenan yang di dalamnya terdapat unsur bangun datar. Sepuluh motif batik tersebut adalah Anugerah Mina Pesantenan, Pakeliran, Perca Kain Batik, Burung Manggaran Daun, Cagak Lawang Majapahit, Peksi Ngigel Ing Sawah, Genuk Kemiri, Rumah Adat Pati, Kebo Anabrang Nggayuh Kamulan dan Pati Tempo Doeloe.
Efektivitas Hidroterapi sebagai Terapi Komplementer dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Stadium I: Studi Quasi Eksperimen Pujiati, Eny; Fitriana, Vera; Ambarwati, Ambarwati; Pramudaningsih, Icca Narayani; Yusianto, Wahyu
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2931

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Hidroterapi rendam kaki air hangat merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang dapat membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi perifer dan relaksasi otot. Tujuan: Mengetahui efektivitas hidroterapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stadium I. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel terdiri atas 30 responden penderita hipertensi stadium I yang dipilih secara purposive sampling, dengan 15 responden pada kelompok intervensi dan 15 responden pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan tambahan hidroterapi rendam kaki air hangat bersuhu 37–40°C selama 15–20 menit setiap hari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima perawatan rutin tanpa hidroterapi. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: terdapat penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan signifikan (p > 0,05). Perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa hidroterapi secara signifikan lebih efektif dibandingkan perawatan rutin. Kesimpulan: Hidroterapi rendam kaki air hangat efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stadium I. Terapi ini dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di rumah.Kata Kunci: Hidroterapi, Tekanan darah, HipertensiABSTRACTBackground: Hypertension is one of the non-communicable diseases that serves as a leading cause of morbidity and mortality worldwide. The management of hypertension can be carried out through both pharmacological and non-pharmacological therapies. Warm water foot soak hydrotherapy is a form of complementary therapy that may help reduce blood pressure through mechanisms of peripheral vasodilation and muscle relaxation. Objective: To determine the effectiveness of warm water foot soak hydrotherapy in reducing blood pressure among patients with stage I hypertension. Method: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group approach. The sample consisted of 30 respondents with stage I hypertension selected through purposive sampling, comprising 15 respondents in the intervention group and 15 in the control group. The intervention group received additional warm water foot soak hydrotherapy at a temperature of 37–40°C for 15–20 minutes daily over seven days, while the control group received only routine care without hydrotherapy. Blood pressure was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: There was a significant decrease in both systolic and diastolic blood pressure in the intervention group (p < 0.05), while no significant change was observed in the control group (p > 0.05). The comparison between the two groups indicated that hydrotherapy was significantly more effective than routine care. Conclusion: Warm water foot soak hydrotherapy is effective as a complementary therapy in reducing blood pressure among patients with stage I hypertension. This therapy can be applied as a safe, simple, and cost-effective non-pharmacological intervention, both in healthcare facilities and at home.Keywords: Hydrotherapy, Blood pressure, Hypertension.