Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Open Journal System (OJS) Menuju Jurnal Terakreditasi pada Editor Jurnal Jumani Jumani; Akas Pinaringan Sujalu; Lisa Astria Milasari; Findia Findia
TAAWUN Vol. 2 No. 02 (2022): TA'AWUN AUGUST 2022
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v2i02.318

Abstract

Scientific journals are one of the means of formal communication in various knowledge and research results by both researchers and academics. The management of scientific journals towards accredited journals requires several strategies to improve, one of which is at the University of 17 August 1945 Samarinda which currently has 11 journals with an existing open journal system (OJS). This service activity aims to find out and implement the journal publishing process through OJS in accordance with journal accreditation requirements and understand electronic journal management standards based on national journal accreditation regulations and international journal rules. The target of this activity is journal editors as journal managers in the campus environment and able to cooperate in improving accredited journals. The method of this service activity is situation analysis and improvement which is then carried out in four stages, namely the planning stage, activity implementation, activity observation (observation) and mentoring stage. The benchmark for the respondents of the training participants was analyzed in the participant's question and answer session with the journal trainer. In addition, the participants' respondents from the increased understanding of the participants became increased due to their curiosity about the journal management process. Therefore, it can be concluded that the mentoring activities and training provided on the management of scientific journals are effective in increasing participants' understanding in terms of managing scientific journals.
OPTIMALISASI FUNGSI TAMAN KOTA PADA MASA PANDEMI DI KECAMATAN SUNGAI KUNJANG Milasari, Lisa Astria; Doviyanto, Rusdi
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v10i2.289

Abstract

Abstrak: Optimalisasi Fungsi Taman Kota pada Masa Pandemi Di Kecamatan Sungai Kunjang. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui fungsi taman kota sebagai kebutuhan ruang terbuka hijau bagi disabilitas. Pada pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik sebagai perumusan kriteria fungsi taman kota bagi disabilitas. Dari hasil penelitian menunjukkan jumlah penyandang disabilitas Kota Samarinda telah mencapai 261 orang, terdiri dari 97 orang memiliki cacat fisik, 27 orang tuna netra, 45 orang tuna rungu, 26 orang cacat mental atau jiwa,16 orang cacat fisik dan mental, dan 50 orang cacat lainnya. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan pembagian fungsi taman kota pada penelitian ini dibagi fungsi yakni fungsi fisik dan fungsi non fisik. Sedangkan pada fungsi non fisik taman kota berupa fungsi pengguna (disabilitas), fungsi sosial, fungsi ekologis, dan fungsi keindahan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan peranan taman kota masih belum dapat terpenuhi kenyamanan dan penggunaan aktivitas bagi disabilitas. Kata kunci: Fungsi, Taman Kota, Optimalisasi Abstract: Optimizing the Function of City Parks during the Pandemic in Sungai Kunjang District. This study aims to determine the function of urban parks as a need for green open space for people with disabilities. This research approach uses a rationalistic approach as a formulation of criteria for the function of urban parks for people with disabilities. The results showed that the number of people with disabilities in Samarinda City has reached 261 people, consisting of 97 people with physical disabilities, 27 people who are blind, 45 people who are deaf, 26 people with mental or mental disabilities, 16 people with physical and mental disabilities, and 50 other people with disabilities. Based on the results of the study, it shows that the division of city park functions in this study is divided into functions, namely physical functions and non-physical functions. Meanwhile, the non-physical functions of urban parks are in the form of user functions (disabilities), social functions, ecological functions, and beauty functions. The results of this study show that the role of urban parks still cannot be fulfilled by comfort and use of activities for people with disabilities. Keywords: Function, City Park, Optimization
Pelatihan Dasar Literasi Keamanan Siber bagi Guru dan Pelajar dalam Meningkatkan Kesadaran Keamanan Data Pribadi Moh. Solehuddin; Dipa Teruna Awaludin; Salha Marasaoly; Syamsu Rijal; Lisa Astria Milasari
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai literasi keamanan siber (cybersecurity) bagi guru dan pelajar dalam upaya melindungi data pribadi di era digital. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan dasar yang mencakup konsep keamanan siber, identifikasi ancaman siber, serta praktik pencegahan dan penanganan risiko keamanan data. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus nyata yang relevan dengan aktivitas digital sehari-hari. Peserta pelatihan terdiri dari guru dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, yang dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak akan pemahaman keamanan siber di lingkungan sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya keamanan data pribadi. Indikator keberhasilan diukur melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta sebesar 35%. Selain itu, peserta juga mampu mengidentifikasi ancaman siber seperti phishing, malware, dan pencurian data, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta secara individual, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan budaya keamanan siber di lingkungan sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan literasi keamanan siber merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran dan ketahanan digital di kalangan pendidik dan pelajar. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup perluasan cakupan peserta, pendalaman materi, serta kolaborasi dengan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terpercaya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi inisiatif serupa dalam upaya meningkatkan literasi keamanan siber di masyarakat.
Edukasi Keamanan Siber: Pelatihan Dasar Mengenali Phishing dan Proteksi Data Pribadi di Dunia Digital Lubis, Hendarman; Awaludin , Dipa Teruna; Sari, Dyan Prawita; Milasari, Lisa Astria; Sofyan, Sofyan
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Mei 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, namun juga diiringi dengan meningkatnya risiko terhadap keamanan siber, terutama dalam bentuk serangan phishing dan kebocoran data pribadi. Kurangnya literasi digital masyarakat, khususnya dalam hal keamanan informasi, menjadi celah yang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai ancaman siber serta memberikan pelatihan dasar dalam mengenali karakteristik serangan phishing dan langkah-langkah perlindungan data pribadi di dunia digital. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, simulasi kasus, dan sesi tanya jawab interaktif kepada peserta yang terdiri dari pelajar, guru, dan warga umum di wilayah target. Materi pelatihan mencakup pengenalan jenis-jenis phishing, tanda-tanda pesan mencurigakan, penggunaan autentikasi ganda, serta praktik baik dalam menjaga keamanan akun digital dan data pribadi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terhadap isu keamanan siber, dengan lebih dari 85% peserta mampu mengidentifikasi pesan phishing dan memahami pentingnya pengamanan data pribadi setelah pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dasar mengenai keamanan siber sangat diperlukan dan efektif dalam membangun budaya digital yang aman di tengah masyarakat. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas serta integrasi teknologi pembelajaran yang lebih interaktif.
Pelatihan Aplikasi SafeNet sebagai Media Pembelajaran Perlindungan Data Pribadi untuk Pelajar Berbasis Game Edukatif Latif, Isnawati Nur Afifah; Maipauw, Musa Marsel; Harun, Rofiq; 'ulya, Nurul Kholisatul; Milasari, Lisa Astria
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Mei 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya trend pemakaian digital di kalangan pelajar namun tidak diimbangi dengan pengertian tentang kepentingan perlindungan data pribadi. Ketidakmampuan beradaptasi dengan rendahnya akses literasi digital, terutama dalam hal perlindungan informasi internal sendiri, potensial dapat menambah risiko pencurian data dan salah gunakan identitas digital. Dalam rangka tersebut, tim pengabdi melaksanakan pelatihan aplikasi SafeNet, yang merupakan media pembelajaran berbasis permainan edukatif dan dirancang secara khusus memperkenalkan konsep perlindungan data pribadi dengan cara interaktif dan menyenangkan untuk siswa. Penyelenggaraan kegiatan terdiri atas tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan langsung, serta akhir evaluasi pemahaman peserta. Peserta pelatihan adalah siswa-siswa SMP yang telah aktif menggunakan alat digital dalam belajar maupun dalam aktivitas sehari-harinya. Seperti ditunjukkan dari hasil kegiatan, aplikasi SafeNet lebih mampu memberikan pemahaman kepada peserta tentang baik jenis-jenis data pribadi, ancaman-ancaman paling bersifat digital, serta langkah-langkah preventif dalam pengamanan informasi pribadi. Selain itu, pendekatan game edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan membentuk model edukasi literasi digital yang dapat direplikasi pada sekolah-sekolah lain agar menghasilkan generasi muda yang instruktif dan bertanggung jawab dalam teknologi.
OPTIMALISASI FUNGSI TAMAN KOTA PADA MASA PANDEMI DI KECAMATAN SUNGAI KUNJANG Milasari, Lisa Astria; Doviyanto, Rusdi
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v10i2.289

Abstract

Abstrak: Optimalisasi Fungsi Taman Kota pada Masa Pandemi Di Kecamatan Sungai Kunjang. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui fungsi taman kota sebagai kebutuhan ruang terbuka hijau bagi disabilitas. Pada pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik sebagai perumusan kriteria fungsi taman kota bagi disabilitas. Dari hasil penelitian menunjukkan jumlah penyandang disabilitas Kota Samarinda telah mencapai 261 orang, terdiri dari 97 orang memiliki cacat fisik, 27 orang tuna netra, 45 orang tuna rungu, 26 orang cacat mental atau jiwa,16 orang cacat fisik dan mental, dan 50 orang cacat lainnya. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan pembagian fungsi taman kota pada penelitian ini dibagi fungsi yakni fungsi fisik dan fungsi non fisik. Sedangkan pada fungsi non fisik taman kota berupa fungsi pengguna (disabilitas), fungsi sosial, fungsi ekologis, dan fungsi keindahan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan peranan taman kota masih belum dapat terpenuhi kenyamanan dan penggunaan aktivitas bagi disabilitas. Kata kunci: Fungsi, Taman Kota, Optimalisasi Abstract: Optimizing the Function of City Parks during the Pandemic in Sungai Kunjang District. This study aims to determine the function of urban parks as a need for green open space for people with disabilities. This research approach uses a rationalistic approach as a formulation of criteria for the function of urban parks for people with disabilities. The results showed that the number of people with disabilities in Samarinda City has reached 261 people, consisting of 97 people with physical disabilities, 27 people who are blind, 45 people who are deaf, 26 people with mental or mental disabilities, 16 people with physical and mental disabilities, and 50 other people with disabilities. Based on the results of the study, it shows that the division of city park functions in this study is divided into functions, namely physical functions and non-physical functions. Meanwhile, the non-physical functions of urban parks are in the form of user functions (disabilities), social functions, ecological functions, and beauty functions. The results of this study show that the role of urban parks still cannot be fulfilled by comfort and use of activities for people with disabilities. Keywords: Function, City Park, Optimization
EDUKASI PADA KADER POSYANDU DALAM DETEKSI RISIKO STUNTING Yuliani, Wiwin; Ulfha, Sri Maria; Milasari, Lisa Astria; Meliana, Igat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28492

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Stunting memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja Posyandu untuk menemukan anak-anak yang rentan terhadap stunting di tempat kerja mereka. Metode dalam kegiatan ini menggunakan psikoedukasi, yang terdiri dari dua sesi: yaitu seminar dan tanya jawab yang melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan akademisi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa anggota staf Posyandu telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang signifikan tentang tanda-tanda risiko stunting, metode pengukuran antropometri yang tepat, dan pentingnya gizi seimbang. Pembahasan hasil menunjukkan bahwa intervensi edukasi yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas kader Posyandu dalam mendeteksi dan menindaklanjuti kasus-kasus risiko stunting di masyarakat. Edukasi ini juga diharapkan dapat memperkuat sistem pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa, serta berkontribusi pada upaya nasional untuk mengurangi prevalensi stunting di Indonesia.
SOSIALISASI UNTUK MENGENALI DIRI SENDIRI DAN MENGGALI POTENSI DIRI DALAM PEMBERDAYAAN MAHASISWA Asri, Yoana Nurul; Gunardi, Sukmo; Jauhari, Diwan Ramadhan; Milasari, Lisa Astria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36119

Abstract

Kegiatan sosialisasi untuk mengenali diri sendiri dan menggali potensi diri merupakan langkah penting dalam pemberdayaan mahasiswa. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran diri mahasiswa terhadap kekuatan, kelemahan, serta potensi yang mereka miliki, guna mengoptimalkan keterlibatan mereka dalam pengembangan diri dan kontribusi sosial. Melalui pendekatan soft skills, program ini terdiri dari sesi seminar, diskusi kelompok, serta latihan pengembangan diri yang dirancang untuk membantu mahasiswa lebih memahami minat, bakat, dan tujuan hidup mereka. Hasil dari program menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini mengalami peningkatan dalam hal pengetahuan dan kesadaran diri, serta kemampuan dalam mengidentifikasi langkah-langkah konkret untuk mengembangkan potensi diri mereka di lingkungan akademik dan sosial. Program ini juga menekankan pentingnya pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri, yang dianggap penting dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemberdayaan mahasiswa di masa depan.
PELATIHAN JUALAN ONLINE UNTUK UMKM PEMULA DI ERA DIGITAL arumsari, kusuma; Nurhayati; Fardhoni; Lisa Astria Milasari
Komunikasi Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 No 1 April 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i1.34

Abstract

In today's digital era, the transformation of consumer behavior in shopping habits demands that MSME actors adapt, particularly through online platforms. Unfortunately, many novice entrepreneurs still lack an understanding of how to utilize digital technology, due to limited knowledge, access, or suitable devices. This community service activity aimed to provide basic online selling training for beginner MSME actors to enhance their competitiveness. The training was held on Saturday, April 26, 2025, in a village in Ciamis and was attended by approximately 25 participants, mostly housewives running small home-based businesses. The training adopted a hands-on approach, covering how to create a marketplace account, upload product catalogs, set prices (including the strikethrough pricing feature), and choose appealing product photos. The session was conducted in a relaxed and collaborative atmosphere. More tech-savvy participants assisted those less familiar, despite technical challenges such as limited internet data, slow devices, or poor-quality product photos. High enthusiasm was reflected in the active participation during practice and discussion sessions. Some participants even managed to evaluate their products from a consumer’s perspective. The results of the activity indicate that the training was effective in enhancing basic digital marketing skills among beginner MSME actors.
A PELATIHAN DASAR PENGGUNAAN AI GENERATIF UNTUK MEMBANTU PRODUKSI KONTEN UMKM Widyastuti Andriyani; Prisilia Talakua; Lisa Astria Milasari; Firman Noor Hasan
Komunikasi Vol 2 No 2 (2025): Volume 2 No 2 Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i2.36

Abstract

The purpose of this community service research is to measure the effectiveness of basic training on the use of generative AI in assisting content production for MSMEs in Yogyakarta. This training was designed to address the main challenges faced by MSMEs, namely limited resources and expertise in creating consistent and high-quality digital marketing content. Through an interactive workshop method focused on hands-on practice, 25 MSME actors were educated on the concept of generative AI, prompt engineering techniques, and the utilization of AI tools. The evaluation results showed a significant increase in participant understanding, content quality, and time efficiency, where participant understanding jumped from 15% to 95%, content quality increased by 60%, and time efficiency improved by 40%. In conclusion, this training proves that the integration of generative AI is an effective strategic solution for empowering MSMEs, enhancing their competitiveness, and fostering sustainable business growth in the digital era.