Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pemilihan Lokasi Ruko di Kota Malang Lisa Astria Milasari
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.171 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v8i1.6209

Abstract

Kebutuhan lahan di kawasan perkotaan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk, memunculkan pertambahan fungsi lahan pada kawasan komersial yang berbentuk ruko (rumah-toko) dengan menawarkan konsep mixed use. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh lokasi yang potensial untuk ruko baru dengan metode konsep analisis faktor dan analisis AHP. Studi ini menunjukkan bahwa kriteria penentuan lokasi didominasi kriteria lokasi, sosial, ekonomi, kebijakan, bangunan, fisik dan transportasi. Dari hasil analisis keseluruhan, di ketahui nilai eigen vector untuk nilai rata-rata kriteria yaitu lokasi 0,40 , sosial 0,27, ekonomi 0,09, bangunan 0,07, kebijakan 0,07, fisik 0,06 dan transportasi sebesar 0,04. Selanjutnya dari prioritas lokasi, lokasi yang memiliki nilai ranking sebesar 9,16 berada di kecamatan Kedungkandang dibandingkan beberapa kecamatan lainnya. Hal ini berkaitan dengan pengembangan jalan lingkar timur Malang-Pandaan diwilayah studi.
Perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-Sanga Elida Sefrina; Prasetyo Prasetyo; Lisa Astria Milasari
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.561 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v7i3.6283

Abstract

Perancangan Monumen Perjuangan Sebagai Identitas Kota Sanga-sanga berperan memperkenalkan sejarah dan potensi kota sebagai destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. Memperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan. Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulan data, analisis, konsep dan drawing. Bentuk tampilan mengambil simbolis perjuangan yaitu tangan dan kobaran api menandakan berkobarnya semangat dalam memperjuangkan   Sanga-sanga   dengan   lima   kobaran   menandakan   5    kelurahan    di    San ga-sanga. Serta minyak bumi melambangkan potensi minyak bumi di kota Sanga-sanga. Hasil pembahasan menunjukkan besaran kebutuhan ruang 13548.81 m2 dengan 2 bangunan sudah ada pada lokasi yaitu museum Merah Putih dan gedung Sandisa. Luas lahan 52000 m2, KDB 14700 m2 dan KDH 34300 m2. Pola gubahan massa terpusat terdiri dari bentuk-bentuk sekunder mengitari bangunan utama. Dengan meninjau konsep matahari diterapkan pada bangunan, jam 12 siang kepala monumen bersinar terang sehingga memperindah dan memberi point tambahan keagungan pada perancangan monumen perjuangan sebagai identitas kota Sanga-sanga.
PENGGUNAAN FACE SHIELD SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DALAM MASA NEW NORMAL PADA KADER POSYANDU KEMUNING Lisa Astria Milasari
Bakti Banua : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): BAKTI BANUA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.059 KB) | DOI: 10.35130/bbjm.v2i1.191

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap masyarakat, salah satunya terdampak di Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu program pencegahan penyebaran Covid-19 adalah pembuatan faceshield (penutup wajah) yang digunakan sebagai pelindung diri dalam pencegahan penularan virus. Meskipun bukan alat pelindung satu-satunya, akan tetapi diperlukan untuk menunjang pencegahan penularan Covid-19. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah para kader posyandu, yang berasal dari anggota masyarakat mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan secara sukarela. Metode yang digunakan adalah dengan membuat alat pelindung diri faceshield, dengan menggunakan mika transparan, dan car aini telah banyak dilakukan di kota-kota lainnya dengan efektif dan aman. Pemerintah mewajibkan penggunaan faceshield, masker dan mencuci tangan sesuai dengan protokol kesehatan pada masyarakat. Dari proses pengabdian yang dilakukan bahwa proses pembuatan melalui beberapa tahapan yang melibatkan sumber daya manusia yaitu kader dan anggota posyandu. Kata kunci: faceshield, pelindung wajah, covid-19, kader
ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH DI KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Lisa Astria Milasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5277

Abstract

Besarnya  penduduk  dan  keragaman  aktivitas  di  Kota,  mengakibatkan  munculnya persoalan dalam pelayanan prasarana perkotaan, salah satunya masalah persampahan. Laju   pertumbuhan   penduduk   akan   berbanding   lurus   dengan   tingkat   konsumsi masyarakat,   sehingga  mengakibatkan   permasalahan   tentang   sampah. Pengelolaan sampah  yang  terbatas  dan  kurang   baik  pada  tempat  pembuangan sampah menjadi salah  satu  faktor  penyebabnya.  Tujuan  dari  penelitian  adalah  mengetahui  kesesuaian lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) sampah di Kecamatan Loa Kulu, sehingga nantinya dapat diketahui pengelolaan persampahan  sebagai  acuan  dalam  menentukan lokasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalisme, dimana dengan metode teoritik dan empiric yang berkaitan dengan identifikasi kriteria penentuan lokasi alternatif Tempat  Pembuangan  Sementara  (TPS)  Sampah  berdasarkan  fenomena  permasalahan yang terjadi pada penyediaan prasarana persampahan yang belum ada secara optimal. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Loa Kulu, dikarenakan Kecamatan Loa Kulu merupakan kawasan perkotaan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis prioritas ini menggunakan alat analisis AHP. Dari hasil analisis, desa yang memiliki nilai tertinggi dan menjadi prioritas terpilih adalah desa Jembayan. Berdasarkan hasil analisa AHP dapat disimpulkan bahwa lokasi terpilih yaitu Jembayan 1 dengan jumlah lokasi 1,62, kepadatan penduduk dengan jumlah 0,48, dan jumlah untuk jarak TPS Ke TPA 0,9 sehingga jumlah total adalah 3. Berarti lokasi yang paling sesuai untuk lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) sampah, karena memupakan lokasi agglomerasi pengelolaan sampah yang didukung dengan kondisi jalan yang baik (perkerasan aspal) serta banyaknya jumlah penduduk. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada peta 2 lokasi terpilih sebagai   lokasi   tempat   pembuangan   sementara  (TPS) sampah  kabupaten  Kutai Kartanegara.Kata Kunci: pemilihan lokasi, tempat pembuangan sampah sementara
Analisis Kebutuhan Infrastruktur Jalan Pada Sektor Pertanian di Kabupaten Paser Mulyadi Mulyadi; Lisa Astria Milasari; Rusdi Doviyanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.25 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v10i1.6485

Abstract

Kondisi sektor pertanian di Kabupaten Paser saat ini terus berkembang.Mengingat kontribusi masing-masing lapangan usaha terhadap nilai nominal PDRB, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh sektor dominan yaitu pertanian dengan nilai 11,52 persen terhadap nilai total PDRB. Oleh karena itu, setidaknya hal yang perlu dilakukan untuk melakukan pengembangan sentra pertanian tersebut, yaitu memetakan lokasi dan infrastruktur jalan pada kawasan sentra produksi pertanian. Luas lahan pertanian Kabupaten Paser adalah 1090,380 hektar, yang terdiri dari 13,729 hektar lahan sawah dan 1076,651 hektar lahan bukan sawah. Sedangkan, luas lahan bukan pertanian kabupaten paser adalah sebesar 69,934 hektar. Pada sub sektor perkebunan didominasi perkebunan kelapa sawit sebanyak 20,534 hektar di Kecamatan Tanjung Harapan. Sementara itu, untuk komoditas karet kakao sebanyak 8,382 hektar. Konektivitas kebutuhan infrastruktur jalan dengan sentra produksi bersifat tidak menyeluruh, mengingat kondisi jalan diKabupaten Paser sebagian besar rusak. The condition of the sector in Paser Regency is currently growing. Given the contribution of each field to the nominal value of GRDP, economic growth is influenced by the dominant sector, which is 11.52 percen of the total value of GRDP. Therefore, at least the things that need to be done to develop these agricultural centers, namely the construction of locations and road infrastructure in the areas of agricultural production centers. The agricultural land area of Paser Regency is 1090,380 hectares, which consists of 13,729 hectares of paddy fields and 1076,651 hectares of non-rice  fields.  Meanwhile,  the  area  of non-agricultural  land  in  Paser  Regency  is  69,934 hectares. The plantation sub-sector is dominated by oil palm plantations covering an area of 20,534 hectares in Tanjung Harapan District. Meanwhile, for cocoa rubber commodity as much as 8,382 hectares. The connectivity of road infrastructure needs with production centers is comprehensive, considering that most of the roads in Paser Regency are damaged.
PEMETAAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR JALAN PADA SENTRA PRODUKSI PERTANIAN DI KABUPATEN PASER Lisa Astria Milasari
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v10i2.1453

Abstract

The condition of the sector in Paser Regency is currently growing. Given the contribution of each field to the nominal value of GRDP, economic growth is influenced by the dominant sector, which is 11.52 percen of the total value of GRDP. Specifically for Paser Regency, the impact of infrastructure development is an increase in the added value of the sector and has an effect on increasing the allocation of infrastructure spending in Paser Regency. Therefore, at least the things that need to be done to develop these agricultural centers, namely the construction of locations and road infrastructure in the areas of agricultural production centers. Paser Regency is dominated by food crops sub-sector and plantation sub-sector. The agricultural land area of ​​Paser Regency is 1,090,380 hectares, which consists of 13,729 hectares of paddy fields and 1,076,651 hectares of non-rice fields. Meanwhile, the area of ​​non-agricultural land in Paser Regency is 69,934 hectares. The plantation sub-sector is dominated by oil palm plantations covering an area of ​​20,534 hectares in Tanjung Harapan District. Meanwhile, for cocoa rubber commodity as much as 8,382 hectares. The connectivity of road infrastructure needs with production centers is comprehensive, considering that most of the roads in Paser Regency are damaged.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pemilihan Lokasi Ruko di Kota Malang Lisa Astria Milasari
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v8i1.6855

Abstract

Kebutuhan lahan di kawasan perkotaan semakin meningkat sejalandengan pertumbuhan penduduk, memunculkan pertambahan fungsilahan pada kawasan komersial yang berbentuk ruko (rumah-toko)dengan menawarkan konsep mixed use. Penelitian ini diharapkan dapatmemperoleh lokasi yang potensial untuk ruko baru dengan metodekonsep analisis faktor dan analisis AHP. Studi ini menunjukkan bahwakriteria penentuan lokasi didominasi kriteria lokasi, sosial, ekonomi,kebijakan, bangunan, fisik dan transportasi. Dari hasil analisiskeseluruhan, di ketahui nilai eigen vector untuk nilai rata-rata kriteriayaitu lokasi 0,40 , sosial 0,27, ekonomi 0,09, bangunan 0,07, kebijakan0,07, fisik 0,06 dan transportasi sebesar 0,04. Selanjutnya dari prioritaslokasi, lokasi yang memiliki nilai ranking sebesar 9,16 berada dikecamatan Kedungkandang dibandingkan beberapa kecamatan lainnya.Hal ini berkaitan dengan pengembangan jalan lingkar timur Malang-Pandaan diwilayah studi.
Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak Pasca Covid-19 di Kota Samarinda: Socialization of the Importance of Maintaining the Health of Mothers and Children Post Covid-19 in Samarinda City Lisa Astria Milasari
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahaya lingkungan fisik, biologi atau kimia harus dikelola untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman. Salah satunya adalah pelatihan bagi ibu dan anak tentang kebersihan diri dan mengikuti pedoman kesehatan, seperti sering mencuci tangan dengan sabun, memakai masker di tempat umum dan makan sehat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada ibu dan anak yang berisikan imbauan dan pemahaman mengenai protokol kesehatan sebagai bentuk penanganan covid-19. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan tidak menggunakan hipotesis yang berupa dugaan sementara dalam proses analisisnya. Lokasi pengabdian dilakukan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda dengan melibatkan salah satu fasilitas kesehatan Posyandu Kemuning. Pelaksanaan pengabdian masyarakat kepada Kader Posyandu Kemuning telah berhasil dilaksanakan dengan baik, selain membantu menyiapkan alat pembuatan cuci tangan sementara dan pentingnya penggunaan masker dan pola makan, yakni selanjutnya didistribusikan di titik lokasi yang sering dilewati.
INVENTARISASI JENIS TANAMAN SEBAGAI PENYERAP POLUTAN PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SAMARINDA (Studi Kasus : Taman Samarendah) Sujalu, Akas Pinaringan; Milasari, Lisa Astria
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.8125

Abstract

Sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan adalah melalui pembangunan taman kota yang mengoptimalkan fungsi sosial, ekonomi, ekologi dan estetika. Ruang terbuka hijau publik di Kota Samarinda memiliki 19 titik lokasi persebaran taman kota namun yang menjadi ikon Kota Samarinda yakni pada Taman Samarendah. Dengan memiliki luas area di atas tanah 2,5 hektar dengan luas taman sekitar 1,4 hektar.  Selain itu, peruntukan ruang terbuka hijau masih kurang optimal pada jenis tanaman yang dikelola dimana, inventarisasi ini sebagai pendukung baseline keanekaragaman hayati pada perkembangan Kota Samarinda sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Negara Nusantara. Urgensi dari dilakukannya penelitian ini adalah sebagai identifikasi dan memberikan informasi terkait keberadaan jenis tanaman sebagai penyerap polutan udara di ruang terbuka hijau dan dapat dilanjutkan kajian kandungan setiap jenis tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah identifikasi lokasi pada aspek lahan, pengambilan sampel dengan metode jelajah diseluruh area lokasi RTH dan dari hasil sampel yang telah diidentifikasi selanjutnya diklasifikasikan. Selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif kualitatif, dengan parameter data yang digunakan adalah hasil pengamatan sampel dan perbandingan dengan literatur. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya 10 jenis familia yang dapat menyerap polutan pada taman samarendah, manfaat dari jenis tanaman ini sebagian besar dilakukan inventarisasi tanaman penyerap polutan yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko polusi udara di wilayah perkotaan.
Efektivitas Fungsi Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Perkotaan Samarinda Milasari, Lisa Astria; Doviyanto, Rusdi; Tandiayu, Charisma Theresensia; Nabawi, Aqmal Nabil
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v12i3.8446

Abstract

Selama tahap awal pembangunan kota, sebagian besar lahan adalah ruang hijau terbuka, karena kebutuhan ruang untuk menampung penduduk dan aktivitas mereka, ruang hijau ini cenderung berubah menjadi kawasan terbangun. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengkaji kesesuaian ruang terbuka hijau terhadap jumlah penduduk di kawasan perkotaan Kota Samarinda. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil pembahasan menunjukkan bahwa penilaian terhadap tingkat efektivitas  fungsi ruang terbuka hijau sebagai ruang publik didominasi oleh variabel yang tergolong efektif yaitu sebanyak 5 (lima) variabel. Sedangkan, variabel lain tergolong cukup efektif sebanyak 4 (empat) variabel. Variabel yang tergolong efektif yaitu variabel fungsi RTH, perilaku pengunjung, fasilitas penunjang, dan fungsi sosial. Kemudian, variabel yang tergolong cukup efektif yaitu variabel fungsi ekonomi, fungsi kelembagaan, pemanfaatan lahan dan fungsi lahan. Melalui tabel hasil analisa diatas, diketahui bahwa variabel yang memiliki nilai efektivitas paling tinggi adalah variabel fasilitas penunjang dengan nilai efektivitas sebesar 2,9. Sedangkan, variabel yang memiliki tingkat efektivitas paling rendah adalah variabel fungsi lahan dengan nilai efektivitas sebesar 2,1.