Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penyuluhan Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Pasca Banjir dan Pembagian Sembako pada Masyarakat di Desa Keutapang Zara, Noviana; Novalia, Vera; Zahara, Cut Ita; Muna, Zurratul; Dewi, Rahmia; Siregar, Sarah Rahmayani; Sayuti, Muhammad
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.15135

Abstract

Bencana banjir termasuk bencana terbesar di dunia. Data Guidelines for Reducing Flood Losses, United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana di dunia yang terkait dengan banjir dari tahun 1975-2001 semakin meningkat, 20 kejadian pada tahun 1975 meningkat menjadi 147 kejadian pada tahun 2001 dengan jumlah kematian paling tinggi pada tahun 1999 sebanyak ± 35.000 jiwa. Indonesia sendiri pada tahun 2021 terdapat 15.366 kasus banjir di Indonesia, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan   di Aceh sediri pada tahun 2021 telah terjadi 1.435 kasus banjir, yang tersebar di seluruh Wilayah Aceh. Aceh merupakan salah satu provinsi yang sangat rawan terjadi bencana alam, khususnya bencana banjir. Banjir memberikan berbagai macam dampak bagi masyarakat, diantaranya muncul berbagai macam penyakit infeksi menular pasca banjir seperti infeksi pernapasan akut, demam berdarah, malaria, diare, penyakit kulit, dan lainnya. Pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap sikap dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menular akibat banjir. Lhoksukon merupakan salah satu kabupaten yang ada di Aceh utara yang sering terkena dampak bencana banjir karena berada pada jenis tanah inceptisol, dengan tekstur tanah yang halus dan tidak jauh dari sungai Krueng Keureuto. Program pengabdian yang dilakukan berupa penjelasan mengenai penyakit-penyakit pasca banjir pada masyarakat di Desa Keutapang Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara dan cara melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut. Pada tahap pelaksanaan digunakan tiga metode yaitu metode ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab dan  metode kuis untuk menilai daya tangkap peserta. Kegiatan penyuluhan pada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit-penyakit pasca banjir yang paling sering dijumpai dan pencegahan yang harus dilakukan untuk memutuskan penularan penyakit.
Pengaruh Media Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Pada Masyarakat Desa Uteunkot Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe Novalia, Vera; Utariningsih, Wheny; Zara, Noviana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2845

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menjadi epidemik di dunia. Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penderita TB Paru terbanyak kedua di dunia setelah india. Pada tahun 2018, terdeteksi 8.471 kasus tuberkulosis di Provinsi Aceh. Kota Lhokseumawe dengan CNR kasus TBC tertinggi berada di Provinsi Aceh, yaitu sebesar 351 per kasus 100.000 penduduk. Di Kabupaten Muara Dua jumlah penderita tuberkulosis yaitu 201 per 100.000 penduduk. Tujuan: Mengetahui gambaran pengaruh media promosi kesehatan tentang pengetahuan dan pencegahan penyakit tuberkulosis pada masyarakat desa uteunkot kecamatan muara dua kota Lhokseumawe. Metode: Penelitian ini melibatkan 90 masyarakat dengan Jenis penelitian quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar check list dan observasi. Hasil: Sebagian besar responden pengetahuan cukup tentang pengetahuan dan pencegahan penyakit tuberkulosis sebelum diberikan edukasi terbanyak pada kategori baik 14 orang (15,5%), cukup 54 (60%) dan kurang 22 orang (24%) setelah diberikan edukasi yang terbanyak baik 19 orang (21,1%), cukup 70(77,8%) dan kurang 1 orang (1,1%). Berdasarkan uji stastistik adanya pengaruh pengetahuan terhadap pengetahuan dan pencegahan penyakit tuberculosis didapatkan p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh media promosi pengetahuan terhadap pengetahuan dan pencegahan penyakit tuberculosis. Diharapkan kepada responden agar dapat meningkatkan informasi tentang penyakit tuberkulosis.Kata Kunci: Penyakit tuberkulosis, Pengetahuan, PencegahanBackground: Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. This disease is an epidemic in the world. Indonesia is a country with the second highest number of pulmonary TB sufferers in the world after India. In 2018, 8,471 cases of tuberculosis were detected in Aceh Province. Lhokseumawe City with the highest CNR of TB cases is in Aceh Province, which is 351 cases per 100,000 residents. In Muara Dua District, the number of tuberculosis sufferers is 201 per 100,000 population. Objective: To find out the description of the influence of health promotion media on knowledge and prevention of tuberculosis in the people of Uteunkot Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City. Methods: This study involved 90 people with a quasi-experimental research type of one group pretest-posttest design. Data was collected using a check list sheet and observation. Results: Most of the respondents had sufficient knowledge about knowledge and prevention of tuberculosis before being given education, mostly in the good category, 14 people (15.5%), enough 54 (60%) and lacking 22 people (24%) after being given education, most of them were good 19 people (21.1%), enough 70 (77.8%) and less 1 person (1.1%). Based on statistical tests, the effect of knowledge on knowledge and prevention of tuberculosis was obtained p-value = 0.000 (p <0.05). The conclusion of this study is that there is an influence of knowledge promotion media on knowledge and prevention of tuberculosis. It is expected that respondents can increase information about tuberculosisKeywords: Tuberculosis Disease, Knowledge, Prevention
UJI ZONA HAMBAT DAN UJI BEDA EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Z. MAURITIANA LAMM) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Yuziani, Yuziani; Agtari, Yolanda; Novalia, Vera
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.14427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas zona hambat dan uji beda dari tiap kelompok ekstrak etanol daun bidara (Z. mauritiana Lamm) terhadap pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 7 kelompok perlakuan. KN (kontrol negatif diberikan aquadest), KP (kontrol positif, diberikan Eritromisin), kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak etanol yaitu P1 60%, P2 70%, P3 80%, P4 90%, P5 100%. Rancangan penelitian yang digunakan dengan jumlah 28 sampel yang dihitung menggunakan rumus Federer. Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram. Data dianalisis menggunakan uji Anova menunjukkan nilai 0,000 (< 0,05) berbeda secara nyata dan dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil uji zona hambat ekstrak etanol daun bidara pada konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% membentuk zona hambat rata-rata sebesar 9,24 mm, 8,79 mm, 9,30 mm, 10,15 mm, dan 10,99 mm, pada kelompok kontrol positif (eritromisin) sebesar 19,34 mm, dan pada kontrol negatif (aquadest) tidak terbentuk zona hambat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol  daun bidara (Z. mauritiana Lamm) memiliki tingkat efektivitas yang lemah.
Profil Histopatologi Pasien Endoskopi Upper and Lower Gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Sayuti, Muhammad; Novalia, Vera; Aulia, Nadia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i6.24235

Abstract

Penyakit sistem gastrointestinal merupakan salah satu masalah kesehatan global. Endoskopi, merupakan prosedur diagnostik sekaligus terapeutik dalam evaluasi saluran cerna bagian atas (Esofagogastroduodenoskopi/EGD) maupun bawah (Kolonoskopi). Selain itu, pemeriksaan histopatologi berperan sebagai gold standard dalam penegakan diagnosis keganasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi hasil histopatologi pasien endoskopi gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara periode Januari 2020 – Juni 2022. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis dari 47 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 46–55 tahun (36,2%) dengan jenis kelamin laki-laki (55,3%). Kolonoskopi merupakan prosedur yang paling banyak dilakukan (72,3%), dengan indikasi utama BAB berdarah (44,6%), sedangkan EGD paling banyak dilakukan pada kasus disfagia (10,6%). Pada EGD, diagnosis yang paling banyak ditemukan adalah tumor gaster dan ulkus peptikum (masing-masing 6,4%), sedangkan pada kolonoskopi adalah tumor rektum (29,8%). Gastritis kronik (15%) merupakan hasil histopatologi yang paling sering dijumpai pada EGD, sementara adenokarsinoma (31,9%) mendominasi pada kolonoskopi. Lokasi temuan paling umum adalah gaster untuk EGD (21%) dan rektum untuk kolonoskopi (38,3%).