Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Kotoran Kucing dan Sisa Makanan Terhadap Suhu Pengomposan dengan Metode Black Soldier Fly (BSF) Composting Debby Zintya Hayati; Vivin Setiani; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya timbulan sampah menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Kotoran hewan dapat menyebabkan bau menyengat apabila tidak diolah. Alternatif pengolahan yang dapat digunakan yaitu dengan pengomposan. Pengomposan memanfaatkan limbah organik kotoran kucing dan sisa makanan sebagai bahan pengomposan menggunakan larva BSF dengan bantuan MoL kulit pisang. Variasi bahan yang digunakan yaitu 100% kotoran kucing, 50% kotoran kucing dan 50% sisa makanan, serta 75% kotoran kucing dan 25% sisa makanan. Setiap variasi bahan yang digunakan ditambahkan MoL kulit pisang dengan konsentrasi 0 mL, 40 mL, dan 80 mL. Pengomposan menggunakan reaktor dengan ukuran 50 cm x 40 cm x 15 cm. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi bahan dan penambahan MoL terhadap suhu pengomposan. Hasil pengukuran suhu dibandingan dengan SNI 19-7030-2004 tentang kematangan kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kompos memenuhi SNI 19-7030-2004 dengan nilai 30°C dan dipengaruhi oleh variasi bahan serta penambahan MoL kulit pisang.
Analisis Suhu pada POC Lumpur Tinja berdasarkan Variasi Bahan dan Pengadukan Nabila Nurulita Maghfirani; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk Organik Cair (POC) merupakan penyedia unsur hara yang mudah diserap akar dan daun tanaman. Bahan baku POC bisa diperoleh dari limbah seperti lumpur tinja, sisa makanan, dan kotoran kambing. Limbah-limbah tersebut memiliki kandungan unsur hara seperti C-organik, nitrogen, fosfor, dan kalium yang menunjang kandungan POC. Proses pengadukan dilakukan untuk meningkatkan kualitas POC yang dihasilkan. Pengadukan secara berkala bertujuan untuk mengoptimalkan proses homogenitas bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis variasi bahan dan variasi pengadukan terhadap suhu pada POC. Variasi pengadukan pada penelitian berupa tanpa pengadukan, 8 kali pengadukan (setiap 30 menit), dan 16 kali pengadukan (setiap 15 menit). Metode yang digunakan adalah fermentasi secara anaerob. Fermentasi dilakukan selama 12 hari dengan menggunakan MoL nasi sebagai bioaktivator. Hasil uji ANOVA (Analysis of Variance) menunjukkan bahwa variasi bahan dan pengadukan tidak berpengaruh pada suhu POC dengan nilai signifikansi ?>0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor dengan komposisi 40% lumpur tinja 60% kotoran kambing dan pengadukan setiap 15 menit (16 kali pengadukan) menghasilkan suhu tertinggi. Suhu tertinggi diperoleh oleh R6 dengan suhu sebesar 32,50C.
Analisis Variasi Pengomposan Lumpur Tinja Manusia dan Sisa Makanan dengan Penambahan MoL Nasi Basi Terhadap Karakteristik Suhu Muhammad Asrul Nizam; Vivin Setiani; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia berpengaruh terhadap jumlah timbulan limbah yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia. Contoh limbah yang dihasilkan yaitu tinja manusia dan sisa makanan. Permasalahan timbulan limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kompos. Limbah tersebut diolah menggunakan bantuan larva Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini menggunakan bioaktivator berupa MoL nasi basi untuk mempercepat proses pengomposan. Analisis pengaruh komposisi lumpur tinja manusia dan sisa makanan dilakukan terhadap parameter fisik yaitu suhu kompos. Komposisi yang digunakan 100% tinja manusia, 50% tinja manusia dan 50% sisa makanan, 75% tinja manusia dan 25% sisa makanan. Variasi MoL nasi basi yang ditambahkan sebesar 0 mL, 40 mL dan 80 mL. Pengomposan menggunakan reaktor dengan dimensi 50 cm x 30 cm x 15 cm. Hasil dari semua variasi didapatkan nilai suhu antara 28ºC-29,5ºC yang sesuai dengan SNI 19- 7030-2004. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penambahan MoL nasi basi terhadap parameter suhu menggunakan uji ANOVA.
Analisis Suhu Pengomposan Kotoran Kucing dan Sisa Makanan Menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) Penambahan MoL Nasi Basi M Indra Setiawan; Mirna Apriani; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah limbah padat organik menjadi masalah pencemaran lingkungan. Kotoran kucing merupakan limbah organik yang berasal dari peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah kotoran kucing dan sisa makanan. Metode yang digunakan dalam melakukan pengolahan kotoran kucing dan sisa makanan menggunakan komposting Black Soldier Fly Larvae dengan penambahan MoL nasi. Komposisi limbah yang digunakan yaitu (100% KK), (50% KK+50% SM) dan (25% KK+75% SM). Penambahan variasi MoL nasi basi adalah 0 ml, 40 ml, dan 80 ml. Pengomposan menggunakan reaktor dengan dimensi 50cm x 50cm x 15cm. Analisis pengaruh variasi penelitian dilakukan pada parameter suhu kompos. Dimana monitoring suhu dilakukan selama 15 hari pengomposan. Hasil analisis selama 15 hari telah memenuhu standar SNI 19-7030- 2004. Dimana hasil yang telah didapatkan suhu pada semua reaktor memiliki suhu sama dengan suhu air tanah. Memperlihatkan bahwa suhu pada reaktor 1-9 mengalami fluktuasi dari hari ke-0 hingga hari ke-13. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas mikroorganisme setelah proses pemberian umpan (feeding). Perubahan suhu mencerminkan aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik. Suhu optimum pada reaktor 1-9 tercapai pada hari ke-14-15, dengan suhu mencapai 30°C, menunjukkan bahwa kompos telah memasuki fase pematangan. Fase suhu optimum ini penting karena menandakan kompos telah mencapai tahap pematangan.
Analisis Suhu Pengomposan Lumpur Tinja Manusia dan Sisa Makanan dengan Metode Larvakomposting Laras Nur Fadilla; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan lumpur tinja manusia di IPLT dan sampah sisa makanan yang menumpuk dapat menjadi masalah serius ke depannya. Salah satu pemanfaatan lumpur tinja manusia dan sisa makanan yang dapat dilakukan oleh semua orang yaitu pembuatan kompos. Pengomposan pada penelitian ini menggunakan metode larvakomposting Black Soldier Fly untuk mempercepat proses dekomposisi sampah. Komposisi sampah yang digunakan yaitu lumpur tinja manusia 100%, lumpur tinja manusia dan sisa makanan (50:50), serta lumpur tinja manusia dan sisa makanan (75:25). Variasi lainnya yaitu variasi volume penambahan MoL kulit pisang kepok yaitu 0 mL, 40 mL, dan 80 mL tiap kilogram bahan kompos. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan monitoring parameter suhu selama 15 hari pengomposan dilakukan. Suhu pada hari ke-15 dilakukan analisis berdasarkan SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. Pengomposan dilakukan dengan reaktor ukuran 50cm x 50cm x 15cm sehingga memiliki kapasitas 37,5 liter. Hasil analisis parameter suhu kompos telah memenuhi SNI 19-7030-2004 dengan hasil seluruh reaktor memiliki suhu sama dengan suhu air tanah.
Pengaruh Variasi Bahan serta Penambahan MoL Kulit Pisang Kepok Terhadap Larvacomposting Kotoran Ayam dan Sampah Makanan dengan Larva BSF Anindya Taffana Putri; Mirna Apriani; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah limbah padat organik terutama limbah peternakan menjadi salah satu masalah besar karena tidak diolah dan dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini memanfaatkan kotoran ayam dan sampah makanan sebagai bahan baku kompos. Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok sebagai mikroorganisme lokal bertujuan untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalahuntuk mereduksi sampah organik menggunakan metode larvacomposting dengan larva BSF dalam waktu yang lebih singkat. Komposisi limbah yang digunakan yaitu (100% KA), (50% KA+50% SM), (75% KA+25% SM). Penambahan variasi MoL kulit pisang kepok adalah 0 ml, 40 ml, dan 80 ml. Proses larvacomposting menggunakan reaktor kayu dengan dimensi 50 cm x 50 cm x 20 cm. Hasil uji statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan adanya pengaruh komposisi bahan dan penambahan MoL kulit pisang kepok terhadap parameter suhu.
Pengaruh Variasi Bahan Terhadap Suhu Pengomposan Dengan Menggunakan Larva Black Soldier Fly Okky Ristanto; Vivin Setiani; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat organik yang tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan ayam terutama berupa kotoran ayam. Bau yang dikeluarkan berasal dari unsur nitrogen dan sulfida kotoran ayam yang selama proses dekomposisi akan terbentuk gas amonia, nitrit, dan gas hidrogen sulfida. Selain kotoran ayam, sampah merupakan sesuatu yang tidak disenangi. Salah satu jenisnya yaitu sampah rumah tangga yang berasal dari kegiatan sehari-hari. Metode yang efektif untuk mengurangi limbah padat organik adalah menggunakan pengomposan larva Black Soldier Fly (BSF) dengan tambahan MoL nasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan MoL nasi terhadap suhu pengomposan kotoran ayam dan sisa makanan. Hasil pengukuran suhu dibandingkan dengan SNI 19-7030- 2004 mengenai kematangan kompos. Penambahan variasi MoL nasi adalah 0 mL, 40 mL, dan 80 mL. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh penambahan MoL nasi terhadap parameter suhu kompos menggunakan uji MANOVA dengan nilai Sig. > 0,05.
Analisis Kuat Tekan dan Lama Penyalaan Biobriket Campuran Serbuk Ampas Kopi dan Tempurung Kelapa Happy Lestari; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biobriket berbahan dasar serbuk ampas kopi dan tempurung kelapa yang telah dipirolisis, dihaluskan dan disatukan dengan perekat dari tepung tapioka dengan perbandingan antara serbuk ampas kopi dan tempurung kelapa sebesar (50%:50%) terhadap tepung tapioka sebesar 7%. Biobriket dipres dan dicetak dalam bentuk silinder berdiameter 3,5 cm x 1,5 cm. Biobriket yang telah dicetak kemudian dikeringkan di dalam oven bersuhu 110 oC selama 8 jam agar mengurangi kadar air yang terkandung dalam biobriket. Biobriket yang bisa digunakan diharapkan memiliki kualitas yang bagus sebagai bahan bakar alternatif sehingga diperlukan uji kuat tekan menggunakan Mesin Uji Kuat Tekan Beton dan uji lama penyalaan menggunakan bunsen dan pemantik api dengan tujuan untuk menguji kualitas fisik serta performa pembakaran biobriket sebagai bahan bakar alternatif. Hasil dari pengujian uji kuat tekan sebesar 17,93 Kg/cm3 , dan lama penyalaan biobriket yaitu 4500 detik. Kualitas biobriket yang telah diujikan diharapkan memenuhi baku mutu briket arang kayu SNI 01- 6235-2000.
PENGARUH PENGADUKAN & VARIASI BAHAN PADA PUPUK ORGANIK CAIR KOTORAN KUCING TERHADAP SUHU Indra Lesmana; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengolah kotoran kucing menjadi pupuk organik cair. Pupuk organik cair (POC) memiliki kelebihan mudah diserap tanaman dan ramah lingkungan. Bahan utama kotoran kucing dengan kandungan C (12,18%) dan N (0,58%). Bahan pendukung sebagai upaya pemenuhan standar parameter POC yaitu kotoran kambing C (23,72%), N (2,08%), P (0,74%), K (0,33%) dan sisa makanan C (14,00%), N (0,39%). Penelitian ini menganalisis tentang pengaruh variasi bahan dan pengadukan terhadap suhu pada pupuk organik cair kotoran kucing. Proses dilakukan tanpa pengadukan, pengadukan 15 menit (4 jam/hari) dan pengadukan 30 menit (4 jam/hari). Tiga sampel dengan kandungan CNPK terbaik setiap variasi bahan diambil sebagai variasi umur simpan. Pengaruh variasi bahan dan pengadukan dianalisis terhadap suhu. Analisis pengaruh menggunakan MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). Variasi bahan dan pengadukan berpengaruh terhadap suhu dengan nilai interpretasi (p < 0,05).
Pemanfaatan PLTS sebagai Strategi Energi Bersih dan Hemat Biaya pada Masjid Bahrul Ulum Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aulia Della Cornellia; Vivin Setiani; Ulvi Priastuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya off-grid pada Masjid Bahrul Ulum di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya sebagai upaya mendukung transisi energi bersih di sektor pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan fokus pada aspek finansial dan lingkungan dari penerapan PLTS. Perhitungan mencakup kapasitas sistem, biaya, dan potensi reduksi emisi karbon. Secara teknis, sistem dirancang menggunakan 14 panel surya berkapasitas masing-masing 555 Wp, inverter 12 kW, dan 10 baterai 48V/100Ah, dengan total daya tahunan sebesar 17.016,3 kWh. Dari sisi finansial, sistem ini mampu menghemat biaya listrik tahunan sebesar Rp13.096.595,20 dengan estimasi payback period selama 16,3 tahun. Secara lingkungan, penggunaan PLTS ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 14,804 ton CO? per tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PLTS di lingkungan kampus tidak hanya layak secara teknis dan ekonomis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengurangan emisi karbon, serta dapat dijadikan model bagi pengembangan energi terbarukan di sektor pendidikan.