Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STATUS GIZI PADA ANAK YANG MENDERITA DEMAM TIFOID Intan Nur ‘Ain; Harapan Parlindungan Ringoringo; Nurul Hidayah; Roselina Panghiyangani; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8793

Abstract

Bakteri Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid, infeksi usus kecil yang parah. Usia, jenis kelamin, dan status gizi adalah tiga faktor yang sering diidentifikasi pada pasien demam tifoid yang masih anak-anak atau remaja. Pemeriksaan status gizi ini diambil menggunakan pengukuran antropometri. Riset ini bertujuan untuk menganalisis gambaran status gizi pada anak yang menderita demam tifoid di RSD Idaman Banjarbaru periode Oktober 2020-September 2022. Populasi riset ini sebanyak 51 pasien anak yaitu 25 balita dan 26 anak usia 5-18 tahun. Data yang digunakan ialah data sekunder dari RSD Idaman Banjarbaru. Hasil riset ini menunjukkan status gizi anak yang menderita demam tifoid berdasarkan usia mayoritas dialami pada usia 5-18 tahun sebanyak 26 anak (51%), berdasarkan jenis kelamin dialami oleh anak laki-laki sebanyak  32 anak (62.7%),  berdasarkan BB/U pada balita dengan gizi buruk sebanyak 11 anak (44%), berdasarkan PB/U atau TB/U pada balita dengan gizi buruk sebanyak 15 balita (60%), berdasarkan BB/PB atau BB/TB pada balita dengan buruk sebanyak 8 balita (32%), dan berdasarkan IMT/U pada anak dengan gizi buruk sebanyak 18 anak (35.3%). Kesimpulan dari riset ini anak yang menderita demam tifoid memiliki status gizi baik.
GAMBARAN KEPATUHAN HAND HYGIENE PADA PESERTA PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER DI RSUD ULIN BANJARMASIN Tashya Mutiara Annisa Putri; Rahmiati Rahmiati; Nina Mulyani; Agung Ary Wibowo; Noor Muthmainah
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8808

Abstract

Pelaksanaan hand hygiene dapat mengurangi peningkatan kejadian Hospital Associated Infections (HAIs). Peserta program studi profesi dokter merupakan salah satu perantara patogen kepada pasien untuk mengurangi kejadian HAIs diperlukan kepatuhan terhadap hand hygiene. Hand hygiene adalah suatu tindakan untuk mengurangi peningkatan angka kejadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kepatuhan hand hygiene pada peserta program studi profesi dokter di RSUD Ulin Banjarmasin berdasarkan jenis kelamin, lama pendidikan, protokol five moments dan cuci tangan 6 langkah. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengamatan langsung dengan populasi peserta program studi profesi dokter. Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember 2022 dengan pengambilan secara consecutive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan angka kepatuhan hand hygiene 33,33% dan melakukan sesuai prosedur 25%. Kepatuhan hand hygiene pada perempuan 35,48% dan laki – laki 31,03%; pada angkatan 31 sebanyak 42,86% dan angkatan 32 sebanyak 25%. Kepatuhan pada tiap momen seelum menyentuh pasien 22,73%, sebelum tindakan aseptis 25%, setelah terpapar cairan tubuh 50%, setelah menyentuh pasien 45,45%, setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien 25%. Hasil penelitian kepatuhan hand hygiene ini didapatkan jenis kelamin perempuan dan angkatan 31 lebih patuh. Kepatuhan momen tertinggi saat setelah terpapar cairan tubuh pasien. Subjek penelitian diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan hand hygiene.
HUBUNGAN FREKUENSI DAN JUMLAH PENGGUNAAN COTTON BUD UNTUK TOILET TELINGA TERHADAP DERAJAT KELUHAN NYERI Anastasia Larasati; Nur Qamariahi; Rahmiati Rahmiati; Alex Syamsuddin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8799

Abstract

Cotton bud merupakan salah satu alat yang kerap digunakan untuk membersihkan telinga. Penggunaan cotton bud dapat mengganggu mekanisme pembersihan serumen secara alami serta dapat menyebabkan trauma dan rasa nyeri pada telinga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi dan jumlah penggunaan cotton bud untuk toilet telinga terhadap derajat keluhan nyeri pada telinga berdasarkan VAS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Angkatan 2019-2021. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan secara daring, didapatkan sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian ini adalah frekuensi dan jumlah penggunaan cotton bud yang terbanyak yakni masing-masing 1-2 kali per minggu (73,3%) dan 1-2 batang (56,7%) setiap kali toilet telinga. Hasil analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan cotton bud (p=1,000) dan jumlah penggunaan cotton bud (p=0,670) terhadap derajat keluhan nyeri. 
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIVIRUS PADA PASIEN RAWAT INAP NON-ICU COVID-19 DI RSUD ULIN BANJARMASIN Kamila Rosyida; Rahmiati Rahmiati; Hendra Wana Nur'amin; Ira Nurrasyidah; Alfi Yasmina
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9982

Abstract

COVID-19 menunjukkan penyebaran secara cepat dengan kondisi rawat inap yang beragam. Terapi antivirus menjadi salah satu terapi utama COVID-19. Sampai sekarang pengobatan antivirus untuk COVID-19 masih menggunakan obat yang telah ada sebelumnya dengan persetujuaan dalam keadaan mendesak. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus pada pasien COVID-19 di ruang rawat inap non-ICU di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional yang menggunakan subjek pasien rawat inap non-ICU COVID-19 berusia >18 tahun berdasarkan catatan pusat data elektronik dan rekam medis yang lengkap pada periode 2020 - 2021. Pada penelitian ini didapatkan 146 subyek dengan antivirus yang digunakan antara lain lopinavir/ritonavir (32,7%), favipiravir (30,8%), remdesivir (19,9%) dan oseltamivir (16,7%). Berdasarkan rentang usia pasien non-ICU COVID-19 paling banyak pada usia 46-65 tahun (47,4%) dengan penggunakan antivirus favipiravir (32,4%) dan lopinavir/ritonavir (32,4%). Berdasarkan jenis kelamin, penggunaan antivirus terbanyak pada lopinavir/ritonavir (36,5%) pada laki-laki serta favipiravir (35,2%) pada perempuan. Berdasarkan komorbid yang paling banyak dimiliki penderita COVID-19 di ruang non-ICU adalah hipertensi (38,64%), dengan penggunaan antivirus remdesivir (26,47%). Berdasarkan durasi rawat inap tersingkat dengan luaran klinis sembuh, penggunaan antivirus terbanyak adalah favipiravir (28,08%) dengan rata-rata 13 hari rawat inap. 
LITERATURE REVIEW: POLA KEPEKAAN Salmonella typhi TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK Novatalia Batosamma; Noor Muthmainah; Rahmiati Rahmiati; Dewi Indah Noviana Pratiwi; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10023

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia terutama di negara berkembang. Angka kesakitan demam tifoid tertinggi terdapat pada golongan anak terutama anak usia sekolah. Pasien sering kali mengobati diri sendiri dengan antibiotik, antibiotik pilihan utama untuk demam tifoid di Indonesia adalah kloramfenikol tetapi pada beberapa tempat dilaporkan resistensi terhadap golongan kloramfenikol. Penulisan yang dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan berdasarkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE dan Google Scholar. Artikel yang disertakan dengan menggunakan Bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2012- 2019. Sebanyak 8 artikel disertakan berdasarkan pada literature review ini. Artikel yang dimuat dalam literature review ini menunjukkan adanya isolatt resisten pada Uji kepekaan antibiotik Salmonella thypi pada terapi utama yang diberikan. Pada beberapa kasus mengalami resisten terhadap ceftriaxone, cefuroxime, amoxicillin, ampicillin, ciprofloxacin, augmentin,fluoroquinolones, azitromisin, dan nalidixic asam. Beberapa obat yang disebutkan sensitif terhadap S. Typhi ada Cefixime, ceftriaxone, kloramfenikol, ofloksasin, sefepim, kuinolon, dan sefalosporin generasi ketiga. 
PENGETAHUAN TENTANG PROGRAM PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN PROGRAM SARJANA DI FK ULM BANJARMASIN Rifkie Irianto Kusuma; Noor Muthmainah; Rahmiati Rahmiati; Agung Biworo; Hendra Wana Nur'amin
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10004

Abstract

Resistensi antibiotik adalah kemampuan suatu bakteri dalam memperlambat kerja dari antibiotik. Hal ini merupakan masalah yang krusial, oleh karena itu Kementerian Kesehatan menetapkan kebijakan Program Pengendalian Resistensi Antibiotik di rumah sakit. Dibuatnya kebijakan tersebut bertujuan untuk menciptakan kesadaran, pemahaman dan komitmen bersama tentang adanya masalah resistensi antibiotik yang ditindaklanjuti dengan gerakan terpadu nasional antara rumah sakit, profesi kesehatan, masyarakat, perusahaan farmasi, dan pemerintah daerah di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang program pengendalian resistensi antibiotik pada mahasiswa PSKPS di FK ULM Banjarmasin. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian observasional survei menggunakan kuesioner. Pengetahuan tentang program pengendalian resistensi antibiotik pada mahasiswa PSKPS di FK ULM Banjarmasin dikategorikan tingkat pengetahuan baik. Hasil penelitian ini didapatkan rerata 75,5% mahasiswa memiliki pengetahuan sangat baik, 19% mahasiswa memiliki pengetahuan baik, dan 5,5% mahasiswa memiliki pengetahuan cukup. 
HUBUNGAN PENGGUNAAN COTTON BUD UNTUK TOILET TELINGA DENGAN DERAJAT KELUHAN GATAL BERDASARKAN NILAI VAS Nadiya Alifa Nur Istiqomah; Nur Qamariah; Rahmiati Rahmiati; Alex Syamsuddin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9996

Abstract

Cotton bud merupakan alat yang sering digunakan untuk mengorek telinga. Penggunaan cotton bud di liang telinga menimbulkan trauma lokal, sehingga memudahkan terjadinya iritasi, inflamasi, hingga infeksi yang dapat menimbulkan keluhan telinga gatal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan frekuensi dan jumlah penggunaan cotton bud untuk toilet telinga dengan derajat keluhan gatal berdasarkan nilai VAS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Pengambilan sampel secara purposive sampling menggunakan kuesioner didapatkan 52 sampel mahasiswa FK ULM angkatan 2019-2021. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi penggunaan cotton bud terbanyak adalah jarang (≤1 kali seminggu), dan mayoritas mahasiswa menggunakan cotton bud dengan jumlah banyak (>1 batang). Intensitas keluhan gatal terbanyak yang dirasakan adalah derajat ringan, diikuti sedang, dan berat. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna, baik pada analisis frekuensi penggunaan, maupun jumlah cotton bud dengan derajat keluhan gatal pada telinga berdasarkan nilai VAS.
PROFIL PASIEN KONFIRMASI COVID-19 YANG DIRAWAT DI RSD IDAMAN BANJARBARU PERIODE 2020-2021 Fasya Nur Adilah; Noor Muthmainah; Nika Sterina Skripsiana; Rina Yuniarti; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9979

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien konfirmasi COVID-19 yang dirawat di RSD Idaman Banjarbaru periode 2020-2021 berdasarkan karakteristik demografi, penyakit komorbid, dan manifestasi klinis. Metode penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan pengambilan data melalui rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 317 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien konfirmasi COVID-19 yang dirawat di RSD Idaman Banjarmasin paling banyak laki-laki (53,6%), kelompok usia 46-59 tahun (39,1%), pendidikan terakhir SMA/MA (40,4%), dan pekerjan sebagai karyawan swasta (27,4%). Sebagian besar pasien mempunyai penyakit komorbid (50,8%). Penyakit komorbid pasien paling banyak adalah hipertensi (67%). Berdasarkan gejala klinis, lebih banyak pasien mengalami batuk (68,5%).
The Influence of Accountability And Transparency on The Management of The Apbesa of Tumbang Bunut Village, Rungan District, Gunung Mas Regency SELVIANI NINGSIH; RAHMIATI RAHMIATI; M.ICHSAN DIARSYAD
Journal Magister Ilmu Ekonomi Universtas Palangka Raya : GROWTH Vol. 5 No. 2 (2019): Journal Magister Ilmu Ekonomi Universitas Palangka Raya,Journal Growth
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52300/grow.v5i2.2338

Abstract

The porpose of this study is to determine the readiness of village government in realizing accountability and transparency in the management of APBDesa By quantitative method there hypotheses proposed in this study. The subjects of this research are 4 principal areas of village, village government of Tumbang Bunut, The sampling technique in this research is done using the techningque of vorposive sampling the instrument of data collection in this research is questionnaire of questionnaire. The resuls of this study indclate that accountability is positively releated to the management of APBDesa, Transparency is also positively realited to the management of APBDesa, and accountability, and transparency together have a positive relationship to APBDesa Mangement
Pelaksanaan Ranah Afektif pada Pembelajaran PAI Kelas VIII di SMPN 3 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Rahmiati Rahmiati; Wedra Aprison; Hamdi Abdul Karim
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023): CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendikia.v3i4.2036

Abstract

This research is motivated by the PAI learning process which prioritizes material rather than attitudes. In this case, the teacher has tried to implement the affective domain approach in PAI learning, but in reality there are still problems regarding students' affective domain in PAI learning. This can be seen from the attitude of students who pay less attention to the teacher when explaining the lesson, such as students talking to their classmates about other things, singing in class, and often excusing themselves during the learning process. The aim of this study is to look at the implementation of the Affective Domain in PAI Learning through a teacher approach. The type of research is descriptive-qualitative, the main informant for this research is an Islamic Religious Education Teacher who teaches in class VIII C, and the supporting informants are students in class VIII C. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and data verification. To test the validity of the data by using data triangulation, namely comparing the results of interviews conducted by key informants with supporting informants and the results of direct observations. The results of this research show that the implementation of the affective domain in PAI learning is through an approach by teachers in the affective domain in Class VIII C of SMPN 3 Tigo Nagari, Pasaman Regency using an experiential approach by teaching knowledge through experience on Sunnah prayer material, the Habituation Approach provides the habit of reading the Al-Qur 'an together before starting learning, the teacher exemplifies the exemplary approach first to the students regarding respect and obedience to parents and teachers before taking the exemplary approach.
Co-Authors Agung Ary Wibowo Agung Biworo Agus Satrya Wibowo Ahmad Rois Aldri Frinaldi Alex Syamsuddin Alfi Yasmina Ali Djamhuri Alma Ridha Hayati Anam, M Khairul Anastasia Larasati Asep Sunarko Asni Asni Banawa Sri Galuh Galuh Deni Mustika Deni Mustika Mustika Dewi Indah Noviana Pratiwi Didik Dwi Sanyoto Donna Octaria DWI SURYANTO Dwiana Savitri Elda Maisy Rahmi Emylda Marsendy Erilia Yusnitha Fasya Nur Adilah Fiderius Ismanto Fitria Husnatarina Golda Belladonna Umbing Hamdi Abdul Karim Harapan Parlindungan Ringoringo Hendra Wana Nur'amin Ila Maghfiroh Indri Febrianti Intan Nur ‘Ain Ira Nurrasyidah Jan Setiawan Kamila Rosyida KIKI NURTJAHJA Lisda Hayatie, Lisda Lusiana Efrizoni M. Ichsan Diarsyad M.ICHSAN DIARSYAD Miftakhurrohmah Miftakhurrohmah Misnawati Misnawati Muhammad Agung Perdana Muhammad Alwi Muhammad Arifin Ilham Muhammad Junaidi Mulyana Nur Amalia Mu’nisatun Sholikhah Sholikhah Nadiya Alifa Nur Istiqomah Nely Yusro Ngatijo Ngatijo Nika Sterina Skripsiana Nina Mulyani Nisa Ananda Noor Muthmainah Novatalia Batosamma Nur Qamariah Nur Qamariahi Nurrahmatun Nisa NURUL HIDAYAH Panghiyangani, Roselina Rahmma Eka Adi Susanti Raymond Meivan Revido Ginting Rifkie Irianto Kusuma Rini Oktavia Risky Sari Purnama Suci Rizky Afrinanda SELVIANI NINGSIH Septa Soraida Suhaimi Suhaimi Sukses Hadi Sutri Indaryati Syafira Delviana Tashid Tashid Tashya Mutiara Annisa Putri Tatik Zulaika Torowati Torowati Torowati Torowati Tri Yulianto ummu Nur Ainun Sajida Umrah Umrah Wedra Aprison Wirta Agustin Yanlinastuti Yanlinastuti Yulianti Yulianti Yusmar Emmy Katin