Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Bahan Organik, Mikrob Selulolitik Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Muttakin, Ahmad
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12836

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum yang termasuk famili Fabaceae. Produksi kacang tanah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini diduga karena cara budidaya yang kurang tepat serta daya dukung kemampuan tanah yang terbatas. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang tanah melalui pemupukan organik dan anorganik, yaitu dengan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian bahan organik TKKS dengan mikrob Selulolitik dan pupuk NPK, pengaruh pemberian TKKS dengan mikrob selulolitik dan pengaruh pemberian pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I pemberian bahan organik TKKS dengan tiga taraf yaitu, 0 t.ha-1, TKKS+mikrob Selulolitik 5 t.ha-1, Kompos TKKS dekomposer mikrob selulolitik 5 t.ha-1. Faktor II pemberian pupuk NPK dengan tiga taraf, NPK 50% (0,625 g per polibag), NPK 75% (0,9375 g per polibag) dan NPK 100% (1,25 g per polibag). Parameter yang diamati adalah jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, persentase polong bernas per tanaman, berat biji kering per tanaman, dan berat 100 biji. Hasil penelitian interaksi pemberian kompos TKKS, TKKS dengan mikrob selulolitik dan pupuk NPK berpengaruh terhadap jumlah polong per tanaman dan berat 100 biji kering.
Pertumbuhan Dan Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.) Pada Berbagai Komposisi Pupuk NPK, Kompos Solid Dan Pupuk Hayati Maisya, Elani; Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15687

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Penurunan produksi padi di Riau diikuti dengan penurunan luas lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi pupuk NPK, kompos solid dan pupuk hayati dalam mengurangi penggunaan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi padi gogo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan tujuh perlakuan yaitu 100% NPK; 100% NPK + kompos solid; 75% NPK + kompos solid; 50% NPK + kompos solid; 100% NPK+ kompos solid + pupuk hayati; 75% NPK + kompos solid + pupuk hayati dan 50% NPK + kompos solid + pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan komposisi 75% pupuk NPK, kompos solid 20 ton.ha-1 dan pupuk hayati 10 ml.l-1 mampu mengimbangi komposisi 100% pupuk NPK dalam memberikan hasil terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo serta dapat mengurangi penggunaan 25% pupuk NPK.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk N, P, K, Solid Dan Hayati Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Susanti, Selvi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16714

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) memiliki manfaat tidak hanya dapat dikonsumsi tetapi juga digunakan sebagai bahan industri. Peningkatan hasil jagung manis yang dilakukan dengan  pemupukan anorganik secara berlebihan tanpa dibarengi dengan penambahan bahan organik berakibat buruk bagi tanah. Aplikasi kompos solid dan pupuk hayati dengan konsorsium bakteri selulolitik merupakan alternatif dalam  memperbaiki sifat fisik, kimia dan hayati tanah. Penelitian bertujuan mengetahui kombinasi dosis pupuk N, P, K, solid dan hayati terhadap pertumbuhan dan hasil  jagung manis dalam mengurangi penggunaan pupuk N, P, K. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, sembilan perlakuan dengan tiga ulangan sebagai berikut:    100% pupuk N, P, K; 100% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 50% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati; 25% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 0% Pupuk N, P, K+pupuk hayati (10 ml/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi 75% pupuk N, P, K dengan kompos solid 30 t.ha-1 dan pupuk hayati 10  ml.l-1 (tiga kali aplikasi) menghasilkan tinggi tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot dan hasil bobot tongkol berkelobot per m2 pada tanaman jagung manis varietas Bonanza F1. Pemberian kompos solid dan pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan pupuk N, P, K sebesar 25%.
Application of Microcontroller-Based Temperature and Humidity Control Technology with Internet of Things (IoT) System in Betuah Mushroom MSMEs: Penerapan Teknologi Pengatur Suhu Dan Kelembapan Berbasis Mikrokontroller DenganSistem Internet Of Things(Iot)Pada UMKM Jamur Betuah Padil, Padil; Febrizal, Febrizal; Eteruddin, Hamzah; Dini, Isna Rahma; Huda, Feblil
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.24203

Abstract

Temperature and humidity in the barn greatly affect the growth of oyster mushrooms. Therefore, it is necessary to keep air circulation inside the barn optimised. Betuah mushroom SMEs faces the difficulties in controlling both optimum temperature and humidity for oyster mushroom growth. Therefore, this serviceaims to utilise Internet of Thing (IoT) technology to regulate temperature and humidity for oyster mushroom cultivation using DHT22 sensors in Betuah mushroom MSMEs located in Tuah Madani District, Pekanbaru City. The stages of the method used include socialisation, training, technology application, mentoring and evaluation and program sustainability. From the service carried out, microcontroller-based automatic temperature and humidity control technology with an IoT system was successfully applied. The resulting tool can control the temperature and humidity in the barn according to the set limits. The produced products improved in terms of quality, which the oyster mushroom's both flesh and color is respectively not hard nor yellow. The quantity of fresh mushrooms produced is stable and increasing per day, ranging from 15-20 kg/day to 20-30 kg/day production
PENGARUH IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIOSOMATIK FASE GLOBULAR PISANG KEPOK TANJUNG (Musa paradisiaca L.) SECARA IN VITRO Silvina, Fetmi; Dini, Isna Rahma; Kartika, Titik Dwi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13842

Abstract

Bibit pisang kepok tanjung (Musa paradisiaca L.) saat ini masih sulit ditemukan namun pisang ini cukup banyak diminati. Oleh karena itu, diperlukan teknik kultur in vitro sebagai upaya penyediaan bibit. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi Indole-3-Acetic Acid (IAA) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) terhadap pertumbuhan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung dan mendapatkan kombinasi IAA dan BAP optimal untuk mendukung pertumbuhan eksplan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor: IAA (0; 0,5; 1 dan 1,5 mg/l) dan BAP (0; 2; 4 dan6  mg/l). Hasil penelitian menunjukkan parameter muncul tunas, tinggi tunas dan panjang akar dipengaruhi oleh interaksi IAA dan BAP. IAA berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar sedangkan BAP berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar. Pemberian kombinasi 0,5 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan muncul tunas tercepat (8,43 HST) dan tunas tertinggi (4,97 cm) sedangkan jumlah tunas terbanyak (4,50 tunas) pada kombinasi 1 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan),akar terpanjang (3,93 cm). Persentase keberhasilan pembentukan tunas berkisar 77,80 – 100% disebabkan oleh terjadinya kontaminasi dan browning.
Pemberian Kompos Solid, Pupuk NPK Dan Pupuk Hayati yang diperkaya dengan Mucuna bracteata terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Hapsoh, Hapsoh; Wawan, Wawan; Mukti, Ririn Virintia; Rahma Dini, Isna
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.151-158

Abstract

Peningkatan produktivitas cabai merah dapat dilakukan dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik dalam waktu yang relatif lama dapat menimbulkan penurunan kesuburan tanah dan berkurangnya kandungan bahan organik. Oleh karena itu penggunaan kompos yang berasal dari decanter solid pabrik kelapa sawit dan pupuk hayati yang perkaya Mucuna bracteata dapat digunakan untuk menurunkan penggunaan pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan dosis pupuk terbaik dalam mengurangi dosis pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau pada bulan Agustus 2023 hingga Januari 2024. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 75% pupuk NPK + kompos decanter solid + pupuk hayati (10% M. bracteata) mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang sama dengan 100% pupuk NPK sehingga kombinasi kedua pupuk ini dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK sebesar 25%. Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi pupuk organik dan hayati mampu meningkatkan efisiensi serapan hara serta memperbaiki ketersediaan unsur hara tanah. Kata kunci : limbah kelapa sawit, produktivitas, pupuk anorganik, pupuk hayati, ramah lingkungan
Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) pada Perlakuan Jarak Tanam dan Frekuensi Pemberian Pupuk Hayati Hapsoh; Isna Rahma Dini; Alif Hadi Ariansyah
Jurnal Galung Tropika Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v15i1.1404

Abstract

Sweet potatoes (Ipomoea batatas L.) are an important source of carbohydrates in Indonesia’s food diversification program. Sweet potato production declined from 2020 to 2021, in line with a decrease in harvested area. One effort to increase the productivity of this crop is through optimal planting distance and the use of biofertilizers containing bacteria that play a role in decomposing organic matter and providing nutrients for the plants. This study aims to determine the effect of the combination of planting distance and biofertilizer application frequency on the growth and yield of sweet potato plants. The study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with six treatment combinations of planting distances (75 x 20 cm, 25 cm, and 30 cm) and biofertilizer application frequencies (3 and 4 times), each at 10 ml, with three replications. Analysis results showed that a planting distance of 75 x 30 cm with 3 or 4 applications of biofertilizer optimally increased the number of branches, fresh canopy weight, number and diameter of tubers, and the sweet potato harvest index.
The Growth and Yield of Rice (Oryza sativa L.) with Organic and Inorganic Fertilizer Application by Cellulolytic Microbes in Peat Atrisina Allamah; Hapsoh Hapsoh; Wawan Wawan; Isna Rahma Dini
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 1 No. 3 (2018): InJAR, Vol. 1, No. 3, November 2018
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.58 KB) | DOI: 10.32734/injar.v1i3.472

Abstract

Limitations of productive land causing agricultural extension leads on marginal land. Peatlands are one type of land including the criteria for marginal land. Destruction of peatland ecosystems arising from land management and the selection of one commodity which is not in accordance with the characteristics of peatland. Damage criteria peat in government regulations to function cultivation is more than 0,4 m below the peat surface. One alternative for the agricultural development of peatlands associated with groundwater levels ≤0,4 m to do with the development of food crops, especially rice crops. This is because the root system of the rice crop is only about 40-50 cm categorized shallow roots, thus suitable for development on peatland shallow. This study aims to determine the response growth and yield of rice plants with organic and inorganic fertilizer application by microbial cellulolytic on peat soil. The experimental was conducted from November 2017 to January 2018 in Laboratory of Soil Science and Plant Laboratory, Faculty of Agriculture at Universitas of Riau. The research was conducted using a completely randomized design (CRD), which consists of 7 treatments and 4 replicates so on May 28 experimental units. As for the treatment Control, 50% inorganic fertilizer, 100% inorganic fertilizer, 80 grams of composted rice straw, 160 grams of litter rice straw + 160 ml consortium of microbes, 80 grams of composted rice straw + 50% inorganic fertilizer, 160 grams of rice straw litter + 160 ml of microbial consortium selulitik + 50% inorganic fertilizer. The results showed that addition of 160 g of rice straw litter + 160 ml of microbial + 50% inorganic fertilizer consortium was the best treatment by producing tillers reaching 54,87 tillers, the number of grain per panicle reached 130.57 grains with crop grain weight reaching 57.27 grams, with a percentage of empty the lowest is 3.62%.
INTEGRASI PUPUK ORGANIK HAYATI PADA SISTEM MINA PADI UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Isna Rahma Dini; Hapsoh; Wawan; Sukendi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v9i1.4663

Abstract

Mina padi merupakan salah satu bentuk pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan pertumbuhan padi dan ikan dengan didukung oleh pengunaan pupuk organik hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik hayati pada dua sistem tanam padi sawah (Oryza sativa L.) dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) pada sistem mina padi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan petak Terbagi dengan rancangan dasar rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Petak utama adalah sistem tanam (S) yang terdiri atas sistem tanam konvensional (S1) dan sistem tanam mina padi (S2). Anak petak (P) terdiri atas 3 perlakuan kombinasi yaitu 100% Pupuk N, P, K (P1); 75% pupuk N, P, K + kompos decanter solid + pupuk hayati 3 kali pemberian (P2); 50% pupuk N, P, K + kompos decanter solid + pupuk hayati 4 kali pemberian (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 75% pupuk N, P, K dengan kompos decanter solid, dan pupuk hayati 3 kali pemberian pada sistem tanam mina padi memberikan hasil terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah serta mampu mengurangi penggunaan pupuk N, P, K sebesar 25%. Namun, pemberian kombinasi tersebut tidak berpengaruh pada pertambahan berat ikan.
Transfer Teknologi Budidaya Jamur Tiram pada Ibu PKK Desa Tarai Bangun Kabupaten Kampar: Pengabdian Isna Rahma Dini; Hapsoh Hapsoh; Nisa Azzahra Gusviani; Fetmi Silvina; Erlida Ariani; Prima Andreas Siregar; Evi Sribudiani; Desi Heltina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.6846

Abstract

Jamur tiram merupakan salah satu komoditas hortikultura yang digemari Masyarakat Indonesia, karena cita rasa jamur tiram yang khas dan kandungan gizi yang tinggi seperti protein, vitamin, dan mineral. Permintaan jamur tiram terus meningkat sehingga jamur tiram memiliki nilai ekonomi yang potensial dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan rumah tangga. Namun sebagian besar Masyarakat, khususnya Ibu PKK Desa Tarai Bangun masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai kandungan gizi, teknik budidaya, dan pengolahan jamur tiram menjadi produk bernilai jual. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK dalam mengetahui gizi, Teknik budidaya, serta peluang usaha berbasis jamur tiram. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung agar peserta lebih aktif dan memahami materi secara aplikatif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi peserta dalam mengembangkan usaha budidaya jamur tiram secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi keluarga, melalui pengembangan usaha berbasis pangan lokal yang berkelanjut.
Co-Authors Adiwirman Adiwirman Adiwirman Adiwirman, Adiwirman Afif, Muhammad Naufal Ahmad Sobirin Alif Hadi Ariansyah Amir Franky Simamora Amir Franky Simamora Amun Amri Andri Ansyah Arjuna Kesuma Armaini Armaini Armaini, Armaini Arnis En Yulia Arnisa En Yuli Astri Helga Sianipar Atrisina Allamah Baehaqi Bayu Ariska Andriani Benny Heltonika Bizikri Bizikri David Panusunan Natanael Desi Heltina Desita Salbiah Ekowati Chasanah Elza Zuhry Erlida Ariani Erlida Ariani Evelyn Evelyn Evi Sribudiani Fachri Harisy Fauza Azmimelwa Feblil Huda Febrianti, Berliana Febrizal Ujang Fetmi Silvina Fifi Puspita Firdaus, David Gunawan Tabrani Hamzah Eteruddin Handoko Suryo Purnomo Hapsoh Hapzi Ali Husaini, Rizki Ramadhan Idwar, , Idwar, Idwar Ifah Munifah Kartika, Titik Dwi Kezia Eunika Manurung Komalasari Komalasari Maemunah Maemunah Maisya, Elani Mandataris Manurung, Desi K Mardiana Mardiana Masjudi, Heri Mukti, Ririn Virintia Mustika, Syuri Mutia Fadhila Muttakin, Ahmad Nilna Ulfatul Khairoh Nisa Azzahra Gusviani NISA RACHMANIA MUBARIK Nurman Nurman Padil Padil Pratiwi, Yuharika Prima Andreas Siregar Putri Juliana Roza Rachmad Saputra Rahma Devi Ramalia Noratama Putri Ranuda, Rendika Ririn Virintia Mukti Rizki Darmawan Salhira Ramadhani Sari, Dermala Sartika Sari Setiawan, Debi Setiawan Sianipar, Astri Helga Silvia Reni Yenti Siska Rahayu Sri Yoseva sriwahyuni Sriwahyuni Suci Rahmayuni Sukendi Sukendi Susanti, Selvi Syafrinal Syafrinal Wawan Wawan Wawan Wawan Wawan Wawan Wawan Wawan Wawan Wira Hadi Yoggi Arianjaya Zulfita Sari