Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Short Education Movie dan Media Poster terhadap Pengetahuan dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Pasca Bencana Banjir pada Masyarakat di Desa Binaan Keutapang Lhoksukon Aceh Utara Zara, Noviana; Novalia, Vera; Utariningsih, Wheny; Yuziani, Yuziani; Meutia, Zahra; Imanda, Fetty
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2715

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi yang sangat rawan terjadi bencana alam, khususnya bencana banjir. Banjir memberikan berbagai macam dampak bagi masyarakat, diantaranya muncul berbagai macam penyakit infeksi menular pasca banjir seperti infeksi pernapasan akut, demam berdarah, malaria, diare, penyakit kulit, dan lainnya. Pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap sikap dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menular akibat banjir. Lhoksukon merupakan salah satu kabupaten yang ada di Aceh utara yang sering terkena dampak bencana banjir karena berada pada jenis tanah inceptisol, dengan tekstur tanah yang halus dan tidak jauh dari sungai Krueng Keureuto sehingga perlu adanya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesehatan pasca bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi dengan media audiovisual dan media poster tentang pencegahan penyakit pasca bencana banjir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan one-group pretest- postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Keutapang. Sampel penelitian ini adalah masyarakat Desa Keutapang yang hadir disaat penelitian. Sampel diambil dengan menggunakan purpose sampling. Alat pengukuran berupa kuesioner dengan skala skala Gutman. Data dianalisis dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa video lebih efektif dibandingkan media poster.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Anjani, Raihannisa; Sahputri, Juwita; Novalia, Vera
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2918

Abstract

Staphylococcus aureus termasuk bakteri berjenis gram positif yang bisa menjangkit pada manusia, seperti keracunan akibat makanan, infeksi ringan hingga serius yang bisa berujung pada kematian. Antibiotik yang biasa digunakan dalam pengobatan sudah resisten pada bakteri Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, resistensi antibiotik pada bakteri memberikan peluang yang sangat baik untuk memperoleh senyawa antibakteri pada tumbuhan, salah satunya yaitu bawang merah (Allium cepa L.). Pada saat diuji fitokimia dalam umbi bawang merah, hasil yang ditemukan yaitu adanya senyawa aktif yang berguna untuk antibakteri seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan glikosida. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya kemampuan efektivitas antibakteri dari ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penghambatan dari pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode dari penelitian ini dengan cara posttest only control group design. Uji antibakteri menggunakan metode sumuran serta ekstrak umbi bawang merah dengan berbagai konsentrasi yaitu 100%, 125%, dan 150%, Dimethylsulfoxide dipilih menjadi kontrol negatif dan antibiotik eritromisin dipilih menjadi kontrol positif. Hasil penelitian ini didapatkan adanya zona hambat antibakteri pada ekstrak umbi bawang merah konsentrasi 100%, 125%, 150% secara berturut-turut memperoleh ukuran mean diameter zona hambat sebesar 9,96 mm, 12,8 mm, dan 14,94 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan yang bermakna antar semua kelompok ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Karakteristik Pasien Penderita Nodul Tiroid Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, dan Gambaran Histopatologi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Tahun 2021-2023 Ultsany, Mutia; Khairunnisa Z, Khairunnisa Z; Novalia, Vera
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i2.3566

Abstract

Thyroid nodules are the most common endocrine system disorders and have increased in recent years by around 20-68%. Most occur in women compared to men, especially in old age. To diagnose a thyroid gland lump for sure by performing a histopathological examination, this examination can also determine whether the thyroid nodule is malignant or not. The purpose of this study was to determine the characteristics of thyroid nodule patients at the Cut Meutia General Hospital, North Aceh based on age, gender, and histopathological features in 2021-2023. This study is an observational descriptive study, with a cross-sectional method, by collecting patient medical record data in January 2021 - December 2023 which was taken by total sampling according to the criteria determined in this study and using the SPSS program and presented in the form of tables and narratives. The results of this study obtained 108 medical records that met the inclusion criteria, with the highest frequency based on age in the 41-50 year group of 27.8%. The highest frequency based on gender was in women at 84.3%. The highest frequency based on histopathology results of the non-neoplastic type of Follicular Adenoma was 41.7%% and the neoplasm type of Follicular Carcinoma was 27.8%. The conclusion obtained in this study showed that the majority of thyroid nodule patients were aged 41-50 years, female, and the most histopathology results were benign with the follicular adenoma type and malignant with the follicular carcinoma type.
Upaya Pengelolaan Tinea Corporis pada Pasien Perempuan Usia 50 Tahun dengan Pelayanan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Chairina, Nanda; Zara, Noviana; Utariningsih, Wheny; Novalia, Vera; Debbyousha, Maulina; Mardiati, Mardiati; Fitriany, Julia; Mauliza, Mauliza; Muna, Zurratul; Julistia, Rini
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 1 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i1.10180

Abstract

Pasien perempuan berusia 50 tahun datang dengan keluhan timbulnya bercak kemerahan disertai rasa gatal pada daerah perut sejak ± 2 minggu yang lalu. Menurut pasien, awalnya dirinya tidak menyadari adanya bercak kemerahan yang timbul. Bercak awalnya muncul dengan sisik putih sebesar uang logam di perut dan lama-kelamaan berubah menjadi kemerahan. Bercak kemerahan tersebut dirasakan sangat gatal terutama bila berkeringat dan membaik saat setelah mandi. Apabila bercak terasa gatal, pasien juga sering menggaruk bercak tersebut sehingga semakin melebar. Menurut pasien gatal tidak dipengaruhi makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Pasien didiagnosis tinea corporis dengan status gizi baik. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Diperlukan berbagai pendekatan untuk melakukan tatalaksana komprehensif terhadap masalah kesehatan, baik secara medikamentosa dan non medikamentosa serta edukasi untuk memperbaiki kualitas hidup dan mencegah terjadinya perburukan kesehatan yang lebih lanjut.
Studi Kasus Gizi Kurang pada Anak Usia 49 Bulan di Desa Geulumpang Sulu Timu Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara Lubis, Aisyah Nita Yasmin; Savitri, Dhannisa Ika; Ardiansyah, Tgk. Fikri; Kholilullah, Vina Zaynah; Mailyn, Yaiza Aynaya; Zara, Noviana; Maulina, Meutia; Novalia, Vera; Utariningsih, Wheny; Dewi, Rahmia; Ita Zahara, Cut
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 1 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i1.13758

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor penting yang dapat menentukan tingkat kesehatan antara pertumbuhan fisik dan perkembangan mental seseorang. Balita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi. Penyebab langsung terjadinya gizi kurang salah satunya dipengaruhi oleh asupan zat gizi. Gizi kurang masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Oleh karena itu, dalam   upaya penatalaksaan penyakit dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai  tujuan terapi yang maksimal. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. A, laki-laki berusia 49 bulan di Desa Geulumpang Sulu Timu, Dewantara, Aceh Utara tahun 2023. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. Diagnosis gizi kurang ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi dan    pemantauan pada anak dan keluarga didapatkan ada hasil perbaikan di akhir kunjungan. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 11,8 kg, kunjungan kedua 12 kg, kunjungan ketiga 12,5 kg. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pola asuh ibu, ekonomi keluarga dan kurangnya promosi kesehatan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L) terhadap Jumlah Sel pada Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model Parkinson yang diinduksi Haloperidol Novalia, Vera; Agustari, Farah; Z, Khairunnisa
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.22003

Abstract

Penyakit Parkinson ialah penyakit neurodegeneratif dengan ditandai hilangnya atau degenerasi neuron dopaminergik pada substantia nigra pars compacta (SNc). Kerusakan ini dapat terjadi karena penuaan dan adanya stres oksidatif yang disebabkan radikal bebas. Pada kunyit terdapat kandungan kurkumin yang memiliki aktivitas neuroprotektif dan antioksidatif yang mampu mencegah gangguan neurodegeneratif akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah sel neuron pada otak tikus putih model Parkinson yang diinduksi haloperidol dengan pemberian ektrak rimpang kunyit. Penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorik dengan rancangan posttest only control group design, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 24 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol negatif diinduksi haloperidol tanpa pemberian ekstrak rimpang kunyit, dan kelompok perlakuan 1 dan 2 dengan diinduksi haloperidol dan pemberian ekstrak rimpang kunyit dengan dosis 400 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata jumlah sel neuron sehat pada perlakuan 1 (77,2) dan perlakuan 2 (97,93) dibandingkan kelompok kontrol negatif (44,95) yang diinduksi haloperidol tanpa pemberian ekstrak rimpang kunyit. Pada uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,039 (p<0,05), dapat diartikan adanya perbedaan di antara keempat kelompok perlakuan dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok normal dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L) berpengaruh terhadap peningkatan jumlah sel neuron sehat pada otak tikus putih (Rattus norvegicus) model parkinson yang diinduksi haloperidol, dengan dosis optimal 600 mg/kgBB.
Pengaruh Kurang Tidur Terhadap Short Term Memory Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Malikussaleh Hasibuan, Imam Irawan Saputra; Nadira, Cut Sidrah; Novalia, Vera
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32149

Abstract

Memori jangka pendek ialah sebuah sistem yang menyimpan informasi sementara dalam otak yang memiliki kapasitas terbatas dan berfungsi sebagai pengatur pemrosesan data tanpa melakukan pengolahan lebih lanjut. Peran utamanya adalah menyimpan informasi untuk sementara waktu agar dapat ditinjau dan diulang kembali. Sistem ini memiliki kontribusi penting dalam mekanisme pengolahan informasi otak. Namun, kondisi kurang tidur diketahui berdampak buruk terhadap berbagai aspek, termasuk kewaspadaan, kinerja, dan kesehatan secara keseluruhan. Ketika kurang tidur berlangsung dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh, psikologis, kognitif, hingga perilaku saraf, termasuk kemampuan memori jangka pendek. Penelitian ini dilakukan agar dapat memahami keterkaitan antara durasi tidur dan memori jangka pendek pada mahasiswa kedokteran Universitas Malikussaleh. Studi ini menggunakan pendekatan analitik dengan desain potong lintang dan melibatkan 200 responden yang dipilih melalui metode stratified random sampling. Mahasiswa dikelompokkan berdasarkan pola tidurnya, yakni kelompok yang merasakan kurang tidur serta kelompok yang memiliki tidur cukup. Kemampuan memori jangka pendek dievaluasi melalui uji kinerja memori. Hasil menunjukkan bahwa 79,5% responden mengalami kurang tidur, sementara 20,5% mempunyai durasi tidur yang cukup. Dalam hal kemampuan memori jangka pendek, 59,5% mahasiswa menunjukkan performa yang rendah, dan 40,5% menunjukkan performa yang baik. Hasil analisis statistik yang didapatkan nilai p sebesar 0,008, yang menunjukkan kaitan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) antara kurang tidur serta kemampuan memori jangka pendek. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang mengalami kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi terhadap penurunan memori jangka pendek, yang menekankan pentingnya menjaga kualitas tidur demi mendukung fungsi kognitif secara optimal.
Pengaruh pemberian ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) sebagai neuroprotektor terhadap gambaran histopatologi sel otak tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar model alzheimer Balqis, Ferisha Aulia; Maulina, Meutia; Novalia, Vera
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.798

Abstract

Alzheimer’s disease is a neurodegenerative disorder that leads to cognitive decline and memory loss, eventually impairing daily activities. Turmeric (Curcuma longa L.) has neuroprotective potential due to its curcumin content, which possesses anti-inflammatory, antioxidant, and neuroprotective properties. This study aims to examine the effect of different doses of turmeric rhizome extract on the histopathological features of brain cells in Wistar rats (Rattus norvegicus) induced with Alzheimer’s disease. An experimental study with a post-test only control group design was conducted using simple random sampling. A total of 24 male Wistar rats were divided into four groups: K1 (Alzheimer-induced without treatment), K2 (administered 20 mg/kgBW memantine), P1 (Alzheimer-induced with 36 mg/kgBW turmeric extract), and P2 (Alzheimer-induced with 54 mg/kgBW turmeric extract). The results showed the highest percentage of cell necrosis in K1 (19.7%), while the lowest was in K2 (1.67%), followed by P2 (2.5%) and P1 (5%). The Kruskal-Wallis test indicated a significant difference between groups p = 0.030 (p < 0.05). The Post Hoc Mann-Whitney test revealed a significant difference between K1 and both K2 and P2. These findings suggest that turmeric rhizome extract at a dose of 54 mg/kgBW has a neuroprotective effect by reducing neuronal necrosis in Alzheimer-induced rats. However, no significant difference was observed between the memantine-treated group and the turmeric extract-treated groups. There was no significant difference between the group given memantine treatment and the group given turmeric rhizome extract (Curcuma Longa L.).
Evaluation of the Rationality of Antihypertensive Drug Use in Hypertension Patients at Peusangan Siblah Krueng Public Health Center, Bireuen District Adduana, Nuva; yuziani, yuziani; Novalia, Vera
Ahmad Dahlan Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admj.v6i2.14430

Abstract

Hypertension is a chronic disease with a high prevalence and a significant risk of serious complications if not properly managed. The aim of this study was to evaluate the rational use of antihypertensive drugs in hypertensive patients at Peusangan Siblah Krueng Public Health Center, Bireuen District, based on the criteria of appropriate indication, appropriate patient, appropriate drug, and appropriate dose according to JNC VIII guidelines. This was a descriptive observational study with a retrospective approach using medical records of hypertensive patients in 2023. A total of 185 patients were selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collected included patient identity, diagnosis, type of antihypertensive drugs, dosage, and administration. Rationality was evaluated using the 4T classification (appropriate indication, patient, drug, and dose) in accordance with JNC VIII guidelines. The results showed that appropriateness of indication and patient both reached 100%. Appropriateness of drug was 96.8%, with the majority of patients receiving amlodipine as the main therapy. Appropriateness of dose was 98.9%, with a small proportion of inappropriateness observed in patients with comorbid diabetes mellitus. Overall, the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients at Peusangan Siblah Krueng Public Health Center, Bireuen District, can be categorized as rational based on the 4T criteria, although some discrepancies remain in drug selection and dosage, particularly among patients with comorbidities.
Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe dalam Menghadapi Bencana Banjir Utariningsih, Wheny; Novalia, Vera; Qaristy, Hafiza; MZ, Dila Khairunnisa
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.9 No.1 Mei 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v9i1.10963

Abstract

Bencana banjir adalah bencana yang sering terjadi di Indonesia. Selain menyebabkan kerugian dan korban jiwa, banjir juga menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat yang berhadapan langsung dengan bencana, wajib memiliki kesiapsigaan yang akan membantu masyarakat dalam menentukan tindakan ketika terjadi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe dalam menghadapi bencana banjir. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei menggunakan kuesioner tertutup. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah proportionate stratified random sampling. Teknik ini dilakukan dengan membagi populasi menurut karakteristik yaitu berdasarkan dusunnya dimana Desa Mane Kareung terdiri dari 3 dusun. Masing-masing dusun kemudian ditentukan jumlah sampel yang dibutuhkan. Data hasil survei kemudian diolah menggunkan komputer dan dianalisis dengan membuat tabel pada setiap variabel. Dalam penelitian ini, kesiapsiagaan diukur menggunakan analisis indeks kesiapsiagaan. Hasil penelitian berdasarkan analisis data yang dilakukan, didapatkan nilai indeks kesiapsiagaan 65,9 (siap) dengan rincian parameter sebagai berikut:  Pengetahuan dan Sikap (KA) masuk dalam kategori siap yaitu dengan indeks 72, Rencana Tanggap Darurat (EP) masuk dalam kategori hampir siap dengan nilai indeks 62, Sistem Peringatan Bencana (EWS) dalam kategori siap dengan nilai indeks 66, dan Mobilisasi Sumberdaya (MRC) termasuk dalam kategori kurang siap dengan nilai indeks 52. Kesimpulan penelitian ini adalah kesiapsiagaan masyarakat di Desa Mane Kareung dalam menghadapi bencana banjir tergolong siap.