Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Variasi Bahan Tulang Ikan, Sekam Padi, Ampas Tebu dan Suhu Pirolisis terhadap Kadar Air Biochar Nurul Lailia; Vivin Setiani; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pengolahan perikanan, pertanian maupun perkebunan menghasilkan limbah dari sisa produksi. Limbah ini biasanya dibuang secara open dumping tanpa dilakukan pengolahan lebih lanjut, hal ini mengakibatkan bau yang tidak sedap. Diperlukan pengolahan dan penanganan lebih lanjut untuk mengurangidampak negatif dari limbah. Metode sederhana dan cocok untuk mengolah limbah biomassa adalah pirolisis dengan produk yang dihasilkan berupa biochar. Metode pirolisis merupakan proses pemanasan biomassa pada suhu tinggi tanpa oksigen atau dengan sedikit oksigen. Biochar dapat diaplikasikan ke tanah untuk tujuan memperbaiki kualitas tanah. Pembuatan biochar pada penelitian ini dari variasi bahan tulang ikan, sekam padi, dan ampas tebu. Karakteristik biochar merupakan faktor penting dalam penggunaannya untuk pembenah tanah. Kadar air merupakan salah satu karakteristik biochar yang penting sebagai pembenah tanah. Hasil pengujian kadar air biochar terendah pada suhu 350°C sebesar 0,31% (tulang ikan 70% : sekam padi 30%). Selain itu kadar air biochar tertinggi pada suhu 500°C sebesar 1,13% (tulang ikan 100%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variasi bahan tidak berpengaruh terhadap kadar air biochar, namun suhu pirolisis memiliki pengaruh terhadap kadar air biochar. Berdasarkan SNI 06-3730-1995 tentang Arang Aktif Teknis, nilai maksimal dari kadar air sebesar 15%. Hal ini menunjukkan nilai kadar air seluruh sampel biochar telah memenuhi standar.
Karakteristik Fisik dan Berat Cacing dari Hasil Kompos Limbah Ikan M. Abdulloh Azam; Vivin Setiani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik yang dihasilkan di masyarakat harus dimanfaatkan untuk diubah menjadi bahan yang bermanfaat, salah satunya melalui pengomposan. Vermicomposting dianggap sebagai salah satu metode pengomposan yang efektif dengan bantuan cacing tanah untuk mengubah limbah organik menjadi kompos berkualitas tinggi. Salah satu jenis cacing tanah yang digunakan adalah Eisenia fetida,. Cacing ini cepat berkembang biak dan mudah beradaptasi dengan berbagai media. Limbah organik seperti limbah ikan, kulit nangka, kotoran sapi, dan serbuk gergaji digunakan dalam proses pengomposan dalam penelitian ini. Reaktor Continuous Flow Bin berukuran 50 cm x 45 cm x 15 cm. Tahap yang dilakukan dalam penelitian ini pre-vermicomposting, aklimatisasi, dan vermicomposting. Tujuan dilakukan penelitian ini antara lain yakni menganalisis parameter kompos seperti tekstur, warna, bau kompos, dan berat cacing. Tekstur, warna dan bau kompos yang dihasilkan sesuai SNI 19- 7030-2004 Tentang Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Berat cacing tertinggi dihasilkan pada R3 dengan bahan limbah ikan, kotoran sapi, dan serbuk gergaji dengan tanpa penambahan EM4 yakni sebesar 72 gram.
Pengaruh Pengadukan terhadap Perubahan Suhu dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Ampas Tahu Limbah Ikan dan Kotoran Kambing Aisyah Choirul Amien; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu mengandung bahan organik yang tinggi. Adanya kandungan bahan organik pada ampas tahu dapat dimanfaatkan sebagai produk ekonomis seperti pupuk organik cair (POC). Limbah ikan dan kotoran kambing dijadikan sebagai penambahan bahan organik pada penelitian ini karena bahan tersebut mengandung C-organik yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengadukan terhadap suhu POC. Metode yang digunakan penelitian ini adalah fermentasi anaerobik dengan variasi pengadukan 2 jam, pengadukan 4 jam dan tanpa pengadukan selama 12 hari. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada penambahan bahan limbah ikan 40% dan ampas tahu 60% memiliki suhu tertinggi 29,8 0C dengan pengadukan 4 jam.
Analisis Termal Pada Biobriket Kulit Durian dan Kulit Jagung dengan Perekat Tepung Tapioka Aisyah Dinda Camalia; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi yang terus meningkat mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sehingga diperlukan energi alternatif. Salah satu energi alternatif terbarukan yakni biomassa, mengingat bahan untuk membuat biomassa sangat melimpah di Indonesia. Bahan biomassa sangat mudah ditemukan dari aktivitas pertanian, peternakan, kehutanan, perkebunan, perikanan dan limbah-limbah lainnnya. Biomassa bisa menjadi salah satu pilihan sumber energi alternatif. Kulit jagung dan kulit durian hingga saat ini masih kurang dimanfaatkan dengan baik sehingga jika limbah tersebut dibiarkan begitu saja dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Kulit jagung dan kulit durian sangat cocok digunakan sebagai bahan baku biobriket karena memiliki kandungan selulosa. Biobriket dalam penelitian ini tersusun atas komposisi kulit durian 50% : kulit jagung 50%. Suhu pirolisis dalam penelitian ini digunakan sebesar 350? dan perekat yang digunakan terbuat dari tepung tapioka. Biobriket yang sudah jadi selanjutnya dilakukan analisis termal (TGA) dengan suhu maksimal 600? dan kenaikan suhu 5?/menit. Sampel mulai terdegradasi pada suhu 71,40? dan berat mulai konstan pada suhu 538,51?. Terjadi penurunan masa sebesar 70,43% pada suhu 285? - 399,71?.
Analisis Suhu POC Kotoran Ayam dengan Variasi Pengadukan Maddhani Saputra; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk kimia masih menjadi alternatif utama yang digunakan untuk menyokong pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat menyebabkan kualitas tanah menurun. Harga pupuk kimia yang mahal juga membuat para petani kesulitan dalam memperoleh pupuk kimia. Oleh karena itu, dibutuhkan produk pupuk yang mampu memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan kualitas tanaman dan mudah dijangkau oleh petani, salah satunya adalah pupuk organik cair kotoran ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengadukan (2 jam/hari dan 4 jam/hari) terhadap parameter suhu POC kotoran ayam. Metode yang digunakan adalah fermentasi anaerob. Berdasarkan hasil uji statistik variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat karena nilai ?<0,05. Berdasarkan hasil penelitian pengadukan diperoleh suhu tertinggi pada pengadukan 4 jam/hari pada reaktor M3 sebesar 30,8 ?C.
Pengaruh Penambahan MoL Sayur dan Susu Reject Terhadap Pengomposan Sampah Sisa Makanan, Limbah Ikan, Kotoran Sapidengan Metode Black Soldier Fly Maura Diza Aviantari; Ulvi Pri Astuti; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan yang terjadi setiap tahunnya terhadap volume sampah menimbulkan dampak negatif karenatidak adanya pengolahan yang berakibat terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian inimemanfaatkan sampah organik seperti limbah sisa makanan, limbah ikan, kotoran sapi, susu reject dan MoL sayur. Metode yang digunakan pada pengolahan sampah dilakukan dengan metode larva komposting dengan larva Black Soldier Fly. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi bahan, variasi MoL sayur dan variasi susu reject terhadap karakteristik hasil pupuk organik dari proses komposting BSF. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi 100% sampah sisa makanan, 70% sisa makanan dengan 30% kotoran sapi, 30% sisa makanan dengan 70% limbahikan. Variasi dosis MoL sayur yaitu 0 ml/kg dan 30 ml/kg dan variasi susu reject yaitu 0 ml dan 200 ml. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan pengaruh pada penambahan MoL sayur dan penambahan Susu Reject terhadap parameter fisik, kimia, dan karakteristik larva. Hasil kompos terbaik pada parameter kimia terdapat pada reaktor 12 yaitu variasi sisa makanan 30% : limbah ikan 70%. Hasil pengujian kandungan protein larva terbaik terdapat pada reaktor 12 yaitu variasi sisa makanan 30% : limbah ikan 70% dengan nilai 38,92%.
Pengaruh Variasi Bahan Kompos, Penambahan MoL Limbah Sayur serta Susu Reject Terhadap Suhu Pengomposan Kotoran Kambing Eko Sri Agus Setiawan; Dewi Cahya Rahmawati; Mirna Apriani; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat organik yang tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan timbulnya penyakit bagi masyarakat. Metode yang efektif untuk mengurangi limbah padat organik adalah menggunakan metode pengomposan Black Soldier Fly Larvae. Pengomposan memanfaatkan limbah padat organik yaitu kotoran kambing, ampas tahu dan limbah ikan. MoL limbah sayur dan susu reject digunakan untuk mempercepat dekomposisi limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi bahan, penambahan MoL limbah sayur serta susu reject terhadap suhu kompos. Hasil pengukuran suhu dibandingkan dengan SNI 19-7030-2004 mengenai kematangan kompos. Penambahan variasi MoL limbah sayur adalah 0 mL dan 30 mL sedangkan penambahan susu reject sebanyak 0 mL dan 200 mL. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh variasi bahan, penambahan MoL limbah sayur dan susu reject terhadap parameter suhu kompos menggunakan uji MANOVA dengan nilai Sig. <0.05.
Analisis Pengadukan terhadap Temperatur Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Moch. Defrianto Dwika Ramadhan; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadukan pada pembuatan POC berperan untuk proses homogenisasi bahan dan mendukung nutrien tersebar secara merata. Temperatur menandakan aktivitas mikroorganisme yang terjadi pada saat proses fermentasi berlangsung. Temperatur optimum pada proses fermentasi berkisar antara 25-55°C. Semakin tinggi temperatur dalam skala optimal, maka semakin tinggi aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh variasi pengadukan pada reaktor POC terhadap parameter temperatur. Proses pembuatan pupuk menggunakan metode fermentasi anaerobik selama 12 hari dengan menggunakan bioaktivator EM4. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengambilan sampel pupuk organik cair dari limbah ikan dengan penambahan kotoran kambing dan kotoran sapi dan melakukan pengadukan dengan variasi waktu pengadukan 4 jam/hari dan 2 jam/hari. Temperatur pupuk organik cair diukur secara berkala menggunakan termometer. Analisis pengaruh variasi pengadukan pada reaktor POC terhadap parameter temperatur menggunakan uji statistik Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan variasi pengadukan dengan temperature paling tinggi pada reaktor pembuatan POC terletak pada variasi pengadukan 4 jam/hari yaitu 29,9°C dan berikutnya variasi pengadukan 2 jam/hari yaitu 29,44°C. Uji ANOVA dengan P-Value < 0,05 menunjukkan bahwa pengadukan berpengaruh terhadap temperatur pada POC.
Analisis Thermal Gravimetry dari Biobriket Tulang Ikan dan Tempurung Kelapa Dhea Ayu Firnanda; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah produksi perikanan yang melimpah membuat semakin banyaknya limbah tulang ikan yang ditimbulkan, sehingga diperlukan pengolahan untuk mengurangi timbulan limbah. Tulang ikan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan tulang ikan menjadi biobriket. Tulang ikan menjadi bahan pembuatan biobriket dengan campuran biomassa lain yang dapat dimanfaatkan yaitu tempurung kelapa menggunakan perekat taipoka. Penelitian ini menggunakan komposisi 50% tulang ikan dan 50% tempurung kelapa. Pembuatan biobriket dilakukan dengan metode pirolisis pada suhu 350?C, arang yang diperoleh dicampur dengan tapioka sebanyak 7% sebagai perekatnya Biobriket yang terbentuk dilakukan pengukuran termal TGA (Thermogravimetric Analysis). Hasil pengukuran TGA berupa pengurangan massa sebesar 1,6229 mg dan meninggalkan residu sebesar 0,7584 mg.
Analisis Karakteristik Fisik Kompos dari Proses Vermikomposting menggunakan Cacing Tanah Merah Dinda Maya Kristina; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di Kota Surabaya. Data SIPSN menyebutkan bahwa 40,46% sampah di Kota Surabaya berasal dari rumah tangga. Sampah sayur, sampah daun, dan limbah ikan merupakan jenis sampah organik yang sering dijumpai di lingkungan masyarakat. Upaya untuk mengolah sampah tersebut adalah dimanfaatkan sebagai bahan kompos vermikomposting menggunakan cacing merah atau disebut Lumbricus rubellus. Penambahan bioaktivator seperti EM4 berfungsi untuk mempercepat proses pengomposan. Proses vermikomposting dilakukan di dalam reaktor Continuous flow bin dengan ukuran 45cm x 40cm x 35cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas bau, warna, dan tekstur kompos berdasarkan standart SNI 19-7030-2004, dan untuk mengetahui penyusutan kompos serta biomassa cacing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur, bau, dan warna kompos telah memenuhi SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos matang, kemudian penyusutan kompos terbesar mencapai 71,7% dan biomassa cacing terbesar adalah 33 gram pada reaktor A8 yang menggunakan bahan kompos 45% limbah ikan, 35% serbuk gergaji, 20% sampah sayur, dan diberi 15 ml EM4.