Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kelompok Tani Suka Jaya dalam Produksi Kompos Solid dengan Aplikasi Konsorsium Bakteri Selulolitik di Desa Bungaraya Isna Rahma Dini; Hapsoh, Hapsoh; Wawan; Wira Hadi; Ahmad Sobirin
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2758

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bungaraya, Kabupaten Siak, dengan mitra Kelompok Tani Suka Jaya untuk mengatasi kebutuhan pupuk organik yang semakin meningkat. Program difokuskan pada pemanfaatan limbah decanter solid dari pabrik kelapa sawit sebagai bahan baku alternatif pengomposan. Proses pengeringan bahan dilakukan untuk menurunkan kadar air, kemudian dicampur dengan konsorsium bakteri selulolitik sebagai dekomposer. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, uji coba, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan petani dalam menyiapkan bahan baku, mengaplikasikan inokulum, serta memantau kematangan kompos. Teknologi pengomposan ini mampu mempercepat waktu dekomposisi dari 2–3 bulan menjadi 4–6 minggu, meningkatkan kualitas dan kuantitas kompos, serta mendukung terciptanya teknologi pertanian berkelanjutan. Program ini terbukti efektif dalam memberdayakan petani melalui produksi pupuk organik secara mandiri dan ramah lingkungan.
Application of Microcontroller-Based Temperature and Humidity Control Technology with Internet of Things (IoT) System in Betuah Mushroom MSMEs: Penerapan Teknologi Pengatur Suhu Dan Kelembapan Berbasis Mikrokontroller DenganSistem Internet Of Things(Iot)Pada UMKM Jamur Betuah Padil, Padil; Febrizal, Febrizal; Eteruddin, Hamzah; Dini, Isna Rahma; Huda, Feblil
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.24203

Abstract

Temperature and humidity in the barn greatly affect the growth of oyster mushrooms. Therefore, it is necessary to keep air circulation inside the barn optimised. Betuah mushroom SMEs faces the difficulties in controlling both optimum temperature and humidity for oyster mushroom growth. Therefore, this serviceaims to utilise Internet of Thing (IoT) technology to regulate temperature and humidity for oyster mushroom cultivation using DHT22 sensors in Betuah mushroom MSMEs located in Tuah Madani District, Pekanbaru City. The stages of the method used include socialisation, training, technology application, mentoring and evaluation and program sustainability. From the service carried out, microcontroller-based automatic temperature and humidity control technology with an IoT system was successfully applied. The resulting tool can control the temperature and humidity in the barn according to the set limits. The produced products improved in terms of quality, which the oyster mushroom's both flesh and color is respectively not hard nor yellow. The quantity of fresh mushrooms produced is stable and increasing per day, ranging from 15-20 kg/day to 20-30 kg/day production
PENGARUH IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIOSOMATIK FASE GLOBULAR PISANG KEPOK TANJUNG (Musa paradisiaca L.) SECARA IN VITRO Silvina, Fetmi; Dini, Isna Rahma; Kartika, Titik Dwi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13842

Abstract

Bibit pisang kepok tanjung (Musa paradisiaca L.) saat ini masih sulit ditemukan namun pisang ini cukup banyak diminati. Oleh karena itu, diperlukan teknik kultur in vitro sebagai upaya penyediaan bibit. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi Indole-3-Acetic Acid (IAA) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) terhadap pertumbuhan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung dan mendapatkan kombinasi IAA dan BAP optimal untuk mendukung pertumbuhan eksplan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor: IAA (0; 0,5; 1 dan 1,5 mg/l) dan BAP (0; 2; 4 dan6  mg/l). Hasil penelitian menunjukkan parameter muncul tunas, tinggi tunas dan panjang akar dipengaruhi oleh interaksi IAA dan BAP. IAA berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar sedangkan BAP berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar. Pemberian kombinasi 0,5 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan muncul tunas tercepat (8,43 HST) dan tunas tertinggi (4,97 cm) sedangkan jumlah tunas terbanyak (4,50 tunas) pada kombinasi 1 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan),akar terpanjang (3,93 cm). Persentase keberhasilan pembentukan tunas berkisar 77,80 – 100% disebabkan oleh terjadinya kontaminasi dan browning.