Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Hasil Pengaplikasian Bulu Mata Palsu Dari Serat Daun Suji (Pleomele Angustifolia) Pada Tata Rias Fantasi Flora Damayanti, Gina; Efrianova, Vivi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13658

Abstract

Bulu mata palsu dari bahan sintetis dinilai kurang ramah lingkungan untuk itu perlu dibuat alternatif baru bulu mata palsu berbahan dasar dari serat daun suji yang ramah lingkungan dan belum adanya diproduksi oleh industri kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pengaplikasian menggunakan bulu mata palsu dari serat daun suji, bahan sintetis dan menganalisis pengaruh hasil pengaplikasian menggunakan bulu mata palsu dari serat daun suji dan menggunakan bulu mata palsu dari bahan sintetis Pada Tata Rias Fantasi Flora. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan eksperimen. Populasi penelitian adalah mahasiswa Departemen Tata Rias dan Kecantikan usia 19-23 tahun dengan sampel sebanyak 4 orang. Variable penelitian ini menggunakan variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). prosedur penelitian terdiri dari persiapan, perlakuan dan setelah perlakuan. Data yang digunakan adalah data primer. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan kuesioner. Instrumen penelitian berupa angket dengan kriteria penilaian berupa kerapian, bentuk bulu mata, ketepatan pengaplikasian dan kesukaan panelis. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat analisa dan uji hipotesis. Hasil penelitian adalah hasil pengaplikasian menggunakan bulu mata palsu dari serat daun suji pada rias fantasi didapatkan bahwa nilai tertinggi terdapat pada aspek kerapian yaitu 42.8 dengan kriteria rapi, tingkat bentuk bulu mata yaitu 35.7 dengan kriteria sangat sesuai, tingkat ketepatan pengaplikasian yaitu 34.7 dengan kriteria sangat tepat, dan kesukaan panelis yaitu 35.7 dengan kriteria sangat suka. Hasil pengaplikasian menggunakan bulu mata palsu sintetis, dari aspek tingkat kerapian setelah melakukan perhitungan maka didapat hasilnya yaitu, 35.7 nilai tersebut mencapai kriteria cukup rapi. Pada tingkat bentuk bulu mata memperoleh skor rata-rata 35.7 dikategorikan cukup sesuai. Pada tingkat ketepatan pengaplikasian memperoleh skor rata-rata 35.7 dikategorikan cukup tepat, dan pada kesukaan panelis memperoleh skor rata-rata 35.7 dikategorikan cukup suka
Perbandingan Hasil Pemangkasan Rambut Teknik Increase Layer Horizontal Dengan Parting dan Tanpa Parting Pada Rambut Lurus Triwanda, Revni; Efrianova, Vivi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemangkasan rambut teknik increase layer horizontal tanpa parting belum ada diterapkan oleh mahasiswi tata rias dan kecantikan, serta masih kurangnya referensi tentang pemangkasan rambut increase layer horizontal tanpa parting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil pemangkasan rambut teknik increase layer horizontal dengan parting dan tanpa parting dilihat dari uji organoleptik (tekstur layer rambut, volume rambut, durasi waktu, total look) dan uji hedonik (kesukaan panelis). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu one-shoot case study. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X1) pemangkasan dengan parting, (X2) pemangkasan tanpa parting, dan (Y) perbandingan hasil pemangkasan teknik increase layer horizontal pada rambut lurus. Objek penelitian ini adalah pemangkasan rambut menggunakan teknik increase layer horizontal pada rambut lurus pada 4 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan instrument penelitian dengan menggunakan lembar penilaian panelis untuk menilai hasil pemangkasan rambut teknik increase layer horizontal dengan parting dan tanpa parting. Data dianalisa menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji t. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perbandingan hasil pemangkasan rambut teknik increase layer horizontal dengan parting dan tanpa parting pada rambut lurus dengan hasil terbaik diperoleh oleh pemangkasan rambut teknik increase layer horizontal tanpa parting dengan perolehan nilai pada uji organoleptik untuk indikator tekstur layer rambut memperoleh rata-rata 4,6 dengan kategori sangat halus, indikator volume rambut memperoleh nilai rata-rata 4,6 dengan kategori sangat bervolume, pada indikator durasi waktu memperoleh nilai 4,6 dengan kategori sangat efektif dan efiseien, pada indikator total look memperoleh rata-rata 4,7 dengan kategori sangat cocok.  Untuk uji hedonik (kesukaan panelis) memperoleh nilai rata-rata 4,6 dengan kategori sangat suka. .Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil terhadap pemangkasan rambut teknik increase layer horizontal dengan parting dan tanpa parting pada rambut lurus. Rata-rata hasil pemangkasan tanpa parting lebih baik dibandingkan pemangkasan dengan parting. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melanjutkan penelitian tentang pemangkasan rambut teknik increase layer horizontal dengan parting dan tanpa parting pada bentuk atau jenis rambut lainnya sehingga menghasilkan penelitian yang beragam.
Pemanfaatan Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea Americana Mill) Untuk Bahan Aktif dalam Sediaan Krim Anti Aging Monicha, Valien Lala; Efrianova, Vivi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan vokasi memegang peranan penting dalam menghasilkan tenaga ahli yang professional dan produk inovasi khususnya pada bidang tata rias dan kecantikan. Produk inovasi yang dihasilkan dalam bentuk krim anti aging (anti penuaan) yang terbuat dari limbah biji buah alpukat yang mengandung zat flavonoid, tanin, dan antioksidan. Pemanfaatan limbah biji buah alpukat yang kaya akan manfaat masih kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil sediaan formula kosmetika krim anti aging dari biji buah alpukat (Persea Americana Mill) dilihat dari uji labor, uji organoleptik, uji daya sebar dan kesukaan panelis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (x) biji buah alpukat dan variabel terkai (y) uji pH, uji viskositas, uji organoleptik dan uji hedonik. Objek yang diteliti adalah mengenai biji buah alpukat yang akan dilihat dari ekstraknya untuk dijadikan krim anti aging. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, kusioner dan instrument penelitian ini menggunakan angket untuk menggumpulkan data uji organoleptik sediaan krim anti aging ekstrak biji buah alpukat. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim anti aging ekstrak biji buah alpukat (Persea Americana Mill) memiliki nilai pH terbaik pada F1 dengan pH 6,20 dan viskositas yang terbaik pada formula F1 dengan kekentalan 3092 cps. Pada uji organoleptik tekstur terbaik pada formulasi F1 dengan persentase nilai 57,1% sangat halus, pada aroma didapatkan hasil terbaik yaitu formula F3 dengan persentase 42,9% sangat beraroma khas biji buah alpukat. Daya sebar terbaik terdapat pada F1 dengan berat beban 1 gram yaitu sebesar 0,14 krim menyebar, berat beban 3 gram 0,45 krim menyebar, dan berat beban 5 gram 0,62 krim menyebar. Semakin besar daya sebar maka kemampuan zat aktif untuk menyebar pada kulit juga semakin luas. Perbandingan konsentrasi sediaan kosmetika krim anti aging ekstrak biji buah alpukat berdasarkan hasil uji Hedonik (kesukaan panelis) formula yang paling banyak disukai terdapat pada F2 dengan persentase nilai 85,7%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pembuatan sediaan krim anti aging berbahan dasar biji buah alpukat berdasarkan uji labor, uji viscositas, uji ph, uji daya sebar, uji organoleptik dan uji hedonik untuk anti aging.
Pengembangan Media Video Pembelajaran Penataan Sanggul Daerah Lipek Pandan di SMK Negeri 3 Payakumbuh Valentina, Febryan Clarissa; Efrianova, Vivi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih rendahnya hasil belajar siswa pada materi penataan sanggul daerah lipek pandan dikarenakan media pembelajaran yang di gunakan guru dari media sosial dan belum sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran Penataan Sanggul Daerah Lipek Pandan di SMK Negeri 3 Payakumbuh untuk mengetahui validitas dan praktikalitas dari media video pembelajaran pada Penataan Sanggul Daerah Lipek Pandan di SMK Negeri 3 Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan mengunakan model 4-D. Subjek penelitian ini adalah subjek validasi produk yaitu di validasi oleh 3 orang ahli materi dan 2 orang ahli media, dan subjek kepraktisan produk yaitu siswa kelas XI KC 1 berjumlah 34 siswa. Data dikumpulkan melalui uji validitas dan uji praktikalitas mengunakan instrument angket. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kevalidan dan pratikalitas. Hasil penelitian ini adalah Proses pengembangan media video pembelajaran penataan sanggul daerah lipek pandan di SMK Negeri 3 Payakumbuh Kelas XI KC 1. Media video pembelajaran ini dilengkapi dengan teks, gambar, suara, video dan musik untuk membuat tampilan media lebih menarik sehingga peserta didik menjadi lebih mudah mempelajari serta memahami materi penataan sanggul Daerah Lipek Pandan dengan baik dan benar. Hasil validasi diperoleh nilai rata-rata 0,879 dengan kategori valid untuk validasi media dan untuk validasi materi 0,850 dengan kategori valid. Hasil praktikalitas penilaian terhadap kepraktisan media video pembelajaran diperoleh dari angket yang diisi oleh 2 orang guru kecantikan skor rata-rata 94,44% dengan kriteria sangat praktis. Analisis kepraktisan berdasarkan 34 orang peserta didik melalui angket diperoleh skor rata-rata 83,67% dengan kriteria sangat praktis.
The Development of entrepreneurship in students technology based university of Lancang Kuning Pekanbaru Tanjung, Abrar; Ambiyar, Ambiyar; Verawardina, Unung; Adri, Junil; Efrianova, Vivi; Ferdiansyah, Ferdiansyah; Prima, Fani Keprila
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 3 No 4 (2020): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v3i4.14523

Abstract

Technopreneur, one part of the development of entrepreneurship (entrepreneur), provides a picture of entrepreneurship using technology-based innovation. The technopreneur concept is based on a technology base that is used as an entrepreneurial tool, for example the emergence of an online application business and a security system business. The purpose of this research is to conduct a descriptive study of entrepreneurship in students using technology (Technopreneurship) from all perspectives, including motivation, ownership, managerial, employment, and so on. technology as a basis for entrepreneurship. The results of the discussion found that the use of technology (Technopreneurship) in entrepreneurship can help and develop businesses in the form of making products and in marketing the products, so as to increase business and student income
Student perspectives toward pre-service teachers competencies Adri, Junil; Ambiyar, Ambiyar; Refdinal, Refdinal; Verawardina, Unung; Efrianova, Vivi; Tanjung, Abrar; Ferdiansyah, Ferdiyansyah; Prima, Fani Keprila
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 3 No 4 (2020): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v3i4.14723

Abstract

This study aims to determine how students' perceptions of the competence of prospective teachers in the PPLK program at SMK Negeri 1 Padang. Aspects that are observed in basic educational competencies are pedagogic, personality, professional, and social. This research is descriptive research. Observations were made for three years. The population in the study were all class X students of SMK Negeri 1 Padang. Sampling was done using random sampling technique using Slovin's formula. The findings of the study showed that the average competency of prospective teachers in the PPLK program at SMK Negeri 1 Padang for three years of observation was in a good category. The research findings recommend that there is a need for improvement in the pedagogical and social fields of prospective teachers. Teacher readiness to teach will affect the achievement of learning objectives. In addition, social competence is needed to establish communication and interaction between prospective teachers and teachers in schools and students. There needs to be an improvement in learning related to teaching preparation for prospective teachers specifically to emphasize pedagogic and social competencies
Utilization of Banana Leaf Fiber as a Material for Making False Eyelashes Efrianova, Vivi; Pradana, Samul Martin; Yasmin, Nabilla; Khairani, Aulia; Syafri, Edi
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 4 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i4.460

Abstract

False eyelashes are essential tools used to enhance the appearance of the eyes in makeup application. However, most variants of false eyelashes currently available on the market are made from human hair and synthetic materials, which do not guarantee halal quality for Muslim consumers. This study aims to develop a new variant of false eyelashes made from halal-certified natural fibers. The false eyelashes are produced using natural fibers derived from the leaf sheaths of Musa paradisiaca (kepok banana), Musa textilis (abaca banana), and Musa sapientum (ambon banana), which are mechanically processed and crafted using a hanging netting technique, with designs adjusted to fit the shape of the eyes. Based on laboratory tests for tensile strength and modulus of elasticity, abaca banana fibers achieved the highest values at 72.49 g/tex and 1.85 g/tex, respectively. For fiber smoothness testing, kepok banana fibers scored the highest at 10.44 g/tex. In organoleptic tests, abaca banana fibers received the highest score for curliness at 66.7%; for lightness, both kepok and abaca banana fibers shared the highest score at 44.4%; and for neatness, kepok and abaca banana fibers again shared the highest score at 66.7%. In hedonic preference tests, kepok banana fibers scored 44.4%, abaca 50%, and ambon 60%. It can be concluded that false eyelashes made from the leaf sheath fibers of kepok, abaca, and ambon bananas are considered visually suitable for use in makeup based on organoleptic and hedonic evaluations. The results of this study contribute to the development of new variants of halal-certified false eyelashes in the cosmetic industry.
PIPN IMPROVES THE APPLICATION OF SCIENCE AND TECHNOLOGY AS WELL AS STAGE MAKEUP, MAHENDI, DIGITAL MARKETING AND VIDEO CONTENT CREATOR SKILLS FOR PKK MOTHERS AND FEMALE TEENS IN BALAI KALIKI TRADITIONAL VILLAGE, PAYAKUMBUH CITY Vivi Efrianova; Murni Astuti; Mitra Lusiana; Vici Syahril Chairani; Reflianto, Reflianto
Journal of Community Service Vol 7 No 2 (2025): JCS, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v7i2.385

Abstract

The Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) implemented in Kampung Adat Balai Kaliki, Payakumbuh City, aims to enhance the application of science and technology as well as improve community skills particularly among PKK women and young women in stage makeup, mahendi art, digital marketing, and video content creation. This initiative was motivated by the village’s potential as a cultural tourism destination that regularly hosts artistic and traditional events, yet faces limitations in local human resource skills. The program employed lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring methods to deliver its training activities. Results indicate significant improvement in participants’ technical competencies in stage makeup and Minangkabau-inspired mahendi, as well as in digital marketing and creative video production. Beyond individual capacity building, the program fostered women’s empowerment, increased family income, and promoted local cultural tourism. Overall, this PIPN initiative exemplifies an effective collaboration between higher education institutions and local communities to strengthen culture-based creative economies.